Ditemukan 32105 dokumen yang sesuai dengan query :: Simpan CSV
Prevalensi obesitas pada remaja cenderung meningkat. Pola konsumsi yang tidak sehat adalah salah satu faktor risiko obesitas. Perilaku konsumen yang baik diperlukan seperti kepatuhan dalam hal membaca informasi nilai gizi dan memilih produk yang tepat. Kecenderungan remaja dalam membaca informasi nilai gizi masih rendah. Tujuan utama penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor dominan perilaku membaca informasi nilai gizi produk minuman manis dalam kemasan pada siswa SMAN 32 dan SMAS Muhammadiyah 18 Jakarta Selatan pada tahun 2019. Desain penelitian ini adalah crosssectional. Total sampel sebanyak 187 siswa yang diambil dengan metode total sampling. Sumber data menggunakan data primer melalui pengisian kuesioner dan pengukuran antropometri. Data dianalisis secara univariat, bivariat (chi-square), dan multivariat (regresi logistik ganda). Hasil penelitian menunjukkan sebesar 44,9% siswa yang membaca informasi nilai gizi. Terdapat hubungan yang signifikan antara sikap terhadap informasi nilai gizi dengan perilaku membaca informasi nilai gizi. Hasil multivariat menunjukkan bahwa tidak terdapat faktor dominan. Faktor yang berhubungan dengan perilaku membaca informasi nilai gizi adalah sikap terhadap informasi nilai gizi. Responden dengan sikap yang baik mempunyai peluang 2 kali lebih besar untuk membaca informasi nilai gizi dibandingkan dengan responden yang tidak membaca informasi nilai gizi. Untuk meningkatkan sikap dibutuhkan sosialisasi, salah satunya melalui media internet. . Kata kunci: Informasi nilai gizi, minuman manis dalam kemasan, siswa SMA, sikap
The prevalence of obesity in adolescents tends to increase. Unhealthy consumption patterns are one of the risk factors for obesity. Good consumer behavior is needed in relation to compliance in terms of reading labels and choosing the right product. The tendency of adolescents to read nutrition labels were low. This study aims to determine the dominant factors of use of nutrition labels on packaged beverages for students in SMAN 32 and SMAS Muhammadiyah 18 South Jakarta in 2019. The design of this research is cross-sectional. The total sample is 187 students taken by the total sampling method. This study used primary data by filled out questionnaires and using anthropometric methods. Data were analyzed univariate, bivariate (chi-square test), and multivariate. The research results showed that 44.9% of students read nutritional value information. There is a significant relationship between attitudes towards nutritional value information and behavior in reading nutritional value information. Multivariate results show that there is no dominant factor. Factors related to the behavior of reading nutritional value information are attitudes towards nutritional value information. Respondents with a good attitude are 2 times more likely to read nutritional value information compared to respondents who do not read nutritional value information. To improve attitudes, socialization is needed, one of which is through the internet. Key words: Nutrition labels, packaged beverages, high school students, attitudes
Latar Belakang : Penyakit tidak menular masih menjadi penyebab mendasar masalah kesehatan manusia yang ada di Negara Kesatuan Republik Indonesia. Penyakit Tidak Menular (PTM) atau yang disebut juga Non Communicable Disease merupakan penyakit kronis yang berlangsung lama dan bentuk dari hasil kombinasi faktor genetik, fisiologis, lingkungan dan perilaku. Dalam hal mengkonsumsi minuman kemasan harus dilakukan secara bijak dan tidak berlebihan. Hal ini dikarenakan minuman kemasan tinggi akan kaya gula yang dapat mengakibatkan penyakit tidak menular seperti halnya Diabetes Mellitus. Masalah yang terjadi pada era globalisasi seperti sekarang ini adalah proporsi kadar gula darah puasa yang terganggu, sehingga akan menggambarkan perilaku secara sadar dan keinginan untuk dapat mengontrol penyakit gula darah tinggi. Selain itu ingin mengetahui gambaran konsumsi, pengetahuan dan sikap terhadap minuman berpemanis dalam kemasan pada PT. X
Tujuan : Ingin mengetahui gambaran konsumsi minuman berpemanis dalam kemasan yang mencakup pengetahuan, sikap dan motivasi pada karyawan di PT X.
Metode Penelitian : Disain penelitian menggunakan metode penelitian kualitatif dengan rancangan penelitian studi kasus. metode pengumpulan data dengan cara wawancara, dokumentasi, serta observasi. Informan berjumlah 5 yang diantaranya adalah 4 informan utama yang berkerja di PT. X dan 1 informan kunci seorang ahli gizi dari salah satu puskesmas di wilayah bekasi. Serta triangulasi yang digunakan adalah triangulasi sumber.
Hasil : Para informan tahu betul frekuensi dan momen ketika mereka cenderung minum manis – misalnya setiap hari kerja sekali sehari, lebih sering di kantor, atau minimal saat-saat tertentu (seperti selepas makan siang). Sikap informan terhadap dampak minuman manis cenderung meremehkan potensi efek negatif jangka pendek, karena sebagian besar tidak merasakan gangguan kesehatan yang berarti sejauh ini. Secara keseluruhan, motivasi konsumsi minuman manis pada karyawan PT. X ini bersifat kompleks dan saling berkaitan. Kombinasi dorongan internal (mengantuk, butuh energi, stress relief, selera) dan faktor eksternal (ajak teman, ketersediaan, kebiasaan kantor) menciptakan lingkungan motivasional yang kuat bagi perilaku tersebut untuk berlangsung terus.
Backgorund : Non-communicable diseases are still the underlying cause of human health problems in the Republic of Indonesia. Non-communicable diseases (NCDs) or also called Non-Communicable Diseases are chronic diseases that last a long time and are a form of a combination of genetic, physiological, environmental and behavioral factors. In terms of consuming packaged drinks, it must be done wisely and not excessively. This is because packaged drinks are high in sugar which can cause non-communicable diseases such as Diabetes Mellitus. The problem that occurs in the current era of globalization is the proportion of disturbed fasting blood sugar levels, so that it will describe conscious behavior and the desire to be able to control high blood sugar. In addition, researchers also want to know the picture of consumption, knowledge and attitudes towards sweetened drinks in packages at PT. X. Objective : Want to know the picture of consumption of packaged sweetened drinks which includes knowledge, attitudes and motivation of employees at PT X. Research Methods : The research design uses a qualitative research method with a case study research design. Data collection methods are by interview, documentation, and observation. There are 5 informants, including 4 main informants who work at PT. X and 1 key informant, a nutritionist from a health center in the Bekasi area. And the triangulation used is source triangulation. Result : The informants know very well the frequency and moments when they tend to drink sweet drinks – for example, once a day every working day, more often in the office, or at least at certain times (such as after lunch). The informants' attitudes towards the impact of sweet drinks tend to underestimate the potential for short-term negative effects, because most of them have not felt significant health problems so far. Overall, the motivation for consuming sweet drinks among PT. X employees is complex and interrelated. The combination of internal drives (sleepy, need for energy, stress relief, taste) and external factors (inviting friends, availability, office habits) creates a strong motivational environment for the behavior to continue
