Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 29881 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Fenty Aprina; Pembimbing: Mieke Savitri
T-1101
Depok : FKM UI, 2001
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Sitti Rachmi Misbah; Pembimbing: Adang Bachtiar; Penguji: Petter Patinama, Yayuk Hartriyanti, Sumijatun, Moch Ichsan Sudjarno
Abstrak:
Penelitian ini didasari masih tingginya angka kematian ibu dan angka kematian bayi di Indonesia dan khususnya di Kabupaten Buton, dan telah dilakukannya pelatihan APD bagi bidan di desa di Kabupaten Buton dan belum ada gambaran dampak pelatihan APD terhadap mutu proses persalinan. Penelitian dilakukan di Kabupaten Buton bagi bidan di desa yang telah mendapat pelatihan APD dan di Kabupaten Muna bagi bidan di desa yang tidak mendapatkan pelatihan APD. Dilaksanakan pada bulan Januari hingga Mei 2001. Jenis penelitian ini adalah deskriptif analitik dengan desain penelitian Cross Sectional. Teknik pengumpulan data menggunakan instrumen observasi untuk kepatuhan bidan terhadap proses persalinan dan kuesioner untuk karakteristik dan motivasi bidan di desa. Hasil yang didapatkan adalah ada perbedaan mutu proses persalinan antara bidan di desa yang mendapat pelatihan dengan tidak mendapat pelatihan APD (p value = 0,049 a = 0,05). Ada perbedaan mutu proses persalinan antara kelompok umur lebih atau sama dengan 32 tahun dengan kurang dari 32 tahun (p value = 0,018 a = 0,05), serta ada perbedaan mutu proses persalinan antara bidan di desa dengan masa kerja lebih atau sama dengan 11 tahun dan kurang dari 11 tahun (p value = 0,012 ct = 0,05). Untuk motivasi bidan di desa antara yang pelatihan APD dan tidak pelatihan tidak ada perbedaan yang bermakna (p value = 0,388 a = 0,05). Kesimpulan dari pelatihan ini ada perbedaan yang bermakna antara pelatihau APD dan mutu proses persalinan serta ada perbedaan mutu proses persalinan berdasarkan kelompok umur dan masa kerja. Sehingga bagi penyelenggara dan pelaksana program pelatihan APD tetap dilaksanakan dengan perbaikan pada metode, materi, waktu dan fasilitator pelatihan, juga diperlukan dukungan pelatihan lain yaitu pelatihan komunikasi. Bagi Dinas Kesehatan Propinsi Sulawesi Tenggara perlu memikirkan untuk pemerataan pelatihan APD bagi bidan di desa di Kabupaten-kabupaten lain di Propinsi Sulawesi Tenggara.

Analysis Training Impact of Basic Upbringing Childbirth toward Childbirth Process Quality by Midwife in Town of Buton Regency in 2001This research was still based on the high rate of Mother Death and the Baby Death in Indonesia, especially in Buton regency. The research of Basic Upbringing childbirth for midwife which had been done in Buton regency of the impact for this research toward the child birth process quality had not give the description yet. This research was done in Buton Regency for midwife in town which got the training of Basic Upbringing Childbirth and in Muna regency for the midwife who didn't get the same training on January until May 2001. Type of this research was Descriptive analytic with construction Cross Sectional. Technique of data finding was by using instrument observation for discipline of the midwife to the childbirth Process Quality and questioner for characteristics and motivation. The result that the writer got was the differences of childbirth process quality between the midwife in town which got the training as compared to the midwife which didn't got it (P value = 0,049 a = 0,05). There are the differences of the Childbirth process quality between group of ages more than or same as 32 years old with the group less than 32 years old (P value = 0,018 a = 0,05), and the differences of childbirth process quality between the midwife in town by the time of working same or more than 11 years (P.value 0,012 0 = 0,05 ). There is no urgent differences for the motivation of midwife which got the training with the midwife which didn't get it (P value = 0,388 a = 0,05 ). Conclusion of this research is the urgent differences between training of Basic Upbringing Childbirth and the childbirth process quality and also the differences of childbirth process quality which based on group of ages and based on the time of working. So, for the committee and the organizer of this program still rearrange the method, materials, time and training facilitator. Beside that, it is important to add another kinds of training, such as communication training, completed with own evaluation of training method, the mutual standard, which was decided and can be obeyed by the midwife in town. For the health official of southeast Sulawesi have to consider the even distribution of Basic Upbringing Childbirth for midwife in town of regencies in southeast Sulawesi.
Read More
T-1211
Depok : FKM-UI, 2001
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Hedy Yuliza; Pembimbing: Mieke Savitri
T-1105
Depok : FKM UI, 2001
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Alex Iskandar Hajar; Pembimbing: Jaslis Ilyas; Penguji: Purnawan Junadi, Bambang Iswantoro, Tjie Anita Payapo
Abstrak:
Indikator dalam menilai derajat kesehatan suatu negara dapat dilihat dari Angka Kematian Ibu (AKI) dan Angka Kematian Bayi (AKB) dimana Indonesia dalam hal ini menempati urutan ke 3 dibawah Kamboja diantara 10 Negara-negara ASEAN dan urutan ke 5 dibawah RRC diantara 10 negara-negara di Asia. Dalam permasalahan tersebut Departemen Kesehatan dihadapkan pada fenomena yang kontradiktif di satu pihak AKI dan AKB harus diturunkan dan dipihak lain formasi Pegawai Negeri Sipil (PNS) untuk pengangkatan bidan sebagai salah satu personil yang memiliki kompetensi dalam menurunkan angka tersebut sangat terbatas, sehingga dibuatlah suatu upaya terobosan, berupa pengangkatan tenaga bidan dengan status Pegawai Tidak Tetap (PTT) yang ditempatkan di desa-desa. Dengan demikian maka terdapat dua jenis tenaga bidan di lingkungan Depatemen Kesehatan dengan status yang berbeda. Sebagai suatu kebijakan pemerintah maka penulis menganggap perlu diteliti untuk dijadikan sebagai bahan kajian. Penelitian dilaksanakan pada bulan Februari sampai April 2001 dengan responden meliputi seluruh bidan yang ada di Daerah Kabupaten Lampung Utara (sebanyak 168 orang, terdiri dari 71 bidan PNS dan 97 bidan PTT). Metoda yang digunakan dalam penelitian ini adalah Derskriptif dengan rancangan Cross Sectional sedangkan teknik pengumpulan data, untuk data primer adalah dengan menggunakan kuesioner terbuka (open ended question) sedangkan untuk data sekunder berupa laporan kegiatan program KIA dari Puskesmas dan Dinas Kesehatan Kabupaten Lampung Utara. Dari penelitian yang telah dilaksanakan, diperoleh hasil-hasil sebagai berikut : Bila dilihat secara perkelompok yaitu kelompok bidan PNS dan bidan PTTdari semua variabel yang ada (umur, masa kerja, status perkawinan, penghasilan, pelatihan dan supervisi) tidak memperlihatkan perbedaan yang signifikan. Akan tetapi bila dilihat secara gabungan atau dengan tidak melihat status kepegawaiannya apakah bidan PNS atau bidan PTT maka variabel yang berhubungan adalah variabel umur, masa kerja, penghasilan dan supervisi). dengan p value < 0,05 Sedangkan variabel yang tidak menunjukkan perbedaan yang bermakna.adalah status perkawinan. Berdasarkan hasil temuan dalam penelitian ini, maka disarankan : Kepada institusi berwewenang, perlu adanya penambahan insentif hingga mencapai jumlah rata-rata (Rp. 884.000.-) sehingga diharapkan dapat memberikan daya ungkit terhadap para bidan dalam penampilan kinerjanya sesuai dengan standar demikian juga untuk pelatihan dan supervisi hendaknya perlu lebih ditingkatkan. Kepada penyelenggra Program Pendidikan bidan, hendaknya para calon bidan dibekali dengan kompetensi yang lebih berorientasi pada kualitas sehingga bidan yang dihasilkan memang telah cukup mampu dalam menangani masalah kebidanan. Kepada bidan-bidan senior, diharapkan bersedia untuk mebagi pengalaman dan pengetahuan (transfer of knowledge) baik bentuk formal melalui diskusi ilmiah (seminar). Sedangkan untuk bidan yunior, agar senantiasa mau mengembangkan diri sehingga dapat menambah wawasan, khususnya dalam masalah KIA karena bidan merupakan tenaga terdepan dalam upaya penurunan AKI dan AKB. Kepada peneliti lain, selain dengan pendekatan kuatitatif juga digunakan pendekatan kualitatif sehingga hasil penelitian yang diperoleh tidak hanya dapat menjelaskan/ membuktikan secara statistik tetapi juga dapat mengungkapkan secara kualitas (lebih mendalam) mengenai temuan-temuan dari penelitian yang dilakukan. Selain itu, dalam melakukan penelitian serupa hendaknya menggunakan metoda khususnya alat pengumpul data (instrument) dan variabel yang lebih tajam sehingga mampu menggali fenomena yang ada secara lebih akurat.

Comparative analysis of Civil Servant (PNS) and Non Permanent Employee (PTT) Midwife's performance and determinant factors in North Lampung Regency, 2001Maternal and Neonatal Mortality is important indicator for assessing health degree of the third rank next to Cambodian in maternal and neonatal mortality among Mean countries and fifth among 10 Asia countries. Determinant of health has difficult situation to cope with problem because quota for civil servant (PNS) midwife, with have importance role and competence in reducing maternal and neonatal mortality, is limited so government make an alternative which is the recruitment of non permanent midwife and placed every village. This different status of midwife has been analyzed in this research comparatively. This research carried out from February to April 2001 with respondents is all midwives in North Lampung Regency (168, 71 is PNS 97 is PTT) This descriptive research using cross sectional design, primary data using open ended question and secondary data is reported activity of mother and child division (ILIA) program of public health center in North Lampung regency. The results of this research are: there is no significant difference between permanent employed midwives and non permanent employed midwives in every variable (age, experience, marital status, salary, training and supervision), but if not separated by status or included to a group, age, experience, salary, training and supervision have significant relationship (p < 0,05), while marital status has no significant relationship. Based on this finding there are two suggestions, first which strategically proved by statistic, second, operationally based on individual or public survey which are: First the authority, should raise the incentive for midwife and to midwife education program more quality oriented than quantity which mean more stalled midwife, second to senior and good skilled midwife have to transfer their knowledge to other midwife by formal or non formal. To another researcher is better using qualitative approach, so the results not only explained statistically but reveal quality of these findings and using another method and variables.
Read More
T-1115
Depok : FKM-UI, 2001
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Eulisa Fajriana; Pembimbing: Purnawan Junadi
T-767
Depok : FKM UI, 2000
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Yuli Andriani; Pembimbing: Amal Chalik Sjaaf; Penguji: Anwar Hasan, H. Hermansyah
S-7151
Depok : FKM UI, 2012
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Erlina; Pembimbing: Agustin Kusumayati; Penguji: Mieke Savitri, Siti Romlah
S-6767
Depok : FKM UI, 2011
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Azkya Aryun; Pembimbing: Pujiyanto; Penguji: Budi Hidayat, Besral, Enny Ekasari, Ingan Ukur Tarigan
Abstrak: Berdasarkan penelitian yang dilakukan dengan data sekunder Susenas 2015 DAN Podes 2014, didapatkan hasil densitas bidan meningkatkan persalinan ditolong bidan sebesar (11%) pada model probit. Tujuan dari penelitian ini untuk memberi masukan pagi pembuat kebijakan agar peningkatan densitas bidan diiringi dengan pemnfaatan persalinan ditolong bidan. Penelitian ini dilakukan di Depok pada bulan Februari-Juni 2017. Penelitian menggunakan desain studi cross sectional. Sampel pada penelitian ini adalah individu yang menjadi sampel dalam data Susenas 2015 dan Podes 2014 yang memenuhi prosedur sampling masing-masing survey dan memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi, populasi pada penelitian ini adalah sebanyak 282.433 individu. Diketahui bahwa sebesar 51,3% ibu bersalin ditolong oleh bidan dan densitas bidan sebesar 74%. Pada deskriptif faktor Predisposisi didapatkan bahwa rata-rata umur bersalin terdapat pada kelompok umur 2, yaitu usia 20-29 tahun, dimana 50% ibu sudah memiliki jaminan kesehatan, dan berpendidikan SLTA/MA ke atas. Pada deskriptif faktor Enabling , didapatkan bahwa 15% dari ibu memiliki pengeluaran per kapita per bulan dibawah Rp. 350.000,00. Ibu yang tinggal di perkotaan sebanyak 45% dan yang tinggal di region pulau Jawa sebanyak 30%. Pada model probit densitas bidan meningkatkan persalinan ditolong bidan sebesar (11%) pada model probit. Variabel yang mempengaruhi persalinan ditolong bidan adalah umur (13%) dan pendidikan(70%) serta urban (67,6%). Saran bagi pemangku kebijakan untuk meningkatan kompetensi dan kontrol terhadap praktek bidan sehingga angka densitas bidan yang terus menambah akan berbanding lurus dengan pemanfaatan persalinan oleh bidan Kata Kunci ; Densitas Bidan, Persalinan ditolong Bidan, Model Probit Based on the research conducted with secondary data of Susenas 2015 AND Podes 2014, the result of midwife density increased delivery assisted by midwives (11%) on probit model. The purpose of this research is to give policy makers morning input to increase midwife density accompanied by the delivery of childbirth assisted by midwife. This study was conducted in Depok in February-June 2017. The study used a cross sectional study design. Samples in this study were individuals sampled in data of Susenas 2015 and Podes 2014 which fulfill the sampling procedure of each survey and fulfill the inclusion and exclusion criteria, the population in this study were 282,433 individuals. It is known that 51.3% of maternity mothers were helped by midwife and midwife density by 74%. In the descriptive Predisposisi factors found that the average age of maternal age group is found in age 2, the age of 20-29 years, where 50% of mothers already have health insurance, and educated high school / MA and above. On the descriptive Enabling factor, it was found that 15% of mothers have per capita expenditure per month below Rp. 350,000.00. Mothers who live in urban as much as 45% and who live in the region of Java as much as 30%. In the probit model the density of the midwife increased the delivery assisted by the midwife (11%) in the probit model. The variables affecting childbirth assisted by midwives are age (13%) and education (70%) and urban (67,6%). Advice for stakeholders to increase competence and control of midwife practices so that the increasing number of midwives density will be directly proportional to the utilization of birth by midwife Keywords ; Midwife Density, Delivery Assisted by Midwife, Probit Model
Read More
T-5057
Depok : FKM-UI, 2017
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Harswati Prasetyo; Pembimbing: Puput Oktamianti; Penguji: Vetty Yulianty, Budi Hartono
S-6505
Depok : FKM UI, 2011
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Liliosa Maria T; Pembimbing: Pujianti; Penguji: Budi Hidayat, Elimarnis
S-6042
Depok : FKM UI, 2010
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive