S1 - Skripsi

Analisis Risiko PM2.5 dengan Kejadian ISPA di Sekitar Pertambangan Pasir Besi Ilegal Desa Korleko Selatan Kecamatan Labuhan Haji Lombok Timur Pada Tahun 2025

M. Kholis Hudaya; Pembimbing: Zakianis; Penguji: Budi Haryanto, Aria Kusuma (FKM UI, 2025)
File Only
Kesehatan Lingkungan
2106636722
Kesehatan Lingkungan
Hudaya, M. Kholis
Depok
FKM UI
Penelitian ini menganalisis risiko paparan PM2.5 terhadap kejadian Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) di sekitar pertambangan pasir besi Desa Korleko Selatan, Kecamatan Labuhan Haji, Kabupaten Lombok Timur, pada tahun 2025. Metode yang digunakan adalah Analisis Risiko Kesehatan Lingkungan (ARKL) untuk menghitung risiko non-karsinogenik akibat paparan PM2.5. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata konsentrasi PM2.5 di udara ambien sekitar pertambangan adalah 64 μg/m³, melebihi standar baku mutu. Masyarakat sekitar, dengan mayoritas berusia muda, memiliki kebiasaan merokok (43,3%) dan sebagian besar tidak menggunakan masker (90%), meningkatkan risiko paparan. Berdasarkan perhitungan asupan PM2.5, baik secara realtime maupun lifetime, risiko non-karsinogenik (RQ > 1) ditemukan pada masyarakat sekitar pertambangan. Ini menunjukkan bahwa paparan PM2.5 berisiko menyebabkan gangguan kesehatan, terutama ISPA. Penelitian ini menyarankan pengawasan lebih ketat terhadap pertambangan ilegal dan upaya pencegahan polusi udara, seperti penggunaan masker, untuk mengurangi risiko kesehatan masyarakat.


This study analyzes the risk of exposure to PM2.5 on the incidence of acute respiratory infections (ARIs) in the area around the iron sand mine in Korleko Selatan Village, Labuhan Haji Subdistrict, East Lombok Regency, in 2025. Environmental Health Risk Analysis (EHRA) was used to calculate the non-carcinogenic risk due to PM2.5 exposure. The study's results indicate that the ambient air's average PM2.5 concentration around the mining area is 64 μg/m³, which exceeds the air quality standard. The predominantly young local community has a smoking habit (43.3%), and most do not use masks (90%), which increases the risk of exposure. Based on PM2.5 intake calculations in real time and over a lifetime, noncarcinogenic risks (RQ > 1) were found among the local community around the mining area. These results suggest that PM2.5 exposure may lead to health issues, particularly respiratory tract infections (RTIs). The study recommends stricter monitoring of illegal mining activities and efforts to prevent air pollution, such as promoting mask usage, to reduce health risks for the community.
20250805
Haryanto, Budi; Kusuma, Aria
membership
Analisis risiko, PM2.5, ISPA, Risk assessment, PM2.5, ARI
Pusinfokesmas FKM UI
252/25
M. Kholis Hudaya; Pembimbing: Zakianis; Penguji: Budi Haryanto, Aria Kusuma
Analisis Risiko PM2.5 dengan Kejadian ISPA di Sekitar Pertambangan Pasir Besi Ilegal Desa Korleko Selatan Kecamatan Labuhan Haji Lombok Timur Pada Tahun 2025
Universitas Indonesia. Fakultas Kesehatan Masyarakat. Kesehatan Lingkungan
2025
S1
viii, 77 hlm.; 30 cm
File Only
S-12055
S-12055
Zakianis
ind

Abstrak

Penelitian ini menganalisis risiko paparan PM2.5 terhadap kejadian Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) di sekitar pertambangan pasir besi Desa Korleko Selatan, Kecamatan Labuhan Haji, Kabupaten Lombok Timur, pada tahun 2025. Metode yang digunakan adalah Analisis Risiko Kesehatan Lingkungan (ARKL) untuk menghitung risiko non-karsinogenik akibat paparan PM2.5. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata konsentrasi PM2.5 di udara ambien sekitar pertambangan adalah 64 μg/m³, melebihi standar baku mutu. Masyarakat sekitar, dengan mayoritas berusia muda, memiliki kebiasaan merokok (43,3%) dan sebagian besar tidak menggunakan masker (90%), meningkatkan risiko paparan. Berdasarkan perhitungan asupan PM2.5, baik secara realtime maupun lifetime, risiko non-karsinogenik (RQ > 1) ditemukan pada masyarakat sekitar pertambangan. Ini menunjukkan bahwa paparan PM2.5 berisiko menyebabkan gangguan kesehatan, terutama ISPA. Penelitian ini menyarankan pengawasan lebih ketat terhadap pertambangan ilegal dan upaya pencegahan polusi udara, seperti penggunaan masker, untuk mengurangi risiko kesehatan masyarakat.


This study analyzes the risk of exposure to PM2.5 on the incidence of acute respiratory infections (ARIs) in the area around the iron sand mine in Korleko Selatan Village, Labuhan Haji Subdistrict, East Lombok Regency, in 2025. Environmental Health Risk Analysis (EHRA) was used to calculate the non-carcinogenic risk due to PM2.5 exposure. The study's results indicate that the ambient air's average PM2.5 concentration around the mining area is 64 μg/m³, which exceeds the air quality standard. The predominantly young local community has a smoking habit (43.3%), and most do not use masks (90%), which increases the risk of exposure. Based on PM2.5 intake calculations in real time and over a lifetime, noncarcinogenic risks (RQ > 1) were found among the local community around the mining area. These results suggest that PM2.5 exposure may lead to health issues, particularly respiratory tract infections (RTIs). The study recommends stricter monitoring of illegal mining activities and efforts to prevent air pollution, such as promoting mask usage, to reduce health risks for the community.

Metadata

Jenis Koleksi : S1 - Skripsi
No. Panggil : S-12055
Pengarang :
Nama badan : Universitas Indonesia. Fakultas Kesehatan Masyarakat. Kesehatan Lingkungan
Program Studi/Peminatan : Kesehatan Lingkungan
Promotor/Pembimbing :
Ko-Promotor/Penguji :
Subjek :
Penerbitan : Depok : FKM UI, 2025
338 tipe carrierFile Only
650 SubyekKesehatan Lingkungan
504 Catatan Bibliografi
NPM2106636722
856 Lokasi File Elektronik
526 Program Studi/PeminatanKesehatan Lingkungan
Penerbit dan Distribusi
100 Pengarang UtamaHudaya, M. Kholis
260a Kota TerbitDepok
260b PenerbitFKM UI
abstrak
Penelitian ini menganalisis risiko paparan PM2.5 terhadap kejadian Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) di sekitar pertambangan pasir besi Desa Korleko Selatan, Kecamatan Labuhan Haji, Kabupaten Lombok Timur, pada tahun 2025. Metode yang digunakan adalah Analisis Risiko Kesehatan Lingkungan (ARKL) untuk menghitung risiko non-karsinogenik akibat paparan PM2.5. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata konsentrasi PM2.5 di udara ambien sekitar pertambangan adalah 64 μg/m³, melebihi standar baku mutu. Masyarakat sekitar, dengan mayoritas berusia muda, memiliki kebiasaan merokok (43,3%) dan sebagian besar tidak menggunakan masker (90%), meningkatkan risiko paparan. Berdasarkan perhitungan asupan PM2.5, baik secara realtime maupun lifetime, risiko non-karsinogenik (RQ > 1) ditemukan pada masyarakat sekitar pertambangan. Ini menunjukkan bahwa paparan PM2.5 berisiko menyebabkan gangguan kesehatan, terutama ISPA. Penelitian ini menyarankan pengawasan lebih ketat terhadap pertambangan ilegal dan upaya pencegahan polusi udara, seperti penggunaan masker, untuk mengurangi risiko kesehatan masyarakat.


This study analyzes the risk of exposure to PM2.5 on the incidence of acute respiratory infections (ARIs) in the area around the iron sand mine in Korleko Selatan Village, Labuhan Haji Subdistrict, East Lombok Regency, in 2025. Environmental Health Risk Analysis (EHRA) was used to calculate the non-carcinogenic risk due to PM2.5 exposure. The study's results indicate that the ambient air's average PM2.5 concentration around the mining area is 64 μg/m³, which exceeds the air quality standard. The predominantly young local community has a smoking habit (43.3%), and most do not use masks (90%), which increases the risk of exposure. Based on PM2.5 intake calculations in real time and over a lifetime, noncarcinogenic risks (RQ > 1) were found among the local community around the mining area. These results suggest that PM2.5 exposure may lead to health issues, particularly respiratory tract infections (RTIs). The study recommends stricter monitoring of illegal mining activities and efforts to prevent air pollution, such as promoting mask usage, to reduce health risks for the community.
Tanggal20250805
700z Co-Promotor/PengujiHaryanto, Budi; Kusuma, Aria
000 Hak Aksesmembership
Kata KunciAnalisis risiko, PM2.5, ISPA, Risk assessment, PM2.5, ARI
700 Pengarang Tambahan
850 Badan PemilikPusinfokesmas FKM UI
004 Nomor Induk252/25
245c PertanggungjawabanM. Kholis Hudaya; Pembimbing: Zakianis; Penguji: Budi Haryanto, Aria Kusuma
245 JudulAnalisis Risiko PM2.5 dengan Kejadian ISPA di Sekitar Pertambangan Pasir Besi Ilegal Desa Korleko Selatan Kecamatan Labuhan Haji Lombok Timur Pada Tahun 2025
710 Entri Tambahan Nama BadanUniversitas Indonesia. Fakultas Kesehatan Masyarakat. Kesehatan Lingkungan
260c Tahun Terbit2025
Jenis KaryaS1
250 Edisi
300 Deskripsi Fisikviii, 77 hlm.; 30 cm
LokasiFile Only
082 No. PanggilS-12055
003 BarcodeS-12055
700y Promotor/PembimbingZakianis
041 Kode Bahasaind

File Digital: 1 

Shelf
 M. Kholis Hudaya-Skripsi-FKM-Fulltext-2025.pdf ::
 
Catatan: Hanya file pdf yang dapat dibaca online
Menu Anggota Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
No. Panggil No. Barkod Ketersediaan Lokasi
S-12055 S-12055 TERSEDIA File Only
Ulasan:
Tidak ada ulasan pada koleksi ini: 138707

Sampul

cover

Lihat juga:

:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive