S2 - Tesis

Resiliensi Psikologis Lansia dengan Penyakit Kronis pada Dua Kelompok Lansia di Kota Depok Tahun 2025

Juki Irma Lumbantoruan; Pembimbing: Rita Damayanti; Penguji: Evi Martha, Sabarinah, Tri Budi W, Rien Pramindari (FKM-UI, 2025)

Abstrak

Rendahnya Penuaan populasi global berdampak signifikan terhadap meningkatnya jumlah lansia dengan penyakit kronis dan kebutuhan akan pendekatan kesehatan yang lebih komprehensif dan adaptif. Resiliensi psikologis merupakan kapasitas kunci yang memungkinkan individu lansia bertahan, menyesuaikan diri, dan mempertahankan kualitas hidup di tengah keterbatasan fisik, tekanan emosional, serta perubahan sosial yang menyertai proses penuaan. Studi ini bertujuan mengeksplorasi dinamika resiliensi psikologis pada lansia dengan penyakit kronis di Kota Depok, Indonesia, dengan membandingkan dua: pendidikan berbasis komunitas melalui Sekolah Lansia dan layanan kesehatan primer melalui Puskesmas. Menggunakan desain kualitatif fenomenologi, data dikumpulkan melalui wawancara mendalam terhadap informan dari kedua kelompok. Analisis dilakukan secara tematik berdasarkan enam dimensi utama resiliensi psikologis: efikasi diri, kepuasan hidup, penuaan biologis, penilaian emosional terhadap stresor, penurunan respons terhadap stres kronis, serta keterlibatan dalam perilaku promotif. Hasil menunjukkan bahwa lansia perempuan cenderung membangun ketahanan melalui spiritualitas dan dukungan relasional, sementara lansia laki-laki menekankan pada aktivitas sosial dan strategi pemecahan masalah. Lansia peserta Sekolah Lansia memperlihatkan pola resiliensi yang lebih reflektif dan terstruktur, sedangkan lansia pengguna layanan Puskesmas menampilkan strategi adaptif yang bersifat praktis dan kontekstual. Temuan ini menggaris bawahi pentingnya pendekatan intersektoral dan sensitif gender dalam memperkuat ketahanan psikologis lansia. Integrasi antara intervensi berbasis komunitas dan layanan kesehatan primer terbukti saling melengkapi dalam meningkatkan kesejahteraan lansia secara holistik. Kajian ini memberikan kontribusi empiris terhadap pengembangan kebijakan lansia berbasis bukti, serta mendorong desain program promotif-preventif yang lebih inklusif, berkelanjutan, dan kontekstual dalam menghadapi tantangan populasi menua di Indonesia dan negara berkembang lainnya.


The global aging population poses significant challenges to healthcare systems, particularly due to the rising number of older adults living with chronic diseases. Psychological resilience is a crucial capacity that enables older individuals to adapt, maintain emotional well-being, and preserve quality of life amid physical limitations and social transitions associated with aging. This study aims to explore the dynamics of psychological resilience among older adults with chronic illnesses in Depok City, Indonesia, by comparing two intervention contexts: community-based education through the Sekolah Lansia (Elderly School) and primary healthcare services provided by Puskesmas (community health centers). Using an phenomenology qualitative design, data were collected through in-depth interviews with older adults from both groups. Thematic analysis was conducted based on six key dimensions of psychological resilience: self-efficacy, life satisfaction, biological aging, emotional and cognitive appraisal of stressors, reduction of physiological and emotional responses to chronic stress, and engagement in health-promoting behaviors. Findings indicate that older women tend to build resilience through spirituality and familial relationships, while older men emphasize social engagement and problem-focused coping. Participants of the Elderly School demonstrated more reflective and structured resilience patterns supported by community-based education, whereas Puskesmas users adopted practical, experience-based adaptive strategies rooted in daily routines and primary care services. The study underscores the importance of integrated, gender-sensitive approaches to strengthening psychological resilience in later life. The complementary roles of community education and primary healthcare suggest the need for multisectoral collaboration in promoting healthy and dignified aging. These findings provide empirical evidence to inform policy development and the design of inclusive, sustainable, and contextually relevant resilience-building programs for older adults in Indonesia and other low- and middle-income countries.

Metadata

Jenis Koleksi : S2 - Tesis
No. Panggil : T-7393
Pengarang :
Nama badan : Universitas Indonesia. Fakultas Kesehatan Masyarakat. Pendidikan Kesehatan dan Ilmu Perilaku
Program Studi/Peminatan : Promosi Kesehatan
Promotor/Pembimbing :
Ko-Promotor/Penguji :
Subjek :
Penerbitan : Depok : FKM-UI, 2025
Kode Bahasa : ind
Tipe Carrier : File Only
Deskripsi Fisik : xi, 231 hlm.; 30 cm
Departemen-Jurusan : Promosi Kesehatan
Kata Kunci : Lansia, Resiliensi Psikologis, Penyakit Kronis, Efikasi Diri, Pendidikan Komunitas, Layanan Primer, Penuaan sehat, Older Adults, Psychological Resilience, Chronic Illness, Self-efficacy, Community Education, Primary Care, Healthy Aging
Lembaga Pemilik : Pusinfokesmas FKM UI

File Digital: 1 

Shelf
 Juki Irma Lumbantoruan-Tesis-FKM-Fulltext-2025.pdf ::
 
Catatan: Hanya file pdf yang dapat dibaca online
Menu Anggota Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
No. Panggil No. Barkod Ketersediaan Lokasi
T-7393 T-7393 TERSEDIA File Only
Ulasan:
Tidak ada ulasan pada koleksi ini: 138801

Sampul

cover

Lihat juga:

:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive