Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 22979 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Farid Fairuzi; Pembimbing: Ronnie Rivany
T-607
Depok : FKM UI, 1998
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Sri Subekti; Pembimbing: Mardiati Nadjib; Penguji: Jaslis Ilyas, Pujiyanto, Johan Marbun, Fifi Mulyati
Abstrak: ABSTRAK Nama : Sri Subekti Prigram Studi : Kajian Administrasi Rumah Sakit Judul : Faktor-Faktor yang Berhubungan Dengan Sistem Penjadwalan Rujukan Online (SPRO) di RSUD Pasar Minggu ABSTRAK Rujukan pasien BPJS dari puskesmas ke rumah sakit di wilayah DKI Jakarta saat ini telah menggunakan teknologi mutakhir berbasis internet dan dinamakan Sistem Penjadwalan Rujukan Online (SPRO). Sistem ini mencakup 1) informasi jadwal pelayanan dokter poliklinik di rumah sakit per tanggal, hari, jam. 2) manajemen jadwal pelayanan dokter yang tersedia dan yang sudah terjadwal. 3) reservasi / appointment booking pelayanan dokter poliklinik rumah sakit. 4) laporan-laporan berkaitan dengan rujukan pasien. Studi yang merupakan studi kasus tentang pemanfaatan SPRO di RSUD Pasar Minggu ini menganalisis data primer dari wawancara mendalam dengan informan dan data sekunder berupa dokumen-dokumen laporan rujukan SPRO dan laporan kunjungan di RSUD Pasar Minggu. Hasil penelitian menjelaskan bahwa elemen input faktor SDM memiliki kerja rangkap dan kurangnya pengetahuan tentang SPRO, SIRS yang belum terkoneksi dengan SPRO, serta belum adanya SOP. Elemen proses berupa pemberian informasi dan sosialisasi di puskesmas berjalan tidak optimal, kuota rujukan SPRO rendah, tidak adanya reminding sistem di RSUD Pasar Minggu, tidak konsistennya waktu pendaftaran pasien di RSUD Pasar Minggu, tidak adanya komunikasi dan koordinasi dengan puskesmas perujuk, dan tidak optimalnya monitoring dan evaluasi sistem. Faktor-faktor tersebut mengakibatkan pemanfaatan rujukan SPRO menjadi rendah yaitu sebesar 21,61%. Saran untuk RSUD Pasar Minggu adalah pembuatan reminding sistem, pemisahan alur pasien SPRO dengan pasien umum, meningkatkan komunikasi dan koordinasi dengan puskesmas dan monitoring evaluasi. Kata kunci: Rujukan Online, Rumah Sakit Pemerintah, Puskesmas ABSTRACT Name : Sri Subekti Study Program : KARS Title : Factors Related to the Online Referral Scheduling System (SPRO) in RSUD Pasar Minggu in 2017 Referral of BPJS patients from health center to public hospital in DKI region is currently implemented using internet-based technology called the Online Referral Scheduling System (SPRO). This system has advantages : 1) Provide service schedule information of polyclinic doctor in hospital by date, day, and hour. 2) Service schedule management of the doctor and already scheduled. 3) Service reservation or appointment booking of polyclinic doctor in hospital. 4) Reports which relate with patient referrals. This case study analyzed the utilization of SPRO in a public hospital (RSUD) in Pasar Minggu using qualitative approach. Primary data was collected using in-depth interviews with informants and secondary data was collected from documents of SPRO referral report and utilization in RSUD Pasar Minggu. The study revealed that the challenges in input elements were work load of staffs, lack of knorwledge on SPRO, no bridging system to SPRO, no standar procedure in place. Elements of the process were poor information and dissemination in Puskesmas, too small quota for SPRO patients set up by RSUD Pasar Minggu, no reminding system, poor registration scheduling for patients in RSUD Pasar Minggu, no communication and coordination with Puskesmas and poor monitoring and evaluation. These factors have caused low utilization of SPRO (21,6%). The study suggested that hospital need to develop the reminding system, separate patient flows between SPRO and non SPRO, improve communication and coordination with Puskesmas as well as monitoring evaluation. Keywords : Online Referral, Public Hospital, Health Center
Read More
B-1921
Depok : FKM-UI, 2017
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Syamsiah Zachri; Pembimbing: Luknis Sabri; Penguji: Ella Nuerlaella Hadi, Toha Muhaimin, Lukas C. Hermawan, Emi Nurjasami
T-1294
Depok : FKM-UI, 2002
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Lusia Atilda Pattianakotta; Pembimbing: Adang Bachtiar; Penguji: Anwar Hasan, Sudibyo Supardi
S-7497
Depok : FKM UI, 2012
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Kuntari Retno; Pembimbing: Mieke Savitri; Penguji: Suprijanto Rijadi, Sumiatun, P. Lanjar Sugiyanto
Abstrak:
Rumah Sakit Bina Husada , adalah rumah sakit swasta di wilayah kabupaten Bogor. Dengan tujuan untuk meningkatkan jumlah kunjungan pasien, salah satu kegiatan pemasaran yang dilakukan adalah pembinaan kemitraan melalui program rujukan bidan praktek swasta diwilayah 10 km dari rumah sakit. Berdasar data tahun 2002 - 2003, jumlah rujukan dari bidan untuk pasien persalinan RS Bina Husada menunjukkan adanya penurunan, tidak sesuai dengan pertumbuhan yang diharapkan . Melihat kenyataan yang ada, pihak rumah sakit perlu mengadakan evaluasi terhadap terjadinya penurunan pasien rujukkan bidan. Melalui penelitian ini diharapkan dapat diketahui faktor - faktor yang berhubungan dengan rujukan pasien persalinan dari bidan praktek swasta ke RS Bina Husada, dan diketahui faktor mans yang paling erat hubungannya. Penelitian ini adalah deskriptif analitik dengan data primer yang diperoleh dari 62 responden melalui kuisioner. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa faktor yang berhubungan dengan pasien rujukan bidan adalah faktor kualitas pelayanan, faktor kualitas produk, biaya , komunikasi dan timbal balik. Hasil penelitian juga menunjukkan bahwa kualitas pelayanan merupakan faktor yang paling berpengaruh terhadap tingkat rujukan pasien persalinan dari bidan praktek swasta ke RS Bina Husada. Yang termasuk sebagai kualitas pelayanan diantaranya meliputi fasilitas fisik , perlengkapan , kemampuan sumber daya manusia, kemampuan memberikan pelayanan yang memuaskan , dan cepat tanggap terhadap kebutuhan pelanggan. Berdasar hasil penelitian, kualitas pelayanan masih perlu ditingkatkan meskipun separuh responden mengatakan tingkat kualitas pelayanan memuaskan. Adapun cara untuk meningkatkan kualitas pelayanan dapat dilakukan dengan memperbaiki fasilitas fisik, meningkatkan kemampuan sumber daya manusia , cepat tanggap dan berorientasi pada pelanggan. Faktor biaya dapat diperbaiki dengan perhitungan ulang sistem pentarifan sesuai unit cost dan dengan melihat kompetitor. Disamping itu sistem dan aktivitas komunikasi dari rumah sakit kepada bidan maupun sebaliknya perlu diaktifkan kembali dan dilakukan lebih aktif .

Factors Related To Obstetric Patient Reference From Private Midwife To Bina Husada Hospital Cibinong In 2002 - 2003Bina Husada Hospital is a private hospital in Bogor regency. In order to increase amount of patient visit, it developed partnership through reference program with private midwife within the radius of 10 kilometers from hospital as one of marketing activities. According to data in 2002 -2003, the number of obstetric patient from private midwife reference showed declining trend below the growth that it has expected. Based on that, Bina Husada hospital need to evaluate the situation. This research conducted to find out factors were related to obstetric patient reference from private midwife to Bina Husada Hospital and which factor have closest relationship. It was descriptive analytic research using primary data from 62 respondents and it collected by questionnaire. Research result showed factors that related to obstetric patient reference from private midwife to Bina Husada Hospital were quality of services, quality of product, cost, communication and rewards. Research result also showed that quality of services was the closest factor that related to obstetric patient reference from private midwife to Bina Husada Hospital. It consists of physical facilities, equipments, human resources capability, satisfied services capability, and quick respond to customer need. Based on research result, researcher suggestions were increasing quality of services since only half respondents considered that quality of services already satisfied. It could be done by repairing physical facilities, upgrading human resources capability, quick respond and customer focus. Cost factor could be improved by tarif system and unit cost adjustment considering to competitor. Beside that it need more active communication to customer.
Read More
B-794
Depok : FKM-UI, 2004
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Dini Handayani Nasution; Pembimbing: Dina Fitriningsih; Penguji: Amila Megraini, Anwar Hassan, Heru Kusumanto, Bambang Hestu Djajadi
Abstrak:
Rumah sakit Omni Medical Centre merupakan rumah sakit swasta yang terletak di Pulo Mas Jakarta Timur. Salah satu usaha rumah sakit dalam menjalin hubungan yang kuat dengan pelanggan adalah melalui program rujukan dari dokter praktek swasta. Dokter Praktek Swasta { DPS ) yang dimaksud di sini adalah dokter praktek umum yang berpraktek dalam radius 7 km dari rumah sakit dan terdaftar sebagai dokter referral di bagian pemasaran RS Omni Medical Centre. Dari data jumlah rujukan dari dokter praktek swasta tahun 2000 didapatkan hasil bahwa jumlah rujukan pasiennya cenderung konstan dan ditambah dengan wawancara dari direksi RS mengenai jalannya program rujukan selama ini yang kurang berkembang, pihak rumah sakit merasa perlu untuk melakukan perubahan dengan terlebih dahulu mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi rujukan dari dokter praktek swasta ke RS Omni Medical Centre. Dengan demikian masalah dalam penelitian ini adalah belum diketahuinya faktor-faktor yang mempengaruhi rujukan dari DPS ke RS Omni Medical Centre. Adapun tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi rujukan dari DPS ke RS Omni Medical Centre. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif analitik dengan pendekatan kuantitatif dan kualitatif Pengumpulan data primer dilakukan melalui wawancara terpimpin terhadap 80 orang responden dan wawancara mendalam terhadap 10 orang informan. Sementara data sekunder adalah laporan bulanan dan tahunan rumah sakit. Hasil penelitian kuantitatif menunjukkan bahwa faktor yang berpengaruh pada rujukan dari dokter praktek swasta adalah penghasilan, waktu tempuh dari tempat praktek ke RS dan pengalaman merujuk sebelumnya. Pengalaman merujuk sebelumnya merupakan variabel yang memiliki hubungan terkuat dengan rujukan. Hasil penelitian kualitatif menggambarkan ketidakpuasan para dokter terhadap pelayanan yang dberikan oleh rumah sakit, pembinaan dari pihak pemasaran dan besarnya sharing profit. Disimpulkan bahwa variabel yang mempengaruhi rujukan dari dokter praktek swasta ke rumah sakit adalah penghasilan, waktu tempuh dari tempat praktek ke RS dan pengalaman merujuk sebelumnya. Pengalaman merujuk sebelumnya merupakan variabel yang memiliki hubungan terkuat dengan rujukan. Untuk meningkatkan rujukan dari dokter praktek swasta diperlukan adanya koordinasi pihak-pihak di dalam rumah sakit yang terkait dengan rujukan, perbaikan layanan, pembinaan dari pihak pemasaran yang lebih intensif, perbaikan fasilitas parkir dan peningkatan besarnya sharing profit. Saran yang diusulkan adalah dilakukannya koordinasi antara pihak-pihak yang terkait program rujukan melalui rapat rutin bulanan yang membahas masalah-masalah yang ada, pemasaran internal agar karyawan mengetahui pentingnya program rujukan, perbaikan layanan melalui peningkatan pengetahuan, sikap dan perilaku para pemberi layanan mengenai pelayanan yang berorientasi pelanggan, alternatif valet parking di RS, perlunya perekrutan staf khusus untuk mengadakan pembinaan secara rutin terhadap para dokter praktek swasta, sosialisasi value RS, penggolongan dokter berdasarkan kategori loyalist - splitter - excellent prospect - poor prospect, pengkajian ulang terhadap besarnya sharing profit yang dapat dberikan pihak rumah sakit, serta penelitian lanjutan di bidang rujukan dengan menggunakan variabel VALS ( Values and Life Style ).

Factors Analysis which Related to Referral of Private Practiced Doctor Near Omni Medical Center to Omni Medical CenterOmni Medical Center Hospital is a private hospital Iocated at Pula Mas, East of Jakarta. One of hospital attempt to improve strong relation with its patience is through a referral program of Private Practiced Doctor near hospital area. Private Practiced Doctor (PPD) can be categorized as general practitioner doctors who practice within 7 km radius from the hospital and registered as referral doctor at Omni Medical Center Hospital Marketing Department. From year 2000 data of Private Practiced Doctor Referral and interview result from hospital board of director, can be concluded that referral number tend to be constant and showed no significant improvement. Based on the fact, hospital management is willing to improve the number by identifying Private Practiced Doctor referral factors to Omni Medical Center Hospital. Further, this Thesis is covering identification and analysis of those factors. Thesis Objective is to identify Private Practiced Doctor referral factors to Omni Medical Center Hospital. There fore, this thesis is a research report of problem analytical description with qualitative and quantitative approaches. Primary data collection is performed through guided interviews toward 80 respondents and depth interviews toward 10 informers, while secondary data is obtained from hospital monthly and yearly reports. Quantitative results shows that the most determining factors toward Private Practiced Doctor referral number to Omni Medical Center Hospital is Private Practiced Doctor previous referral experiences. Qualitative results also shows Doctor unsatisfaction toward: hospital services, hospital marketing department lack of concern to create strong ties with private practiced doctor and hospital sharing profit magnitude. Further this thesis concludes that in order to improve referral from Private Practiced Doctor to Omni Medical Center Hospital, hospital management is required to perform coordination with all entities that are connected toward referral program, services improvement, improvement from marketing department toward creating a stronger ties with Private Practiced Doctor, improvement of parking facility and improvement of hospital sharing profit magnitude. This thesis is also proposing suggestion to perform coordination with all referral program connected entities through a monthly regular meeting. On which such meeting can be conducted with topics of discussion regarding current matters and issues, closed monitoring toward improvement of professionalism attitude of practitioner and staff based on customer orientation frame, hospital valet parking services, needs and urgency of special task staff recruitments toward improvement of ties with Private Practice Doctors, hospital value socialization, Private Practiced Doctor categorized as loyalist - splitter - excellent prospect - poor prospect, re-evaluation of hospital sharing profit magnitude of Private Practice Doctors referrals and also further studies on referrals with VALS ( Values and Life Style ) variables.
Read More
B-489
Depok : FKM-UI, 2001
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Muksonah; Pembimbing: Kusharisupeni Penguji: Luknis Sabri, Toha Muhaimin, Sri Utami, Enny Zuliatie
Abstrak:

Remaja (usia 10-19 tahun) yang pemah/aktif melakukan hubungan seksual pranikah dapat berisiko tenular HIV dan AIDS atau penyakit menular seksual lainnya. Bagi Remaja puteri selain penyakit menular seksual, dapat terjadi kehamilan tidak diingikan. Remga dapat berkemungldnan melakukan upaya aborsi ilegal. Akibat buruk aborsi teljadi perdarahan, kerusakan alat reproduksi remaja dan infeksi yang dapat rnemnyebabkan kematian atau infeksi menahun dan iruertililas. Tujuan pcnelitian ini adalah dikdzhuinya faktor-faktor yang bcrhubungan dengan perilaku seksual siswa SMA Negeri di kota Prabumulih tahun 2008. Manfaat penelitian merupakan bahan infomnasi tcntang perilaku seksual remaja bagi dinas pendidikan, dinas kesehatan dan instansi tcrkait Iainnya unruk bekerjasama dalam Pelayanan Kcschatan Peduli Remaja (PKPR). Menggunakan variabel independen yaitu: faktor intemal (jenis kclamin, pengetalmuan, sikap, kepatuhan beragama) dan faktor ekstemal (peran orang tua, peran guru, peran tenaga kesehatan, keterpaparan dengan teman sebaya, dan ketepaparan dengan media massa) dengan variabel dependen yaitur perilaku scksual remaja. Penelitian ini dilakukan di SMA Ncgcri yang berada di kota Prabumulih, dilaksanakan pada buian April-Mei 2008, sampcl siswa/siswi kcias XI. Besaran sampel mengunakan estimasi proporsi, metode pengambilan sampcl dengan cara multi stage sampling, desain penelitian deskriptif dengan rancangan Cross Sectional (potong lintang). Hasil penelitian dari 326 siswa kelas XI di SMA Negeri Kota Prabumulih tahun 2008 dapat disimpulkan gambaran perilaku seksual berisiko berai 14,l%. Remaja yang pemah melakukan hubungan seksual ada 2,5 %, semuanya dari remaja laki-laki. Faktor yang berhubzmgan dengan perilaku seksual yaitu jenis kelamin, sikap remaja, kepatuhan bemgama, keterpaparan dengan teman sebaya terhadap pexilaku scksual. Sehingga penelitian ini menyatakan bahwa 1) Remaja laki-laki mempunyai peluang 6 kali belperilaku seksual berisiko berat dibanding perempuan. 2) Remaja yang bersikap negatif berpeluang 3 kali memplmyai perilaku seksual beresiko berat dibanding remaja yang bcrsikap positif. 3) Remaja yang tidak taat agama rnempunyai peluang 3 kali berpcrilaku seksual berisiko berat dibanding ciengan remaja yang taat agama. 4) Remaja yang terpapar dengan teman sebaya berpeluang 6 kali berperilaku seksual berisiko berat dibanding yang tidak terpapar dengan teman sebaya, keterpapaxan dengan tcman sebaya merupakan faktor yang paling dominan berhubungan dengan perilaku scksual SMA Negeri Kota Prabumulih tahun 2008, serelah dikontrcl jenis kelamin dan kcpatuhan beragama. Dalam penelitian ini faktor yang tidak signifikan berhubungan dengan perilaku seksual yaitu pengetahuan tentang keschatan reproduksi, peran orang tua, peran guru, peran tenaga kesehatan, dan keterpaparan dengan media massa. Dari hasil Penelitian ini, disarankan untuk melaksankan Pelatihan Peer Education dan Peer Educator di lingklmgan sekolah melalui Pclayanan Kesehatan Peduli Remaja (PKPR) yang bekerjasama dengan lintas scktoral dan lintas program. Topik-topik daiam pelatihan misalnya kesehatan rcmaja, pomograti, NAFZA, HIV dan AIDS akan penyakit menular seksual lainnya


Adolescent (10-19 years old) who have ever or active committed sexual intercourse intercourse before married have high risk of HIV and AIDS infected and other contagious diseases. For young girls, in addition to have sexual contagious diseases, unwanted pregnancy could also lead to illegal abortion. The had conflicts of abortion are bleeding, damage of reproductive organs, and infection that could lead to death or chronic infection and infertility. The objective of this research is to know the related factors with sexual behavior of senior high school students at Kota Prabumuli in 2008. The benefits or the results of this research can become an important information about adolescent sexual behavior for educational institution, health institution, and other related institutions to cooperate in Health Service for Younger Care (Pelayanan Kesehatan Peduli Remaja or PKPR). This research uses independent variables: internal factors (sex, knowledge, attitude, faithful to religion) and external factors ( parent?s roles, teachers? roles, medical roles, association with the same age and with mass media) and dependent variables: adolescent Sexual behavior. This research is done in SMA Negeri at Kota Prabumuli, in April - May 2008, and the samples are the students of XI grade. The size of samples uses proportional estimates, and the wmpling method is multi-stage sampling, research design is descriptive with cross sectional design. The research results of 326 students of XI grade in SMA Negeri at Kota Prabumuli, in zoos can be concluded mat the high risk of sexual behavior is l4.1%, adolescent who have ever committed sexual intercourse is 25%, all of them are males. Related factors with sexual behavior are sex, attitude, faithful to religion, association with the same age. That?s why, this research concludes that 1) young males have six times probabilities of having high risk of sexual behavior compared with young females. 2) Adolescent with negative attitude have three times probabilities of having high risk of sexual behavior compared with those who have positive attitude. 3) Adolescent who are not faithful to religion have three times probabilities of having high risk of sexual behavior compared with those faithful to religion. 4) Adolescent who associate with the same age have six times probabilities of having high risk of sexual behavior compared with those who don?t associate with the same age. Association factor with the same age are the dominant factor in relation to sexual behavior toward the students of SMA Negeri at Kota Prabumulih in 2008, controlled by sex and faithful. to religion. Knowledge about reproductive health, parent?s roles, teachers? roles, medical roles, and association with mass media toward behavior are not significant factors. Based on this research results, it is recommended to exected training peer education and peer educator from the same age group at schools through Health Service for Younger Care (PKPR). It is Working along passed by cross sectorally and by cross sectional program. Topics in training for example adolescent health, pornographic, NAPZA, HIV and AIDS, and other sexual diseases.

Read More
T-2848
Depok : FKM-UI, 2008
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Utami Pringgawati; Pembimbing: Soedarto Ronoatmodjo; Penguji: Yovsyah, Baskoro
S-6692
Depok : FKM UI, 2011
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Nila Utama; Pembimbing: Adik Wibowo
T-624
Depok : FKM UI, 1998
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Purnamawati; Pembimbing: Sandi Iljanto; Penguji: Hafizurrachman, Hendrianto Trisnowibowo, Erni Sawitri, Rini Rachmawati
Abstrak:

Rumah sakit merupakan institusi dalam pemberi pelayanan kesehatan di Indonesia mempunyai fungsi utama menyelenggarakan upaya kesehatan yang bersifat penyembuhan dan pemulihan penderita. Kemampuan pemerintah untuk membiayai sektor kesehatan terbatas, oleh karena itu pemerintah mengeluarkan kebijakan untuk lebih mendorong dengan perubahan status beberapa rumah sakit pemerintah dan pengguna Pendapatan Negara Bukan Pajak (PNBP) menjadi Perusahaan Jawatan (PERJAN). Rumah Sakit Anak & Bersalin Harapan Kita adalah salah satu dari 13 Rumah Sakit Pemerintah berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 127 tahun 2000 tanggal 12 Desember 2000 berubah status dari PNBP menjadi PERJAN. Dengan perubahan status ini diharapkan rumah sakit akan lebih mandiri dan mampu bersaing dengan kompetitor.Berdasarkan laporan kinerja layanan rawat inap khususnya rawat inap kebidanan BOR (Bed Ocupancy Rate) periode tahun 2000 dan 2001 cenderung turun 3,23 %, kunjungan rawat jalan kebidanan mengalami penurunan 25,42 % pada tahun 2001, kunjungan perneriksaan kandungan juga mengalami penurunan 12,78 % pada tahun 2001 dan kunjungan antenatal baru mengalami penurunan 17,20 % pada tahun 2001. Oleh karena itu peneliti tertarik melakukan penelitian lebih dalam lagi bagaimanakah karakteristik serta pilihan dari pasien antenatal terhadap pemanfaatan layanan rawat inap kebidanan. Ruang lingkup penelitian ini bertujuan untuk memperoleh informasi tentang faktor-faktor yang berhubungan dengan pemanfaatan layanan rawat inap kebidanan oleh pasien antenatal. Lingkup penelitian ini dibatasi pada karakteristik pasien antenatal yang memanfaatkan layanan rawat inap kebidanan dan yang tidak memanfaatkan layanan rawat inap kebidanan dan bagaimana pilihannya terhadap pelayanan kesehatan.Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif - analitik dengan design "Cross Sectional". Populasi penelitian adalah data-data sekunder dari medical record pasien antenatal trimester III periode Desember 2001 dan data primer pasien antenatal yang melahirkan di RSAB Harapan Kita dan tidak melahirkan di RSAB Harapan Kita.Dari 90 catatan medik pasien antenatal yang diteliti, diperoleh 70 % dari pasien antenatal yang memanfaatkan pelayanan rawat inap kebidanan melahirkan di RSAB Harapan Kita dan 30 % pasien antenatal tidak memanfaatkan layanan rawat inap kebidanan.Dari 8 variabel bebas yang diteliti, ternyata hanya 1 variabel yang terbukti menunjukkan hubungan bermakna dengan pemanfaatan layanan rawat inap kebidanan. Sedangkan 7 variabel lainnya tidak dapat dibuktikan berhubungan dengan pemanfaatan layanan rawat inap kebidanan. Dari 8 variabel bebas yang diteliti terdapat 5 variabel menunjukkan hubungan bermakna terhadap pilihan responden memanfaatkan layanan rawat inap kebidanan di RSAB Harapan Kita.Karakteristik pasien antenatal yang memanfaatkan layanan rawat inap kebidanan melahirkan adalah usia ibu terbanyak usia produktif dengan tingkat pendidikan tinggi, pekerjaan suami pedagang/ swasta, jarak tempat tinggal dekat dari RSAB Harapan Kita, dan membayar sendiri, diagnosa normal, sistem perjanjian, jumlah anak sedikit.Karakteristik pasien antenatal yang tidak memanfaatkan layanan rawat inap kebidanan pada dasarnya sama dengan pasien antenatal yang memanfaatkan layanan rawat inap kebidanan. Hanya faktor diagnosa ibu yang berhubungan dengan pemanfaatan layanan rawat inap kebidanan melahirkan. Alasan pilihan responder terhadap pemanfaatan layanan rawat inap melahirkan adalah kekhususan RSAB Harapan Kita, kualitas pelayanan medis, peralatan medis yang lengkap, mempunyai fasilitas ruang perawatan sesuai kelas perawatan dan tarif pantas.Mempertahankan pelanggan yang sudah ada yaitu pasien antenatal dengan cara-cara antara lain membuat paket melahirkan bekerjasama dengan Program Parent Education, kerjasama dengan Bank-Bank yang berlokasi di RSAB Harapan Kita. Memberikan sarana yang lengkap kepada para dokter dan perawat berupa ruang khusus yang nyaman agar dapat terus mengembangkan ilmu pengetahuan guna meningkatkan pelayanan.

The Factors What Related To Utilization Of Mother's Room Care In Rumah Sakit Anak Dan Bersalin Harapan Kita On 2001 - 2002 By Antenatal PatientsIn Indonesia hospital is health care services institution what have functions is curing and recovering patients. Because of government limited prosperity in financing health sector, the administration had made prudence for urging change of hospital corporate, from Public Company on existence Pendapatan Negara Bukan Pajak (PNBP) to be Division Company or Perusahaan Jawatan (PERJAN). Rumah Sakit Anak Bersalin Harapan Kita has been being Division Company (Perjan) at 12 December 2000 under government regulation number 127 and year of 2000. This alteration was be able expect to be independent company what be capable compete with others.Under report performance of room care, especially in mother's room care on period 2000 -2001 had been inclined decrease of bed occupancy rate (BOR) about 3,23% and on mother ambulatory care, the trend was being about 25.42%. Meanwhile, on examination of womb had been happened too, about 12,78%. Whereas of prenatal visit, the decreased was being on last year 2001, about 17,20%. So that, researcher interested to engage study about characteristic and background of patient in utilization mothers room care. The objective for this research was be able to get information about factors what influence the patient to give birth on RSAB Harapan Kita, and spend the night at mother's room care. Stand on those reason, researcher had limited the research with the character of antenatal patients who using mothers room care and of antenatal patients who didn't use mothers room care and how theirs made decision for choosing its.This research was descriptive with "cross sectional" design. Population of research were secondary data from medical record of antenatal patient in trimester III on December 2001 and primary data from patient who give birth at RSAB Harapan Kita and from patient who didn't give birth on this hospital.From 90 medical record of patient who researched, were been obtained about 70% patient has gave birth on this hospital and their spend the night in mothers room care, but 30% patient didn't use those facilities.There was one independent variable what significant correlation with utilization of room care and other's (seven variables) were not. Besides that, from eight independent-variable, only five variable what significant correlation with reasons of choosing hospital facility for stay night after giving birth.The characteristic of patients who used hospital facility were related with age of patient (=they were on productivity age), were educated, and their husband worked as trade or worked on private company, children number, agreement system and pregnant diagnosis, in addition, distance between hospital and patient residence were being influence too. There were not different characters for patient who didn't use hospital facility.Pregnancy diagnosis was the only one factors what influence patient to give birth on RSAB Harapan Kita. The reason of respondent to choose its were stressing on specific services of hospital, quality of medical services, fully equipped medical, and effective cost for appropriate room care facilities.To maintenance those customers. RSAB Harapan Kita should has to have good plan, such as using the whole of source hospital optimally, for example co-operation with Parent Education Program to make package to give birth to, co-operation with many bank what on location. Finally, for doctor, nurse and other staffs. RSAB Harapan Kita has to supply tools and infrastructure sufficiently, but the important one is giving opportunity to grow effectively and efficiently.

Read More
B-607
Depok : FKM-UI, 2002
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive