S1 - Skripsi

Analisis Faktor Risiko Sindrom Metabolik pada Perawat di Rumah Sakit X

Chayrani Kamelia Marwanto; Pembimbing: Robiana Modjo; Penguji: Stevan Deby Anbiya Muhamad Sunarno, Rakhmi Savitri (FKM UI, 2025)
File Only
Keselamatan dan Kesehatan Kerja
2106706180
Keselamatan dan Kesehatan Kerja
Marwanto, Chayrani Kamelia
Depok
FKM UI

Latar Belakang: Sindrom metabolik (SM) merupakan kumpulan faktor risiko yang
meningkatkan kemungkinan terjadinya penyakit kardiovaskular dan diabetes melitus tipe 2. Prevalensi SM pada perawat di berbagai negara bervariasi, namun penelitian di Indonesia masih terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor risiko SM pada perawat di Rumah Sakit X. Metode: Desain penelitian cross-sectional dengan pendekatan kuantitatif. Data diperoleh dari MCU 268 perawat di RS X pada Oktober-November 2024. Variabel yang diteliti meliputi faktor perilaku (kebiasaan merokok, konsumsi alkohol, aktivitas fisik) dan genetik (usia, jenis kelamin, riwayat penyakit keluarga). Analisis data dilakukan secara deskriptif dan inferensial menggunakan uji Chi Square. Hasil: Sebanyak 7 perawat (2,6%) mengalami SM, obesitas sentral (48,9%) dan tekanan darah tinggi (25,4%) sebagai parameter yang paling dominan. Analisis statistik menunjukkan hubungan signifikan antara jenis kelamin laki-laki dengan sindrom metabolik (p-value = 0,004; OR = 7,154). Tidak ditemukan hubungan signifikan antara kebiasaan merokok, konsumsi alkohol, aktivitas fisik, usia, atau riwayat penyakit keluarga dengan sindrom metabolik (p-value > 0,05). Kesimpulan: Jenis kelamin laki-laki merupakan faktor risiko signifikan terhadap kejadian SM pada perawat di RS X. Penelitian lanjutan diperlukan dengan cakupan faktor risiko yang lebih luas dan sampel yang lebih besar untuk memperkuat temuan ini.


Background: Metabolic syndrome (MetS) is a cluster of metabolic abnormalities that increase  the risk of cardiovascular disease and type 2 diabetes mellitus. Although its prevalence  among nurses has been explored globally, limited data exist in Indonesia. Objective: This  study aimed to assess the association between risk factors and the presence of MetS among  nurses at Hospital X. Methods: A cross-sectional study was conducted involving 268 nurses  who underwent medical check-ups from October to November 2024. Variables included  behavioral factors (smoking, alcohol consumption, physical activity) and genetic factors (age,  sex, family history). Data were analyzed descriptively and inferentially using Chi-square  tests. Results: MetS was identified in 7 nurses (2.6%). Central obesity (48.9%) and elevated  blood pressure (25.4%) were the most prevalent components. A significant association was  found between male sex and MetS (p = 0.004; OR = 7.154). No significant associations were  observed for smoking, alcohol use, physical activity, age, or family history (p > 0.05).  Conclusion: Male gender is a significant risk factor for MetS among nurses in this setting.  Future studies with larger samples and broader variables are recommended to strengthen and generalize these findings.

20250807
Sunarno, Stevan Deby Anbiya Muhamad; Savitri, Rakhmi
membership
"Kata Kunci: Sindrom metabolik, perawat, faktor risiko perilaku, faktor risiko genetik, Keywords: Metabolic syndrome, nurse, behavioral risk factors, genetic risk factors, occupational health
Pusinfokesmas FKM UI
327/25
Chayrani Kamelia Marwanto; Pembimbing: Robiana Modjo; Penguji: Stevan Deby Anbiya Muhamad Sunarno, Rakhmi Savitri
Analisis Faktor Risiko Sindrom Metabolik pada Perawat di Rumah Sakit X
Universitas Indonesia. Fakultas Kesehatan Masyarakat. Keselamatan dan Kesehatan Kerja
2025
S1
xv, 105 hlm.; 30 cm
File Only
S-12129
S-12129
Modjo, Robiana
ind

Abstrak

Latar Belakang: Sindrom metabolik (SM) merupakan kumpulan faktor risiko yang
meningkatkan kemungkinan terjadinya penyakit kardiovaskular dan diabetes melitus tipe 2. Prevalensi SM pada perawat di berbagai negara bervariasi, namun penelitian di Indonesia masih terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor risiko SM pada perawat di Rumah Sakit X. Metode: Desain penelitian cross-sectional dengan pendekatan kuantitatif. Data diperoleh dari MCU 268 perawat di RS X pada Oktober-November 2024. Variabel yang diteliti meliputi faktor perilaku (kebiasaan merokok, konsumsi alkohol, aktivitas fisik) dan genetik (usia, jenis kelamin, riwayat penyakit keluarga). Analisis data dilakukan secara deskriptif dan inferensial menggunakan uji Chi Square. Hasil: Sebanyak 7 perawat (2,6%) mengalami SM, obesitas sentral (48,9%) dan tekanan darah tinggi (25,4%) sebagai parameter yang paling dominan. Analisis statistik menunjukkan hubungan signifikan antara jenis kelamin laki-laki dengan sindrom metabolik (p-value = 0,004; OR = 7,154). Tidak ditemukan hubungan signifikan antara kebiasaan merokok, konsumsi alkohol, aktivitas fisik, usia, atau riwayat penyakit keluarga dengan sindrom metabolik (p-value > 0,05). Kesimpulan: Jenis kelamin laki-laki merupakan faktor risiko signifikan terhadap kejadian SM pada perawat di RS X. Penelitian lanjutan diperlukan dengan cakupan faktor risiko yang lebih luas dan sampel yang lebih besar untuk memperkuat temuan ini.


Background: Metabolic syndrome (MetS) is a cluster of metabolic abnormalities that increase  the risk of cardiovascular disease and type 2 diabetes mellitus. Although its prevalence  among nurses has been explored globally, limited data exist in Indonesia. Objective: This  study aimed to assess the association between risk factors and the presence of MetS among  nurses at Hospital X. Methods: A cross-sectional study was conducted involving 268 nurses  who underwent medical check-ups from October to November 2024. Variables included  behavioral factors (smoking, alcohol consumption, physical activity) and genetic factors (age,  sex, family history). Data were analyzed descriptively and inferentially using Chi-square  tests. Results: MetS was identified in 7 nurses (2.6%). Central obesity (48.9%) and elevated  blood pressure (25.4%) were the most prevalent components. A significant association was  found between male sex and MetS (p = 0.004; OR = 7.154). No significant associations were  observed for smoking, alcohol use, physical activity, age, or family history (p > 0.05).  Conclusion: Male gender is a significant risk factor for MetS among nurses in this setting.  Future studies with larger samples and broader variables are recommended to strengthen and generalize these findings.

Metadata

Jenis Koleksi : S1 - Skripsi
No. Panggil : S-12129
Pengarang :
Nama badan : Universitas Indonesia. Fakultas Kesehatan Masyarakat. Keselamatan dan Kesehatan Kerja
Program Studi/Peminatan : Keselamatan dan Kesehatan Kerja
Promotor/Pembimbing :
Ko-Promotor/Penguji :
Subjek :
Penerbitan : Depok : FKM UI, 2025
338 tipe carrierFile Only
650 SubyekKeselamatan dan Kesehatan Kerja
504 Catatan Bibliografi
NPM2106706180
856 Lokasi File Elektronik
526 Program Studi/PeminatanKeselamatan dan Kesehatan Kerja
Penerbit dan Distribusi
100 Pengarang UtamaMarwanto, Chayrani Kamelia
260a Kota TerbitDepok
260b PenerbitFKM UI
abstrak

Latar Belakang: Sindrom metabolik (SM) merupakan kumpulan faktor risiko yang
meningkatkan kemungkinan terjadinya penyakit kardiovaskular dan diabetes melitus tipe 2. Prevalensi SM pada perawat di berbagai negara bervariasi, namun penelitian di Indonesia masih terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor risiko SM pada perawat di Rumah Sakit X. Metode: Desain penelitian cross-sectional dengan pendekatan kuantitatif. Data diperoleh dari MCU 268 perawat di RS X pada Oktober-November 2024. Variabel yang diteliti meliputi faktor perilaku (kebiasaan merokok, konsumsi alkohol, aktivitas fisik) dan genetik (usia, jenis kelamin, riwayat penyakit keluarga). Analisis data dilakukan secara deskriptif dan inferensial menggunakan uji Chi Square. Hasil: Sebanyak 7 perawat (2,6%) mengalami SM, obesitas sentral (48,9%) dan tekanan darah tinggi (25,4%) sebagai parameter yang paling dominan. Analisis statistik menunjukkan hubungan signifikan antara jenis kelamin laki-laki dengan sindrom metabolik (p-value = 0,004; OR = 7,154). Tidak ditemukan hubungan signifikan antara kebiasaan merokok, konsumsi alkohol, aktivitas fisik, usia, atau riwayat penyakit keluarga dengan sindrom metabolik (p-value > 0,05). Kesimpulan: Jenis kelamin laki-laki merupakan faktor risiko signifikan terhadap kejadian SM pada perawat di RS X. Penelitian lanjutan diperlukan dengan cakupan faktor risiko yang lebih luas dan sampel yang lebih besar untuk memperkuat temuan ini.


Background: Metabolic syndrome (MetS) is a cluster of metabolic abnormalities that increase  the risk of cardiovascular disease and type 2 diabetes mellitus. Although its prevalence  among nurses has been explored globally, limited data exist in Indonesia. Objective: This  study aimed to assess the association between risk factors and the presence of MetS among  nurses at Hospital X. Methods: A cross-sectional study was conducted involving 268 nurses  who underwent medical check-ups from October to November 2024. Variables included  behavioral factors (smoking, alcohol consumption, physical activity) and genetic factors (age,  sex, family history). Data were analyzed descriptively and inferentially using Chi-square  tests. Results: MetS was identified in 7 nurses (2.6%). Central obesity (48.9%) and elevated  blood pressure (25.4%) were the most prevalent components. A significant association was  found between male sex and MetS (p = 0.004; OR = 7.154). No significant associations were  observed for smoking, alcohol use, physical activity, age, or family history (p > 0.05).  Conclusion: Male gender is a significant risk factor for MetS among nurses in this setting.  Future studies with larger samples and broader variables are recommended to strengthen and generalize these findings.

Tanggal20250807
700z Co-Promotor/PengujiSunarno, Stevan Deby Anbiya Muhamad; Savitri, Rakhmi
000 Hak Aksesmembership
Kata Kunci"Kata Kunci: Sindrom metabolik, perawat, faktor risiko perilaku, faktor risiko genetik, Keywords: Metabolic syndrome, nurse, behavioral risk factors, genetic risk factors, occupational health
700 Pengarang Tambahan
850 Badan PemilikPusinfokesmas FKM UI
004 Nomor Induk327/25
245c PertanggungjawabanChayrani Kamelia Marwanto; Pembimbing: Robiana Modjo; Penguji: Stevan Deby Anbiya Muhamad Sunarno, Rakhmi Savitri
245 JudulAnalisis Faktor Risiko Sindrom Metabolik pada Perawat di Rumah Sakit X
710 Entri Tambahan Nama BadanUniversitas Indonesia. Fakultas Kesehatan Masyarakat. Keselamatan dan Kesehatan Kerja
260c Tahun Terbit2025
Jenis KaryaS1
250 Edisi
300 Deskripsi Fisikxv, 105 hlm.; 30 cm
LokasiFile Only
082 No. PanggilS-12129
003 BarcodeS-12129
700y Promotor/PembimbingModjo, Robiana
041 Kode Bahasaind

File Digital: 1 

Shelf
 Chayrani Kamelia Marwanto-KSkripsi-FKM-Fulltext-2025.pdf ::
 
Catatan: Hanya file pdf yang dapat dibaca online
Menu Anggota Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
No. Panggil No. Barkod Ketersediaan Lokasi
S-12129 S-12129 TERSEDIA File Only
Ulasan:
Tidak ada ulasan pada koleksi ini: 138783

Sampul

cover

Lihat juga:

:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive