Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 35029 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Putriana Rahim; Pembimbing: Dwi Gayatri; Penguji: Asri C. Adisasmita, Tehuteru, Edi Setiawan
S-8019
Depok : FKM UI, 2013
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Raissa Dwifandra Putri; Pembimbing: Dwi Gayatri; Penguji: Asri C. Adisasmita, Edi Setiawan Tehuteru
S-7887
Depok : FKM UI, 2013
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Rahimul Yakin; Pembimbing: Syahrizal Syarif; Penguji: Nurhayati Adnan, Renti Mahkota, Edi Setiawan Tehuteru
T-4896
Depok : FKM-UI, 2017
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Lita Kusmalasari; Pembimbing: Asri C. Adisasmita; Penguji: Ratna Djuwita, Aldrin Neilwan Pancaputra, Rizka Andalusia
T-4055
Depok : FKM-UI, 2014
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Chandrayani Simanjorang; Pembimbing: Nasrin Kodim; Penguji: Helda, Edi Setiawan Tehuteru
Abstrak:

esis ini membahas tentang perbedaan ketahanan hidup 5 tahun pasien leukemia akut tipe LLA dan LMA di RSKD dengan menggunakan desain kohort retrospektif. Data didapatkan dari data rekam medis pasien leukemia anak di RSKD yang didiagnosis tahun 1997-2008. Pengumpulan data dilakukan secara retrospektif dengan mengikuti subjek untuk meneliti kejadian yang belum terjadi sejak pertama didiagnosis di RSKD hingga pengamatan berakhir Juni 2012. Rancangan penelitian dibatasi waktu 5 tahun untuk terjadinya event. Dari 95 pasien leukemia akut pada anak didapatkan probabilitas ketahanan hidup keseluruhan sebesar 22,6%, angka ketahanan hidup 5 tahun untuk tipe LMA 4,6%, dan tipe LLA 28,9%. Risiko kematian (HR) setelah 5 tahun pada LMA 1,643 kali dibandingkan LLA.


 The focus of this study is the differences of five years survival rate of patients with ALL and AML at RSKD using retrospektif cohort design. Data obtained from medical records of patients that diagnosed in 1997-2008. The data was collected retrospectively with the following subjects to investigate since it was first diagnosed at RSKD until observations ended on June 2012. The study design limited period of 5 years until the event occured. The result from this study are 95 patients of acute leukemia in children found the overall five years survival rate is 22,6%, five years survival rate of AML is 4,6%, and five years survival rate of ALL is 28,9%. Hazard Ratio of AML is 1,643 times than ALL.

Read More
T-3591
Depok : FKM-UI, 2012
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Dewi Astuti; Pembimbing: Yovsyah; Penguji: Bantas, Krisnawati; Rachmawati
S-6293
Depok : FKM-UI, 2010
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Laswita Yunus; Pembimbing: Nurhayati Adnan; Penguji: Demak L. Tobing, Yovsyah
Abstrak: Kateter vena sentral (Central Venous Catheter/CVC) digunakan secara luas terhadap pasien dengan kanker, beresiko menyebabkan infeksi primer aliran darah (IPAD) yang berakibat pada meningkatnya morbiditas, lama hari rawat serta biaya operasional dan pengobatan. Penelitian ini menggunakan disain studi potong lintang untuk mengetahui gambaran kejadian IPAD pasien dengan kanker terkait pemasangan CVC (IPAD-CVC) di RS. Kanker “Dharmais” tahun 2011-2012 pada populasi seluruh pasien kanker yang terpasang CVC dan didapatkan 119 sampel yang telah memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi. Analisis univariat menunjukkan frekuensi pasien yang mengalami sepsis (18,5%), kolonisasi (47,9%), bakteremia (14,3%) dengan insidens IPAD-CVC (13,3%) banyak terjadi pada pasien dengan jenis keganasan hematologi (78,4%), pada ruang isolasi imunitas menurun (90%). IPAD-CVC banyak dialami oleh pasien kanker dengan rata-rata lama hari rawat > 30 hari dan sebanyak 45,0% disebabkan oleh bakteri gram-negatif. Perilaku asuhan keperawatan pasien dengan kanker termasuk pemasangan CVC, dukungan manejemen dan pengelolaan data surveilens yang lebih baik diperlukan dalam upaya pencegahan dan pengendalian infeksi aliran darah.
 

Central venous catheter (CVC) are used extensively in patient with neoplastic disease, and primary bloodstream infection related to CVC (BSI-CVC) increasing morbidity, prolonged hospital stays including operational costs and treatment. Cross-sectional study with all hospitalized patient with an underlying cancer using CVC in periods 2011-2012 to describe primary bloodstream infections related to CVC at “Dharmais” National Cancer Centre year 2011-2012. 119 patients were selected from inclusion and exclusion criteria were eligible for this study. Univariate analysis shows clinical sepsis (18.5%), colonization (47.9%), bacteremia (14.3%) and cumulative incidence of BSI-CVC (13.3%). Most frequent of BSI-CVC are patient with hematology malignancies (78.4%) and higher proportion are patients in the immunocompromised-care (90%) in patients with average of hospital stays are more than 30 days. 45% Gram-negative bacteria’s are responsible to BSI-CVC. Behavior of nursing care against cancer patients with CVC, management support and surveillance data needed to bloodstream infection control and prevention.
Read More
S-7572
Depok : FKM-UI, 2013
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Rafiah Maharani; Promotor: Tri Yunis Miko Wahyono; Kopromotor: Helda, Noorwati Sutandyo; Penguji: Ella Nurlaella Hadi, Pujiyanto, Sudarto Ronoatmodjo, Misnaniarti, Yati Afiyanti, Denni Joko Purwanto
Abstrak:

Kanker payudara merupakan kanker yang paling banyak diderita oleh wanita di dunia, khususnya di Indonesia. Pengobatan yang lama dan berat memiliki dampak psikologis yang berpengaruh terhadap kualitas hidup pasien. Dukungan sosial penting untuk kualitas hidup pasien kanker payudara. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh dukungan sosial terhadap kualitas hidup pasien kanker payudara di Rumah Sakit Kanker Dharmais. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain studi longitudinal dan kualitatif dengan case study. Sampel penelitian ini adalah pasien kanker payudara yang berobat dan tercatat pada di RS Kanker Dharmais periode bulan Agustus-Desember 2023 yang memenuhi syarat kriteria inklusi dan eksklusi penelitian sebanyak 190 pasien. Pengukuran kualitas hidup dengan kuesioner EORTC QLQ 30 dan BR-23 Pengukuran dukungan sosial dengan kuesioner Multidimensional Scale of Perceived Social Support (MSPSS). Pengumpulan data kualitatif dengan kelompok focus group discussion (FGD) dan wawancara mendalam. Analisis data menggunakan analisis regresi logistik untuk pengukuran data berulang pada data kategorik dengan General Estimation of Equotion (GEE). Dukungan sosial mempengaruhi kualitas hidup pasien kanker payudara sebesar 3,9 kali (OR=3,9; 95% CI: 3,3-4,6) setelah dikontrol faktor umur dan stadium kanker payudara. Sumber dukungan yang paling berpengaruh yaitu dukungan keluarga (OR=5,2 CI 95% 2,8-7,6) dan tenaga kesehatan (OR=2,0 CI 95% 1,3-3,1). Bentuk dukungan sosial yang paling berpengaruh yaitu dukungan emosional (OR=5,3 CI 95% 3,0-9,0), nyata (OR=3,6 CI 95% 2,5-5,2), dan informasi (OR=2,4 CI 95% 1,4-4,3). Pengaruh dukungan sosial terhadap kualitas hidup berdasarkan waktu terdapat penurunan seiring berjalannya waktu. Diharapkan untuk peningkatan dukungan sosial dari keluarga, tanaga Kesehatan dalam bentuk dukungan emosianal, nyata dan informasi. Rumah Sakit Kanker Dharmais juga diharapkan untuk mengoptimalkan program paliatif dan NAPAK sebagai bentuk dukungan sosial terhadap pasien kanker payudara. Kata Kunci : Kualitas Hidup, Dukungan Sosial, Pasien Kanker Payudara


 

Breast cancer is the most common type of cancer affecting women worldwide, particularly in Indonesia. The lengthy and intensive treatment process often has psychological impacts that affect patients' quality of life. Social support plays a crucial role in improving the quality of life of breast cancer patients. This study aims to analyze the effect of social support on the quality of life of breast cancer patients at Dharmais Cancer Hospital. A mixed-methods design was used, combining a quantitative longitudinal approach with a qualitative case study. The sample consisted of 190 breast cancer patients who were treated and registered at Dharmais Cancer Hospital between August and December 2023, and who met the study's inclusion and exclusion criteria. Quality of life was measured using the EORTC QLQ-C30 and BR-23 questionnaires, while social support was assessed using the Multidimensional Scale of Perceived Social Support (MSPSS). Qualitative data were collected through focus group discussions (FGDs) and in-depth interviews. Data were analyzed using logistic regression for repeated measurements, employing the Generalized Estimating Equation (GEE) method for categorical data. The results showed that social support significantly influenced the quality of life of breast cancer patients, increasing the odds by 3.9 times (OR = 3.9; 95% CI: 3.3–4.6) after controlling for age and cancer stage. The most influential sources of support were family (OR = 5.2; 95% CI: 2.8–7.6) and healthcare workers (OR = 2.0; 95% CI: 1.3–3.1). The most impactful forms of support were emotional (OR = 5.3; 95% CI: 3.0–9.0), tangible (OR = 3.6; 95% CI: 2.5–5.2), and informational support (OR = 2.4; 95% CI: 1.4–4.3). However, the effect of social support on quality of life was found to decrease over time. It is therefore recommended to enhance social supports particularly from family and healthcare professionals through emotional, tangible, and informational forms. Dharmais Cancer Hospital is also expected to optimize its palliative care and NAPAK programs as a structured form of social support for breast cancer patients. Keywords: Quality of Life, Social Support, Breast Cancer Patients

Read More
D-576
Depok : FKM-UI, 2025
S3 - Disertasi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Safarudin; Pembimbing: Nurhayati Adnan Prihartono; Penguji: Asri C. Adisasmita, Yovsyah, Walta Gautama
T-4309
Depok : FKM-UI, 2015
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Adhitya Bayu Perdana; Pembimbing: Asri C Adisasmita; Penguji: Sudarto Ronoatmodjo, Denni Joko Purwanto
Abstrak: Limfedema merupakan komplikasi kronis yang umumnya terjadi setelah diseksi kelenjar getah bening (KGB) aksila pada pasien kanker payudara. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui angka kejadian, faktor risiko, dan model prediksi limfedema pasca diseksi KGB aksila pada pasien kanker payudara stadium lanjut. Penelitian ini merupakan desain kohort retrospektif pada 174 pasien di Rumah Sakit Kanker Dharmais. Regresi Cox digunakan untuk mengidentifikasi faktor risiko signifikan terhadap limfedema. Keakuratan model prediksi dinilai dengan menghitung area under the receiver operating characteristic curve (AUROC). Hasil penelitian menunjukkan limfedema teridentifikasi pada 88/174 (50,6%) pasien dan sebagian besar mengalami limfedema pada 12 hingga 36 bulan pertama setelah diseksi KGB aksila. Faktor risiko yang terkait dengan limfedema di antaranya adalah usia, obesitas, diabetes, kemoterapi neoadjuvan, dan kemoterapi adjuvan. Model prediksi menunjukkan sensitivitas yang baik (80,2%) pada populasi penelitian dengan nilai AUC 0,706 (95% CI 0,629-0,783; p-value < 0,05). Dapat disimpulkan bahwa model prediksi yang dikembangkan dalam penelitian ini cukup baik untuk diterapkan oleh para klinisi dalam mengestimasikan risiko limfedema, khususnya untuk pasien kanker payudara dengan stadium lanjut.
Lymphedema is a chronic complication that commonly occurs after axillary lymph node dissection (ALND) in breast cancer patients. This study aimed to determine the incidence, risk factors, and prediction model for lymphedema after ALND in advanced-stage breast cancer patients. This was a retrospective cohort design on 174 patients at Dharmais Cancer Hospital. Cox regression was used to identify significant risk factors for lymphedema. The prediction accuracy of the model was assessed by calculating the area under the receiver operating characteristic curve (AUROC). The results showed that lymphedema was identified in 88/174 (50.6%) patients and most of them experienced lymphedema in the first 12 to 36 months after ALND. Risk factors associated with lymphedema include age, obesity, diabetes, neoadjuvant chemotherapy, and adjuvant chemotherapy. The prediction model showed good sensitivity (80.2%) in the study population with an AUC value of 0.706 (95% CI 0.629-0.783; p-value < 0.05). It can be concluded that the prediction model developed in this study is good enough to be implemented by clinicians in estimating the risk of lymphedema, especially for advanced-stage breast cancer patients in our hospital.
Read More
T-6902
Depok : FKM-UI, 2024
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive