Ditemukan 31030 dokumen yang sesuai dengan query :: Simpan CSV
Kontrasepsi kondom merupakan metode KB yang murah dan mudah namun pencapaiannya hanya 7,60%. Menurut SDKI Pria 2007 akses kondom 68% diperoleh di Apotek. Dalam upaya promosi kondom di Apotek, maka BKKBN dan IAI membuat suatu perjanjian kerjasama. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sejauh mana perjanjian kerjasama tersebut dijalankan oleh Apoteker untuk meningkatkan akses kondom di Apotek, melakukan KIE, mencatat dan melaporkannya. Penelitian ini menggunakan rancangan non eksperimental dengan pengambilan data secara cross sectional. Subjek penelitian adalah APA di Kota Depok dengan jumlah populasi 216. Jumlah sampel 97 orang, dengan respon rate 50 orang. Data dikumpulkan dengan menggunakan kuesioner yang sudah diuji coba dan diisi langsung oleh APA. Analisa menggunakan chi square dan multivariate (Regresi Logistik Ganda Model Prediksi). Hasil penelitian menunjukkan adanya asosiasi antara bahan penyuluhan dan dukungan IAI Provinsi Jawa Barat dengan peran Apoteker dalam promosi kondom di Apotek. Dukungan IAI Provinsi Jawa Barat menunjukkan asosiasi yang paling dominan dengan OR=10,500. Bahan penyuluhan kondom yang minim di Apotek dan peningkatan intensitas pertemuan rutin IAI guna menyebarkan informasi serta mendisiplinkan praktik Apoteker di Apotek menjadi prioritas yang perlu segera ditindaklanjuti. Kata Kunci : Apoteker, Promosi Kondom (KIE), Pencatatan dan Pelaporan
Condom is considered as one of the cheapest and the easiest method in contraception. In fact, there is only 7,60%. According to Indonesian Demography Health Survey Men 2007, access condom in drug store is 68%. To promote condom, Demography Commite National Family Planning and Indonesian Pharmacist Association has made an agreement. The aim of this study is to evaluate how far the agreement has been done by pharmacist. To increase condom access in drug store, to educate, give an information and counseling, record and report. This study use non experimental design with cross sectional data recovery. The subjective of this study is the pharmacist who practices at drug store in Depok. The populations are 216. The samples are 97 pharmacists with 50 respon rate. The data is collected by using questioner that has been tested and filled directly by pharmacist. Chi square and multivariate (Multiple Logistic Regression Prediction). The result show that there is an associated between the material support for promoting condom in drug store and Indonesian Pharmacist Association of West Java. The most dominant factor is Indonesian Pharmacist Association support with OR= 10,500. Minimal material support for promoting condom and increasing the intensity of Indonesian Pharmacist Association for sharing information must be the main priority and pharmacist must be disciplined in pharmaceutical practice. y Key words: Pharmacists, Promote Condom, Recording and Reporting
Monitoring kinerja pelayanan kesehatan pada umumnya sering kali dilakukan dengan metode self-report dengan pendekatan pada kepatuhan petugas terhadap standar pelayanan. Asumsi tingginya penilaian self-report masih dipertanyakan validitasnya. Metode observasi diharapkan dapat memberikan gambaran pelaksanaan sistem pelayanan secara nyata.
Tujuan dari penelitian adalah diketahuinya gambaran pelayanan swamedikasi yang tepat berdasarkan standar pelayanan kefarmasian berdasarkan metode pengukuran self-report dan observasi di Apotek Kimia Farma Jakarta dan Sekitarnya tahun 2013. Penelitian ini menggunakan desain cross-sectional dengan jumlah sampel 24.
Hasil penelitian didapatkan bahwa ada perbedaan yang signifikan terhadap hasil pengukuran pelayanan swamedikasi oleh apoteker antara metode self-report dan observasi di Apotek Kimia Farma Jakarta dan sekitarnya tahun 2013.
Monitoring the performance of health care in general is often done using a self-report that approach to compliance officers of service standards.The validityof assumption of high self-report assessment still questionable. Observation method is expected to provide an overview of the implementation of the real service system.
The purpose of research is to know the proper description self-medication services based on standards of pharmacy servicesbetween self-report and observationmethod in Kimia Farma ApotekJakarta and surrounding 2013. This study uses cross-sectional design with a sample size of 24.
The results showed that there were significant differences of measurement results of self-medication services by pharmacists between self-report and observation method in Kimia Farma Apotek Jakarta and surrounding 2013.
