Perkembangan perkotaan yang pesat menuntut penerapan prinsip keberlanjutan yang terukur dan terstandar. ISO 37120:2018 menyediakan kerangka pelaporan indikator kinerja kota berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan untuk menilai tingkat kesiapan (readiness) Kota Depok dalam menerapkan standar pelaporan ISO 37120:2018 menggunakan metode gap analysis, dengan fokus pada indikator tematik kesehatan lingkungan. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif dengan memanfaatkan data sekunder dari dokumen resmi Pemerintah Kota Depok dan instansi terkait. Penilaian kesiapan dilakukan dengan membandingkan kondisi eksisting indikator terhadap persyaratan ISO 37120:2018. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat kesiapan keberlanjutan Kota Depok masih belum optimal, dengan nilai readiness sebesar 48,89%. Sebanyak 62,5% indikator utama tidak dapat dinilai akibat keterbatasan data dan pelaporan, sementara sebagian indikator lainnya masih berada di bawah standar internasional. Kesenjangan utama terletak pada lemahnya tata kelola pelaporan, ketiadaan regulasi pendukung, serta keterbatasan infrastruktur kesehatan lingkungan, khususnya pada pengelolaan limbah padat, air limbah, dan penyediaan air minum aman. Penelitian ini menegaskan perlunya penguatan regulasi, kelembagaan, dan infrastruktur sebagai prasyarat peningkatan keberlanjutan Kota Depok.
Rapid urban development necessitates the implementation of measurable and standardized sustainability principles. ISO 37120:2018 provides an international framework for reporting urban sustainability performance indicators. This study aims to assess the level of readiness of Depok City in implementing the ISO 37120:2018 reporting standard using a gap analysis approach, with a focus on environmental health thematic indicators. This research employs a descriptive quantitative approach utilizing secondary data obtained from official documents of the Depok City Government and related institutions. The readiness assessment was conducted by comparing existing indicator conditions with the requirements of ISO 37120:2018. The results indicate that the sustainability readiness of Depok City remains suboptimal, with an overall readiness score of 48.89%. A total of 62.5% of the core indicators could not be assessed due to limitations in data availability and reporting, while several other indicators remain below international benchmark standards. The most significant gaps were identified in weak reporting governance, the absence of supporting local regulations, and insufficient environmental health infrastructure, particularly in solid waste management, wastewater management, and the provision of safe drinking water. This study underscores the need for strengthened regulations, institutional capacity, and infrastructure development as essential prerequisites for enhancing the sustainability of Depok City.