Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 41390 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Didi Purnama; Pembimbing: Agustin Kusumayati; Penguji: Sri Tjahjani Budi Utami, Abdur Rahman, Heri Nugroho, Dian Novianti
Abstrak:

Abstrak
Potensi pencemar luar rumah (mis. industri meubel/kayu dan jalan raya) mempengaruhi kualitas udara dalam rumah, serta meningkatkan risiko ISPA pada anak balita. Di Kecamatan Duren Sawit, Jakarta Timur ditemukan kasus ISPA sebesar 1.446 atau 17,55% dari total jumlah kasus. Penelitian menggunakan desain potong lintang yang bertujuan untuk mengetahui gambaran ISPA anak balita menurut kualitas udara dalam rumahnya di Kecamatan Duren Sawit, Jakarta Timur tahun 2013. Besar sampel ditentukan menggunakan rumus Lemeshow (1997), dan didapat 120 sampel menggunakan teknik multistage sampling. Proporsi ISPA adalah sebesar 60%. Anak balita ISPA pada rumah dengan kualitas udara (PM10 dan NO2) tidak memenuhi syarat adalah sebesar 30 (83,3%) dan 71 (60,7%). Pada analisis multivariat, variabel ventilasi, penghuni rumah merokok, dan pemberian vitamin A, memiliki hubungan paling kuat dengan ISPA anak balita. Disimpulkan pajanan PM10 dengan konsentrasi tidak memenuhi syarat berhubungan dengan kejadian ISPA, disamping variabel ventilasi, penghuni rumah merokok, dan pemberian vitamin A yang berfungsi meningkatkan kekebalan terhadap kejadian infeksi pada anak balita. Perlu dilakukan upaya penyehatan perumahan/pemukiman, promosi kesehatan (kampanye anti rokok), serta pemberian suplemen vitamin A pada anak balita 


Potential outdoor pollutant sources (eg. furniture/timber industry and roadway) can affect indoor air quality in house, and increase acute respiratory infection (ARI) risk in children under five. In Kecamatan Duren Sawit, Jakarta Timur, found 1.446 ARI cases or 17,55% to its total cases. This research use a cross sectional design, which aim to picture children under five’s ARI by its indoor air quality in house in Kecamatan Duren Sawit, Jakarta Timur, in 2013. Sample size was determined by Lemeshow (1997) equation, then 120 samples had choosen using multistage sampling. 60% ARI’s proportion was reported in this research. There was 30 (83,3%) and 71 (60,7%) of unmeet standart indoor air quality in house (PMjo and NO2), children under five with ARI was reported. House ventilation, smoker in house, and vitamin A suplementation, had more significant relationship with childrenunder five’s ARI incident according to multivariate analysis result. It conclude that unmeet standard PM10, have significant relationship with children under five ARI incident, beside house ventilation, smoker in house, andvitamin A suplementation which can increase children under five immunity to any infection. Due to the research results, it advisable to measure a housing health programme, anti smoking campaign (health promotion programme), and vitamin A suplementation fo children under five programme

Read More
T-4025
Depok : FKM UI, 2013
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Ruri Widowati; Pembimbing: Budi Haryanto; Penguji: Sri Tjahjani Budi Utami, Didik Supriyono
S-8312
Depok : FKM UI, 2014
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Wahyu Danil; Pembimbing: Budi Haryanto; Penguji: Zakianis, Bety, Setyorini
S-5574
Depok : FKM UI, 2008
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Retno Wulandari; Pembimbing: Sri Tjahjani Budi Utami; Penguji: Dewi Susanna, Lestari Kusuma Wardhani, Fachrudin Ali Achmad, Zakianis
T-4048
Depok : FKM UI, 2014
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Rizki Rahmawati; Pembimbing: Rahman; Penguji: Suyud Warno Utomo, Heri Nugroho
S-8153
Depok : FKM UI, 2014
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Resyana Yunita; Pembimbing: Budi Haryanto Penguji: Sri Tjahjani Budi Utami, Diana M. Pakpahan
S-6109
Depok : FKM UI, 2010
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Ruth Luciana; Pembimbing: Ririn Arminsih Wulandari; Penguji: Zakianis, Didik Supriyono
S-6540
Depok : FKM-UI, 2011
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Muhammad Hanif Fadhilah; Pembimbing: Bambang Wispriyono; Penguji: Laila Fitria, Sumiati
Abstrak:
Tingginya tingkat pencemaran udara masih menjadi permasalahan di DKI Jakarta. Hasil pemantauan kualitas udara oleh pihak Dinas Lingkungan Hidup Provinsi DKI Jakarta selama periode tahun 2020 menunjukkan hanya terdapat 8% periode kualitas udara yang menunjukkan kondisi baik. Sementara itu, Kota Jakarta Timur bahkan menjadi kota dengan jumlah kasus COVID-19 tertinggi di Indonesia yaitu sebanyak 300.198 kasus per 10 Juni 2022. Kecamatan Cipayung merupakan salah satu kecamatan dengan kasus COVID-19 tertinggi di Kota Jakarta Timur. Penelitian sebelumnya menunjukkan bahwa paparan dari zat polutan yang terdapat di udara ambien beserta faktor meteorologis dapat berkontribusi terhadap dinamika penularan penyakit COVID-19. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara konsentrasi NO2, konsentrasi SO2, suhu udara, kelembaban udara, curah hujan, dan kecepatan angin dengan kejadian COVID-19 di Kecamatan Cipayung Kota Jakarta Timur. Penelitian ini menggunakan desain studi ekologi dengan pendekatan analisis tren waktu. Seluruh data yang digunakan merupakan data sekunder pada tahun 2021 yang berasal dari BMKG, Suku Dinas Kesehatan Kota Administrasi Jakarta Timur, dan dataset NASA POWER (Prediction of Worldwide Energy Resources). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara suhu udara, kelembaban udara, dan kecepatan angin dengan kejadian COVID-19 di Kecamatan Cipayung Kota Jakarta Timur Tahun 2021. Namun, tidak terdapat hubungan yang signifikan antara konsentrasi NO2, konsentrasi SO2, dan curah hujan dengan kejadian COVID-19 di Kecamatan Cipayung Kota Jakarta Timur Tahun 2021. Kecepatan angin menjadi variabel yang paling dominan berpengaruh terhadap kejadian COVID-19.

The high level of air pollution is still a problem in DKI Jakarta. The results from air quality monitoring by the Environmental Agency of DKI Jakarta province during the 2020 period showed that only 8% of the air quality monitoring periods indicated good conditions. Meanwhile, East Jakarta City has the highest number of COVID-19 cases in Indonesia, namely 300,198 cases as of June 10 2022. Cipayung District is one of the districts with the highest COVID-19 cases in East Jakarta City. Previous studies have shown that exposure to pollutants in the ambient air and meteorological factors can contribute to the dynamics of COVID-19 disease transmissions. This study aims to determine the relationship between NO2 concentration, SO2 concentration, air temperature, air humidity, rainfall, and wind speed with the incidence of COVID-19 in East Jakarta City. This study uses an ecological study design with a time trend analysis approach. All data used is secondary data in 2021 originating from the BMKG, the Health Office of East Jakarta Administrative City, and the NASA POWER (Prediction of Worldwide Energy Resources) dataset. This study's results indicate a significant relationship between air temperature, air humidity, and wind speed with the incidence of COVID-19 in Cipayung District, East Jakarta City, in 2021. However, there is no significant relationship between NO2 concentration, SO2 concentration, and rainfall with the incidence of COVID-19 in Cipayung District, East Jakarta City, in 2021. Wind speed is the variable that has the most dominant influence on the incidence of COVID-19.
Read More
S-11202
Depok : FKM-UI, 2023
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Aulia Rahmi Cheni; Pembimbing: Ririn Arminsih Wulandari; Penguji: Haryoto Kusnoputranto, Budi Hartono, Laila Fitria, Erick Zicof, Desrizal
Abstrak:
Pencemaran udara menyebabkan berbagai masalah kesehatan salah satunya Infeksi Saluran pernapasan Akut (ISPA). Penyakit ISPA pada negara berkembang dengan angka kematian balita berada pada angka 40 per 1000 kelahiran hidup yaitu 15-20% pertahun pada golongan usia balita, kurang lebih 13 juta balita didunia meninggal setiap tahun terdapat pada negara berkembang. Prevalensi kejadian ISPA di Indonesia menurut Riset Kesehatan Dasar pada tahun 2018 yaitu sebanyak 9.3%. Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh konsentrasi pajanan PM10 dalam ruang terhadap kejadian ISPA pada balita di Kelurahan Surau Gadang Kecamatan Nanggalo Kota Padang Tahun 2024. Dengan menggunakan desain studi cross-sectional dilaksanakan pada bulan Mei – Juni 2024. Jumlah sampel sebanyak 130 balita. Rata-rata konsentrasi PM10 73,3 µg/m3. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan konsentrasi PM10 terhadap kejadian ISPA pada balita di Kelurahan Surau Gadang dengan nilai p=0,012. Selanjutnya penelitian ini mengonfirmasi bahwa terdapat pengaruh antara konsentrasi PM10 dalam ruang terhadap kejadian ISPA pada balita setelah dikontrol oleh kelembaban dan luas ventilasi.

Air pollution causes various health problems, one of which is acute respiratory infections (ARI). ARI disease in developing countries with under-five mortality rates are at 40 per 1000 live births, which is 15-20% per year in the under-five age group, approximately 13 million under-fives in the world die every year in developing countries. The prevalence of ARI in Indonesia according to Basic Health Research in 2018 was 9.3%. This study aims to determine the effect of indoor PM10 exposure concentration on the incidence of ARI in toddlers in Surau Gadang Village, Nanggalo District, Padang City in 2024. Using a cross-sectional study design conducted in May - June 2024. The number of samples was 130 toddlers. The average PM10 concentration was 73.3 µg/m3. The results showed a relationship between PM10 concentration and the incidence of ARI in toddlers in Surau Gadang Village with a value of p = 0.012. Furthermore, this study confirms that there is an influence between indoor PM10 concentrations on the incidence of URI in toddlers after being controlled by humidity and ventilation area.
Read More
T-7112
Depok : FKM UI, 2024
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Refni Wita; pembimbing: Rachmadi Purwana; Penguji: Renti Mahkota, Susiati
Abstrak: Kejadian Demam Berdarah Dengue (DBD) telah menjadi masalah kesehatanmasyarakat di wilayah Jakarta, khususnya di wilayah Kecamatan Duren Sawit.Kejadian DBD dipengaruhi oleh beberapa faktor yaitu karakteristik individu, tingkatpengetahuan, perilaku dan kondisi lingkungan. Tujuan dari penelitian ini adalahuntuk mengetahui faktor risiko kejadian DBD di wilayah Kelurahan Pondok Kelapa,Kecamatan Duren Sawit, Jakarta Timur. Desain penelitian yang digunakan adalahkasus kontrol. Penelitian dilaksanakan dari bulan Mei hingga Juni 2014 denganmemilih 50 kasus dan 50 kontrol secara acak. Pengumpulan data dilakukan melaluiwawancara langsung menggunakan kuesioner dan kegiatan observasi di rumahresponden. Hasil analisis bivariat menemukan bahwa terdapat hubungan antara umur(p value=0,000; OR=6,66), jenis kelamin (p value=0,007; OR=0,29) dan jenispekerjaan (p value=0,000; OR=6,64) dengan kejadian DBD di wilayah KelurahanPondok Kelapa. Dari penelitian ini dapat terlihat bahwa kerjasama lintas sektor dibutuhkan untuk melakukan pemberantasan penyakit DBD. Selain itu, penyuluhan perlu dilaksanakan untuk meningkat pengetahuan masyarakat sehingga mereka mampu mengubah perilakunya ke arah yang lebih baikKata kunci: DBD, karakteristik individu, pengetahuan, prilaku, lingkungan
Dengue Haemorrhagic Fever (DHF) has become a public health problem inJakarta, especially in Duren Sawit Subdistrict. Incidence of DHF is influenced byseveral factors such as individual characteristics, knowledge levels, behaviours andenvironmental conditions. The purpose of this research is to find out the DHF riskfactors in the Pondok Kelapa Urban Village, Duren Sawit Subdistrict, East Jakarta2014. This research used a case control design. It was held in May to June 2014 byselecting 50 cases and 50 controls randomly. The data collection was conductedthrough a direct interview with respondents by using a questionnaires andobservation activities in their residence. The result of bivariate analysis found thatthere are a meaningful relationship between age (p value=0,000; OR=6,66), sex (pvalue=0,007; OR=0,29) and type of work (p value=0,000; OR=6,64) with incidenceof DHF in Pondok Kelapa Urban Village, Duren Sawit Subdistrict. From thisresearch, it can be seen that the cross sector cooperation is needed to make aneradication of DHF. Beside that, counseling should be implemented in order toincrease public knowledge about DHF so they are able to change their behaviourtowards betterKeywords: DHF, individual characteristic, knowledge, behaviour, environmen
Read More
S-8495
Depok : FKM-UI, 2014
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive