Latar Belakang: Kebutuhan transfusi darah di Indonesia terus meningkat, sementara ketersediaan darah nasional masih terbatas. Kondisi ini menuntut penguatan keamanan transfusi melalui pemeriksaan Nucleic Acid Test (NAT), yang mampu mendeteksi risiko Infeksi Menular Lewat Transfusi Darah (IMLTD) secara lebih sensitif dibandingkan metode serologi. Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menjamin pelaksanaan pemeriksaan NAT darah melalui Unit Pengelola Jaminan Kesehatan Jakarta (UP Jamkesjak). Seiring meningkatnya volume pelayanan pemeriksaan NAT darah selama periode 2022-2024, diperlukan analisis utilisasi layanan untuk mendukung perencanaan dan pengelolaan pelayanan transfusi darah yang efektif dan berkelanjutan. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis utilisasi pemeriksaan NAT darah berdasarkan tren dari volume pelayanan, jumlah labu darah, karakteristik demografi penerima manfaat yaitu usia, jenis kelamin, golongan darah, serta karakteristik klinis yaitu diagnosis penyakit. Metode: Penelitian kuantitatif deskriptif dengan desain cross-sectional ini menggunakan data sekunder dari database SIJAKA periode Januari 2022 hingga Desember 2024. Teknik total sampling digunakan dalam penelitian ini sesuai kriteria inklusi dan eksklusi yang ditetapkan. Analisis data dilakukan secara univariat untuk menggambarkan distribusi frekuensi dan tren setiap variabel (volume pelayanan, jumlah labu darah, kelompok usia, jenis kelamin, golongan darah, dan diagnosis penyakit) dalam bentuk grafik dan tabel. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan adanya tren peningkatan utilisasi pemeriksaan NAT darah dari 62.388 kasus pada tahun 2022 menjadi 91.816 kasus pada tahun 2024. Rerata jumlah labu darah per kasus relatif stabil, yaitu berkisar antara 1,99 hingga 2,02 labu darah. Secara demografis, utilisasi pemeriksaan NAT darah lebih banyak terjadi pada perempuan serta kelompok usia dewasa (18-59 tahun) dan lanjut usia (≥60 tahun), dengan peningkatan yang menonjol pada kelompok usia lanjut. Berdasarkan karakteristik klinis, anemia dan kelainan darah secara konsisten menjadi diagnosis dengan utilisasi tertinggi selama periode pengamatan. Pada tahun 2024, terjadi pergeseran peringkat diagnosis, di mana penyakit ginjal (HD, CKD, CRF) meningkat dan melampaui thalassemia. Distribusi utilisasi berdasarkan golongan darah menunjukkan pola yang stabil, dengan golongan darah O sebagai yang tertinggi dan golongan darah AB terendah.
Background: The demand for blood transfusions in Indonesia continues to increase, while national blood availability remains limited. This condition necessitates the strengthening of transfusion safety through Nucleic Acid Testing (NAT), which is capable of detecting the risk of Transfusion-Transmissible Infections (TTIs) with higher sensitivity compared to serological methods. The DKI Jakarta Provincial Government guarantees the implementation of blood NAT examinations through the Jakarta Health Insurance Management Unit (UP Jamkesjak). Given the increasing volume of NAT testing services during the 2022-2024 period, an analysis of service utilization is required to support the effective and sustainable planning and management of blood transfusion services. Objective: This study aims to analyze the utilization of blood NAT examinations based on trends in service volume, number of blood units, demographic characteristics of beneficiaries (age, sex, blood type), and clinical characteristics (disease diagnosis). Methods: This descriptive quantitative study with a cross-sectional design utilizes secondary data from the SIJAKA database for the period of January 2022 to December 2024. A total sampling technique was employed in accordance with the established inclusion and exclusion criteria. Data analysis was performed univariately to describe frequency distributions and trends for each variable (service volume, number of blood units, age group, sex, blood type, and disease diagnosis) presented in the form of graphs and tables. Results: The findings indicate an increasing trend in blood NAT utilization, rising from 62,388 cases in 2022 to 91,816 cases in 2024. The average number of blood units per case remained relatively stable, ranging from 1.99 to 2.02 units. Demographically, blood NAT utilization was more prevalent among females as well as the adult (18–59 years) and elderly (≥60 years) age groups, with a notable increase observed in the elderly group. Based on clinical characteristics, anemia and blood disorders consistently represented the diagnoses with the highest utilization throughout the observation period. In 2024, there was a shift in diagnostic rankings, where kidney diseases (HD, CKD, CRF) increased and surpassed thalassemia. The distribution of utilization by blood type showed a stable pattern, with blood type O being the highest and blood type AB being the lowest.