Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 33794 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Helni; Pembimbing: Adang Bachtiar; Penguji: Yayuk Hartriyanti, Mochamad Hasan, Anwar Hasan
Abstrak:

Tuberculosis merupakan penyakit infeksi penyebab kematian terbesar di dunia dimana jumlah penderita tuberculosis di Indonesia adalah nomor tiga terbesar di dunia, dan merupakan penyebab kematian nomor empat di Propinsi Jambi.Indonesia sejak tahun 1995/1996 telah melaksanakan strategi DOTS (Directly Observed Treatment Shortcourse), dimana untuk melaksanakan strategi ini telah dibentuk Puskesmas Rujukan Mikroskopis (PRM). Salah satu komponen yang berperan adalah petugas laboratorium dalam pemeriksaan sputum secara mikroskopis. Kinerja petugas Laboratorium PRM di Propinsi Jambi masih rendah, yang terlihat dari hasil cross check yang dilakukan oleh Balai Laboratorium Kesehatan Jambi mempunyai tingkat kesalahan diatas 5%.Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh informasi mengenai gambaran kinerja dan faktor-faktor yang berhubungan dengan kinerja petugas laboratorium dalam pemeriksaan mikroskopis BTA + pada PRM di Propinsi Jambi. Penelitian ini merupakan studi observational dengan rancangan cross sectional. Sampel yang diambil adalah populasi total, dengan jumlah sampel sebanyak 38 orang petugas Laboratorium PRM. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara dan observasi menggunakan instrument berupa kuesioner dan check list.Hasil penelitian menemukan, pada tingkat kepercayaan 95%, terdapat hubungan yang signifikan antara faktor internal seperti pendidikan, pelatihan, motivasi, dan faktor eksternal seperti supervisi, sarana dan prasarana, prosedur tetap, dan imbalan terhadap kinerja petugas laboratorium. Diantara variabel supervisi, pendidikan, pelatihan, imbalan dan prosedur tetap yang paling berhubungan adalah supervisi, diantara variabel motivasi, pendidikan, pelatihan, imbalan dan supervisi yang paling berhubungan adalah supervisi, sedangkan diantara variabel pendidikan, pelatihan, imbalan, sarana prasarana yang paling berhubungan adalah pendidikan.Upaya yang dapat dilakukan untuk mendukung program pemerintah dalam pemberantasan tuberculosis, khusus dibidang laboratorium diantaranya adalah dengan melakukan supervisi oleh pimpinan secara terjadwal serta melengkapi sarana dan prasarana sesuai dengan kondisi puskesmas.Daftar bacaan : 47 (1974 - 2001)


 

Analysis of Factor that Related to Microscopic Referral Health Center Laboratory Officer's Performance at Jambi Province, 2002.Tuberculosis is an infection disease that causes the biggest death in the world, which the number of tuberculosis sufferers in Indonesia was the third biggest in the world, and as the number four causes of death in Jambi Province.Since 1995/1996 Indonesia has conducted the Directly Observed Treatment Short Course (DOTS), where to did this strategy has been established Microscopic Referral Health Center (MRH}. One of the component that having role was the laboratory officer who checking the sputum microscopically. The performance of MRH officer at Jambi Province is still low, it was seen from the result of cross-check that conducted by the Health Laboratory Center of Jambi that having error level over than 5%.The objective of this study is to obtain an information on the description of performance and the factors that related to the performance of laboratory officer in checking the BTA microscopic + on MRH at Jambi Province. This study was as observation study by cross-sectional design. The sample that taken was total population, with the number of sample was 38 MRH laboratory officers. The data collection that conducted was in-depth interview and observation using instrument in the form of questionnaire and checklist.The result of this study found that on the level of belief was 95%, there was significant relationship between internal factor, such as education, training, motivation, and external factor such supervision, means and infrastructure, permanent procedure, also income of laboratory officer's performance. Between supervisor variable, education, training, income and permanent procedure that the most relationship was supervision.Between motivation variable, education, training, income and supervision that the most having relationship was supervision, whereas between education variable, training, income, means and infrastructure that the most having relationship was means and infrastructure.The effort that can be done to support the government program in combating tuberculosis, especially in the field of laboratory, among others doing supervision by the leader as schedule and accompanied with the means and infrastructure that correspond to the health center condition.References: 47 (1974-2001).

Read More
T-1251
Depok : FKM UI, 2002
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Subakir; Pembimbing: Budi Haryanto; Penguji: Haryoto Kusnoputranto, Anwar Hasan, Hening Darpito, RA Sofyan
T-1506
Depok : FKM UI, 2002
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Masrul Salim; Pembimbing: H.E. Kusdinar Achmad; Penguji: Yayuk Hartriyanti, Widyati N. Santoso, Siti Sumartini
Abstrak:
Petugas laboratorium Puskesmas Rujukan Mikroskopis merupakan tenaga yang sangat menentukan keberhasilan program P2TB dilingkungan wilayah kerja Sumatera Barat. Oleh karena itu tenaga laboratorium haruslah terampil dan memiliki kinerja yang baik. Tolok ukur kinerja adalah tingkat kesalahan pemeriksaan mikroskopis basil uji silang yang dilakukan oleh Dinas Kesehatan Propinsi Sumatera Barat bekerja sama dengan Balai Laboratorium Kesehatan Padang. Masih tingginya angka tingkat kesalahan di Sumatera Barat menunjukkan bahwa petugas laboratorium puskesmas terutama laboratorium PRM di Sumatera Barat belum memperlihatkan hasil yang diharapkan, dengan perkataan lain kinerja petugas laboratorium PRM belum baik. Tujuan penelitian ini adalah diperolehnya informasi tentang kinerja petugas laboratorium PRM Berta faktor-faktor yang berhubungan dengan kinerja petugas laboratorium PRM di Sumatera Barat. Faktor-faktor tersebut adalah pembinaan pimpinan, prosedur tetap, masa kerja, beban kerja, motivasi dan sarana kerja. Penelitian ini menggunakan rancangan cross sectional. Sampel penelitian adalah petugas laboratorium PRM yang ada di Sumatera Barat yaitu sebanyak 40 petugas. Data yang dikumpulkan merupakan data primer yang dilakukan dari 9 Oktober sampai 11 November 2000. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kinerja petugas laboratorium PRM di Sumatera Barat baik 57,5%. Faktor pembinaan pimpinan, prosedur tetap, masa kerja, motivasi kerja dan kelengkapan sarana mempunyai hubungan yang bermakna dengan kinerja petugas laboratorium. Sedangkan pembinaan pimpinan merupakan faktor yang paling dominan mempengaruhi kinerja petugas. Penelitian ini menyarankan agar pembinaan oleh pimpinan dengan cara merobah pola manajemen puskesmas yang ada sekarang.

Relationship of Factors with the Performance of Laboratory Workers of Microscopic Referral Community Health Center in West Sumatera in the Year 2000Microscopic Referral Community Health Center laboratory workers are very important personnel in achievement of P2TB program in the work area of West Sumatera. Therefore, the laboratory workers must be skillful and have good performance. The performance standard of the laboratory workers is the level of inaccuracy of the result of cross-microscopic examination done by the Health Office of the West Sumatera Province in cooperation with Padang Health Laboratory Center. The high level of inaccuracy in West Sumatera indicates that the community health center laboratory workers especially the PRM laboratory in West Sumatera have not indicated good result, in other words, the performance of the PRM laboratory is not good yet. The purpose of this research is to obtain information regarding the performance of the PRM laboratory workers and factors related to the performance of the PRM laboratory workers in West Sumatera. The factors are guidance by the leaders, fixed procedure, tenure, work load, motivation and facilities. This research used the cross sectional design. Sample of this research is the PRM laboratory workers that are available in West Sumatera namely 40 workers. The data collected are primary one and it was conducted from October 9 to November 11, 2000. The research result indicates that the PRM laboratory workers in West Sumatera who have good performance are 57.5%. The factors such as guidance by the leadership, fixed procedure, tenure, work motivation and availability of facilities have significant relationship with the performance of laboratory workers. While the leadership training is a predominant factor that affects the workers performance. This research suggests that guidance by the leader needs to be done better, in order to change the management pattern of the existing community health center.
Read More
T-880
Depok : FKM-UI, 2001
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Ridason; Pembimbing: Sandi Iljanto, Luknis Sabri
T-1858
Depok : FKM UI, 2004
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Syahrul; Pembimbing: Dumilah Ayuningtyas; Engkus Kusdinar Achmad
T-1867
Depok : FKM UI, 2004
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Syahrul; Pembimbing: Dumilah Ayuningtyas, Engkus Kusdinar Achmad; Penguji: Soetanto, Kartini Rustandi, Hasan Anwar
T-2119
Depok : FKM UI, 2004
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Iskandar; Pembimbing: Anwar Hasan, Sutanto Priyo Hastono
T-1575
Depok : FKM UI, 2003
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Irwan Adji; Pembimbing: Soekidjo Notoatmodjo; Penguji: Ella Nurlaela Hadi, Jalsis Ilyas, Wibisono Wijono, Amroussy D.T. Marsis
Abstrak:

Perawat adalah salah satu profesi di rumah sakit yang berperan penting dalam memberikan pelayanan kesehatan kepada pasien yang dirawat. dimana perawat berada selama 24 jam disisi pasien. Asuhan Keperawatan merupakan titik sentral pelayanan keperawatan. Sebagai ukuran kinerja perawat di ruang rawat inap dapat dilihat dari kegiatan perawat memberikan asuhan keperawatan kepada pasien dalam bentuk pendokumentasian asuhan keperawatan. Menurut Gibson (1996), perilaku dan kinerja individu dipengaruhi oleh variabe! individu. variabel organisasi dan variabel psikologis.Tujuan penelitian ini untuk mengetahui kinerja perawat dan faktor-faktor yang berhubungan dengan kinerja perawat di Ruang Rawat Inap R.S.U. Raden Mattaher Jambi. Penelitian ini menggunakan metode Cross Sectional dengan sampel 70 responden. Variabel independen yang diteliti adalah karakteristik individu perawat meliputi umur, tingkat pendidikan, masa kerja dan status perkawinan serta karakteristik organisasi mencakup sumber daya, kepemimpinan, imbalan, struktur organisasi dan disain pekerjaan. Variabel dependen yaitu kinerja perawat di ruang rawat inap.Analisis data yang digunakan adalah analisis univariat, bivariat dan multivariat dengan menggunakan uji statistik deskriptif, Chi-Square dan multiple regresi logistik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kinerja perawat dengan katagori kurang dan baik didapatkan hasil masing-masing yaitu 50%.Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa tingkat pendidikan merupakan faktor yang mempunyai hubungan paling dominan dengan kinerja perawat (nilai p = 0,001, OR = 80,325) dimana perawat yang berpendidikan bidan berpeluang* mempunyai kinerja kurang baik 80,3 kali dibandingkan dengan perawat yang berpendidikan Dili Keperawatan. Selain itu faktor imbalan ( nilai p = 0,002, OR = 20,937), sumber daya (nilai p = 0,014, OR = 14, 578) dan disain pekerjaan (nilai p = 0,047, OR - 8,628) juga berhubungan dengan kinerja perawat diruang rawat inap RSU Raden Mattaher Jambi, dimana perawat yang menilai besarnya imbalan tidak sesuai dengan peran dan beban kerja mereka berpeluang mempunyai kinerja kurang baik 20,9 kali dibandingkan dengan perawat yang menilai besar imbalan sesuai dengan peran kerja. Begitu juga perawat yang menilai sumber daya kurang berpeluang mempunyai kinerja kurang baik 14,5 kali dibanding dengan perawat yang menilai cukup sumber daya. Demikian juga perawat yang menilai disain pekerjaan kurang baik berpeluang mempunyai kinerja kurang baik 8,6 kali dibanding dengan perawat yang menilai cukup baik disain pekerjaan.Mempertimbangkan hasil penelitian ini perlu bagi piliak Direksi dan Bidang Keperawatan R.S.U Raden Mattaher, untuk memperhatikan pegawai yang pendidikannya masih dibawah Dili Keperawatan agar dapat disekolahkan ke jenjang Dili Keperawatan dan bila menambah tenaga perawat pelaksana di ruang rawat inap agar tingkat pendidikannya minimum DIII Keperawatan.

Read More
T-1248
Depok : FKM UI, 2002
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Eko Hendro Saputra; Pembimbing: Wiku Bakti Bawono, Anwar Hasan
T-1573
Depok : FKM UI, 2003
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive