Penyakit dengue adalah penyakit tular vektor yang endemik di Indonesia dengan risiko tinggi pada anak usia sekolah. Berdasarkan data Survei Kesehatan Indonesia (SKI) 2023, prevalensi dengue pada anak usia sekolah di Indonesia sebesar 0,65%, tertinggi diantara kelompok usia lain. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor kejadian dengue pada anak usia sekolah, yang terdiri dari faktor individu, faktor rumah tangga, dan faktor perilaku pengendalian lingkungan. Desain studi penelitian dengan cross-sectional melibatkan sampel 143.946 anak di Indonesia. Analisis dilakukan secara univariat, bivariat dengan uji Chi-square, dan multivariat dengan uji regresi logistik. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan signifikan antara kejadian dengue pada anak usia sekolah dengan status ekonomi (aPOR=0,724; CI 95%=0,575–0,911), lokasi tempat tinggal (aOR=1,467; CI 95%=1,267–1,699), pemberantasan sarang nyamuk (PSN) 3M Plus (aPOR=0,656; CI 95%=0,539–0,797), dan perilaku pencegahan gigitan nyamuk (aPOR=0,755; CI 95%=0,655–0,871). Faktor dominan yang paling berpengaruh adalah lokasi tempat tinggal, tepatnya di perkotaan. Penguatan surveilans dengue dan upaya eliminasi sarang nyamuk berbasis komunitas diperlukan untuk mengurangi risiko penularan dengue, khususnya di wilayah perkotaan.
Dengue is a vector-borne disease endemic in Indonesia with a high risk for school-aged children. Based on the 2023 Indonesian Health Survey (IHS) data, the dengue prevalence among school-aged children in Indonesia was 0.65%, which is the highest among other age groups. This study aims to analyze factors contributing to dengue incidence in school-age children, consisting of individual factors, household factors, and environmental control behavior. The study design was cross-sectional involving samples of 143,946 children in Indonesia. Analysis was conducted using univariate analysis, Chi-square test, and multiple logistic regression. The results showed a significant relationship between the incidence of dengue in school-aged children and economic status (aPOR=0.724; 95% CI=0.575–0.911), location of residence (aOR=1.467; 95% CI=1.267–1.699), practice of mosquito nest eradication 3M Plus (aPOR=0.656; 95% CI=0.539–0.797), and mosquito bite prevention behavior (aPOR=0.755; 95% CI=0.655–0.871). The most dominant factor was location of residence, specifically in urban areas. Strengthening dengue surveillance and community-based mosquito nest elimination efforts are needed to reduce the risk of dengue transmission, especially in urban areas.