Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 30736 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Kesmas ( Jur. Kesmasnas ), Vo. 7, No.4, Nov. 2012: hal. 173-179. ( ket. ada di bendel 2012- 2013); dan ( ada di bendel 2012 - 2014 )
[s.l.] : [s.n.] : s.a.]
Indeks Artikel Jurnal-Majalah   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Randy Novirsa; Pembimbing: Umar Fahmi Achmadi; Penguji: Sri Tjahjani Budi Utami, Riris Nainggolan
S-7253
Depok : FKM UI, 2012
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Ariani; Pembimbing: Ririn Arminsih Wulandari; Penguji: Budi Hartono, Laila Fitria, Margareta Maria Sintorini Moerdjoko, Didik Supriyono
Abstrak:
Polusi udara akibat urbanisasi dan industrialisasi, termasuk industri semen, merupakan masalah signifikan. Industri semen menjadi sumber polusi industri terbesar ketiga, mengeluarkan lebih dari 500.000 ton SO2, NO2, dan CO per tahun. Nitrogen Dioksida (NO2) adalah gas reaktif yang dapat mengiritasi saluran pernapasan manusia. Di kawasan industri semen Desa Citeureup, aktivitas industri dan lalu lintas padat meningkatkan risiko emisi dan masalah kesehatan. Penelitian ini menggunakan metode Analisis Risiko Kesehatan Lingkungan (ARKL) untuk mengukur kualitas udara di 16 titik pada tiga zona berdasarkan jarak dari sumber pencemar. Sampel udara diambil menggunakan midget impinger selama satu jam dan dianalisis dengan spektrofotometri. Hasil menunjukkan konsentrasi NO2 di bawah baku mutu menurut PP RI No. 22 Tahun 2021, dengan konsentrasi tertinggi di zona 3 (0,0346 mg/m³). Rata-rata waktu pajanan balita adalah 23,02 jam/hari, frekuensi pajanan 350,58 hari/tahun, dan durasi pajanan 2,64 tahun. Nilai tingkat risiko (RQ) real-time adalah

Air pollution due to urbanization and industrialization, including the cement industry, is a significant problem. The cement industry is the third largest source of industrial pollution, emitting more than 500,000 tons of SO2, NO2 and CO per year. Nitrogen Dioxide (NO2) is a reactive gas that can irritate the human respiratory tract. In the cement industry area of Citeureup Village, industrial activities and heavy traffic increase the risk of emissions and health problems. This study used the Environmental Health Risk Analysis (EHRA) method to measure air quality at 16 points in three zones based on distance from pollutant sources. Air samples were collected using a midget impinger for one hour and analyzed by spectrophotometry. The results showed that the NO2 concentration was below the quality standard according to PP RI No. 22 of 2021, with the highest concentration in zone 3 (0.0346 mg/m³). The average exposure time of toddlers was 23.02 hours/day, exposure frequency was 350.58 days/year, and exposure duration was 2.64 years. The real-time risk quotient (RQ) value was
Read More
T-7106
Depok : FKM UI, 2024
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Katania Rosela Putri; Pembimbing: Umar Fahmi Achmadi; Penguji: Ririn Arminsih, Yulia Fitria Ningrum
Abstrak: DAMPAK NEGATIF YANG DAPAT DITIMBULKAN DARI INDUSTRI BETON ADALAH PAJANAN DEBU PARTIKULAT TERHADAP PEKERJA YAITU PARTICULATE MATTER 2,5 MIKRON (PM2,5) KARENA DAPAT TERHIRUP KE DALAM PARU HINGGA MASUK KE DALAM PEREDARAN DARAH. PENELITIAN INI MEMILIKI TUJUAN UNTUK MENGANALISIS RISIKO KESEHATAN PEKERJA DI CONCRETE BATCHING PLANT PT. X AKIBAT PAJANAN INHALASI DEBU PARTIKULAT PM2,5. RISIKO DIHITUNG MENGGUNAKAN METODE ANALISIS RISIKO KESEHATAN LINGKUNGAN (ARKL) UNTUK MENGETAHUI NILAI RISK QUOTIENT (RQ). NILAI RQ DIPEROLEH DENGAN MEMBAGI ASUPAN PAJANAN PERBERAT BADAN PERHARI DENGAN NILAI REFERENCE CONCENTRATION (RFC). JIKA NILAI RQ>1 MAKA PERLU DILAKUKAN MANAJEMEN RISIKO. PENELITIAN INI MENGHITUNG RISIKO PAJANAN PM2,5 PADA 72 PEKERJA DI BATCHING PLANT PT. X. SAMPLING DILAKUKAN DI 4 TITIK SELAMA 1 JAM MENGGUNAKAN HVAS, MASING-MASING TITIK DILAKUKAN 2 KALI SAMPLING YAITU PADA SIANG HARI DAN MALAM HARI DENGAN KONSENTRASI RATA-RATA 120MG/M3 . KONSENTRASI TERSEBUT SETELAH DIKONVERSI BERADA DIATAS BAKU MUTU. PERHITUNGAN RISIKO DENGAN DURASI REAL TIME SECARA RERATA TIDAK BERISIKO NAMUN BERISIKO BAGI 5 ORANG PEKERJA. PERUSAHAAN AKAN TERUS BERJALAN, MAKA PERLU DILAKUKAN PENILAIAN RISIKO PADA DURASI LIFE TIME (25 TAHUN) DENGAN HASIL RERATA BERISIKO PALING TIDAK SELAMA 9 TAHUN KEDEPAN. MAKA, PERLU DILAKUKAN MANAJEMEN RISIKO UNTUK 25 TAHUN KEDEPAN DENGAN CARA MENURUNKAN KONSENTRASI PM2,5 MENJADI JIKA KONDISI MASIH SAMA YAITU PEKERJA DENGAN RATA-RATA BERAT BADAN 66,85KG BEKERJA 12 JAM PERHARI DALAM 317 HARI PERTAHUN. KATA KUNCI: PM2,5, INDUSTRI BETON, CONCRETE BATCHING PLANT, ANALISIS RISIKO
Read More
S-9884
Depok : FKM UI, 2018
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Gita Rahmaningsih; Pembimbing: Budi Haryanto; Penguji: Ema Rahmawati, Laila Fitria, Slamet Isworo, Didi Purnama
Abstrak: Permasalahan yang terjadi dilingkungan yang tidak dapat dihindari di berbagai negara adalah polusi udara. Terdapat banyak penyebab terjadinya pencemaran udara, salah satunya yaitu yang disebabkan oleh partikel debu, terutama pada PM2,5. PM2,5 yang didefinisikan sebagai partikel udara ambien yang berukuran hingga 2,5 mikron. Polusi udara tidak hanya terjadi di udara ambien, tapi juga dapat terjadi di udara dalam ruang. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan pajanan konsentrasi PM2,5 dalam ruang terhadap gangguan fungsi paru pada orang dewasa yang tinggal di sekitar kawasan indsutri Kelurahan Tegalratu Kecamatan Ciwandan, Kota Cilegon. Jenis penelitian ini menggunakan desain studi cross-sectional. Penelitian dilakukan pada bulan April-Mei 2022. Pemilihan sampel penelitian ini dilakukan secara acak berdasarkan kriteria inklusi dan ekslusi yang sudah ditetapkan. Jumlah sampel dalam penelitian ini yaitu sebanyak 200 orang dewasa. Dari hasil analisis didapatkan sebanyak 124 orang dewasa (87.3%) memiliki konsentrasi PM2,5 dalam rumahnya tidak memenuhi syarat menderita gangguan fungsi paru, sedangkan terdapat 34 orang dewasa (58.6%) yang konsentrasi PM2,5 dalam rumahnya memenuhi syarat menderita gangguan fungsi paru. Hasil penelitian ini ditemukannya hubungan yang signifikan antara pajanan konsentrasi PM2,5 terhadap gangguan fungsi paru pada orang dewasa yang tinggal kawasan industri. Variabel confounding yang mempengaruhi terhadap pajanan konsentrasi PM2,5 diantaranya yaitu penggunaan obat nyamuk bakar, status gizi, umur, riwayat penyakit, bahan bakar masak, jenis lantai rumah dan status merokok. Kesimpulan dari penelitian ini ditemukannya hubungan yang signifikan antara Konsentrasi PM2,5, umur, status gizi, dan jenis lantai rumah dengan kejadian gangguan fungsi paru.
Environmental problems that can not be avoided in various countries is air pollution. There are many causes of air pollution, one of which is caused by dust particles, especially in PM2,5. PM2,5 is defined as ambient air particles that are up to 2.5 microns in size. Air pollution occurs not only in the ambient air, but also in the indoor air. This study aim to determine the relationship of indoor PM2,5 concentration exposure against lung function impairment of adults living around Industrial Area Tegalratu Village, Ciwandan District, Cilegon. This research uses a cross-sectional study design. Data collection was conducted on April to May 2022. The participants were identified using random sampling method based on inclusion and exclusion criteria that have been set. The number of samples in this study were 200 adults. The analytical results obtained of 124 adults (87.3%) had PM2,5 concentrations in their homes were not qualified to suffer from lung function impairment, while there were 34 adults (58.6%) whose PM2,5 concentrations in their homes were qualified to suffer from lung function impairment. The results of this study found a significant associated between exposure to PM2,5 concentrations of lung function impairment in adults living in industrial areas. Confounding variables that affect exposure to PM2,5 concentrations include the use of mosquito coils, nutritional status, age, disease history, cooking fuels, type of house floor and smoking status. The conclusion of this study found a significant relationship between PM2,5 concentration, age, nutritional status, and type of house floor with the incidence of lung function impairment.
Read More
T-6472
Depok : FKM-UI, 2022
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Febry Handiny; Pembimbing: Ema Hermawati; Penguji: Laila Fitria, Sri Tjahjani Budi Utami, Edy Hariyanto, Didi Purnama
T-5001
Depok : FKM UI, 2017
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Novita Laela Sumbara; Pembimbing: Haryoto Kusnoputranto; Penguji: Ema Hermawati, Muchtar Mawardi
Abstrak: Pekerja peleburan logam berisiko terhadap dampak kesehatan akibat pajanan particulate matter (PM2,5). Tujuan dari penelitian ini untuk mengestimasi risiko akibat pajanan dari PM2,5 pada udara ambien di lingkungan kerja Kawasan Perkampungan Industri Kecil (PIK) Desa Kebasen Kecamatan Talang Kabupaten Tegal. Penelitian ini menggunakan data primer dengan responden sebanyak 42 pekerja dan 5 titik sampel udara menggunakan alat DustTrak II TSI. Metode yang digunakan adalah analisis risiko kesehatan lingkungan yang menghasilkan nilai intake perhari dan risk quotient (RQ) berdasarkan konsentrasi PM2,5, pola pajanan, dan berat badan. Responden pada penelitian ini memiliki nilai rata-rata berat badan sebesar 56,926 kg dan rata-rata laju inhalasi 0,6017 mg/m3. Nilai median untuk waktu pajanan 8 jam/hari, median frekuensi pajanan 273,5 hari/tahun, dan median durasi pajanan real time 8,5 tahun. Beberapa pekerja mulai berisiko (RQ>1) di saat durasi pajanan real time dengan konsentrasi minimal sebesar 254 µg/m3 . Manajemen risiko dilakukan dengan mengurangi waktu dan frekuensi pajanan.

Metal smelting workers are at risk of health effects due to their exposure to particulate matter (PM2,5). The purpose of this study is to estimate the risk due exposure of PM2,5 in ambient air in the work environment of the Small Industrial Village (PIK) of Kebasen Village, Talang District, Tegal Regency. This study used primary data with 42 respondents and 5 air sample points by using the Dusttrak II TSI tool. The method used is an environmental health risk analysis that produces daily intake and risk quotient (RQ) values based on PM2,5 concentration, exposure patterns, and body weight. Respondents in this study had an average weight value of 56,926 kg and had an average inhalation rate of 0,6017 mg/m3. The median value for exposure time is 8 hours/day, the median frequency of exposure is 273,5 days/year, and the median duration of real-time exposure is 8,5 years. Some workers begin to be at risk (RQ>1) at the time of real time exposure with a minimum concentration of 254 µg/m3.
Read More
S-10492
Depok : FKM UI, 2020
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Benhard Nataniel Tumanggor; Pembimbing: Ema Hermawati; Penguji: Dewi Susanna, Rita
S-10192
Depok : FKM UI, 2019
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Ira Wardani; Pembimbing: I Made Djaja; Penguji: Ratna Djuwita, Heny Pusputa Rokhwani Affan
S-7798
Depok : FKM UI, 2013
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Andrew Luis Krishna; Pembimbing: Dewi Susanna; Penguji: Abdul Rahman, Randy Novirsa
Abstrak: Debu total atau TSP adalah jumlah debu total yang tersuspensi di udaradengan ukuran partikel dibawah 100μm. Pajanan TSP yang tersuspensi di udaraterutama di udara ambien dapat memberikan dampak negatif terhadap lingkungansekitar dan dapat menimbulkan gangguan kesehatan pada manusia terutamagangguan pernapasan. Salah satu sumber penghasil TSP terbanyak di Indonesiasendiri adalah proyek konstruksi yang sedang banyak dilakukan oleh PemerintahIndonesia terutama di wilayah DKI Jakarta. Oleh karena itu, penelitian inidilakukan untuk menghitung risiko yang diterima oleh masyarakat terutamapekerja konstruksi terhadap pajanan TSP di udara ambien terhadap munculnyagangguan pernapasan di Proyek Konstruksi Jalan Tol Becakayu. Risiko dihitungdengan metode Analisis Risiko Kesehatan Lingkungan berdasarkan metodeLouvar yang menghasilkan nilai Intake pajanan yang diterima individu per hariberdasarkan nilai konsentrasi pajanan, pola aktivitas individu, dan nilaiantropometri. Konsentrasi TSP yang digunakan untuk penghitungan tingkat risikoadalah konsentrasi TSP di tiga titik tertinggi konsentrasinya dan dengan tingkataktivitas kegiatan konstruksi tertinggi, sedangkan pola aktivitas dan nilaiantropometri diukur dengan menggunakan kuesioner pada 56 responden pekerjadi wilayah Proyek Konstruski Jalan Tol Becakayu. Hasil perhitungan risiko yangditerima seumur hidup (lifetime) menunjukkan semua titik penelitian berisikodengan nilai RQ > 1. Diperlukan adanya manajemen risiko untuk meminimalisirdampak negatif yang diterima oleh pekerja dan masyarakat sekitar proyek.
Kata Kunci: TSP, Gangguan Pernapasan, Analisis Risiko Pajanan TSP
Total dust or TSP is the total amount of dust suspended in the air with aparticle size below 100μm. TSP Exposure suspended in the air, especially in theambient air can have a negative impact on the surrounding environment and cancause health problems in humans, especially respiratory disorders. One of thelargest TSP source in Indonesia itself is a construction project that is being carriedout by the Government of Indonesia, especially in Jakarta. Therefore, this studywas conducted to calculate the risks accepted by the population, especiallyconstruction workers against exposure to TSP in ambient air to the emergence ofrespiratory disorder in Becakayu Toll Road Construction Project. Risk iscalculated with the method of Environmental Health Risk Assessment basedmethod that returns a value Louvar Intake received individual exposure per daybased on the exposure concentration, activity patterns of individuals, and thevalue of anthropometry. TSP concentration used for the calculation of the level ofrisk is the concentration of TSP in the three highest point of concentration and thehighest activity level of construction activity, while activity patterns andanthropometric values measured using a questionnaire at 56 respondents workingin the Becakayu Toll Road Construction Project Area. The result of thecalculation of risk acceptable lifetime show all risky research points to the valueof RQ> 1. Required a risk management to minimize the negative impacts receivedby workers and the public about the project.
Key word: TSP, Respiratory Disoders, Risk Assessment of TSP Exposure
Read More
S-9136
Depok : FKM UI, 2016
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive