S1 - Skripsi

Analisis Kepatuhan Pelaporan Perencanaan Strategis (PPS) Pasca Akreditasi Klinik Di Wilayah Jakarta Selatan

Sarah Dirga Santini; Pembimbing: Vetty Yulianty Permanasari; Penguji: Puput Oktamianti, Jhonson Hotsar (FKM-UI, 2025)
File Only
Administrasi dan Kebijakan Kesehatan
2206102072
Administrasi dan Kebijakan Kesehatan
Santini, Sarah Dirga
Depok
FKM-UI
Akreditasi fasilitas kesehatan merupakan langkah strategis dalam menjamin mutu pelayanan, namun proses pasca akreditasi memerlukan tindak lanjut berupa pelaporan Perencanaan Perbaikan Strategis (PPS). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kepatuhan pelaporan PPS pasca akreditasi klinik di wilayah Jakarta Selatan. Metode yang digunakan adalah studi kasus dengan pendekatan kualitatif, melalui wawancara mendalam terhadap lima informan dari Suku Dinas Kesehatan dan klinik yang telah serta belum melaporkan PPS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat kepatuhan pelaporan PPS masih rendah, dipengaruhi oleh berbagai faktor internal seperti pemahaman terhadap regulasi, komitmen pimpinan, dan kompetensi sumber daya manusia; serta faktor eksternal seperti pembinaan oleh dinas kesehatan, sistem pelaporan, pelatihan, dan insentif. Ditemukan bahwa penguatan budaya mutu internal dan dukungan pembinaan eksternal secara simultan dibutuhkan untuk meningkatkan kepatuhan pelaporan PPS. Penelitian ini memberikan rekomendasi bagi pembuat kebijakan untuk memperbaiki strategi pengawasan dan pembinaan pasca akreditasi secara sistematis.

Health facility accreditation is a strategic step to ensure service quality, but the post-accreditation process requires follow-up in the form of reporting Strategic Improvement Plans (PPS). This study aims to analyze compliance with PPS reporting after clinic accreditation in South Jakarta. A case study method with a qualitative approach was used, involving in-depth interviews with five informants from the Health Sub-department and clinics that had and had not submitted PPS reports. The findings reveal that the compliance rate is still low, influenced by internal factors such as regulation comprehension, leadership commitment, and human resource competence, as well as external factors including supervision by the health office, reporting systems, training, and incentives. Strengthening internal quality culture and external guidance simultaneously is essential to improve PPS reporting compliance. This study provides recommendations for policymakers to enhance systematic post-accreditation monitoring and supervision strategies.
20251218
Oktamianti, Puput; Hotsar, Jhonson
membership
Kepatuhan, Perencanaan Perbaikan Strategis (PPS), Akreditasi Klinik, Faktor Internal, Faktor Eksternal, Pelaporan, Jakarta Selatan, Compliance, Strategic Improvement Plan (PPS), Clinic Accreditation, Internal Factors, External Factors, Reporting, South Jakarta
Pusinfokesmas FKM UI
351/25
Sarah Dirga Santini; Pembimbing: Vetty Yulianty Permanasari; Penguji: Puput Oktamianti, Jhonson Hotsar
Analisis Kepatuhan Pelaporan Perencanaan Strategis (PPS) Pasca Akreditasi Klinik Di Wilayah Jakarta Selatan
Universitas Indonesia. Fakultas Kesehatan Masyarakat. Administrasi dan Kebijakan Kesehatan
2025
S1
File Only
xvi, 115 hlm.; 30 cm
S-12153
S-12153
Permanasari, Vetty Yulianty
ind

Abstrak

Akreditasi fasilitas kesehatan merupakan langkah strategis dalam menjamin mutu pelayanan, namun proses pasca akreditasi memerlukan tindak lanjut berupa pelaporan Perencanaan Perbaikan Strategis (PPS). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kepatuhan pelaporan PPS pasca akreditasi klinik di wilayah Jakarta Selatan. Metode yang digunakan adalah studi kasus dengan pendekatan kualitatif, melalui wawancara mendalam terhadap lima informan dari Suku Dinas Kesehatan dan klinik yang telah serta belum melaporkan PPS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat kepatuhan pelaporan PPS masih rendah, dipengaruhi oleh berbagai faktor internal seperti pemahaman terhadap regulasi, komitmen pimpinan, dan kompetensi sumber daya manusia; serta faktor eksternal seperti pembinaan oleh dinas kesehatan, sistem pelaporan, pelatihan, dan insentif. Ditemukan bahwa penguatan budaya mutu internal dan dukungan pembinaan eksternal secara simultan dibutuhkan untuk meningkatkan kepatuhan pelaporan PPS. Penelitian ini memberikan rekomendasi bagi pembuat kebijakan untuk memperbaiki strategi pengawasan dan pembinaan pasca akreditasi secara sistematis.

Health facility accreditation is a strategic step to ensure service quality, but the post-accreditation process requires follow-up in the form of reporting Strategic Improvement Plans (PPS). This study aims to analyze compliance with PPS reporting after clinic accreditation in South Jakarta. A case study method with a qualitative approach was used, involving in-depth interviews with five informants from the Health Sub-department and clinics that had and had not submitted PPS reports. The findings reveal that the compliance rate is still low, influenced by internal factors such as regulation comprehension, leadership commitment, and human resource competence, as well as external factors including supervision by the health office, reporting systems, training, and incentives. Strengthening internal quality culture and external guidance simultaneously is essential to improve PPS reporting compliance. This study provides recommendations for policymakers to enhance systematic post-accreditation monitoring and supervision strategies.

Metadata

Jenis Koleksi : S1 - Skripsi
No. Panggil : S-12153
Pengarang :
Nama badan : Universitas Indonesia. Fakultas Kesehatan Masyarakat. Administrasi dan Kebijakan Kesehatan
Program Studi/Peminatan : Administrasi dan Kebijakan Kesehatan
Promotor/Pembimbing :
Ko-Promotor/Penguji :
Subjek :
Penerbitan : Depok : FKM-UI, 2025
338 tipe carrierFile Only
650 SubyekAdministrasi dan Kebijakan Kesehatan
504 Catatan Bibliografi
NPM2206102072
856 Lokasi File Elektronik
526 Program Studi/PeminatanAdministrasi dan Kebijakan Kesehatan
Penerbit dan Distribusi
100 Pengarang UtamaSantini, Sarah Dirga
260a Kota TerbitDepok
260b PenerbitFKM-UI
abstrak
Akreditasi fasilitas kesehatan merupakan langkah strategis dalam menjamin mutu pelayanan, namun proses pasca akreditasi memerlukan tindak lanjut berupa pelaporan Perencanaan Perbaikan Strategis (PPS). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kepatuhan pelaporan PPS pasca akreditasi klinik di wilayah Jakarta Selatan. Metode yang digunakan adalah studi kasus dengan pendekatan kualitatif, melalui wawancara mendalam terhadap lima informan dari Suku Dinas Kesehatan dan klinik yang telah serta belum melaporkan PPS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat kepatuhan pelaporan PPS masih rendah, dipengaruhi oleh berbagai faktor internal seperti pemahaman terhadap regulasi, komitmen pimpinan, dan kompetensi sumber daya manusia; serta faktor eksternal seperti pembinaan oleh dinas kesehatan, sistem pelaporan, pelatihan, dan insentif. Ditemukan bahwa penguatan budaya mutu internal dan dukungan pembinaan eksternal secara simultan dibutuhkan untuk meningkatkan kepatuhan pelaporan PPS. Penelitian ini memberikan rekomendasi bagi pembuat kebijakan untuk memperbaiki strategi pengawasan dan pembinaan pasca akreditasi secara sistematis.

Health facility accreditation is a strategic step to ensure service quality, but the post-accreditation process requires follow-up in the form of reporting Strategic Improvement Plans (PPS). This study aims to analyze compliance with PPS reporting after clinic accreditation in South Jakarta. A case study method with a qualitative approach was used, involving in-depth interviews with five informants from the Health Sub-department and clinics that had and had not submitted PPS reports. The findings reveal that the compliance rate is still low, influenced by internal factors such as regulation comprehension, leadership commitment, and human resource competence, as well as external factors including supervision by the health office, reporting systems, training, and incentives. Strengthening internal quality culture and external guidance simultaneously is essential to improve PPS reporting compliance. This study provides recommendations for policymakers to enhance systematic post-accreditation monitoring and supervision strategies.
Tanggal20251218
700z Co-Promotor/PengujiOktamianti, Puput; Hotsar, Jhonson
000 Hak Aksesmembership
Kata KunciKepatuhan, Perencanaan Perbaikan Strategis (PPS), Akreditasi Klinik, Faktor Internal, Faktor Eksternal, Pelaporan, Jakarta Selatan, Compliance, Strategic Improvement Plan (PPS), Clinic Accreditation, Internal Factors, External Factors, Reporting, South Jakarta
700 Pengarang Tambahan
850 Badan PemilikPusinfokesmas FKM UI
004 Nomor Induk351/25
245c PertanggungjawabanSarah Dirga Santini; Pembimbing: Vetty Yulianty Permanasari; Penguji: Puput Oktamianti, Jhonson Hotsar
245 JudulAnalisis Kepatuhan Pelaporan Perencanaan Strategis (PPS) Pasca Akreditasi Klinik Di Wilayah Jakarta Selatan
710 Entri Tambahan Nama BadanUniversitas Indonesia. Fakultas Kesehatan Masyarakat. Administrasi dan Kebijakan Kesehatan
260c Tahun Terbit2025
Jenis KaryaS1
250 Edisi
LokasiFile Only
300 Deskripsi Fisikxvi, 115 hlm.; 30 cm
082 No. PanggilS-12153
003 BarcodeS-12153
700y Promotor/PembimbingPermanasari, Vetty Yulianty
041 Kode Bahasaind

File Digital: 1 

Shelf
 Sarah Dirga Santini-Skripsi-FKM-Fulltext-2025.pdf ::
 
Catatan: Hanya file pdf yang dapat dibaca online
Menu Anggota Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
No. Panggil No. Barkod Ketersediaan Lokasi
S-12153 S-12153 TERSEDIA File Only
Ulasan:
Tidak ada ulasan pada koleksi ini: 138931

Sampul

cover

Lihat juga:

:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive