Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 20749 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Laily Hanifah; Pembimbing: Farida Mutiarawati Tri Agustina
T-805
Depok : FKM UI, 2000
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Taufik, M.; Pembimbing: Toha Muhaimin; Penguji: Evi Martha, Adi Sasongko, Rachmalina Prasodjo
Abstrak: Masa remaja merupakan masa dimana seseorang individu mengalami peralihan dari satu tahap ke tahap berikutnya dan mengalami perubahan baik emosi, tubuh, minat, pola perilaku, dan juga penuh dengan masalah-masalah. Hal ini mengakibatkan perubahan sikap dan tingkah laku, seperti mulai memperhatikan penampilan diri, mulai tertarik dengan lawan jenis berusaha menarik perhatian dan muncul perasaan cinta, yang kemudian akan timbul dorongan seksual.
 
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penyebab terjadinya perilaku hubungan seksual pra nikah pada remaja di Kota Pontianak. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif melalui wawancara mendalam dan Focus Group Discussion (FGD). Penelitian ini menunjukkan bahwa sumber informasi pengetahuan remaja mengenai seks pra nikah didominasi oleh teman sebaya melalui cerita-cerita dan diskusi diantara mereka.
 
Penelitian ini juga menunjukkan bahwa sebagian besar remaja melakukan hubungan seksual pra nikah di rumah ketika mereka berada pada situasi dan kondisi rumah yang kosong tanpa pengawasan orang tua dan sebagian kecil di hotel dan rumah kost.
 
Hasil penelitian menyarankan bahwa orang tua perlu untuk meningkatkan pengawasan mereka terhadap sikap dan perilaku remaja melalui komunikasi yang intensif dan berkualitas tanpa membatasi hak anak untuk bergaul dengan lingkungannya serta perlunya peran Dinas Pendidikan dalam pengembangan kurikulum kesehatan reproduksi remaja. Bagi Dinas Kesehatan perlunya memaksimalkan pelayanan kesehatan reproduksi remaja melalui PKPR dengan pendekatan adolescent friendly yang melibatkan remaja sendiri.
 

Adolescence is a time where one individual's experience of transition from one stage to the next and a good change of emotion, body, interests, behavioral patterns, and also full of problems. This resulted in changes in attitudes and behavior, such as starting to notice the appearance myself, became interested in trying to attract the opposite sex and show feelings of love, which would then arise sexual urges.
 
This study aims to determine the cause of premarital sexual behavior among adolescents in Pontianak. This study uses qualitative methods through in-depth interviews and Focus Group Discussion (FGD). This study shows that the source of information on youth knowledge about sex before marriage is dominated by peers through the stories and discussions among them.
 
This study also shows that most teenagers have sex before marriage at home when they are in the situation and condition of the empty house without the supervision of parents and a small part in the hotels and boarding houses.
 
The results suggest that parents need to improve their oversight of adolescent attitudes and behavior through intensive communication and quality without restricting the rights of children to interact with their environment and the need for the role of Education Department in the development of adolescent reproductive health curriculum. For Public Health Service need to maximize the adolescent reproductive health services through the Adolescent PKPR friendly approach involving teenagers themselves.
Read More
T-3150
Depok : FKM-UI, 2010
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Evi Irmayanti; Pembimbing: Agustin Kusumayanti, Evi Martha; Penguji: Anwar Hasan, Tati Dedah, Marina Damajanti
Abstrak:

Tesis ini membahas tentang analisis sikap dan perilaku mahasiswa semester IV program studi  D.III  Keperawatan STIKes. X  Tasikmalaya terhadap hubungan seksual pra nikah. Analisis dilakukan dengan menggunakan pendekatan  kualitatif dengan Rapid Assessment Procedures (RAP). Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara mendalam  terhadap sepuluh orang mahasiswa yang memiliki kriteria empat orang pernah dan enam orang belum pernah melakukan hubungan seksual pra nikah. Hasil penelitian, kepercayaan mahasiswa tehadap beberapa mitos tentang pencegahan kehamilan, keseluruhan informan tidak percaya, dan bagi yang melakukan hubungan seksual pra nikah, pencegahan kehamilan dililakukan dengan menggunakan pengaman seperti kondom dan pil KB. Harapan penulis terhadap penelitian ini adalah terciptanya intervensi yang memadai bagi institusi, keluarga dan masyarakat sekitarnya  agar mahasiswa sebagai generasi penerus terhindar dari perilaku seksual yang tidak sehat. Kata kunci : Sikap, perilaku, seksual pra nikah


 

This thesis discusses the analysis of student attitudes and behavior of fourth semester of Nursing courses STIKes D. III. X Tasikmalaya toward premarital sexual relations. Analyses were performed using a qualitative approach with a Rapid Assessment Procedures (RAP). Data was collected through in-depth interviews of ten students who have the criteria four and six people have ever had sexual intercourse before marriage. The results, student confidence Cosmos, some myths about preventing pregnancy, the overall informants do not believe, and for the conduct of premarital sexual relationships, preventing pregnancy by using a safety  such as condoms and birth control pills Hope the author of this research is the creation of an adequate intervention for institutions, families and surrounding communities in order to avoid students as the next generation of unhealthy sexual behavior. Key words: attitudes, behavior, premarital sexual

Read More
T-3373
Depok : FKM-UI, 2011
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Desi Trisiani; Pembimbing: Sudijanto Kamso; Penguji: Besral, Siti Hannifah
S-4503
Depok : FKM-UI, 2005
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Etrina Eriawati; Pembimbing: Yovsyah; Penguji: Tri Yunis Miko Wahyono
T-3352
Depok : FKM UI, 2011
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Ina Usrikasetiawati; Pembimbing: Sudijanto Kamso; Penguji: Agustin Kusumayati
S-5960
Depok : FKM UI, 2010
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Umi Habibah; Pembimbing: Tris Eryando
S-4053
Depok : FKM-UI, 2004
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Ririn Febriana Anggraeni; Pembimbing: Pandu Riono; Penguji: Muhammad Noor Farid, Ratna Djuwita, Nurhalina Afriana
Abstrak: Latar belakang: Hubungan seks yang berisiko menularkan HIV adalah hubunganseks dengan banyak pasangan dan berganti-ganti pasangan yang sebagian besardidominasi dengan hubungan seks komersial, baik pada kelompok heteroseksualmaupun pada kelompok homoseksual atau sejenis. Kelompok yang palingberisiko tertular HIV adalah kelompok homoseksual dan biseksual yang biasadikategorikan sebagai lelaki seks lelaki atau disebut LSL. Di banyak bagianwilayah, HIV di kalangan LSL muncul dengan penularan HIV yang sangat cepat.

Metode: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh tahu status HIVterhadap penggunaan kondom konsisten pada LSL di Yogyakarta dan Makassardan melihat adakah perbedaan hasil analisis dengan menggunakan metode RDS dan non RDS terhadap indikator program. Penelitian ini menggunakan data STBP2013.

Hasil: Dari hasil analisis diperoleh bahwa di Yogyakarta ada pengaruh tahu statusHIV terhadap penggunaan kondom konsisten dengan OR sebesar 6,6 dan 95% CI2,1-20,9, sedangkan di Makassar belum dapat diketahui pengaruh tahu status HIVdengan penggunaan kondom konsisten dengan OR sebesar 1,6 dan 95% CI 0,6 -4,4. Ada perbedaan hasil analisis dengan menggunakan metode RDS dan nonRDS terhadap indikator program.

Kesimpulan: Terdapat pengaruh tahu status HIV dengan penggunaan kondomkonsisten pada lelaki yang seks dengan lelaki di Yogyakarta sedangkan di Makassar belum dapat diketahui pengaruh tahu status HIV dengan penggunaankondom konsisten. Terdapat perbedaan hasil analisis dengan menggunakanmetode RDS dan non RDS terhadap indikator program

Kata kunci: LSL, status HIV, kondom konsisten
Introduction : Sex which higher risk of spreading HIV is sex with multiplepartners and change partners that is largely dominated by commercial sex, eitheron the heterosexual and homosexual group, or similar sexual behaviour. Groupsmost at risk of contracting HIV is a group of homosexual and bisexual men arecommonly categorized as men sex with men, or so-called MSM. In many parts ofthe region, HIV among MSM appears with HIV infection very quickly.

Methods: This study aimed to determine the effect knowing their HIV statustoward consistency condom use in MSM in Yogyakarta and Makassar and to seethe differences between analysis using RDS and non RDS to indicator of program.This study uses data IBBS 2013.

Summary: From the results of the analysis showed that in Yogyakarta there wasan effect Yogyakarta of knowing HIV status toward consistency condom use withan OR of 6,6 and 95%CI 2,1-20,9. while in Makassar unclear knowing HIV statustoward consistent condom use with an OR of 1.6 and 95% CI 0,6 - 4,1. There isdifferences between analysis using RDS and non RDS to indicator of program.

Conclusion: There is Influence of knowing HIV Status to consistent Condom usein Yogyakarta while in Makassar unclear knowing HIV status toward consistentcondom use. There is differences between analysis using RDS and non RDS toindicator of program.

Kata kunci: MSM, HIV status, condom consistent
Read More
T-4406
Depok : FKM UI, 2015
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Ferra Kartika Widodo; Pembimbing: Milla Herdayati; Penguji: R. Sutiawan, Lesti Harni
S-9083
Depok : FKM-UI, 2016
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Basit Sucipto; Pembimbing: Caroline Endah Wuryaningsih
S-3516
Depok : FKM-UI, 2003
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive