Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 41553 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Katarina Wening Dewi Handini; Pembimbing: Robiana Modjo; Penguji: Ridwan Z. Sjaaf, Adenan
S-8003
Depok : FKM UI, 2013
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Ahmad Ariq Atthaya; Pembimbing: Indri Hapsari Susilowati; Penguji: Abdul Kadir, Heni Fitri Marinda
Abstrak:
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat risiko pada pekerjaan Manual Lifting dan mengetahui gambaran keluhan gangguan muskuloskeletal pada Petugas Unit Laundry Rumah Sakit Universitas Indonesia pada tahun 2024. Penelitian ini menggunakan NIOSH Lifting Equation dan Cornell Musculoskeletal Disorder Questionnaire untuk mengukur tingkat risiko dan melihat keluhan muskuloskeletal yang dialami oleh para petugas. Pengukuran data dilakukan terhadap 13 petugas Unit Laundry selama bulan Oktober – Desember 2024. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa seluruh pekerja memiliki tingkat risiko yang tinggi berdasarkan pengukuran menggunakan NIOSH Lifting Equation dan berdasarkan wawancara menggunakan Cornell Musculoskeletal Disorder Questionnaire didapatkan bahwa terdapat 12 pekerja yang memiliki keluhan muskuloskeletal dan 1 pekerja yang tidak memiliki keluhan muskuloskeletal dengan bagian tubuh yang memiliki keluhan paling tinggi adalah bahu kiri. Berdasarkan hasil pengukuran ini, pihak rumah sakit dapat lebih memperhatikan kondisi pekerjaan dari Petugas Unit Laundry serta melakukan modifikasi pada alat kerja, seperti pengadaan troli hidrolik untuk membantu pekerjaan dari para Petugas Unit Laundry Rumah Sakit Universitas Indonesia.

This study aims to analyze the level of risk in Manual Lifting work and determine the description of complaints of musculoskeletal disorders in the Laundry Unit Officers of the University of Indonesia Hospital in 2024. This study uses the NIOSH Lifting Equation and Cornell Musculoskeletal Disorder Questionnaire to measure the level of risk and see the musculoskeletal complaints experienced by officers. Data measurement was conducted on 13 Laundry Unit workers during October - December 2024. The results of this study indicate that all workers have a high level of risk based on measurements using the NIOSH Lifting Equation and based on interviews using the Cornell Musculoskeletal Disorder Questionnaire found that there are 12 workers who have musculoskeletal complaints and 1 worker who does not have musculoskeletal complaints with the body part that has the highest complaints is the left shoulder. Based on the results of this measurement, the hospital can pay more attention to the working conditions of the Laundry Unit Officers and make modifications to work tools, such as procuring hydraulic trolleys to help the work of the Laundry Unit Officers of the University of Indonesia Hospital.
Read More
S-11839
Depok : FKM UI, 2025
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Rubiwanto; Pembimbing: Zulkifli Djunaidi; Penguji: Doni Hikmat Ramdhan, Yuni Kusminanti
S-6733
Depok : FKM UI, 2011
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Desy Sulistiyorini; Pembimbing: Sjahrul Meizar Nasri; Penguji: Hendra, Devie Fitri Octaviani
S-8087
Depok : FKM UI, 2014
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Ike Pratiwi; Pembimbing: Ridwan Z. Sjaaf; Penguji: Robiana Modjo, Jefri Chandra
S-5877
Depok : FKM UI, 2010
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Wiwit Sutiyanto; Pembimbing: Robiana Modjo
S-3738
Depok : FKM-UI, 2004
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Syahrul Munir; Pembimbing: Sjahrul Meizar Nasri; Penguji: Robiana Modjo, Ditha Diana
Abstrak:

Ergonomi sebagai salah satu aspek kesehatan menjadi isu yang hangat dibicarakan oleh para praktisi manufakturing saat ini, sebab manufakturing merupakan salah satu pekerjaan yang menuntut kemampuan fisik. Pekerja bagian final packing dan part supply yang bekerja secara manual (manual handling) di industri manufacturing memiliki risiko tinggi mengalami nyeri punggung bawah. Hal ini jika tidak diantisipasi, dapat mengancam penurunan produktivitas. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji prevalensi nyeri punggung bawah dan faktor risiko yang berhubungan dengan nyeri punggung bawah pada grup final packing dan part supply. Disain Penelitian adalah cross-sectional bersifat deskriptif analitik, berlokasi di PT X Jakarta Timur dengan besar sampel 197 orang (total sampling). Data yang dikumpulkan berasal dari kuesioner, pemeriksaan fisik, observasi lapangan dan wawancara. Untuk menjawab pertanyaan penelitian digunakan uji statistik univariat, bivariat dan multivariat. Hasil penelitian didapatkan Prevalensi nyeri punggung bawah pada pekerja final packing di PT. X adalah 14.2 % dan pada pekerja part supply adalah 10.2 %. uji statistik mendapatkan nyeri punggung bawah berhubungan dengan tingkat risiko punggung (p<0.05; OR = 4.324), kebiasaan olahraga (p<0.05; OR = 4.175), riwayat cidera punggung (p<0.05; OR = 1.451). Hasil uji multivariat menyatakan bahwa karyawan yang memiliki tingkat pajanan punggung kategori tinggi mempunyai peluang 4 kali tidak terkena nyeri punggung bawah dibandingkan dengan karyawan yang memiliki tingkat pajanan punggung kategori sangat tinggi setelah dikontrol variabel olahraga. Rekomendasi untuk perusahaan adalah penambahan alat bantu berupa pallet hidrolik dan jack lift automatic agar postur bungkuk 39° - 72° serta pekerjaan mendorong, menarik dapat dihindari.


 Ergonomics as one of the aspects of health become a hotly discussed issue by manufacturing practitioners today, because manufacturing is one job that requires physical abilities. Final packing and parts supply workers work manually (manual handling) in the manufacturing industry has a high risk of experiencing low back pain, if not anticipated, could lead to decreased productivity. Purpose of this study is to assess the prevalence of lower back pain and risk factors associated with low back pain in final packing and parts supply workers. The study design was cross-sectional descriptive analytic, located at PT X East Jakarta with a large sample of 197 people (total sampling). Data collected from questionnaires, physical examination, observation and interviews. To answer the research questions used univariate statistical tests, bivariate and multivariate. The results of research obtained that prevalence of low back pain in final packing workers at PT. X is 14.2% and in part supply workers is 10.2%. Statistical tests have lower back pain associated with the risk level back (p <0.05; OR = 4324), exercise habits (p <0.05; OR = 4175), a history of back injury (p <0.05; OR = 1451). Multivariate test results stating that employees who have high levels of back exposure category had a chance 4 times not affected by low back pain compared with employees who have very high levels of back exposure category after a controlled exercise variables. Recommendations for the company is adding jack lift automatic and hydraulic pallet that bending posture 39 ° - 72 °, pushing and pulling job can be avoided.

Read More
T-3640
Depok : FKM-UI, 2012
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Romie Sofiati; Pembimbing: Ridwan Zahdi Syaaf; Penguji: Hendra, Ira Siti Sarah, Alwahono
T-3310
Depok : FKM-UI, 2011
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Oktaria Penny; Pembimbing: Hendra; Penguji: Robiana Modjo, Dadan Erwandi, Devie Fitri Octaviani, Widura Imam Mustopo
Abstrak: Tinginya angka prevalensi perilaku tidak aman berisiko menimbulkansebuah kecelakaan ataupun insiden yang pada akhirnya dapat menimbulkankerugian secara finansial bagi perusahaan. Penelitian ini bertujuan untukmempelajari faktor-faktor yang berhubungan dengan perilaku tidak aman padapekerja Preparation dan Assembling di PT X Tahun 2016. Faktor yang di telitimerupakan faktor personal (Pengetahuan, Masa Kerja, dan Tingkat Pendidikan)dan daktor pekerjaan (Ketersediaan Informasi K3 dan Pengawasan). Berdasarkanhasil penelitian diketahui bahwa 77,92% pekerja mempunyai perilaku tidak aman,dengan 61,7% diantaranya mempunyai risiko rendah dan 38,3% lainnya berisikotinggi. Selain itu juga terdapat hubungan yang signifikan antara pengetahuan,tingkat penddikan, dan ketersediaan informasi terhadap perilaku tidak amanpekerja preparation dan assembling dimana tingkat pendidikan merupakan faktorpaling dominan terhadap perilaku tidak aman setelah dikontrol dengan faktorlainnya. Oleh karena itu diperlukan perbaikan terhadap perilaku pekerja.Kata Kunci : Perilaku Tidak Aman, Unsafe Act, Pabrik Sepatu, Manufaktur
The high number of unsafe act prevalence could yield incidents whichcause lose financially to company. The aim of this study is to analyse factors thatcorrelated to unsafe act of workers in preparation and assembling department.This research was conducted in PT X on April to July 2016. These factors dividedinto two categories, personal factors (knowledge, work experience, and educationlevel) and job factors (OHS Information and Supervision). The result shows that72,92% of workers have performed unsafe act in which 61,7% of it is high riskand 38,3% low risk. Moreover, there are siginificant correlations betweeneducation level, knowledge, and availibity of OHS information with unsafe actwhereas education level predominantly contributes to unsafe act after has beencontrolled with other factors. Therefore, company should commit several attemptsto reduce unsafe act on its workers.Keyword : unsafe act, shoes manufacturer, manufactur
Read More
T-4773
Depok : FKM UI, 2016
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive