S2 - Tesis

Hubungan penggunaan masker dengan fungsi faal paru terkait papapran debu vulkanik merapi thaun 2010

Budi Raharjo; Pembimbing: Sudarto Ronoatmodjo; Penguji: Mondastri Korib Sudaryo, Ratna Djuwita, Sonny P. Warouw, Setyadi (FKM-UI, 2011)

Abstrak

Latar Belakang: Erupsi gunung berapi di Yogyakarta, pada tahun 2010 memuntahkan debu vulkanik yang tersebar di udara terhirup ke dalam saluran pernafasan penduduk di sekitarnya sehingga menimbulkan gangguan fungsi faal paru. Penelitian ini untuk mengetahui hubungan penggunaan masker dengan gangguan fungsi faal paru. Metode: Studi cross-sectional dilaksanakan di desa Sedayu, pada Maret 2011. Sebanyak 196 responden umur 21 – 50 tahun dipilih dengan rancangan sampel klaster 2 tahap. Pemilihan klaster pada tahap pertama dilakukan secara PPS (probability proportionate to size), berdasarkan dusun yang ada dan tahap kedua secara acak sederhana dengan unit elementer individu.  Dilakukan wawancara terstruktur dan pemeriksaan menggunakan spirometer. Hasil: Prevalensi gangguan fungsi faal paru pada populasi adalah 48,47%. Masker N-95 memberikan proteksi paling baik diantara semua jenis masker yang diteliti yaitu Prevalence Odd Ratio (POR) adjust = 0,101 (95% CI 0,011 – 0,930). Kesimpulan: Disarankan menggunakan masker N-95 untuk mengurangi gangguan fungsi faal paru akibat paparan debu vulkanik. Penelitian dengan jumlah sampel yang lebih besar perlu dilakukan. Kata kunci : debu vulkanik, masker, gangguan fungsi faal paru, Merapi


 

Background: volcano eruption in Yogyakarta, in 2010 spewed volcanic ash spread in the air inhaled into the respiratory tract in the surrounding population, giving rise to of respiratory physiological disorder. This research is to determine relationships mask use with respiratory physiological disorder. Methods: A cross-sectional study conducted in the village Sedayu, in March 2011. A total of 196 respondents aged 21-50 years selected with 2-stage cluster sample design. Selection of clusters in the first stage carried out by PPS (probability proportionate to size), based on the existing village and the second stage is simple random sampling with an elementary unit is the individual. Structured interview and examination using a spirometer. Results: The prevalence of respiratory physiological disorder in a population is 48.47%. N-95 masks provide the best protection among all types of masks studied were Prevalence Odd Ratio (POR) adjusted = 0.101 (95% CI 0.011 - 0.930).. Conclusion: It is recommended to use N-95 masks to reduce respiratory physiological disorder due to exposure to volcanic ash. Further research with larger sample size also be conducted. Keywords: volcanic ash, mask, respiratory physiological disorder, Merapi.

Metadata

Jenis Koleksi : S2 - Tesis
No. Panggil : T-3471
Pengarang :
Nama badan : Universitas Indonesia. Fakultas Kesehatan Masyarakat. Epidemiologi
Program Studi/Peminatan : Epidemiologi
Promotor/Pembimbing :
Ko-Promotor/Penguji :
Subjek :
Penerbitan : Depok : FKM-UI, 2011
Kode Bahasa : ind
Tipe Carrier :
Deskripsi Fisik : xv, 69 hlm: il; 27 cm
Departemen-Jurusan : Epidemiologi
Kata Kunci : Debu vulkanik; masker; gangguan fungsi faal paru; merapi; volcanic ash; mask; respiratory physiological disorder; merapi
Lembaga Pemilik : Pusinfokesmas FKM UI

File Digital: 1 

Shelf
 T3471-Budi Raharjo.pdf ::
 
Catatan: Hanya file pdf yang dapat dibaca online
Menu Anggota Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
No. Panggil No. Barkod Ketersediaan Lokasi
T-3471 T-3471 TERSEDIA Lantai 5
Ulasan:
Tidak ada ulasan pada koleksi ini: 73788

Sampul

cover

Lihat juga:

:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive