Ditemukan 36759 dokumen yang sesuai dengan query :: Simpan CSV
Sekitar 80% kematian maternal disebabkan secara langsung oleh komplikasi obstetri yaitu: perdarahan (25%), sepsis (15%), abortus tidak aman (13%), hipertensi pada kehamilan, eklampsia (12%), dan persalinan macet (8%). Di Indonesia eklampsia sampai saat ini merupakan salah satu penyebab kematian ibu hamil dan ibu bersalin disamping penyebah kematian maternal yang lain. Insiden eldampsia/preeklampsia di rumah sakit makin lama semakin meningkat. Di negara berkembang maupun maju 5-17% dari penderita eklampsia akan meninggal. Mereka yang berhasil hidup mungkin akan mengalami komplikasi berupa kelumpuhan, kebutaan, atau tekanan darah tinggi kronis, dan gangguan fungsi ginjal. Ibu dengan komplikasi akan meninggal apabila terlambat menerima pelayanan standar. Terdapat tiga faktor penyebab kematian ibu akibat PEB yang dapat dihindarkan, yaitu masalah yang berhubungan dangan pasien, masalah administnltif, dan masalah yang herhubungan dengan petugas kesehatan. Penelitian ini hertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang herlmbungan dengan kejadian komplikasi PEB pada ibu hersalin di RS wilayah Kabupaten Karawang, serta untuk mengetahui faktor yang paling dominan pengaruhnya. Desain penelitian ini adalah cross sectional terhadap 100 ibu hamil dengan PEB yang dirujuk oleh bidan ke Rumah Salit di Wilayah Kabupaten Karawang. Analisis data yang digunakan adalah uji chi square dan regresi logistik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat 31% ibu hamil dengan PEB yang mengalami komplikasi. Analisis bivariate melalui uji chi square menunjukkan bahwa variabel yang mempunyai hubunga bermakna dngan kejadian komplikasi PEB adalah riwayat ANC (nilai p=0,03), penghasilan keluarga (0,00), pendidikan bidan (0,01), penatalaksanaan pra rujukan (0,01).lama waktu penatalaksanaan oleh bidan merupakan factor yang paling dominan dengan OR 38,33. Mengacu pada hasil penilitian di atas maka disarankan agar bidan segera merujuk ke rumah sakit bila menjumpai ibu hamil dengan PEB, dilakukan penatalaksanaan sesuai standar, menyediakan prosedur tetap penatalaksanaan preeclampsia berat, bidan senantisa meningkatkan ilmu pengetahuan dengan jalan mengikuti pendidiksn ke jenjang yang lebih tinggi, perlu mengadakan penyuluhan yang lebih intensif agar ibu hamil mau melakukan ANC minimal 4 kali selama hamil. Hendaknya IBI Cabang Karawang memantau / memverifikasi penerapan prosedur tetap di tempat praktek bidan. Hendaknya RS selalu mempematikan prosedur tetap dalam memberikan pelayanan khususnya kepada ibu dengan PEB. Serta agar Dinas Kesehatan Kabupaten Karawang menyelenggarakan program pelatihan LSS bagi bidan yang belurn pemah mengikuti pelatihan LSS.
Approximately 80% of maternal death is directly caused by obstetrics complication, namely: bleeding (25%), sepsis (15%), unsafe abortion (13%), pregnancy hypertension, eclampsia (12%) and delivery intervention (8%). Today, in Indonesia, eclampsia still becomes one of the cause of pregnancy and maternal death besides other maternal death causes. Eclampsia/Pre-Eclampsia incidents in hospitals are gradually increasing. In developing and developed countries. 5 ? 17% of eclampsia patients will die. Those who survive may experience complication such as paralysis. blindness, or chronic hypertension, and kidney function disorder. Mother with complication will be die if she does not get standard service on time. There are three factors causing maternal death because of SPE that can be hindered, i.e: problems related with patient, administrative problems.and problems related to health officials their knowledge by oontinuing their study to higher education, conduct more intensive compaign so- that pregnant women will have ANC at least 4 times during their pregnancy. IBI at Karawang district should analyze/verify th(! implementation of standard procedure in midwife>s practice. Hospitals pay attention to standard procedure in giving special service for SPE's pregnant mother. Hopefully Health Department of Karawang district facilitates midwives to improve their education level, namely three-year diploma program (D3), four-year diploma program (D4), Graduate program or Master of Midwifery program.
Pertolongan persalinan di rumah masih sering dilakukan di Indonesia, dan persalinan perlu dipantau kemajuannya dengan partograf. Penelitian dilakukan di dua wilayah kerja Puskesmas di Banten, guna melihat penerapan partograf oleh bidan dan faktor yag berhubungan dengan penerapannya. Dengan rancangan crossectional dan analisis model logistik pada 31 bidan yang bekerja di wilayah kerja Puskesmas Kramat Watu dan Puskesmas Waringin Kurung yang menolong persalinan di rumah pasien. Sampel dalam penelitian ini adalah total populasi. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan pelatihan APN dengan penggunaan partograf (p 0,004). Terdapat kecenderungan untuk lebih menggunakan partograf pada responden yang umurnya ≥ 34 tahun, pengetahuan baik, bersikap bahwa partograf penting, mendapatkan pelatihan APN, didukung ketersediaan alat dan bahan, keterampilan baik serta ada dukungan atasan. Terdapat juga kecenderungan untuk tidak menggunakan partograf pada responden dengan kondisi pasien yang ditemui bidan di rumah. Dari hasil penelitian di sarankan untuk memberikan pelatihan APN kepada para bidan dan pendidikan kesehatan kepada masayrakat untuk merencanakan persalinan. Agar penggunaan partograf dapat dilaksanakan perlu membuat lembar partograf sesuai tafsiran persalinan ibu dengan ukuran besar di rumah pasien ditempel ditempat strategis agar pencatatan dapat segera dilakukan saat proses pertolongan persalinan. Memberikan dukungan pada bidan untuk menggunakan partograf pada setiap persalinan di semua tempat. Kata Kunci: Partograf, Pelatihan Asuhan Persalinan Normal, Persalinan
Delivery at home is still often in Indonesia and need to be monitored by partografh. Studies are conducted in two working areas of helath centers in order to see partografh applications by midwives and factors related to the application. This research is a cross-sectional design in the form of logistic analysis of 31 midwives working in the area of Kramat Watu health centers and Waringin Kurung health centers that facilitate delivery midwives at patient's home. The sample in this study is the total population. The results showed an association between APN training and the use of partograph (p 0.004). There is a tendency to use partograph more on respondents aged ≥ 34 years, good knowledge, good attitude, received APN training, complete availability of tools and materials, good skills and good support from superiors. The condition of patients at home, as seen by midwives, tends to not make midwives use partograph. From the results of the study, it is advised to provide APN training for midwives and health education for community to plan the delivery. In order to implement the use of partograph, it is necessary to make a large size sheet partograph in patients' homes according to the interpretation of labor so that recording can be done immediately during the process of delivery aid. Provide support for midwives to use partograph for every birth at all places. Keyword: Partograph, Normal Childbirth Care Training, Childbirth
Kata Kunci: Alat Kontrasepsi dalam Rahim (AKDR); Intra Uterine device (IUD)
Intra uterine Devices (IUD) is one type of birth control that is placed in the uterus through the cervical canal, which is covered by fine wires made of copper and containing the hormone levonorgestrel. This study aims to determine the factors associated with the use of IUDs in Puskesmas Koja in 2015. Data were collected through questionnaires integrated and processed using statistical software. From the results of the statistical test, there are two variables that showed a significant association with the use of IUD that education variables with p = 0.000 knowledge variables with a P value = 0.036. Keep in education and promotion of officers to increase knowledge acceptor.
Keywords: intrauterine device (IUD); Intrauterine devices (IUDs)
Dalam meningkatkan derajat kesehatan ibu dan anak serta untuk memenuhi tuntutan masyarakat akan pelayanan kesehatan yang lebih cepat, profesional dan bermutu diperlukan kesiapan petugas kesehatan dalam memberikan pelayanan secara profesional serta dukungan sarana dan prasarana yang mencukupi, Berdasarkan hal diatas, Departeman Kesehatan bekerja sama dengan JICA (Japan International Cooperation Agency) memperkenalkan "Buku KIA". Penggunanan "Buku KIA" merupakan upaya terobosan untuk menciptakan komunikasi dua arah antara petugas kesehatan dan kader dengan ibu hamil atau ibu balita dalam untuk menvampaikan pesan-pesan kesehatan dengan jalan melaksanakan pengisian yang baik dan lengkap. Tujuan Penelitian ini diperolehnya gambaran dan faktor-faktor yang mempengaruhi pengisian "Buku KIA" oleh kader kesehatan di Kota Solok. Penelitian dilakukan melalui pendekatan kwantitatif dengan desain cross sectional. Pengumpulan data melalui wawancara dan observasi, sebagai respondennya adalah 102 kader yang sudah mendapat pelatihan mengenai "Buku KIA", Pengolahan data dan analisis univariat, bivariat, multivariat mengunakan komputer. Analisis bivariat dilakukan dengan uji T dan uji korelasi, sedangkan analisis multivariat mengunakan analisa regresi linear berganda dengan metode backward. Hasil penelitian menunjukan rata-rata pengisian "Buku KIA" 23,07%, dari analisis bivariat variabel independen yang mempunyai hubungan bermakna dengan pengisian "Buku KIA" adalah pendidikan, pengetahuan, pelatihan, pemanfaatan buku pedoman, pembinaan. Analisis multivariat menunjukan tiga variabel independen yang menjadi prediktor pengisian "Buku K1A" yaitu pendidikan, pengetahuan, pembinaan, dari ketiganya yang paling dominan adalah pembinaan. Dalam meningkatkan pengisian "Buku KIA" oleh kader perlu dilakukan beberapa upaya yaitu menambah jumlah kader yang mempunyai buku pedoman atau buku pegangan, melaksanakan pelatihan dan pembinaan secara berkala oleh tenaga kesehatan dalam rangka meningkatkan pengetahuan dan keterampilan kader. Daftar bacaan : 30 (1977-2001)
Factors Related to the Filling Rate of "Maternal and Child Health Handbook" by Health Cadres in Kota Solok, 2001In the efforts to improve the health status of mothers and children, also to fulfill public demand on a fast, good. and professional health service, readiness of the medical personnel, supported by adequate infrastructure, is needed, In accordance with the above matter, Minis try of Health Republic of Indonesia, in cooperation with JICA (Japan International Cooperation Agency), introduce the use of "Maternal and Child Health Handbook [NCH Handbook)" It is a breakthrough to create a two-way communication between health personnel and cadres with pregnant women or mothers of underfives, to deliver health messages this can be achiered, by filling the book completely. The purpose of this research is to obtain the description of the filling pattern of "Maternal and Child Health Handbook" by health cadres in Kota Solok and factors asociated with it. The research was done quantitatively in a cross-sectional manner. Data collection was done by through interview and observation.The respondents werw 102 cadres that have been trained regarding the use of "Maternal and Children Health Handbook". Data processing and analysis was done by univariate, bivariate, and multivariate analysis by using computer. The bivariate analysis was done by T-test and correlation test white multivariate analysis was done by using multiple linear regression with backward elimination method. The results of research indicated that the averag filling rate in of the "Maternal and Child Health Handbook" is 23.07%.Variables that had significant correlation with the filling rate in of "Maternal and Child Health Handbook" were education, knowledge, training, use of guidance handbook, and supervision. The multivariate analysis indicated three significant predictor of the filling rate of the "Maternal and Child Health handbook". i.e education, knowledge. and supervision, among there variables was the most dominant factor_ Some efforts to increase the filling rate in of the "Maternal and Child Health Handbook". by cadres are by increasing the number of cadres that have guidance handbook and performing periodic training and supervision by health personnel to increase the knowledge and skill of the cadres Bibliography : 30 ( 1977-2001)
Hasil penelitian menunjukkan prevalensi anemia pada ibu hamil di Wilayah Kerja Puskesmas Merdeka Kota Bogor tahun 2017 sebesar 24,1 %. Berdasarkan hasil analisis didapatkan faktor yang berhubungan dengan kejadian anemia pada kehamilan adalah umur kehamilan (nilai P: 0,048) dan kekurangan energi kronik (nilai P: 0,013). Sedangkan faktor umur ibu, paritas dan jarak kelahiran tidak berhubungan dengan kejadian anemia pada kehamilan. Berdasarkan penelitian ini, perlu peningkatan pengetahuan ibu hamil mengenaik kebutuhan zat gizi terutama zat besi selama kehamilan dan pembentukan program pengawasan minum tablet tambah darah untuk memantau semua ibu hamil mengkonsumsi tablet tambah darah sesuai dengan kebutuhan selama kehamilan.
Kata kunci: Anemia, Ibu hamil, Faktor-faktor
Nutrition problems such as anemia in pregnant women are still the focus of attention in health development in Indonesia. 40% of maternal deaths in the world are associated with anemia in pregnancy. The Riskesdas report of 2013 states that the prevalence of anemia in pregnancy in Indonesia is 37.1%. This study aims to determine the prevalence of anemia and factors affecting the incidence of anemia in pregnant women in the Working Area of Merdeka Healt Centers 2017. This research is a quantitative research using cross sectional design. Sources of data in this study were maternal cohorts and maternal registers. The sampling technique used was total sampling with the number of 195 pregnant women.
The results showed that the prevalence of anemia in pregnant women in the Work Area of Merdeka Health Center Bogor City in 2017 was 24.1%. Based on the analysis results obtained factors associated with the incidence of anemia in pregnancy is the age of pregnancy (P value: 0.048) and chronic energy deficiency (P value: 0.013). While the maternal age, parity and birth spacing factors were not associated with the incidence of anemia in pregnancy. Based on this research, it is necessary to increase the knowledge of pregnant mother about requirement of nutrient especially iron during pregnancy and establishment of supervision program of tablet consumption to all pregnant woman consume tablets added blood as needed during pregnancy.
Keywords: Anemia, pregnant women, factors
