Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 34441 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Djasmusdin Djalal; Pembimbing: Ede Surya Darmawan; Anwar Hasan
T-2005
Depok : FKM-UI, 2004
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Dadang Iskandar; Pembimbing: Ede Surya Darmawan; Bambang Wispriyono
T-2050
Depok : FKM-UI, 2004
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Andra Sjafril; Pembimbing: Jaslis Ilyas; Penguji: Rina Artining Anggorodi, Ede Surya Darmawan, Rusmiyati, Ontoseno Mahartoyo
Abstrak:

Pembangunan kesehatan merupakan bagian integral dari pembangunan nasional. Pemerintah telah mencanangkan suatu gerakan pembangunan yang berwawasan kesehatan sebagai strategi nasional menuju "Indonesia sehat 2010". Untuk itu diperlukan organisasi kesehatan yang mendukung terlaksananya program pembangunan kesehatan, salah satunya adalah Puskesmas. Dan cakupan program kegiatan Puskesmas di Kabupaten Indragiri Hulu pada tahun 2000 diketahui bahwa angka pencapaian Hepatitis B ke-3 (HB 3), kunjungan ibu hamil ke-4 (K 4), pemberian tablet besi (Fe) dan imunisasi U 2 masih rendah, ada program kegiatan yang angka cakupannya telah mencapai target namun terdapat selisih yang cukup tinggi antara cakupan kegiatan yang satu dengan kegiatan yang lain (K 4 dan Fe 3), pemanfaatan Puskesmas oleh masyarakat belum optimal dan belum diketahuinya kegiatan manajemen Puskesmas dalam rangka pencapaian program.Penelitian ini dilakukan untuk memperoleh informasi gambaran sistem manajemen input Puskesmas yang meliputi SDM (jumlah pegawai, pengetahuan, motivasi, sikap dan kepemimpinan), dana, sarana serta kebijakan. Disamping itu dilihat juga sistem manajemen proses di Puskesmas yang meliputi PTP, lokakarya mini dan stratifikasi Puskesmas dan informasi tentang penampilan kerja dari cakupan program.Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif melalui wawancara mendalam dengan informan kepala divas kesehatan, Kepala Puskesmas Sei Lala dan Puskesmas Kuala Cinaku, serta camat dimana kedua Puskesmas berada, DKT dengan peserta kepala tata usaha dan kepala unit di kedua Puskesmas, melakukan telaah dokumen untuk mendapatkan ukuran kinerja cakupan program Puskesmas. Pengolahan data dibuat dalam bentuk matriks yang diperoleh dari transkrip wawancara mendalam dan DKT, teknik analisis yang digunakan adalah teknik analisa isi, yaitu dianalisis sesuai dengan topik dan melakukan identifikasi menjadi beberapa topik.Hasil penelitian menunjukkan bahwa jumlah pegawai dikedua Puskesmas kurang, pegawai dikedua Puskesmas merasa perlu tambahan pengetahuan, gaya kepemimpinan kedua kepala Puskesmas adalah gaya kepemimpinan sistem IV (gaya kepemimpinan partisipatif). Ada perbedaan cara memotivasi kerja dikedua Puskesmas. Pegawai dikedua Puskesmas memiliki sikap kerja yang positif. Pendanaan dan saran yang ada dikedua Puskesmas masih kurang. Kedua Puskesmas melaksanakan kebijakan dengan fleksibel. Diketahui juga bahwa kedua Puskesmas tidak melaksanakan PTP sesuai dengan pedoman. Kedua Puskesmas kurang memahami lokakarya mini dan pada tahun lalu lokakarya mini tidak dilaksanakan. Adapun stratifikasi Puskesmas dilaksanakan oleh kedua Puskesmas sebatas hanya melaksanakan instruksi dari dinas kesehatan. Pembinaan yang kurang dari dinas kesehatan dalam melaksanakan PTP, lokakarya mini dan stratifikasi Puskesmas. Dari telaah dokumen diketahui bahwa hanya ada 1 cakupan yang memenuhi target pada Puskesmas Kuala Cinaku, sebaliknya hanya 1 cakupan yang tidak memenuhi target pada Sei Lala.Disarankan agar dinas kesehatan lebih sering memberikan kesempatan terutama kepada pegawai Puskesmas Kuala Cinaku untuk mengikuti pelatihan, melakukan pembagian hari kerja dokter gigi dan atau perawat gigi yang bekeda di Puskesmas yang terdekat dengan kedua Puskesmas, segera melakukan pengadaan Puskesmas keliling roda 4 untuk Puskesmas Kuala Cinaku, melakukan pelatihan PTP, lokakarya mini dan stratifikasi Puskesmas, meminta keseriusan pemegang program di dinas kesehatan dan pegawai Puskesmas dalam melaksanakan PTP, lokakarya mini dan stratifikasi Puskesmas, mengusulkan kepala Puskesmas dengan status PTP dengan kinerja yang baik untuk menjadi pegawai negeri. Agar pegawai dikedua Puskesmas selalu bertanya kepada teman-teman di Puskesmas lain ataupun dinas kesehatan apabila ada kegiatan yang tidak dimengerti.


 

Qualitative Analysis to Performance of Public Health Center at Sei Lala and Kuala Cinaku, in Indragiri Hulu Distric on 2002Health development is an integral part of the national development. The Government has declared health, as a development movement to be the national strategy, which leads to "Healthy Indonesia 2010". In order to support the health development program, one of health organizations needed is public health center (PHC). It is found out that in 2000 scope of activity program of PHC in the region of Indragiri Hulu achieved Hepatitis B 3'(HB 3), pregnant mother visiting 4th (K 4), iron tablet (Fe) and immunization second TT giving a low rate in a certain program, however, it achieved the target in other program(K 4 and Fe 3). This showed a high rate ration in one activity compared to other activity. The community had not taken the advantage of PHC optimally and not been aware of its program management in the purpose of program achievement.This research was conducted to gain information on the system of PHC input management, which covered human resources development (number of employee, knowledge, motivation, attitude and leadership), fund, facility and policy. Beside that we also looked into the system of process management, which covered PTP, small workshop, PHC stratification and work performance of the program.This research used a qualitative approach by interviewing informant of the head of health department, the head of PHC Sei Lala and Kuala Cinaku, and both its sub district heads, FGD with the administrators and the unit head of both government PHC and by doing document study to get performance measurement of the PHC program. Data processing is made in the form of matrix obtained from interview transcript and FGD. Analyze technique used is essay analyze technique, namely it is analyzed by topics and identified into some topics.The result of the research showed that both PHCs have lack of number of employees and they need additional knowledge. Type of leadership of both PHC use system IV Leadership (participative management). There was a difference in the work motivation, however they had a positive work attitude and implemented a flexible policy. Both PHCs were lack of funding and facility, not implementing PTP in accordance to the guidance and lack of understanding small workshop and PHC stratification. It was found from document study that only one scope fulfill the target at PHC Kuala Cinaku, on the other hand, only one scope did not fill the target PHC Sei Lala.It is suggested that health service give an opportunity more often, especially to the employee of PHC Kuala Cinaku to attend training and to divide good description of work day for the dentist and nurse who work at the nearest PHC from both PHCs. It is recommended that there be a mobile PHC for PHC Kuala Cinaku to conduct PTP training, small workshop and PHC stratification. It is asked that program holder in the health service and the PHC employee conduct PTP seriously, small workshop and PHC stratification. It is suggested that the head of PHC have PTP status and good work performance to be a civil servant. All employees of both PHC should keep asking questions to their colleagues form other PHC about ongoing activities that are not understandable.

Read More
T-1246
Depok : FKM-UI, 2002
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Teppy Wawan Dharmawan; Pembimbing: Dumilah Ayuningtyas; Purnawan Junadi
T-2047
Depok : FKM-UI, 2004
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Puspa Indah; Pembimbing: Hafizurrachman; Penguji: Mieke Savitri, Faridatul Asni
S-4586
Depok : FKM-UI, 2006
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Purwadi Ardinoto; Pembimbing: Anhari Achadi; Sandi Ilyanto
T-1978
Depok : FKM-UI, 2004
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Anni Yulianti; Pembimbing: Purnawan Junadi, Agus Suwandono; Penguji: Adang Bachtiar, Nugroho Soeharno
Abstrak: PERSEPSI STAKEHOLDERS TENTANG KINERJA FUNGSI SISTEM PENELITIAN KESEHATAN NASIONAL Anni Yulianti, Purnawan Junadi, Agus Suwandono ABSTRAK Latar belakang : Analisis mengenai kinerja fungsi sistem penelitian kesehatan nasional akan sangat bermanfaat untuk identifikasi penguatan dan peningkatan sistem dalam mendukung tercapainya pemerataan kesehatan di negara maju maupun negara miskin dan berkembang. WHO merumuskan ada 4 fungsi utama sistem penelitian kesehatan (litkes) yaitu stewardship, financing, creating and sustaining resources, producing and using research (WHO, 2001). Sebagai langkah awal untuk mengukur kinerja sistem penelitian kesehatan nasional, WHO melaksanakan pilot phase study di 17 negara pada tahun 2003 – 2004. Di Indonesia survey ini dilakukan di Jakarta dan Makassar dengan menggunakan instrumen survey yang dikembangkan oleh WHO. Sampai saat ini data tersebut belum dianalisis lanjut. Tujuan. Penelitian ini dimaksudkan untuk mengukur skor kinerja 3 (tiga) fungsi sistem litkes yaitu stewardship, creating and sustaining resources, producing and using research menurut pendapat stakeholders (peneliti, pembuat kebijakan, dan pengguna hasil litkes). Metodologi. Ketiga fungsi sistem tersebut dinilai dengan pengukuran rata-rata skor pendapat terhadap 6 dimensi yaitu lingkungan penelitian kesehatan; pandangan sistem pada penelitian kesehatan, pembuatan litkes, penggunaan litkes, akses literur ilmiah dan akses media. Analisis data dilakukan terhadap 278 responden dengan pendekatan kuantitatif (univariat dan cross tabulasi tanpa uji statistik) dan kualitatif (analisis terhadap pertanyaan terbuka). Hasil. Temuan survei ini menunjukkan bahwa responden adalah 62.2% peneliti; 21.6% pembuat kebijakan; dan 16.2% pengguna hasil penelitian kesehatan. Lebih dari 80% responden adalah PNS yang sudah bekerja antara 2 – 51 tahun ( : 18 tahun) dengan range penghasilan Rp. 1 - 20 juta/bulan ( : Rp. 2,5 juta/bulan) dan sekitar 89% berpendidikan pasca sarjana. Kinerja fungsi sistem penelitian kesehatan secara keseluruhan dinilai belum baik oleh 54,7% responden. Dari 6 dimensi yang dinilai, kinerja baik pada fungsi stewardship dan fungsi producing reserach. Sebaliknya kinerja tidak baik pada fungsi creating and sustaining resources; dan fungsi using research; akses literatur ilmiah; dan akses media. Hasil analisis kualitatif menyatakan lima area yang berkontribusi penting dan prioritas untuk penguatan lingkungan penelitian di Indonesia adalah: pendanaan, fasilitas, gaji, kerjasama, dan komunikasi. Sedangkan lima komponen yang berkontribusi penting dan prioritas untuk penguatan sistem litkes adalah visi, SDM, pendanaan, etik litkes dan alokasi. 2 (dua) prioritas utama agenda Litkes menurut ketiga kelompok adalah masalah kesehatan masa depan dan masalah kesehatan persisten atau yang bertahan lama. Kesimpulan. Temuan penelitian ini menunjukkan bahwa sistem litkes nasonal belum berfungsi optimal. Upaya peningkatan dapat dilakukan dengan revisi dan reorientasi prioritas litkes antar stakeholders; peningkatan alokasi dana secara bertahap; optimalisasi peran dan fungsi jaringan litbangkes di pusat dan daerah; dan peningkatan fungsi stewardship Badan Litbangkes dalam kapasitas ‘good scientific leadership’. Selanjutnya studi serupa dapat dilaksanakan di kota-kota lain dengan perbaikan dan penyederhanaan kuesioner untuk mendapatkan hasil yang lebih representatif Indonesia. Kata Kunci : Health Research System; Performance Assessment ABSTRACT Background. National Health Research System (NHRS) performance assessment will be very important to strengthen the capability of National Health System in order to improve the advancement of knowledge and health equity. In measuring the performance of NHRS, WHO has developed four major components of NHRS functions, which are stewardship, financing, creating and sustaining resources, and producing and utilization of health research (WHO, 2001). In testing the measurement tools, WHO carried out a pilot phase study of Health Research System Analysis (HRSA) in 17 countries in 2003-2004 including Indonesia. The National Institute of Health Research and Development (NIHRD) have carried out this pilot testing of NHRS instruments in Jakarta and Makassar since 2003. Objective. The objective of this study was to measure the three functions performance of stewardship, creating and sustaining resources and producing and utilizing of health research based on the perceptions of NHRS stakeholders (researchers, policy makers and users). Method. Study design was cross sectional with quantitative and qualitative data analyses for 278 respondents of HRSA Individual Survey. Results. Respondents are stakeholders of the NHRS, they are researchers (62.2%), policy makers (21.6%) and research users (16.2%). Overall performance of NHRS functions has been perceived as not well performed by 50.4% respondents. Out of 6 dimensions of measurement, only good performances on stewardship and producing research have been perceived by respondents. In the other hand, the performance of creating and sustaining resources, research utilization, access to scientific literatures and access to media have been perceived unsatisfactorily by the respondents. Important contribution areas and also as major priorities in improvement and strengthening the NHRS in Indonesia are: networking, facility, budget, collaboration and communication. While important contribution components and also as major priorities in improving and strengthening the NHRS in Indonesia are vision, human resources on health research, ethics on health research, health research budget and allocation. The main research priorities were identified as future health problem and persistent health problem in all respondent’s groups. Conclusions. In summary, NHRS were not yet in optimum well functions. Based on the study findings, some recommendations are proposed to strengthen the system as follows: pledged to increase budget allocation policies systematically at least to 2% of national health budgets as COHRED’s recommendation and also improve budget accountability; activating the national and local networking of health research and development, including the partnership between NIHRD - National research council and National Commission on Health Research and Development; Improvement of stewardship function of NIHRD in its capacity as ‘good scientific leadership’; and expansion of similar study to other cities and provinces with improvement of survey instruments in order to get better representative findings of Indonesia’s NHRS. Key Words : Health Research System; Performance Assessment
Read More
T-2150
Depok : FKM-UI, 2005
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Runiningsih; Pembimbing: Rijadi, Suprijanto; Hasyim, Salma
Abstrak: .
Read More
L-211
[s.l.] : [s.n.] : s.a.]
S1 - Laporan Magang   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Shania Zachra Nurfuadi; Pembimbing: Mardiati Nadjib; Penguji: Budi Hartono, Dwi Indah Anjarsari
Abstrak:

Ketersediaan bahan pengujian yang tepat waktu menjadi salah satu faktor penentu
dalam kelancaran proses pengujian di laboratorium, terutama dalam mendukung
fungsi karantina dan perlindungan kesehatan masyarakat melalui keamanan
pangan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran pelaksanaan sistem
manajemen logistik bahan pengujian di Laboratorium Mikrobiologi Balai Besar Uji
Standar Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan, dengan meninjau aspek input,
proses, output, dan dampak logistik. Penelitian ini menggunakan pendekatan
deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa masih terdapat beberapa
kendala, seperti belum optimalnya ketersediaan bahan pengujian dari aspek waktu.
Masalah tersebut berdampak pada terjadinya kekosongan stok bahan pengujian
(stockout) dan keterlambatan pengujian. Kondisi ini berpotensi menghambat proses
tindakan karantina, menunda pengambilan keputusan tindakan, serta berisiko
menganggu keamanan pangan sebagai perlindungan kesehatan masyarakat

The timely availability of testing materials is one of the key factors determining the smooth execution of laboratory testing processes, particularly in supporting quarantine functions and protecting public health through food safety. This study aims to describe the implementation of the logistics management system for testing materials at the Microbiology Laboratory of the Central Laboratory for Standards Testing of Animal, Fish, and Plant Quarantine, by examining the aspects of input, process, output, and the impacts of logistics. This research uses a descriptive qualitative approach. The results show that there are still several challenges, such as the suboptimal availability of testing materials in terms of timing. This issue has led to stockouts and delays in testing. Such conditions have the potential to hinder quarantine measures, delay decision-making, and pose risks to food safety as part of public health protection efforts.

 

Read More
S-12024
Depok : FKM UI, 2025
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Isdioso; Pembimbing: Ayuningtyas, Dumilah; Nuraeni, Ani
L-203
[s.l.] : [s.n.] : s.a.]
S1 - Laporan Magang   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive