Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 30020 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Shinta, Supratman Sukowati
MPPK Vol.23, No.1
Jakarta : Balitbangkes Kemenkes RI, 2013
Indeks Artikel Jurnal-Majalah   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Pratiwi Handayani; Pembimbing: Agustin Kusumayati; Penguji: Ema Hermawati, Winarno
S-7357
Depok : FKM UI, 2012
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Ferdian Akhmad Ferizqo; Tri Yunis Miko Wahyono; Penguji: Yovsyah, Retno Henderiawati, Agus Sugiarto
Abstrak:
Demam Berdarah Dengue (DBD) merupakan penyakit infeksi yang menjadi masalah kesehatan masyarakat di Provinsi DKI Jakarta dengan angka kematian yang masih tinggi. Identifikasi faktor risiko kematian akibat DBD penting untuk meningkatkan strategi pencegahan dan penanganan kasus. Penelitian ini menggunakan desain studi observasional analitik dengan pendekatan case-control pada tahun 2024 di DKI Jakarta. Data sekunder diperoleh dari Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta yang mencakup laporan kasus pasien DBD meninggal dan yang sembuh. Analisis bivariat dilakukan untuk memilih variabel kandidat dengan p-value <0,25, kemudian dilanjutkan analisis regresi logistik multivariat untuk menentukan faktor risiko kematian akibat DBD. Dari analisis bivariat, variabel domisili penduduk dan jenis fasilitas kesehatan memenuhi kriteria masuk ke analisis multivariat. Hasil regresi logistik multivariat menunjukkan bahwa domisili penduduk berpengaruh signifikan terhadap kematian akibat DBD dengan odds ratio 4,42 (p=0,024; 95% CI: 1,21–16,13). Pada model ini pasien yang berdomisili di DKI Jakarta memiliki risiko kematian 4,42 kali lebih tinggi dibanding pasien dari luar Jakarta. Variabel jenis fasilitas kesehatan meskipun memiliki odds ratio >1, tidak signifikan secara statistik (p=0,319). Domisili penduduk merupakan faktor risiko utama kematian akibat DBD di DKI Jakarta. Perlu penguatan sistem pelayanan kesehatan dan edukasi masyarakat untuk deteksi dini serta penanganan cepat guna menurunkan angka kematian akibat DBD.

Dengue Hemorrhagic Fever (DHF) is an infectious disease that remains a public health problem in DKI Jakarta Province with a high mortality rate. Identifying risk factors for DHF-related death is crucial to improve prevention strategies and case management. This study employed an analytic observational case-control design in 2024 in DKI Jakarta. Secondary data were obtained from the DKI Jakarta Provincial Health Office, including reports of DHF patient deaths and survivors. Bivariate analysis was conducted to select candidate variables with p-value <0.25, followed by multivariate logistic regression analysis to determine risk factors for DHF mortality. Bivariate analysis identified resident identity and type of healthcare facility as eligible for inclusion in the multivariate model. The multivariate logistic regression revealed that resident identity (domicile) was significantly associated with DHF mortality, with an odds ratio of 4.42 (p=0.024; 95% CI: 1.21–16.13). Patients residing in DKI Jakarta had a 4.42 times higher risk of death compared to patients from outside Jakarta. Although the type of healthcare facility had an odds ratio >1, it was not statistically significant (p=0.319). Resident identity (domicile) is a significant risk factor for DHF-related death in DKI Jakarta. Strengthening the healthcare system and enhancing public education for early detection and timely treatment are crucial to reduce DHF mortality.

Read More
T-7327
Depok : FKM UI, 2025
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Hasan Boesri, Damar Tri Boewono
MPPK Vol.XVIII, No.2
Jakarta : Balitbangkes Kemenkes RI, 2008
Indeks Artikel Jurnal-Majalah   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Kabar Kesmas (IKM), Vol.2, No.5, Juli 2002, hal. 12-15, ( cat. ada di bendel 2001/ 2004 )
[s.l.] : [s.n.] : s.a.]
Indeks Artikel Jurnal-Majalah   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
KIK-Vol.2/No.5
Depok : LPKM-FKMUI, 2002
Indeks Artikel Jurnal-Majalah   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Eny Priyatni; Pembimbing: Pujiyanto; Penguji: Wiku Bakti Adisasmito, Paripurna; Togi Asman Sinaga
T-2422
Depok : FKM UI, 2006
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Dhyneke Pramitha Yuciana; Pembimbing: Dewi Susanna; Penguji: Zakianis, Aria Kusuma
Abstrak:

Hubungan antara kualitas udara dengan masalah kesehatan pernapasan dan kardiovaskular su- dah banyak diteliti, tetapi studi mengenai kualitas udara dengan demam berdarah dengue masih terbatas. Demam Berdarah Dengue (DBD) merupakan penyakit yang masih menjadi masalah kesehatan masyarakat di dunia, baik di wilayah tropis maupun subtropis. Studi ekologi dila- kukan di DKI Jakarta, salah satu wilayah yang memiliki jumlah kasus DBD tertinggi di Asia Tenggara, untuk meneliti hubungan antara Incidence Rate (IR) DBD dengan polusi udara, kece- patan angin, luas ruang terbuka hijau, serta kepadatan penduduk selama 2019–2023. Dilakukan pendekatan uji korelasi, uji Kruskal wallis, uji regresi linear berganda, dan analisis spasial. Ha- silnya menunjukkan bahwa semakin buruk kualitas udara, maka IR DBD cenderung menurun, dan sebaliknya pada uji korelasi, uji Kruskall-Wallis, dan regresi. Kecepatan angin, kepadat- an penduduk, dan luas ruang terbuka hijau memiliki hubungan negatif signifikan terhadap IR DBD di hampir seluruh wilayah di DKI Jakarta. Pada analisis spasial, IR DBD cenderung lebih tinggi di wilayah dengan polusi udara tinggi, luas ruang terbuka hijau rendah, dan kepadatan penduduk tinggi, sedangkan kecepatan angin menunjukkan variabilitas dan tidak tampak pola yang konsisten. Penelitian ini dapat dijadikan masukan bagi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) untuk meningkatkan akurasi prediksi dini IR DBD di DKI Jakarta.


The associations between respiratory and cardiovascular health outcomes with air quality have been well examined. Less conclusive are the studies assessing the relationship between air quality and Dengue Hemorrhagic Fever (DHF), a mosquito-borne illness which remains a public health problem worldwide. We examined this relationship in DKI Jakarta, Indonesia, where the burden of DHF is among the highest across South-East Asian region. We analyzed the correlation between dengue incidence rate and variations in air pollution, wind speed, vegetation greenness, and population density in DKI Jakarta from 2019 to 2023 using the ecological study method. The results indicated that poorer air quality was generally associated with lower dengue incidence rate, as shown in the correlation, Kruskal-Wallis test, and regression tests. Wind speed, population density, and green open space area showed significant negative relationships with dengue incidence rate across most areas in DKI Jakarta. In the spatial analysis, dengue incidence rate tended to be higher in areas with high air pollution, low green vegetation, and high population density, while wind speed showed variability and did not indicate a consistent pattern. Variations in the concentrations of these air pollutants may inform short-term DHF forecasts by the Agency for Meteorology, Climatology, and Geophysics (BMKG)

Read More
S-11886
Depok : FKM-UI, 2025
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Dedi Rohaedi; Pembimbing: Dewi Susanna; Penguji: Sri Tjahjani Budi Utami, Darwo
s-5543
Depok : FKM UI, 2008
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Diana Andriyani Pratamawati, Anggi Septia Irawan, Widiarti
Vektora Vol.IV, No.2
Salatiga : Balitbangkes Depkes RI, 2012
Indeks Artikel Jurnal-Majalah   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive