Ditemukan 31817 dokumen yang sesuai dengan query :: Simpan CSV
Wendi Ramanda; Pembimbing: Hendra; Penguji: Doni Hikmat Ramdhan, Warid Nuirdiansyah
S-8165
Depok : FKM UI, 2014
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Ela Herawati; Pembimbing: Sjahrul M. Nasri, Doni Hikmat Ramdhan; Penguji: Mila Tejamaya, Elsye As Safira, Sonia Kartika Hapsari
Abstrak:
Gangguan pendengaran sebagai penyakit akibat kerja yang paling sering terjadi di berbagaiindustri membutuhkan perhatian dari banyak pihak. Gangguan pendengaran yang dialamiseseorang akan berpengaruh pada produktivitas kerja dan kualitas hidup pekerja tersebut,sehingga pengendalian bising sangat penting untuk dilaksanakan di semua industri.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran pelaksanaan dan kesesuaian darielemen program konservasi pendengaran yang dilakukan PT XYZ sesuai dengan peraturandan rekomendasi yang ada, agar dapat diketahui hal-hal yang dapat diperbaiki untukmewujudkan Program Konservasi Pendengaran yang efisien, efektif dan memadai.Penelitian ini menggunakan desain studi deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Datadiperoleh dengan cara wawancara mendalam, observasi dan telaah dokumen, dankuisioner. Hasil penelitian menunjukkan bahwa adanya ketidaksesuaian penerapan elemenProgram Konservasi Pendengaran di PT XYZ dengan peraturan dan rekomendasi. Penelitimerekomendasikan bahwa perlu dibuat kebijakan khusus terkait dengan PKP, danpelaksanaan pencatatan dan pelaporan yang lebih baik, serta pengawasan yang lebih padapelaksanaan setiap elemen Program Konservasi PendengaranKata kunci: Gangguan pendengaran, Program Konservasi Pendengaran, Kebisingan.Gambaran pelaksanaan
Hearing loss as the most common occupational disease in many industries requiresattention from many parties. Hearing loss experienced by a person will affect the workproductivity and quality of life of the worker, so noise control is very important to beimplemented in all industries. This study aims to determine the description of theimplementation and suitability of the elements of hearing conservation program conductedby PT XYZ in accordance with existing regulations and recommendations, in order to knowthe things that can be improved to realize an efficient, effective and adequate HearingConservation Program. This research uses descriptive study design with qualitativeapproach. Data were obtained by in-depth interviews, observation and document review,and questionnaires. The results of the study indicate that there is a mismatch of theimplementation of Hearing Conservation Program elements in PT XYZ with the rules andrecommendations. The researcher recommends that special policies relating to HearingConservation Program, better implementation of recording and reporting, and moreoversight of the implementation of each element of the Hearing Conservation Program.
Read More
Hearing loss as the most common occupational disease in many industries requiresattention from many parties. Hearing loss experienced by a person will affect the workproductivity and quality of life of the worker, so noise control is very important to beimplemented in all industries. This study aims to determine the description of theimplementation and suitability of the elements of hearing conservation program conductedby PT XYZ in accordance with existing regulations and recommendations, in order to knowthe things that can be improved to realize an efficient, effective and adequate HearingConservation Program. This research uses descriptive study design with qualitativeapproach. Data were obtained by in-depth interviews, observation and document review,and questionnaires. The results of the study indicate that there is a mismatch of theimplementation of Hearing Conservation Program elements in PT XYZ with the rules andrecommendations. The researcher recommends that special policies relating to HearingConservation Program, better implementation of recording and reporting, and moreoversight of the implementation of each element of the Hearing Conservation Program.
T-5233
Depok : FKM UI, 2018
S2 - Tesis Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Ibinti Wiladatul Laili; Pembimbing: Ridwan Zahdi Sjaaf; Penguji: Dadan Erwandi, Istiati Suraningsih
S-8440
Depok : FKM UI, 2014
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Fauzan Karim; Pembimbing: Syahrul Meizar Nasri; Penguji: Hendra, Agus Triono
S-5310
Depok : FKM-UI, 2008
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Delfina Siagian; pembimbing: Sjahrul Meizar Nasri; Penguji: Doni Hikmat Ramdhan, Devie Fitri Octaviani
S-8285
Depok : FKM UI, 2014
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Wahyudin Lihawa; Pembimbing: Doni Hikmat Ramdhan; Penguji: Hendra, Robiana Modjo, Dartini, Triyo Hartono
Abstrak:
Read More
Penelitian ini bertujuan untuk memberikan gambaran hubungan antara intensitas bising dengan gangguan pendengaran terhadap pekerja.Penelitian dilakukan terhadap 349 responden di bagian Steel Melting dan Rolling Mills PT X pada bulan Maret - Juni 2014 menggunakan desain cross-sectional, data primer berupa hasil pengukuran intensitas bising dan audiogram, data sekunder berupa gambaran umum perusahaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 52 responden (14,9%) mengalami gangguan pendengaran, responden yang mengalami gangguan pendengaran terbanyak yaitu sebesar 59,6% (31 responden) adalah responden yang bekerja di Area Steel Melting yang memiliki intensitas kebisingan >85 dB. Penelitian menunjukkan gangguan pendengaran tidak berhubungan dengan pajanan debu, riwayat penyakit Diabetes melitus dan riwayat penyakit Hipertensi (p-value>α(0,05). Untuk mencegah terjadinya gangguan pendengaran kepada pekerja lainnya, perlu dilakukan upaya pengendalian risiko dengan melakukan pengendalian teknis, pengendalian administratif dan perlindungan kepada pekerja yang bekerja di area tersebut.
This study aims to provide an overview of the relationship between the intensity of noise with a hearing loss of workers. Study was conducted on 349 respondents at the Steel Melting and Rolling Mills PT X in March - June 2014 using cross-sectional design, the primary data in the form of noise intensity measurement results and results of audiometric measurement, secondary data from a general overview of the company. The results showed that 52 respondents (14.9%) had hearing loss, respondents who have a hearing loss that is equal to 59.6% (31 respondents) of respondents who work in Steel Melting areas that have noise intensity > 85 dB. Research showed hearing loss is not related to dust exposure, history of diabetes mellitus and a history of hypertension (p-value> α (0.05). To prevent hearing loss to other workers, risk control efforts should be made to perform technical control, control administrative and protection to employees who work in the area.
T-4096
Depok : FKM UI, 2014
S2 - Tesis Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Argihta Marettia; Pembimbing: L. Meily Kurniawidjaja; Penguji: Zulkifli Djunaedi, Rinaldo Delta Digita
S-6758
Depok : FKM-UI, 2011
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Fransisca May Henita; Pembimbing: Doni Hikmat Ramdhan; Penguji; Hendra, Gunawan Widjaja, Suparlan Hadi
Abstrak:
Keselamatan pasien merupakan prinsip dasar dari pelayanan kesehatan yangmemandang bahwa keselamatan merupakan hak bagi setiap pasien dalammenerima pelayanan kesehatan. Penelitian ini menggunakan disain penelitian cross sectional yang menggunakan pendekatan kuantitatif dengan sample 100 tenaga kesehatan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kinerja tenaga kesehatan dalam upaya pelaksanaan program keselamatan pasien(patient safety). Hasil penelitian menunjukkan bahwa kinerja tenaga kesehatan dalam pelaksanaan program keselamatan pasien (patient safety) antara lain ketepatan identifikasi pasien, peningkatan komunikasi yang efektif, peningkatankeamanan obat yang perlu diwaspadai, kepastian tepat-lokasi, tepat-prosedur,tepat-pasien operasi, pengurangan risiko infeksi terkait pelayanan kesehatan dan pengurangan risiko pasien jatuh sudah tercapai secara optimal. Kata kunci : Kinerja Tenaga Kesehatan, Keselamatan pasien.
Read More
T-4177
Depok : FKM-UI, 2014
S2 - Tesis Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Jelsi Natalia Marampa; Pembimbing: Sjahrul M. Nasri; Penguji: Tata Soemitra, Wiwiek Pudjiastuti
T-2452
Depok : FKM UI, 2006
S2 - Tesis Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Edifar Yunus; Pembimbing: Doni Hikmat Ramdhan; Penguji: Hendra, Robiana Modjo, Dartini, Triyo Hartono
Abstrak:
Read More
Kebisingan adalah merupakan salah satu potensi bahaya yang ada dilingkungan tempat kerja di area produksi PKS 1 PT. X, dimana hampir seluruh line produksi mempunyai intensitas kebisingan di atas 85 dBA. Kondisi lingkungan kerja seperti ini merupakan salah satu faktor yang dapat menyebabkan terjadinya gangguan kesehatan dan penyakit akibat kerja pada pekerja, yakni terjadinya penurunan fungsi pendengaran. Penelitian ini berjudul "Hubungan Kebisingan Terhadap Penurunan Fungsi Pendengaran Pada Pekerja Pabrik Kelapa Sawit 1 PT. X Tahun 2014". Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa apakah ada hubungan antara kebisingan dengan terjadinya penurunan fungsi pendengaran pada pekerja. Faktor yang berhubungan dengan kebisingan yang diteliti adalah intensitas bising, dan faktor yang berhubungan dengan karakteristik individu yakni: umur pekerja, masa kerja, jumlah jam kerja perhari. Untuk faktor intensitas bising didapat dengan melakukan pengukuran pada area produksi diamana pekerja beraktifitas, sementara faktor yang berkaitan dengan individu tentang umur pekerja, masa kerja, lama pajanan perhari, dan pemakaian APT di peroleh dari hasil kuesioner. Penelitian ini menggunakan desain analitik dengan pendekatan potong lintang di mana seluruh variabel dalam penelitian ini diukur satu kali pada waktu yang sama dengan tujuan menganalisis hubungan antara kebisingan terhadap penurunan fungsi pendengaran pada pekerja PKS 1 PT. X tahun 2014. Dari hasil penelitian diketahui bahwa sebanyak 55,17% responden bekerja di area dengan intensitas kebisingan lebih dari 85 dBA, 82,76% responden berumur kurang dari 40 tahun, 70,11% dengan masa kerja lebih dari 5 tahun, dan 75,86 bekerja12 jam perhari. Pada pemeriksaan audiometri didapatkan 54,0% responden mengalami ketulian sensorineural. Setelah dilakukan analisis univariat dan bivariat pada peneitian ini penulis menyimpulkan faktor-faktor intensitas bising, umur pekerja, masa kerja, dan jumlah jam kerja perhari berhubungan erat dengan penurunan fungsi pendengaran. Hubungan pemakaian APT dengan penurunan fungsi pendengaran tak dapat dinilai karena seluruh pekerja tidak memakai APT.
Noise is one of the risk factors at POM 1 production site environment of PT. X where most of its production lines retain noise intensity above 85 dBA. This noise intensive jobsite is a risk factor that could give rise to hearing loss as occupational disease among workers. ?The Correlation of Noise and Hearing Loss among Workers at Palm Oil Mill 1 (POM 1) of PT. X. in The Year of 2014? is the title of this study. The aim of this study is to analyse the correlation of noise and evidence of hearing loss among workers. Noise intensity is noise related factor; meanwhile age, length of service, and number of working hours per day are worker?s individual characteristics in this study. Noise intensity factor is obtained by noise measuring at production site where employees use to work, while worker?s individual factors such as age, length of service, number of working hours per day, and use of personal protective equipment (PPE) are acquired by questionnaire. This is a cross-sectional analyses study design where all the variables are measured once at the same time to enable noise and hearing loss correlation analyses on workers at POM 1 of PT X in the year of 2014. This study involved as many as 55.17% respondents who worked at jobsite with noise intensity more than 85 dBA, 72,8% aged less than 40 years, 70.11% with length of service less than 5 years, and 75.86% worked 12 hours per day. Measurement results revealed that 54.0% respondents developed sensor-neural hearing loss. Upon univariate and bivariate analyses done on this study, the researcher concludes that noise intensity, worker?s age, length of service, and number of working hours per day are factors that have close correlation to hearing loss among workers. The use of PPE is the factor that could not be analysed because none the workers wear any PPE.
T-4193
Depok : FKM UI, 2014
S2 - Tesis Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
