Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 37792 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Achmad Chairi; Pembimbing: Heru Kusumanto
B-444
Depok : FKM UI, 2000
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Ernawaty; Pembimbing: Hasbullah Thabrany; Penguji: Peter A.W. Pattinama, Minarsih Moerdoko, Dumilah Ayuningtyas
B-938
Depok : FKM UI, 2006
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Lutfiah; Pembimbing: Wiku Adisasmito; Penguji: Peter A.W. Pattinama, Hendrik Manarang Taurany, Wirdah
Abstrak: Salah satu kegiatan di Rumah Sakit, bagian logistik merupakan bagian yang strategis setelah SDM dimana salah satu kegiatan penunjang medis yang paling strategis bagi pihak manajemen rumah sakit adalah kegiatan pelayanan di instalasi farmasi. Obat-obatan adalah investasi yang besar dalam suatu rumah sakit dan merupakan pendapatan terbesar juga untuk pihak rumah sakit. Dengan nilai investasi yang demikian besar dan jumlah item barang yang banyak sangat diperlukan suatu pengelolaan yang optimal, diantaranya sistem perencanaan dan pengendalian yang baik. Stock obat di gudang farmasi RS Ananda rata-rata bulanan tahun 2004 Rp. 383.538.740,00 dari total persediaan rata-rata bulanan (stok awal ditambah pembelian) yaitu 1.033.562.530,00 atau sekitar 37,1%. Sisa stok per 25 Desember 2003 adalah Rp. 537.805.000,00 meningkat 35,5% menjadi Rp. 729.111.577,00 per 25 Desember 2004. Hal ini membuktikan bahwa peningkatan stock obat tersebut tidak diimbangi dengan pemakaian obat sehingga dapat merugikan rumah sakit baik dari segi pelayanan maupun keuangan Rumah Sakit Ananda. Tujuan umum penelitian ini adalah mengidentifikasi tingkat persediaan obat yang ada di gudang famasi RS Ananda Bekasi, merencanakan dan mengendalikan jumlah pemesanan obat yang ekonomis agar tersedia obat dalam jumlah yang optimal.
Tujuan khusus penelitian ini adalah (1) mendapatkan gambaran mengenai logistic farmasi RS Ananda dalam hal kebijakan, organisasi, sarana, dan SDM; (2) menentukan kelompok nilai pemakaian, nilai investasi, dan nilai kritis yang mempunyai nilai tinggi, sedang, dan rendah; (3) menyusun perencanaan penyediaan obat dengan menentukan jumlah pemesanan yang ekonomis. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dan diperkuat dengan analisa deskriptif dimana data diperoleh dari data primer yaitu observasi, wawancara dengan coordinator gudang, manager penunjang medis, dan direktur, dan kuesioner. Sedangkan data sekunder didapat dari laporan pemakaian obat-obatan tahun 2004 dan harga dari obat-obatan selama periode tahun 2004. Hasil penelitian dengan menggunakan analisa ABC Indeks Kritis didapatkan 21 item obat yang termasuk kategori sangat kritis. Dari ke-21 item ini kemudian dicari nilai EOQ dan ROP sehingga didapatkan jumlah pemesanan yang ekonomis dan kapan kita harus memesan kembali obat-obatan tersebut.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada beberapa faktor yang mempengaruhi proses perencanaan dan pengendalian obat-obatan Rumah Sakit Ananda yaitu kebijakan yang berhubungan dengan kegiatan logistik farmasi khususnya belum dibuatnya daftar formularium, ketidakjelasan organisasi logistik farmasi ,keterbatasan tenaga baik dari kualitas maupun kuantitas, dan sarana yang tersedia di gudang farmasi belum memadai. Upaya yang dilakukan untuk memperbaiki perncanaan dan pengendalian obat-obatan di gudang farmasi RS Ananda yaitu dengan menggunakan metode analisis ABC Indeks Kritis dan pengendalian persediaan dengan EOQ dan ROP, meningkatkan kualitas maupun kuantitas Sumber Daya Manusia, meningkatkan sarana yang terdapat di gudang farmasi, membuat daftar formularium, membuat SOP yang berhubungan dengan kegiatan logistik farmasi. Tujuannya adalah agar perencanaan dan pengendalian obat-obatan Rumah Sakit Ananda dapat berjalan dengan efektif dan efisien.

One of the activities in the hospital, in the logistic department is a strategic one after Human Resources in which one of the most strategic medical supporting activities for the hospital management is a service activity at the pharmaceutical installation. Drugs are big investment in a hospital as well as the biggest revenue for the hospital. With such big investment and large number of items are essential for the optimum management, among other things are good planning and control system. Drugs stock at pharmaceutical warehouse of Ananda Hospital of monthly in 2004 is Rp. 383.538.740,00 of the total monthly average stock (initial stock plus purchase) that is 1.033.562.530,00 or about 37,1%. Remaining stock as for December 25, 2003 is Rp. 537.805.000,00 increasing 35,5% to Rp. 729.111.577,00 as for December 25, 2004. This suggests that the increase in the drug stock is not counterbalanced with drug intake thus representing a good hospital in terms of both service and finance of Ananda Hospital.
General objective of this research is to identify the drug stock available at the pharmaceutical warehouse of Ananda Hospital Bekasi, planning and control the number of economical drug orders in order that the drugs in the large number are available that are optimum. Specific objective of this research is to obtain the representation of the pharmaceutical logistics of Ananda Hospital in terms of desirability, organization, means, and Human Resources; (2) to determine the group of application, investment, and critical values that have high, median and low values (3) to organize the drugs stock planning by determining economical amount of orders. This research is a quantitative research and is enforced with descriptive analysis where the data is obtained from the primary data that is observation, interview with the warehouse coordinator, medical supporting manager, and director, and questionnaire. Meanwhile the secondary data is obtained from the drugs administration report of year 2004 and the drugs price during the 2004 period. The results of this research using the analysis of ABC Critical Index are that 21 drug items are obtained including very critical category. Of these 21 items, then the EOQ and ROP values are requested so the economical amount of orders are obtained and when we should place order the drugs again.
Research results suggest that there are several factors that influence the drug planning and control process of Ananda Hospital that is the desirability concerning the activity of pharmaceutical logistic in particular the formularium list has not been developed, ambiguity in the pharmaceutical logistic organization, lack of personnel in terms of both quality and quantity, and the available means at the pharmaceutical warehouse is insufficient. The attempts that are made to correct the drugs planning and control at the pharmaceutical warehouse of Ananda Hospital is by using a ABC Critical Index ABC and stock control by EOQ and ROP methods, improving both quality and quantity of Human Resources, improving the means available at the pharmaceutical warehouse, developing formularium list, making SOP regarding the pharmaceutical logistic activities. Its aims are that the drug planning and control of Ananda Hospital may work effectively and efficiently.
Read More
B-886
Depok : FKM UI, 2005
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Cleve Sumeisey; Pembimbing: Purnawan Junadi; Penguji: Hafizurachman, Dono Widiatmoko, Sonar Sidjabat, Adiani Ayudi Rahma
Abstrak:

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh adanya tuntutan perkembangan perumahsakitan di Indonesia yang semakin kompleks namun harus tetap mengutamakan mutu pelayanan, efektifitas dan efisiensi. Obat-obatan sebagai alat utama penyembuhan pasien merupakan biaya rutin terbesar rumah sakit (40%-50%), disamping itu jenis, sediaan, dan harganya yang semakin banyak dan bervariasi (lebih kurang 7000 jenis) mengharuskan manajemen untuk mengendalikan persediaan obat dengan bijaksana. UGD RSU FK-UKI sebagai tempat penelitian belum menerapkan sistem pengendalian persediaan obat berbasis evidence. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis persediaan obat di UGD RSU FK-UKI berdasarkan indeks kritis ABC agar dapat diambil langkah-langkah kebijaksanaan yang relevan dalam upaya pengendaliannya. Jenis penelitian ini merupakan studi kasus dengan pendekatan kuantitatif dan kualitatif. Data persediaan obat dianalisis dan dikelompokkan berdasarkan indeks kritis ABC, informasi mengenai kebijakan pengendalian persediaan obat diperoleh melalui interview mendalam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengendalian formal menimbulkan permasalahan dalam persediaan obat. Hal ini diakibatkan oleh makin bervariasinya sediaan obat, tingkat penggunaan, dan perilaku para dokter pengguna sediaan. Setiap sediaan mempunyai karakteristik yang berbeda berdasarkan nilai inventory costasi, nilai pemakaian dan nilai kritisnya dalam pengobatan pasien. Ketiga faktor ini menjadi dasar pertimbangan manajemen dalam mengeluarkan kebijakan pengendalian obat secara ilmiah dan dapat dipertanggungjawabkan. Perbedaan karakteristik setiap obat diatas menjadi dasar perlakuan manajemen terhadap masing-masing obat sesuai dengan pengelompokannya. Kebijakan pengendalian obat dalam perencanaan, pengadaan, distribusi dan penggunaan sesuai dengan pengelompokan diatas dapat menghindarkan dan meminimisasi pemborosan biaya persediaan obat dan meningkatkan mutu pelayanan.


 

Policy of Drug Inventory Control Based on Analysis of Critical Indexes of ABC at Emergency Care Unit in General Hospital of Medical Faculty of Universitas Kristen Indonesia in the year 2001The background of the research was the fact that the development of hospital services in Indonesia was increasingly complex, however emphasized on quality, efficiency and effectiveness of the services. Drug as the main material of therapy was the biggest operational cost (40%-50%), beside that it was vary extremely in specificity (7000 spec.), packing and cost made the management has to control drug inventory wisely. Emergency Care Unit in General Hospital of Medical Faculty of Universitas Kristen Indonesia as the place of research was still not performing the drug inventory control system based on evidence. The purpose of this research was to analyze drug inventory in Emergency Care Unit in General Hospital of Medical Faculty of Universitas Kristen Indonesia based on Critical Indexes of ABC in case of making the relevant policies to control them. This type of research was a case study with a quantitative and qualitative approach. Drug inventory data in the year of 2001, consisting of 138 drug items was analyzed and classified by ABC Critical Indexing. The information of inventory control policies was obtained from in-depth interviews. The result from the research showed that the formal controlling makes many problems for drug inventory. It's happened because inventory variety, grade of utility, and behavior of the physicians use the medicine. Each item of inventory must be treated individuals in inventory planning. This treatment was varies by inventory cost value, utility value, and critical index of each drug. Three factors must be the basis of management to issue the policy of drug inventory in law of scientific and accountable. The differences of drug characteristic could be basic of management to treat each drug depend on its classification. Policy of drug inventory in planning, purchasing, distribution and use refer to the classification in order to prevent and minimize unnecessary cost of drug inventory either to increase the quality of service.

Read More
B-633
Depok : FKM-UI, 2002
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Alfian Husin; Pembimbing: Sandi Iljanto; Penguji: Purnawan Junadi, Atik Nurwahyuni, Elly Muslikah
Abstrak: Abstrak
Tesis ini menganalisis efisiensi ketersediaan obat-obatan dan bahan habis pakai di Balai Kesehatan Kerja Pelayaran Direktorat Jenderal Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan pada tahun 2012. Penelitian ini menggunakan perhitungan Analisis Indeks Kritis ABC, yakni dengan menggabungkan nilai pemakaian barang farmasi, nilai investasi barang farmasi dan nilai kritis dari dokter pengguna (user). 
Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai investasi yang digunakan hanya limapuluh persen saja dari anggaran barang farmasi yang dibelanjakan dan terdapat sepuluh persen dari nilai investasi barang farmasi yang tidak terpakai sama sekali (Death Stock). Maka dapat disimpulkan bahwa ada ketidakefisienan didalam hal pengadaan barang farmasi di Balai Kesehatan Kerja Pelayaran (BKKP). 
 This thesis analyzes the efficiency of the availability of medicines and consumables in the Occupational Health Clinic Shipping Directorate General of Sea Transportation, Ministry of Transportation in 2012. This study used calculations ABC Critical Index analysis, by combining the value of pharmaceutical consumption goods, investment goods and the critical value of the pharmaceutical physician user (user). 
The results showed that the value of investments used only fifty percent of the budget is spent pharmaceutical items and there are ten percent of the value of investment goods unused pharmaceuticals at all (Death Stock). It can be concluded that there are inefficiencies in the procurement of pharmaceuticals in the Occupational Health Clinic Shipping (BKKP).
Read More
B-1465
Depok : FKM-UI, 2013
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Lanisa Nauli Sitorus; Pembimbing: Wahyu Sulistiadi; Penguji: Helen Andriani, Vetty Yulianty Permanasari, Jimmy Kurniawan, Dian Marsudiwati Ali
Abstrak: Pelayanan kesehatan di Rumah Sakit Membutuhkan Bahan dan Alat Kesehatan Habis Pakai, Stok yang cukup memberikan keleluasan dalam melakukan tindakan ataupun pengobatan yang dibutuhkan oleh pasien , terutama untuk Bahan dan Alat Kesehatan Habis Pakai yang berhubungan dengan Covid 19 yang masuk kelompok AV diharapkan tidak pernah terjadi kekosongan stok.Dibutuhkan analisis khusus untuk mengelompokkan Bahan dan Alat Kesehatan Habis Pakai menjadi kelompok kelompok yang dapat dilihat proses pengendalian persediannya. Penelitian ini bertujuan untuk mengklasifikasikan Bahan dan Alat Kesehatan Habis Pakai dalam kelompok yang tepat, kemudian memilihkan metode pengendalian persediaannya. Desain penelitian ini adalah penelitian Operational Research , analisis yang digunakan adalah deskriptif analitik. Hasil Penelitian ini menunjukkan bahwa dari Analisis ABC Indeks Kritis dan VEN didapatkan kelompok AV berjumlah 23 item , dimana 13 item diantaranya merupakan BAHP untuk kebutuhan terkait Covid 19. Hasil penghitungan pengendalian persediaannya dengan metode Economic order Quantity (EOQ) dan Reorder Point (ROP) menunjukkan hasil angka yang dapat digunakan sebagai acuan dalam menjaga stok tetap terjaga. Rumah Sakit Awal Bros Ujung Batu belum memiliki sistem pengendalian persediaan yang akurat, sehingga dirasa perlu untuk menggunakan metode pengendalian persediaan agar tidak pernah terjadi kekurangan atau kosong stok
Health services in hospitals require consumable medical materials and devices, sufficient stock to provide flexibility in carrying out the actions or treatment needed by patients, especially for consumable medical materials and devices related to Covid 19 which are included in the AV group, it is hoped that this will never happen stock void. Special analysis is needed to classify Ingredients and Medical Consumables into groups that can be seen the process of controlling their supplies. This study aims to classify consumable medical materials and devices into the right groups, then choose the inventory control method. Design of this research is Operational Research, the analysis used is descriptive analytic. The results of this study indicate that from the ABC Critical Index and VEN analysis, it is found that the AV group consists of 23 items, of which 13 items are consumable medical materials and devices for Covid 19 related needs. The results of the calculation of inventory control using the Economic Order Quantity (EOQ) and Reorder Point (ROP) methods show the results of numbers that can be used as a reference in keeping stocks in check. Awal Bros Hospital in Ujung Batu does not yet have an accurate inventory control system, so it is necessary to use an inventory control method so that there is never a shortage or empty stock
Read More
B-2162
Depok : FKM-UI, 2020
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Wywy Kusumadinarta; Pembimbing: Adang Bachtiar; Penguji: Mieke Savitri, Puput Oktamianti, Wirda Saleh
Abstrak:

RSUD Kota Bekasi sebagai Badan Layanan Umum (BLU) harus meningkatkan daya saing RS di era globalisasi dengan melakukan refonnasi manajemen yang diharapkan dapat menyelesaikan berbagai masalah manajemen dalam efisiensi. produktivitas, kualitas dan patient responsiveness. BLU mempakan suatu badan kuasi Pemerintah yang tidak bertujuan mencari laba, meningkatkan kualitas dan memberikan fleksihilitas manajemen RS. RSUD Kota Bekasi merupakan satu dari beberapa RS yang beberapa RS yang berada di perbatasan dengan DKI Jakarta, sehingga tingkat persaingan sangat tinggi, dengan demikian diperlukan pengembangan strategi yang jelas dan penjabarannya sampai ke tingkat operasional. Untuk itu peneliti berusaha untuk membantu penerapan strategi dengan menggunakan Balanced Scorecard di IGD scbagai he frontliner RSUD Kota Bekasi. Balanced Scorecard (BSC) merupakan a1at manajemen untuk menttansfonnasikan strategi menjadi aksi. BSC mampu menje1askan dan rnenerjemahkan strategi secara komprehensif dan dapat dijatankan dalam kegiatan operasional sehari-bari. Kinetja ditetjemahkan ke dalam sasaran dan tolok ukur yang jelas dan spesifik melalui keempat perspektif : keuangan, pelangganproses bisnis internal. serta pembelajaran dan pertumbuhan sehingga kinelja dapat dimonitor dan dievaluasi secara berkafa untuk mengetahui kemajuannya dalam pencapaian strategi. (Kaplan dan Norton, 1996). Penelitian yang dilakukan merupakan pcnclhian operasional (Riset Operasional), yaitu penelitian yang berhubungan dengan penernpan suatu metode yang sesuai dengan somber daya yang tersedia. Dalam tahap pengembangan BSC, dibagi kinerja yang didasarkan pada uraian jabalan belum pemah dilakukan, tidak ada evaluasi terhadap kinerja setiap individu yang bertugas di IGD, yang ada hanya mengukur jumlah kunjunganjumiah pendapatan, dan survei kepuasan pelanggan. 4) Penilaian kinerja di Instalasi Gawat Darurat beJum memiiiki aJat ukur dan basil akur. Penilaian kine!ja yang ada hanya berdasarkan indikator (SPM) IGD yang dltetapkan DepKes. 5) Media komunikasi dilakukan sebulan sekali, namun jika ada pennasaiaban mendadak seperti keluhan pasien atau keluban dokter spesiatis, maka rapat bisa dilakukan sewaktu-waktu. namun belum dioptimatkan sebagai media monitoring: dan evaluasL Fase II Proses Cascading Strategi RS yaitu : 1) strategi IGD yang sesuai visi dan misi didapatkan melalui wawancam dan FGD rnengbasilkan pengembangan strategi yang disepakati bersarna. 2} Pengembangan strategi juga dituronkan dari renstra RSUD, 3) Pela Strategi IGD dibuat melalui dua iterasi, melalui FGD dan CDMG, 4) Membangun BSC dengan empat perspektif di dapat perspektif pelanggan 25%, proses bisnis internal 35o/o, pembelajaran dan pertumbuhan 25%, keuangan 15%. Berdasarkan penelitian ini, dapat diketahui bahwa sangat diperlukan suaut penjabaran KPI yang jelas untuk masing-masing pemegang jabatan dan individu yang disesuaikan dengan tugas dan tanggung jawab. Sistem Pelapon:rn dan review KPI perlu dijalankan secara berkala agar dapat diketahui kemajuan dalam pencapaian strategi melalui pencapaian KPJ. Eva1uasi kinerja hendaknya didasrakan pada pencapaian KPI pada masing-masing individu.


 

RSUD Kota Bekasi as a Public Service Board have to well-develop to face hospital competition as global by reforming management to manage all those management's complexity in such efficient. productivity, quality and patient responsiveness. Public Service Board becoming a government institution which is a Non-Profitable entity, up grading the quality and giving hospital's management to more flexible way. RSUD Kota Bekasi is one from those hospitals which is located at the border from DKI Jakarta. This means the degree of competition is very high, therefore need a clear strategy development in all sectors, especially at operational sector. Research and Development people has to help out to implement all strategies by using Balanced Scorecard at Emergency Department as the front/iner RSUD Kota Bekasi. Balanced Scorecard (BSC) is a management tool in transforming all strategy into action. BSC can explain and translating in such comprehensive way and can be implemented as a daily operational. Productiveness can be translated and can became a clear specific measurement through 4 perspective such as financial, customer, internal business and learning procedure and growth which all these can be monitored and being evaluated into several steps to know whether the growth still in corridor of strategy achievement. (Kaplan dan Norton, 1996). Any research taken is an Operational Research which is related in implementation a method with all provided internal resources. There are 2 phases in BSC's development step. Phase I is Analyzing Current Performance system to review the system that already implemented, then Phase II is Cascading Process of satisfaction survey.4) The productivity measurement at Emergency Department of performance appraisal is not clear. 5) Regular meeting is taken monthly. however if there is an urgent incident such complaints the meeting an optimized as media monitoring dan evaluation. Phase II Cascading Process of Hospital's Strategy are : 1) AU Emergency Department's strategy relating with hospital's vision and mission which obtained through interview and FGD resulting strategy development to all members 2) planning also giving several feedback for strategy development.3) Emergency Department Strategy Map is made through two iteration, which are through FGD and CDMG, 4) Developing BSC with four perspectives are consists of 25% of Customers perspective, 35% of Internal Business. 25% of learning and growing then J 5% of financial. Through this research, we can make a conclusion that a very clear of KPl s cascading is really a crucial part to aU hospitat?s members and to every person to aU their duties and responsible. System report and review of KPI need to be done step by step so can be noticed on the strategic achievement Productivity evaluation must base on the achievement to each person individu.

Read More
B-1203
Depok : FKM-UI, 2009
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Neneng D. Nurman; Pembimbing: Hasbullah Thabrany
B-442
Depok : FKM UI, 2000
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Nelly Windarti; Pembimbing: Torang Panyusunan Batubara
B-677
Depok : FKM-UI, 2003
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive