Ditemukan 31482 dokumen yang sesuai dengan query :: Simpan CSV
Alexander Gultom; Pembimbing: Nurhayati A. Prihartono, Kusharisupeni; Penguji: Yovsyah, Itje Ranida
T-2109
Depok : FKM UI, 2005
S2 - Tesis Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Hera Apprimadona; Pembimbing: Sudarto Ronoatmodjo; Penguji: Helda, Ratna Djuwita, Soewarta Kosen
Abstrak:
Read More
Bayi berat lahir rendah (BBLR) merupakan masalah kesehatan karena termasuk penyebab utama kematian neonatus di Indonesia selain karena dampak negatif jangka panjang yang disebabkannya. Konsumsi Tablet Tambah Darah (TTD) minimal 90 tablet selama kehamilan merupakan upaya menurunkan resiko kejadian BBLR. Namun kepatuhan konsumsi TTD pada ibu hamil di Indonesia masih rendah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan kepatuhan konsumsi TTD pada ibu hamil dengan kejadian BBLR di Indonesia menggunakan data Survei Kesehatan Indonesia tahun 2023. Populasi penelitian ini adalah perempuan berusia 10-54 tahun di Indonesia berstatus kawin/cerai hidup/cerai mati yang memiliki riwayat persalinan periode 1 Januari 2018 sampai 25 September 2023, untuk kelahiran terakhir yang telah berakhir yang menjadi responden dalam SKI 2023. Sampel dalam penelitian ini adalah responden dari populasi penelitian yang memenuhi kriteria inklusi. Kriteria inklusi dalam penelitian ini adalah perempuan melahirkan bayi tunggal, informasi berat lahir bayi berdasarkan KIA, dengan data yang lengkap untuk semua variabel yang diteliti. Desain penelitian ini adalah cross sectional dan menggunakan uji regresi cox dalam analisis data bivariat dan multivariat untuk mendapatkan Prevalence Ratio (PR) dengan interval kepercayaan 95%. Pendekatan analisis multivariat dilakukan untuk mengontrol variabel kovariat yaitu usia, pendidikan, pekerjaan, paritas, usia kehamilan, komplikasi kehamilan, merokok, kuantitas ANC K4, kualitas ANC 10T, pola makan, status ekonomi, wilayah tempat tinggal dan jenis kelamin. Hasil penelitian ini menunjukkan proporsi BBLR sebesar 5,33% dan proporsi kepatuhan konsumsi TTD pada ibu hamil sebesar 49,02%. Hasil analisis multivariat menunjukkan hubungan yang signifikan secara statistik antara ibu hamil yang tidak patuh mengkonsumsi TTD dengan kejadian BBLR di Indonesia, dimana ibu hamil yang tidak patuh mengkonsumsi TTD mempunyai risiko 1,216 kali lebih besar (adjusted PR: 1,216; 95% CI: 1,04-1,43; p-value: 0,016) untuk melahirkan BBLR dibandingkan ibu yang patuh mengkonsumsi TTD, setelah dikontrol usia kehamilan Kepatuhan konsumsi TTD pada ibu hamil di masih rendah, padahal berhubungan signifikan dengan kejadian BBLR di Indonesia, sehingga perlu perhatian dari pemerintah untuk meningkatkan kepatuhan konsumsi TTD pada ibu hamil.
Low birth weight (LBW) is a health problem because it is one of the main causes of neonatal mortality in Indonesia in addition to the long-term negative impacts it causes. Consumption of Iron Supplement Tablets (TTD) of at least 90 tablets during pregnancy is an effort to reduce the risk of LBW. However, compliance with TTD consumption in pregnant women in Indonesia is still low. This study aims to analyze the relationship between compliance with TTD consumption in pregnant women and the incidence of LBW in Indonesia using data from the 2023 Indonesian Health Survey. The population of this study were women aged 10-54 years in Indonesia with married/divorced/divorced and died status who had a history of childbirth from January 1, 2018 to September 25, 2023, for the last birth that had ended who were respondents in the 2023 SKI. The sample in this study were respondents from the study population who met the inclusion criteria. The inclusion criteria in this study were women giving birth to a single baby, information on the baby's birth weight based on the KIA, with complete data for all variables studied. The design of this study was cross-sectional and used the cox regression test in bivariate and multivariate data analysis to obtain the Prevalence Ratio (PR) with a 95% confidence interval. The multivariate analysis approach was carried out to control covariate variables, namely age, education, occupation, parity, gestational age, pregnancy complications, smoking, quantity of ANC K4, quality of ANC 10T, diet, economic status, area of residence and gender. The results of this study showed a proportion of LBW of 5.33% and a proportion of compliance with TTD consumption in pregnant women of 49.02%. The results of the multivariate analysis showed a statistically significant relationship between pregnant women who were not compliant in consuming TTD and the incidence of LBW in Indonesia, where pregnant women who were not compliant in consuming TTD had a 1.216 times greater risk (adjusted PR: 1.216; 95% CI: 1.04-1.43; p-value: 0.016) of giving birth to LBW compared to mothers who were compliant in consuming TTD, after controlling for gestational age. Compliance with TTD consumption in pregnant women is still low, even though it is significantly related to the incidence of LBW in Indonesia, so the government needs attention to increase compliance with TTD consumption in pregnant women.
T-7290
Depok : FKM UI, 2025
S2 - Tesis Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Sri Agustina Sinuhaji; Pembimbing: Ratna Djuwita, Asri C Adisasmita; Penguji: Kusharisupeni, Helda, Suhara Manulang
T-2744
Depok : FKM-UI, 2006
S2 - Tesis Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Solihah Widyastuti; Pembimbing: Helda; Penguji: Asri C. Adisasmita, Yovsyah, Rini Yudhi Pratiwi, Priagung Adhi Bawono
T-3276
Depok : FKM UI, 2011
S2 - Tesis Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Nadhila Beladina; Pembimbing: Asri C. Adisasmita; Penguji: Helda, Riznawaty Imma Aryanti
Abstrak:
Kematian neonatal memiliki rata-rata penurunan yang lebih lambat dibandingkan kematian bayi berusia 1-59 bulan dengan annual rate reduction sebesar 2.6% dari tahun 1990 hingga 2018. Salah satu faktor risiko kematian neonatal adalah anemia defisiensi besi pada ibu hamil. Indonesia memiliki angka prevalensi anemia pada ibu hamil yang tinggi, yakni sebesar 41.98% pada 2016. Studi ini dilakukan untuk mengetahui efek suplementasi zat besi terhadap tingkat kelangsungan hidup neonatal di Indonesia. Analisis kelangsungan hidup neonatal menggunakan cox regression dilakukan terhadap data kelahiran hidup pada tahun 2012-2017 yang tercatat pada SDKI 2017. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ibu yang mengonsumsi kurang dari 180 tablet besi selama masa kehamilan berisiko 1,54 lebih besar untuk mengalami kematian neonatal dibandingkan ibu yang mengonsumsi minimal 180 tablet zat besi selama masa kehamilan (95% CI 0,8082,946; nilai-p 0,189). Analisis mneunjukkan bahwa 13,77% kematian neonatal dapat dicegah dengan melakukan suplementasi zat besi minimal 90 tablet selama kehamilan pada seluruh populasi ibu hamil. Hasil penelitian dipengaruhi oleh banyaknya missing data, bias dalam mengingat, serta isu compliance pada konsumsi suplemen zat besi di Indonesia. Walaupun dipengaruhi bias yang kuat, hasil penelitian mengarah pada adanya efek suplementasi zat besi terhadap kelangsungan hidup neonatal
Compared to death of infants aged 1-59 months, neonatal death has slower rate reduction, with annual rate reduction only 2.6% during the last 18 years. One of risk factors causing neonatal death is iron deficiency anemia on pregnant women. Indonesia has high number of anemia among pregnant women, as much as 41,98% in 2016. This study was conducted to examine the effect of iron supplementation during pregnancy towards neonatal survival in Indonesia. Survival analysis using cox regression test was performed towards live birth data in the period of 20122017 recorded on Demographic and Health Survey 2017. Result showed that women consumed less than 180 tablets of iron supplements are having 1,542 times higher risk of neonatal death compared to those consumed 180 tablets of iron or more (95% CI 0,808-2,946; p-value 0,189). Subsequent analysis also showed that implementation of minimum 90 iron tablets consumption during pregnancy program could prevent 13,77% neonatal death in population. The result of this study is strongly affected by selection bias, recall bias, and compliance issue on iron supplementation in Indonesia. Despite of the strong bias, this study points to the present of iron supplementation effect towards neonatal survival.
Read More
Compared to death of infants aged 1-59 months, neonatal death has slower rate reduction, with annual rate reduction only 2.6% during the last 18 years. One of risk factors causing neonatal death is iron deficiency anemia on pregnant women. Indonesia has high number of anemia among pregnant women, as much as 41,98% in 2016. This study was conducted to examine the effect of iron supplementation during pregnancy towards neonatal survival in Indonesia. Survival analysis using cox regression test was performed towards live birth data in the period of 20122017 recorded on Demographic and Health Survey 2017. Result showed that women consumed less than 180 tablets of iron supplements are having 1,542 times higher risk of neonatal death compared to those consumed 180 tablets of iron or more (95% CI 0,808-2,946; p-value 0,189). Subsequent analysis also showed that implementation of minimum 90 iron tablets consumption during pregnancy program could prevent 13,77% neonatal death in population. The result of this study is strongly affected by selection bias, recall bias, and compliance issue on iron supplementation in Indonesia. Despite of the strong bias, this study points to the present of iron supplementation effect towards neonatal survival.
T-6095
Depok : FKM-UI, 2021
S2 - Tesis Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Nur Rochman; Pembimbing: Tri Yunis Miko Wahyono; Penguji: Rachma F Boedjang, Rachmad Soegih, Lukas C. Hermawan, Sujana Jatiputra
Abstrak:
Read More
Anglz Bayi Bent Lahir Rendah (BBLR) di Indonesia maslh cukup tinggi. Keadaan BBLR meningkatkan risiko kematian dan kesakitan perinatal & bayi. 'Iujuan penelitian lmtuk mengetahui lmbnngan antara perawatan antenatal (pemerisaan kohamilan pertama Kali, frekuensi pemeriksaan, komumsi tablet besi) dan bayi berat _lahtr rendah dengan mengontrol faktor jenis kelamin bayi, usia ibu melahirkan, pendidikan ibn, paritas, jarak kelahix-an dan riwayat abortus. Dinin penelitian adalah kann kontrol tidal; berpadanan menggunakan data has Survei Demograli dan Kesehatan Indonesia 1997 (SDKI 1997) dengan jnmlah kann 748 dan kontrol 1496 bayi kelahiran tunggal. Hasil penelitian menemukan bahwa pemeriksaan kehamilan pertama kali pada trimester II atau III mempunyai risiko BBLR 1.29 kali sesudah mengontrol usia ibn melahirkan, pendidikan ibu dan jarak kelahiran. Frelmemi pemeriluaan kehamilan < 4 kali mempunyai ritiko BBLR 1.81 kali sesudah mengontrol mia ibn melahlrlun dan jarak kelahiran. Konsumsi < 90 tablet besi mempnnyai rixlko BBLR 189 semdah mengontrol frekuensi pemeriksaan kehamilan, usia ibn melahirkan, pendidikan ibn dan jarak kelahiran. Risiko atrlbut pemeriksaan kehamllan pertama kali 225 %, frelmensl pemeriksaankehami1an44.8 % dan konxnmsitablet besi 47.1 %. Bordasarkan hasil penelitian disarankan: 1). memantau pengadaan dan diztribusi tablet best secara teratur 2). menzmbahkan pertanyaan tentang tekanan darah, TB, BB dan status anemia ibu pada knesioner SDH 3). melaknkan penyuluhan tentang reproduksi sehat bagi remaja putri dan ibn muda dengan pesan utama usia menikah/melahirkan & pengatmnan jan-ak kelahiran 4). menganalisis data basil SDIC[terbarn.
Abstract Low birth weight rate is still high. Low birth weight increased the risk of perinatal and infant mortality and morbidity. This study aims to know the relation between antenatal care (first visit, frequency, iron pill consumption) and low birth weight controlling for infant?s gender, maternal age, maternal education, parity, birth space and history of abortion. 5 The study design is unmatched case-control nsed Indonesia Demographic and Health Survey 1997 (IDHS 1997) data wherein 748 cases and 1496 controls were selected among singleton infants were carried out in IDHS 1997- This study found: the mother of cases have 1.29 times having first visit at the second or third trimester of pregnancy compared to the controls controlling for maternal age, maternal education and birth space. The mother of cases have 1.81 tlmes having visit frequency less than 4 times compared to controls controlling for maternal age and birth space. The mother of cases have 1.89 times having iron pill consumption less than 90 pill compared to the controls controlling for visit frequency, maternal age, maternal education and birth space. The attributable risk of first visit was 22.5 %, visit freqneudy was 44.8 % and iron pill consumption was 47.1 %. This study recommend: 1). to control for the availability and distribution of iron pill 2). to add other questions into IDRS questionnaire, eg. maternal blood tension, height, weight and anemia?s status 3). to give informations for girls and young mothers about the reproduction health with the main messages are marriage age/birth age and birth space 4). to analyze the last IDHS data.
T-1119
Depok : FKM-UI, 2001
S2 - Tesis Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Malika Mutia; Pembimbing: Helda; Penguji: Soedarto Ronoatmodjo, Tin Afifah
Abstrak:
Proporsi BBLR hasil Riskesdas 2018 adalah 6,3% dengan jumlah kasus terbanyak di Provinsi Jawa Barat. Kekurangan zat besi pada ibu hamil dapat menyebabkan pertumbuhan janin terhambat, kelahiran prematur atau BBLR. Program pemberian tablet tambah darah pada ibu hamil diberikan untuk memenuhi kebutuhan zat besi pada ibu hamil. Penelitian ini bertujuan untuk melihat hubungan antara kepatuhan konsumsi suplemen besi selama kehamilan dengan BBLR setelah mengendalikan seluruh variabel confounding. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah kasus kontrol dengan rasio 1:3. Sampel penelitian berasal dari data sekunder Riset Kesehatan Dasar tahun 2018 khusus Provinsi Jawa Barat. Jumlah kasus untuk penelitian ini adalah 180 sampel dan kontrol 540 sampel. Variabel kovariat dalam penelitian ini adalah usia bersalin, tingkat pendidikan, status bekerja, wilayah tempat tinggal, riwayat hipertensi, adanya komplikasi, status merokok, status merokok pasif dan usia gestasi saat melahirkan. Hubungan variabel dinilai dengan analisis bivariat dan multivariat. Hasil penelitian menunjukkan tidak terdapat hubungan bermakna (p>0,05) dengan peluang risiko 1,268 kali lebih besar pada ibu yang tidak patuh mengkonsumsi TTD untuk melahirkan bayi BBLR (OR= 1,268 95%CI 0,87-1,847) setelah dikontrol variabel kovariat.
Kata kunci: Suplemen besi. Tablet Tambah Darah, BBLR
Based on Riskesdas 2018, the proportion of LBW in Indonesia is 6.3% with the highest number of cases in West Java Province. Iron deficiency in pregnant women can cause restricted fetal growth, prematur birth or LBW. This study aims to look at the relationship between compliance with iron supplement consumption during pregnancy with LBW after controlling for all confounding variables. The method used in this study is case control with a ratio of 1: 3. The research sample is derived from secondary data used from the 2018 Basic Health Research in West Java Province. The number of cases for this study were 180 samples and 540 controls. The covariate variables in this study were maternal age during pregnancy, education level, work status, area of residence, history of hypertension, complications, smoking status, passive smoking status and gestational age at delivery. The relationship of variables was assessed by bivariate and multivariate analysis. The results showed no significant relationship (p> 0.05) with a 1.268 times greater chance of risk for mothers who consumed less iron supplements than 90 tablets to deliver LBW babies (OR = 1.268 95% CI 0.87-1.847) after covariate controlled variable.
Key words: Iron Supplementation, Low Birth Weight
Read More
Kata kunci: Suplemen besi. Tablet Tambah Darah, BBLR
Based on Riskesdas 2018, the proportion of LBW in Indonesia is 6.3% with the highest number of cases in West Java Province. Iron deficiency in pregnant women can cause restricted fetal growth, prematur birth or LBW. This study aims to look at the relationship between compliance with iron supplement consumption during pregnancy with LBW after controlling for all confounding variables. The method used in this study is case control with a ratio of 1: 3. The research sample is derived from secondary data used from the 2018 Basic Health Research in West Java Province. The number of cases for this study were 180 samples and 540 controls. The covariate variables in this study were maternal age during pregnancy, education level, work status, area of residence, history of hypertension, complications, smoking status, passive smoking status and gestational age at delivery. The relationship of variables was assessed by bivariate and multivariate analysis. The results showed no significant relationship (p> 0.05) with a 1.268 times greater chance of risk for mothers who consumed less iron supplements than 90 tablets to deliver LBW babies (OR = 1.268 95% CI 0.87-1.847) after covariate controlled variable.
Key words: Iron Supplementation, Low Birth Weight
S-10415
Depok : FKM UI, 2020
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Indira Rezki Wahyuni; Pembimbing: Helda; Penguji: Nurhayanti A. Prihartono, Rima Damayanti, Hasan Salim Alatas
Abstrak:
Angka kematian bayi (AKB) merupakan salah satu indikator menilai derajatkesehatan masyarakat. Indikator angka permasalahan BBLR menurut The HealthyPeople menyebutkan bahwa angka kejadian BBLR dikatakan rendah apabila kejadian BBLR kurang dari 5%, dikatakan tinggi jika kejadian BBLR berada di antara 10-15%.Pada penelitian tahun 2000 mengenai BBLR yang meliputi kota Jakarta, Makassar danCiawi ditemukan kasus BBLR berkisar 9-16% (BPS,2000) dan data dari RisetKesehatan Dasar Tahun 2013 angka BBLR sebesar 10,2%. Ditambah lagi penelitiansebelumnya diketahui bahwa hipertensi pada ibu merupakan salah satu faktor risikoyang mempengaruhi berat lahir bayi.
Tujuan penelitian ini untuk melihat hubunganantara hipertensi pada Ibu hamil dengan kejadian Bayi Berat Lahir Rendah (BBLR) diRSIA Budi Kemuliaan Jakarta Tahun 2017. Desain dalam penelitian ini adalah studicohort retrospective dengan menggunakan data rekam medik rumah sakit. Analisis datayang digunakan adalah Cox Regression.
Hasil analisis menunjukkan bahwa tidak adahubungan antara hipertensi pada Ibu hamil dengan kejadian BBLR di RSIA BudiKemuliaan Jakarta Tahun 2017 (RR 1,048-- 95% CI 0,611-1,797) setelah dikontrol olehvariabel usia gestasi.
Kata kunci: Hipertensi Ibu Hamil, BBLR.
Read More
Tujuan penelitian ini untuk melihat hubunganantara hipertensi pada Ibu hamil dengan kejadian Bayi Berat Lahir Rendah (BBLR) diRSIA Budi Kemuliaan Jakarta Tahun 2017. Desain dalam penelitian ini adalah studicohort retrospective dengan menggunakan data rekam medik rumah sakit. Analisis datayang digunakan adalah Cox Regression.
Hasil analisis menunjukkan bahwa tidak adahubungan antara hipertensi pada Ibu hamil dengan kejadian BBLR di RSIA BudiKemuliaan Jakarta Tahun 2017 (RR 1,048-- 95% CI 0,611-1,797) setelah dikontrol olehvariabel usia gestasi.
Kata kunci: Hipertensi Ibu Hamil, BBLR.
T-5432
Depok : FKM UI, 2018
S2 - Tesis Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Eka Dian Ayu Agustina Faten; Pembimbing: Tri Yunis Miko Wahyono; Penguji: Mondastri Korib Sudaryo, Renti Mahkota, Lukman Hakim
Abstrak:
Malaria merupakan salah satu masalah kesehatan masyarakat yang dapat menyebabkan kematian terutama pada kelompok risiko tinggi yaitu bayi, balita dan ibu hamil. Apabila mengenai ibu hamil dapat berakibat buruk terhadap ibu dan janinnya, salah satunya terhadap berat lahir bayi. Indonesia merupakan salah satu negara yang masih menjadi daerah endemis malaria dimana pada tahun 2012 terdapat 417.819 kasus. Di Papua,angka Annual Paracite Incidence (API) pada tahun 2012 sebesar 85,75/1000 penduduk, sedangkan angka API di kota Jayapura menunjukkan nilai 57,29 per 1000 penduduk. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan status malaria pada ibu hamil dan BBLR di RSUD Abepura. Penelitian ini merupakan studi kohort retrospektif, menggunakan 540 data rekam medis pasien yang melakukan antenatal care di RSUD Abepura selama tahun 2012-2013. Dari hasil penelitian didapatkan bahwa kelompok responden yang mengalami malaria dalam kehamilan tidak berisiko secara statistik (Trimester pertama dengan RR 1,06 95% CI 0,42-2,72 dan p-value 0,891; trimester kedua dengan RR 0,99 95% CI 0,38-2,56 dan p-value 0,984; serta trimester ketiga dengan RR 1,01 95% CI 0,34-3,01 dan p-value 0,982) untuk melahirkan BBLR setelah dikontrol oleh variable usia gestasi dan status gizi ibu diantara ibu hamil yang anemia. Perlunya penelitian lebih lanjut dengan pengambilan sampel yang tepat dan jumlah sampel yang lebih besar. Kata kunci: Malaria maternal, BBLR, Abepura
Read More
T-4300
Depok : FKM-UI, 2015
S2 - Tesis Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Noviani; Pembimbing: Dwi Gayatri; Penguji: Tri Yunis Miko Wahyono, Syahrizal Syarif, Sholah Imari, Rinni Yudhi Pratiwi
T-3378
Depok : FKM UI, 2011
S2 - Tesis Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
