Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 11024 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Noviati Fuada, Sri Muljati, Tjetjep S. Hidayat
MPPK Vol.22, No.1
Jakarta : Balitbangkes Kemenkes RI, 2012
Indeks Artikel Jurnal-Majalah   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Media indonesia 2012: hal 30
[s.l.] : [s.n.] : s.a.]
Indeks Koran   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Dyla Kinar Yuspita; Pembimbing: Ema Hermawati; Penguji: Al Asyary, Yulia Fitria Ningrum
Abstrak:
Berdasarkan Peraturan Presiden Nomor 83 Tahun 2024, pemerintah menunjuk Badan Gizi Nasional (BGN) untuk menjalankan tugas dalam pemenuhan gizi nasional melalui program Makan Bergizi Gratis (MBG), yang melibatkan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dalam pengelolaan makanan. Per 31 Oktober 2025, total kasus keracunan makanan akibat Program MBG tertinggi ada di Provinsi Jawa Barat dengan total 4.955 orang. Kota Depok sendiri telah memiliki SPPG sebanyak 80 yang aktif beroperasional per Desember 2025. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui risiko rawan keracunan makanan berdasarkan faktor lingkungan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi di Kota Depok tahun 2025. Desain penelitian yang digunakan adalah studi ekologi dengan analisis spasial menggunakan data sekunder dan software QGIS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat 9 SPPG dengan kategori risiko tinggi (11,25%) dan wilayah dengan risiko tinggi ada di 2 kecamatan, yaitu Kecamatan Tapos dan Beji. Dinas Kesehatan Kota Depok dapat memprioritaskan sosialisasi dan pengawasan terhadap Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di wilayah dengan risiko tinggi utnuk menurunkanm risiko keracunan makanan akibat Program MBG di Kota Depok.

Based on Presidential Regulation Number 83 of 2024, the government appointed the National Nutrition Agency (BGN) to carry out the task of fulfilling national nutrition through the Free Nutritional Meal (MBG) program, which involves the Nutrition Fulfillment Service Unit (SPPG) in food management. As of October 31, 2025, the highest total number of food poisoning cases due to the MBG Program was in West Java Province with a total of 4,955 people. Depok City itself had 80 SPPGs that were actively operating as of December 2025. This study aims to determine the potential risk of food poisoning based on environmental factors of the Nutrition Fulfillment Service Unit in Depok City in 2025. The research design used was an ecological study with spatial analysis using secondary data and QGIS software. The results showed that there were 9 SPPGs with a high risk category (11.25%) and areas with high risks were in 2 sub-districts, namely Tapos and Beji Sub-districts. Dinas Kesehatan Kota Depok can prioritize outreach and supervision of Nutrition Fulfillment Service Units (SPPG) in areas with high risks to reduce thel risk of food poisoning due to the MBG Program in Depok City
Read More
S-12265
Depok : FKM-UI, 2026
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Irwanda; Pemb. Tris Eryando; Penguji: Indang Trihandini, Luqman Hakim
S-4891
Depok : FKM UI, 2007
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Sri Poedji Hastoety Djaiman; Promotor: Anhari Achadi; Ko Promotor: Endang L. Achadi, Kusharisupeni; Penguji: Purnawan Junadi, Tjuk Eko Hari Basuki, Soewarta Kosen, Arum Atmawikarta
D-305
Depok : FKM-UI, 2015
S3 - Disertasi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Siti Chatidjah; Pembimbing: Mary A. Wangsarahardja
S-92
Jakarta : FKM UI, 1982
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Eko Sudiarto; Pembimbing: Ede Surya Darmawan; Penguji: Pujiyanto, Wachyu Sulistiadi, M Hasan, Lindawati
Abstrak:

Penentuan tarif Laboratorium Kesehatan Kabupaten Sintang dewasa ini tidak menggunakan perhitungan biaya satuan melainkan berdasarkan harga bahan reagens dan disesuaikan dengan tarif laboratorium lain. Hal itu mengakibatkan tarif yang berlaku tidak sesuai dengan biaya satuan. Produk pemeriksaan laboratorium kcsehatan adalah beragam schingga perhitungan biaya setiap jenis pemeriksaan bervariasi karcna pcmakaian bahan pengainbil spesimen, alat laboratorium, bahan reagens dan waklu pemeriksaan berbeda-beda. Penelitian ini adalah anal isis biaya yang hertujuan untuk mendapatkan garnharan hiaya total, biaya satuan dan alternatif penentuan tarif yang mempertimbangkan biaya satuan, tarif pesaing, subsidi, Cost Recovery Rate, dan ATP/WTP jenis pemeriksaan Laboratorium Kesehatan Kabupaten Sintang. Metoda analisis biaya yang digunakan adalah Activity Based Costing pada semua jenis pemeriksaan yang dilakukan di Laboratorium Kesehatan Kabupaten Sintang pada tahun 2005. Analisis biaya dibagi dalam tiga tahap yaitu tahap pra-analitik, tahap analitik dan tahap pasca analitik yang masing-masing tahap dijabarkan dalam biaya investasi, operasional dan pemeliharan. Dari basil penelitian didapatkan bahwa jumlah pemeriksaan Laboratorium Kesehatan Kabupeten Sintang tahun 2005 masih rendah yaitu bare mencapai rata-rata 41,45% dan biaya totalnya adalah Rp_ 225.831.631,-. Tarif Laboratorium Klinik Taruna lebih tinggi rata-rata 76,82% dibandingkan dengan tarif Laboratorium Kesehatan Kabupaten Sintang. CRR biaya total aktual sebesar 14%, sedangkan CRR biaya total dengan subsidi sebesar 20%. Sebaiknya penentuan tarif Laboratorium Kesehatan Kabupaten Sintang berdasarkan biaya satuan aktual dengan subsidi, penyediaan dana investasi (gedung, alat dan inventaris kantor), gaji dan insentif diperlukan sebesar Rp. 187.561.421,- pada tahun 2005.


 

Determination of health laboratory tariff in Sintang district recently doesn't use unit cost but based on reagents cost and adjusted to other laboratories tariff. That causes the tariff available doesn't in accordance with the unit cost. The health laboratory analysis products are varied so that the determination of each analysis cost is varied because the use of reagents for specimen preparation, Iaboratory instruments, reagents and analysis time are varied. This was a cost analysis research with the aims to gain the description of total cost, unit cost and determination of tariff alternative considering unit cost, competitor tariff, subsidy, Cost Recovery Rate, and-ATP/WTP of kind of health laboratory analysis of Sintang district. The used cost analysis method was Activity Based Costing to all kind of analysis performed in the Health Laboratory of Sintang district in year 2005. Cost analysis was divided into three steps, that were pre-analysis phase, analysis phase and post analysis phase, and each phase was presented in cost of investment, operational, and maintenance. The research showed that the number of analysis in the Health Laboratory of Sintang district was still low, which reached average 41.45% and the total cost was Rp. 225,831,631,-. The tariff of Laboratoriurn Klinik Taruna was average higher 76.82% compared with the tariff of the Health Laboratory of Sintang district. The CRR of total actual cost was 14%, whereas The CRR of total cost with subsidy was 20%. It is suggested that the tariff determination of the Health Laboratory of Sintang district is based on the actual subsidized unit cost, availability of investment fund (building, instruments and office inventory), and in year 2005 Rp. 187,561,421,- is needed for salary and incentive in year 2005.

Read More
T-2282
Depok : FKM-UI, 2006
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Nanda Pratiwi; Pembimbing: Ririn Arminsih Wulandari; Penguji: Laila Fitria, Didik Supriyono
S-7133
Depok : FKM-UI, 2012
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
media indonesia; 2015
[s.l.] : [s.n.] : s.a.]
Indeks Koran   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Pancama Putra H.W., Widodo J. Pudjirahardjo
JAKK Vol.2, No.3
Surabaya : Unair, 2004
Indeks Artikel Jurnal-Majalah   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive