Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 27348 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
C.S. Whinie Lestari ... [et al.]
MPPK Vol.XIII, No.II
Jakarta : Balitbangkes Kemenkes RI, 2003
Indeks Artikel Jurnal-Majalah   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
S.S. Whinie Lestari ... [et al.]
Bulitkes Vol.34, No.4
Jakarta : Balitbangkes Kemenkes RI, 2006
Indeks Artikel Jurnal-Majalah   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Tini Suryanti; Pembimbing: Hendrik M. Taurany
T-644
Depok : FKM UI, 1998
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Marisa Sasuwe; Pembimbing: Agustin Kusumayati; Penguji: Caroline Endah Wuryaningsih, Toha Muhaimin, Purwanto, Ngabila Salama
Abstrak: ABSTRAK Nama : Marisa Sasuwe Program Studi : Ilmu Kesehatan Masyarakat (Kesehatan Reproduksi) Judul : Gambaran Kesiapan Guru Pembina UKS SD Sebagai Fasilitator Vaksinasi HPV Dalam Program Bulan Imunisasi Anak Sekolah (BIAS) Di Jakarta Selatan. Vaksinasi HPV memiliki efektivitas paling tinggi bila diberikan pada anak usia 9-12 tahun. Sejak tahun 2016 Indonesia menjadi satu dari sekian banyak negara yang memberlakukan program vaksinasi HPV berbasis sekolah (BIAS), dimana saat ini program ini masih terbatas di DKI Jakarta.Penelitian terdahulu menunjukkan bahwa vaksinasi HPV berbasis sekolah memiliki angka cakupan paling tinggi. Namun, menurut data di Jakarta, vaksinasi HPV masih belum mencapai target cakupan 95%. Guru pembina UKS sebagai garda terdepan pelaksanaan vaksinasi HPV di sekolah berperan sanga penting dalam proses pengambilan keputusan orang tua untuk mengijinkan atau menolak pemberian vaksinasi bagi anak mereka. Guru adalah fasilitator yang akan berperan memfasilitasi orang tua dan petugas kesehatan dalam pelaksanaan vaksinasi HPV di sekolah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Gambaran Kesiapan Guru Pembina UKS SD Sebagai Fasilitator Vaksinasi HPV Dalam Program Bulan Imunisasi Anak Sekolah (BIAS) Di Jakarta Selatan menurut karakteristik jenis kelamin,umur, tingkat pendidikan, lama menjabat sebagai guru Pembina UKS dan riwayat pelatihan. Pengukuran kesiapan dilihat dalam enam dimensi yaitu peran, sikap, pengetahuan, kapasitas, kapabilitas dan tanggung jawab. Penelitian dilakukan pada 50 Guru pembina UKS SD di 10 Kecamatan Jakarta Selatan. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan metode cross sectional dan menggunakan pendekatan kuantitatif. Hasil Penelitian menunjukkan 52% Guru Pembina UKS di Jakarta Selatan memiliki kesiapan rendah dan 48% memiliki kesiapan tinggi dalam menjalankan tugas sebagai fasilitator vaksinasi HPV BIAS. Dimensi pengetahuan merupakan dimensi kesiapan yang paling rendah, dengan 70% Guru pembina UKS memiliki pengetahuan kurang tentang vaksinasi HPV dan kanker serviks. Karakteristik Individu memiliki hubungan signifikan dengan kesiapan : umur (p= 0.036), lama menjabat (p=0.012) dan riwayat diklat ( p= 0.010). Sedangkan jenis kelamin (p=0.661) dan tingkat pendidikan (p=0.502) tidak ditemukan hubungan signifikan terhadap kesiapan dalam penelitian ini. Berdasarkan hasil penelitian ini, maka pelatihan tentang vaksinasi HPV dalam BIAS bagi Guru pembina UKS merupakan hal yang paling penting untuk dilaksanakan dalam rangka mendukung kesiapan Guru Pembina UKS sebagai fasiliatator vaksinasi HPV BIAS di Jakarta Selatan. Kata Kunci : Vaksinasi HPV. BIAS, Kesiapan Guru pembina UKS ABSTRACT Name : Marisa Sasuwe Study Program : Reproductive Health Judul : Overview of Elementary School Health Teacher (UKS) Readiness as HPV Vaccination Facilitator in the School Children Immunization Month Program (BIAS) in South Jakarta. HPV vaccination has the highest effectiveness when given to children aged 9-12 years. Since 2016 Indonesia has become one of few countries that has implemented a school-based HPV vaccination program (BIAS), which is currently limited to DKI Jakarta. Previous research has shown that school-based HPV vaccination has the highest coverage rates. However, according to data in Jakarta, HPV vaccination has not yet reached the 95% coverage target. UKS teachers as the frontline in implementing HPV vaccination in schools play an important role in the decision-making process of parents to allow or refuse vaccinations for their children. School Health Teacher is the facilitator who will play a role in facilitating parents and health workers in carrying out HPV vaccinations in schools. This study aims to determine the Readiness Overview of Elementary School Health Teacher (UKS) as Facilitators of HPV Vaccination in the School Children Immunization Month Program (BIAS) in South Jakarta according to the characteristics of gender, age, level of education, length of time serving as a UKS Teacher and training history. Measurement of readiness is seen in six dimensions, namely roles, attitudes, knowledge, capacity, capabilities and responsibilities. The study was conducted on 50 UKS elementary school teachers in 10 sub-districts of South Jakarta. This research is a descriptive study with cross sectional method and uses a quantitative approach. The results showed that 52% of UKS teachers in South Jakarta had low readiness and 48% had high readiness in carrying out their duties as facilitators of BIV HPV vaccination. The knowledge dimension is the lowest readiness dimension, with 70% of UKS teachers having less knowledge about HPV vaccination and cervical cancer. Individual characteristics have a significant relationship with readiness: age (p = 0.036), length of service (p = 0.012) and training history (p = 0.010). While gender (p = 0.661) and education level (p = 0.502) no significant relationship was found in readiness in this study. Based on the results of this study, the training on HPV vaccination in BIAS for UKS Teachers is the most important thing to do in order to support the readiness of the UKS Guidance Teacher as a facilitator for BIV HPV vaccination in South Jakarta. Keywords: HPV vaccination, BIAS, elementary school health teacher, readiness
Read More
T-5790
Depok : FKM-UI, 2019
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
R.Lita Ayuningdyah; Pembimbing: Mieke Savitri; Penguji: Evi Martha, Endah Caroline Wuryaningsih, Astrid Sarawaty, Hasnerita Hartono
Abstrak:

ABSTRAK Nama : R. Lita Ayuningdyah Program Studi : Magister Ilmu Kesehatan Masyarakat Peminatan : Kesehatan Reproduksi Judul : Penerimaan orangtua terhadap vaksinasi Human Papilloma Virus (HPV) melalui kegiatan Bulan Imunisasi Anak Sekolah (BIAS) di Kecamatan Tanah Abang Tahun 2017 Penelitian ini dimaksudkan untuk mengetahui penerimaan orangtua terhadap vaksinasi HPV melalui kegiatan Bulan Imunisasi Anak Sekolah (BIAS) di DKI Jakarta Tahun 2017. Metode penelitian yang digunakan adalah  Mix Methods, yaitu secara kuantitatif dengan pengisian kuesioner dan kualitatif dengan wawancara mendalam. Hasil penelitian kuantitatif didapatkan 92,7% orangtua menerima vaksinasi HPV yang diberikan melalui kegiatan BIAS. Sementara itu, pada hasil penelitian kualitiatif ditemukan bahwa penolakan orang tua merupakan salah  satu  kendala yang ditemui dalam pelaksanaan BIAS HPV tahun 2016. Kurangnya pengetahuan orang tua terkait manfaat vaksin HPV, sangat berkaitan dengan kurangnya dukungan dari petugas kesehatan, terutama perihal sosialisasi program BIAS HPV. Kata Kunci : Penerimaan, Orangtua, Vaksinasi HPV, BIAS.


ABSTRACT Name : R. Lita Ayuningdyah Study Program : Magister of Public Health Peminatan : Reproductive Health Judul : Parental Acceptance of Human Papilloma Virus (HPV) Vaccination through School Students Immunization Month (BIAS) In Tanah Abang, In 2017 The study was designed to explore the Parental Acceptance of Human Papilloma Virus (HPV) Vaccination through School Students Immunization Month (BIAS) In DKI Jakarta in 2017. This study using quantitative method by filling questionnaires dan qualitative method with in-depht interview. The result from quantitative research found that  92,7% of parents accept the HPV vaccination that given through BIAS. Meanwhile, the result from qualitative research found that parental’s rejection is one of the obstacles encountered in the implementation of HPV BIAS 2016. The lack of parental knowledge regarding the benefits of HPV vaccine, is strongly related to the lack of support from healthcare workers, especially regarding the socialization of the HPV BIAS program. Keywords : Acceptance, Parental, Vaccination, HPV, BIAS

Read More
T-5022
Depok : FKM-UI, 2017
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Dewi Rahmiarti Sumardi; Pembimbing: Lukman Hakim Tarigan
S-1649
Depok : FKM UI, 1999
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Chitra Septiarini; Pembimbing: Ahmad Syafiq; Penguji: Asih Setiorini, Ida Ruslita
S-5353
Depok : FKM-UI, 2008
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Maj. Kesmas. Indonesia (MKMI), XXIX, No.1, 2001, hal. 40-42, ( Cat. ada di bendel 1991-2001 )
[s.l.] : [s.n.] : s.a.]
Indeks Artikel Jurnal-Majalah   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Sri Endang Kusdiningsih; Pembimbing: Bambang Sutrisna
S-2122
Depok : FKM UI, 2001
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Sherli Karolina; Pembimbing: Adang Bachtiar; Penguji: Tris Eryando, Ede Surya Darmawan, Gertrudis Tandy, Drajat Alamsyah
Abstrak: Di Indonesia, kanker serviks adalah kanker kedua paling sering yang ditemukan pada perempuan. Sebagai upaya pencegahan primer, Kementerian Kesehatan telah mengintroduksi imunisasi HPV dalam Program Demonstrasi imunisasi HPV bagi siswi perempuan kelas 5 dan 6 SD di Provinsi DKI Jakarta sejak tahun 2016. Studi ini adalah kohort retrospektif dengan pendekatan kuantitatif yang bertujuan untuk mengetahui gambaran KIPI vaksin HPV kuadrivalen beserta pengaruh faktor-faktor independen terhadap timbulnya KIPI dan model prediksi dengan menggunakan metode analisis survival. Total 500 laporan surveilans aktif KIPI yang didapat pada tahun 2017 dan dianalisis dengan SPSS. KIPI vaksin HPV kuadrivalen yang terjadi dalam program BIAS HPV di provinsi DKI Jakarta tahun 2017 adalah reaksi nyeri lokal di tempat suntikan (59,6%), bengkak (17,2%), kemerahan (40,8%) dan demam (1,6%). Tidak ditemukan KIPI serius. Variabel independen yang signifikan adalah nomor batch vaksin dan riwayat imunisasi lain dalam waktu 4 minggu sebelum imunisasi HPV. Semua KIPI bersifat ringan dan sembuh sendiri tanpa intervensi. Dapat disimpulkan bahwa vaksin HPV kuadrivalen memiliki gambaran keamanan yang baik. Keputusan untuk melanjutkan dan memasukkan vaksin HPV ke dalam program imunisasi nasional harus didukung oleh analisis lebih lanjut seperti aspek biaya, cost-effective analysis, ketersediaan vaksin, tingkat penerimaan vaksin serta aspek kapasitas dan manajemen cold chain.
Read More
T-5609
Depok : FKM-UI, 2019
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive