Analisis Spasial Kasus Tuberkulosis Berdasarkan Determinan
yang Mempengaruhinya di Kabupaten Bogor Tahun 2022">

S1 - Skripsi

Analisis Spasial Kasus Tuberkulosis Berdasarkan Determinan
yang Mempengaruhinya di Kabupaten Bogor Tahun 2022

Gita Maharani; PembimbingL: Milla Herdayati; Penguji: Martya Rahmaniati Makful, Dion Zein Nuridzin (FKM-UI, 2025)

Abstrak

Latar Belakang.  Kabupaten Bogor merupakan salah satu daerah di Jawa Barat dengan beban kasus TB tertinggi yang dilaporkan pada Tahun 2022 yaitu berjumlah 15.433 kasus serta prevalensi yang mencapai 413/100.000 penduduk. Hal ini menunjukan upaya penurunan prevalensi TB di daerah Jawa Barat masih kurang baik. Metode. Metode yang digunakan meliputi uji korelasi Spearman dan analisis spasial overlay terhadap data sekunder tahun 2022 dari 40 kecamatan di Kabupaten Bogor. Variabel yang dianalisis meliputi proporsi tenaga kesehatan, rasio puskesmas cakupan imunisasi BCG, proporsi penduduk miskin, pendidikan rendah, PHBS, balita gizi buruk, kepadatan penduduk, pengelolaan air dan makanan, pengelolaan sampah, serta kualitas udara dalam rumah tangga. Kesimpulan. Variabel yang memiliki hubungan signifikan secara statistik dengan kasus TB adalah penduduk miskin (R = 0.492) (P = 0.001). Sementara variabel lain menunjukkan korelasi lemah dan tidak signifikan. Analisis spasial overlay mengungkapkan pola sebaran TB yang cenderung tinggi di wilayah dengan kombinasi kerentanan sosial dan lingkungan yang juga tinggi, seperti Jonggol, Sukaraja, dan Parung.


Background. Bogor regency is one of the regions in West Java with the highest reported TB burden in 2022, totaling 15,433 cases with a prevalence of 413 per 100,000 population. Indicating that TB prevalence reduction efforts in West Java remain suboptimal. Methods. This study employed Spearman correlation test and spatial overlay analysis on secondary data from 2022, covering 40 sub-districts in Bogor Regency. The analyzed variables included the proportion of healthcare workers, ratio of health facilities, BCG immunization coverage, proportion of poor population, low education levels, PHBS, malnourished children, population density, hygienic management of water and food, household waste management, and indoor air quality. Conclusion. The variable significantly associated with TB cases was the proportion of poor population (R = 0.492; P = 0.001) The spatial overlay analysis revealed that TB distribution tended to be higher in areas with a combination of high social and environmental vulnerability, such as Jonggol, Sukaraja, and Parung.

Metadata

Jenis Koleksi : S1 - Skripsi
No. Panggil : S-12142
Pengarang :
Nama badan : Universitas Indonesia. Fakultas Kesehatan Masyarakat. Biostatistik
Program Studi/Peminatan : Manajemen Informasi Kesehatan
Promotor/Pembimbing :
Ko-Promotor/Penguji :
Subjek :
Penerbitan : Depok : FKM-UI, 2025
Kode Bahasa : ind
Tipe Carrier : File Only
Deskripsi Fisik : xiii, 123 hlm.; 30 cm
Departemen-Jurusan : Manajemen Informasi Kesehatan
Kata Kunci : Tuberkulosis, analisis spasial, analisis spasial terhadap tuberkulosis, Tuberculosis, spatial analysis, spatial analysis of tuberculosis
Lembaga Pemilik : Pusinfokesmas FKM UI

File Digital: 1 

Shelf
 Gita Maharani-Skripsi-FKM-Fulltext-2025.pdf ::
 
Catatan: Hanya file pdf yang dapat dibaca online
Menu Anggota Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
No. Panggil No. Barkod Ketersediaan Lokasi
S-12142 S-12142 TERSEDIA Tuberkulosis, analisis spasial, analisis spasial terhadap tuberkulosis
S-12142 Pembimbing: Milla Herdayati TERSEDIA Tuberkulosis, analisis spasial, analisis spasial terhadap tuberkulosis
S-12142 Penguji: Martya Rahmaniati Makful, Dion Zein Nuridzin TERSEDIA Tuberkulosis, analisis spasial, analisis spasial terhadap tuberkulosis
Ulasan:
Tidak ada ulasan pada koleksi ini: 138799

Sampul

cover

Lihat juga:

:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive