Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 31704 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Dewi Kartika; Pembimbing: Mardiati Nadjib; Penguji: Atik Nurwahyuni, Vetty Yulianty Permanasari, Oman Abdurohman, Firman Rachmatullah
Abstrak: Penelitian ini dilatarbelakangi adanya keterlambatan dalam penyelesaianklaim BPJS di RSUD Dr.Adjidarmo. Penelitian yang menggunakan pendekatankualitatif dan observasi ini menemukan bahwa 85,56% berkas klaim sudah siapdalam bentuk txt file (soft copy). Namun, merujuk kepada Pedoman ImplementasiJKN ternyata penyelesaian klaim rawat inap di RSUD Dr.Adjidarmo dinyatakantidak tepat waktu. Penyebabnya adalah kurang SDM tenaga dokter dan verifikatorBPJS, masalah kelengkapan dokumen klaim, tata letak ruang yang belummemadai, SIM-RS yang belum terintegrasi. Rumah Sakit memerlukan waktuuntuk menyesuaikan perubahan sistem aplikasi INA-CBGs. Diperlukankebijakan/prosedur tetap yang mengatur kepastian tugas, tanggungjawab danwewenang setiap unit klaim. Disarankan agar meninjau kembali isi perjanjiankerjasama, menetapkan SOP dan mengembangkan monitoring dan evaluasi demiperbaikan kinerja penagihan klaim di RSUD Dr.Adjidarmo.
Read More
B-1645
Depok : FKM UI, 2014
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Ni Wayan Sri Wahyuni; Pembimbing: Wachyu Sulistiadi; Penguji: Vetty Yulianty Permanasari, Puput Oktamianti, Amila Megraini; Sarwanti
Abstrak:

ABSTRAK Nama : Ni Wayan Sri Wahyuni Program Studi  : Kajian Administrasi Rumah Sakit Judul                : Ketepatan Waktu Penyelesaian Klaim Pasien Rawat Inap Jaminan Kesehatan Nasional di Rumah Sakit Ari Canti Kabupaten Gianyar Tahun 2017 Rumah Sakit Ari Canti kerap terjadi keterlambatan pengajuan  klaim oleh pihak rumah sakit kepada BPJS Kesehatan yang mengganggu cash flow. Rumah sakit perlu melakukan kajian lebih lanjut melalui penelitian ini  mengenai ketepatan waktu penyelesaian klaim pasien rawat inap JKN. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor  yang berpengaruh terhadap ketepatan waktu penyelesaian klaim pasien rawat inap Jaminan Kesehatan  Nasional. Pendekatan  yang dilakukan dengan  kuantitatif dan kualitatif   (mix methods) yang menggunakan desain potong lintang. Sampel berjumlah 209  dari  berkas klaim  dan 6 orang informan. Ketepatan waktu klaim pasien rawat inap JKN sebesar 65,4% yang tidak tepat 34,6%. Faktor – faktor yang berpegaruh secara signifikan terhadap ketepatan waktu klaim adalah ketersediaan SEP, kelengkapan berkas rekam medis, ketepatan waktu pengembalian berkas rekam medis, kesesuaian entri data berkas dan ketepatan waktu entri data. . Kata kunci: JKN, Ketepatan waktu, klaim


ABSTRACT Name : Ni Wayan Sri Wahyuni Study Programe : Hospital Administration Analysis Title : Timeliness of Claim Settlement on Inpatient Patients of National Health Insurance at Ari Canti Hospital, Gianyar District 2017 Ari Canti Hospital often happens delay in filing claims by the hospital to The Organizer of Social Health Insurance that interfere with cash flow. The hospitals need to conduct further study through this research on the timeliness of settlement of claims of inpatients of  National Health Insurance. This study aims to analyze the factors that affect the accuracy of the settlement of claims of inpatients of the National Healthcare. The research using a quantitative and qualitative approach (mixed methods) with using cross sectional techniques. Research sample was  209 of claim files and six informants. The time punctuality of National Health Insurance inpatient claim’s was 65.4% and not punctual around  34.6%. Factors significantly influencing the timeliness of claims are the availability of letters of patient eligibility, medical file completeness, the timeliness of the returning  the medical record, the suitability of the data entry files and the timeliness of the data entry. Keywords: National Health Insurance, timeliness, claims

Read More
B-1997
Depok : FKM-UI, 2018
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Doris Lumban Tobing; Pembimbing: Pujiyanto; Penguji: Suprijanto Rijadi, Puput Oktamianti, Yuli Prapancha Enny Satar, Ekasari
Abstrak: Berdasarkan UBA pasien di RS Siloam Kebon Jeruk, didapat komentar mengenaipemulangan pasien, yaitu : waktu tunggu penyelesaian administrasi pulang pasienmasih cukup lama, terutama menggunakan asuransi. Dari uji petik didapatkanrata-rata waktu tunggu yang menggunakan jaminan perusahaan/asuransi 5 jam 45menit dan non jaminan 3 jam 4 menit. Penelitian bertujuan mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi waktu tunggu pelayanan administrasi pulang pasienrawat inap dengan jaminan perusahaan/asuransi di RS Siloam Kebon Jeruk.Desain penelitian menggunakan kuantitatif dan kualitatif. Data primer didapat dariwawancara dan observasi dan data sekunder didapat dari telaah dokumen danlaporan pasien pulang. Dari hasil penelitian didapatkan faktor-faktor yangmempengaruhi adalah pengisian resume medis, jumlah sumber daya manusia,kebijakan dan alur proses rumah sakit yang sudah ada perubahan dengan prosesyang dilaksanakan di lapangan.Dapat disimpulkan dengan efisiensi waktu padatahap admin, tahap farmasi dan tahap gudang satelit dapat memperpendek waktuproses di rumah sakit. Efisiensi proses mempersingkat penyelesaian administrasipulang pasien rawat inap dengan jaminan perusahaan/asuransi menjadi 2 jam.Saran peneliti yaitu sosialisasi mengenai pentingnya peran dokter spesialis,pengkajian ulan tenaga staf admin ruangan, revisi kebijakan dan alur prosesadministrasi pulang pasien dengan jaminan perusahaan/asuransi dan uraian tugasstaf yang berperan, revisi MoU dengan pihak penjamin untuk masalah konfirmasi.Kata kunci : waktu tunggu penyelesaian administrasi pulang pasien rawat inap,pasien jaminan perusahaan/asuransi
Based UBA hospital inpatients in Siloam Kebon Jeruk , gained criticism andsuggestions regarding the discharge of patients, namely: the waiting time ofpatients still settling administrative home long enough, especially the use ofinsurance. From the test results obtained quotes the average waiting time ofpatients who use the guarantee is 5 hours 45 minutes and non warranty is 3 hours4 minutes. The study aims to determine the factors that influence waiting timesadministrative services to inpatients home insurance in Siloam Kebon JerukHospital. Design using both quantitative and qualitative research. The primarydata obtained from interviews and observations and secondary data obtainedfrom the study of documents and reports patient's home.From the results, the factors that affect the length of time patients wait forcompletion of home administration is charging inpatient medical resume, theamount of human resources, policies and workflow processes existing hospitalswith process changes implemented in the field.It can be concluded in less time on admin stage, stage pharmaceutical andsatellite warehouses stage can shorten the processing time in the hospital. Theefficiency of the process beyond the administrative processes to shorten hospitalinpatients with insurance to 2 hours. Suggestions researchers that thesocialization of medical importance to specialist resume, review of workforce,policy revisions and return patient administration process flow with insuranceand job descriptions of staff whose role, revised MoU with an insurer to issue aconfirmation.Keywords: waiting time home administrative settlement inpatients, corporateguarantee patient / insurance
Read More
B-1618
Depok : FKM-UI, 2014
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Meutia Elda; Pembimbing: Mieke Savitri; Penguji:Pujiyanto, Ronnie Rivany, Suhara Manullang
Abstrak:

Penelitian ini dilatar belakangi oleh kenyataan bahwa telah terjadi pergeseran terhadap pola pembayaran pengguna jasa Rumah Sakit, dari membiayai sendiri menjadi menggunakan pihak ketiga yaitu Asuransi Kesehatan dan banyaknya kendala yang dihadapi dalam menjalin kerjasama dengan PT Askes terutama pada keterlambatan dokumen klaim. Keterlambatan ini berdampak pada berkurangnya target pendapatan rumah sakit untuk disetorkan pada kas daerah pada akhir tahun anggaran. RSUD Dr. Adjidarmo adalah Rumah Sakit type C dengan kapasitas 120 tempat tidur, terletak dipusat kota Rangkasbitung, Kabupaten Lebak Provinsi Banten. Pada penelitian ini, peneliti melakukan analisis faktor-faktor input yaitu SDM, dana. material, dan metode dengan keterlambatan dokumen klaim Askes melalui proses tahapan manajemen piutang. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan metode deskriptif analitik yaitu melalukan pengamatan langsung pads PPATRS (Program Pelayanan Administrasi Terpadu Rumah Sakit), wawancara mendalam dan telaah dokumen pada sistem manajemen Rumah Sakit. Penelitian ini dilakukan dilingkungan RSUD Dr. Adjidarmo dan Asissten Area Manager (AAM) PT. Askes cabang Lebak dari bulan Februari sampai dengan bulan April 2006 dengan menggunakan data rekapitulasi keterlambatan dokumen klaim tahun 2005. Hasil dan pembahasan dari penelitian ini dibagi menjadi 3 (tiga) bagian yaitu input, proses dan output sesuai dengan kerangka konsep pada metodologi penelitian. Pada pembahasan diungkapkan basil penelitian yang didapat, dibandingkan dengan teori, dengan paneliti terdahulu serta judgement dari peneliti. Kesimpulan dari penelitian ini yaitu adanya keterlambatan yang sangat bermakna pada penyelesaian dokumen klaim obat rawat jalan dan rawat imp, dimana kendalanya terdapat pads tahap pembebanan dan penataan dari unsur SDM, material dan metode. Kendala tersebut berupa kurangnya tenaga pelaksana untuk penyelesaian klaim obat rawat imp dan rawat jalan, kurangnya sarana penunjang dan belum adanya kerjasama yang baik diantara unit terkait. Tidak adanya kepastian tugas, tanggungjawab dan wewenang pada petugas penatalaksana klaim obat merupakan kendala yang cukup berarti. Dengan dibentuknya Tim Pengendali Askes, diharapkan kendala-kendala tersebut dapat diatasi.


 

The background of this study was based on fact that have frictioned to pattern payment of Hospital service client, from out pocket became to Health Insurance as the third party and many problem faced in braiding cooperation with PT Askes especially at claim document delayed. This delay affect in decreasing hospital targets budget at end of the year. RSUD Dr. Adjidarmo was a type C hospital with 120 beds where located in Rangkasbitung downtown, Sub-Province Lebak Province Banter'. In this research, researcher made analysis of input factors that were man, money, material, and method with delay in claim document Askes through receivable management step process. This research was qualitative research with analytic descriptive method by doing direct observation at PPATRS (Intire Program Administrative Services of Hospital), in-depth interviews and document study at Hospital management system. This Research was done in RSUD Dr Adjidarmo environment and Asissten Area Manager (AAM) PT. Askes branch Lebak from Februari up to April 2006 and used back up data of 2005. The result and discussion from this research were divided in three parts, that were input, process and output according to framework concept at research methodology. The result compared with theory, previous researcher and also judgment from researcher. Conclusion of this research was delay in drug claim document of out-patient and in-patient where the problem came from in house phase and billing phase, and from variable of human resources, material and method. The problems were lack of employees, especially in drug claim, lack of supporter medium and there was no good cooperation among related units. Inexistence certainty of duty, authority and responsibility was a meaningfull enough problem. By forming of Askes Controller Team, expected the problem could be resolved.

Read More
B-932
Depok : FKM UI, 2006
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Kresensia Nensy; Pembimbimbing: Sandi Iljanto; Penguji: Vetty Yulianty Permanasari, Kurnia Sari, Samsul Bahri
Abstrak: Latar belakang:Besarnya selisih klaim BPJS RSUD Dr. Ben Mboi Ruteng Tahun 2016 dengan pembayaran Klaim oleh BPJS Kesehatan, yakni sebesar Rp. 5.038.707.422, mengganggu cashflow rumah sakit, dimana penerimaan rumah sakit 75% berasal dari pembayaran BPJS Tujuan:Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan hubungan antara faktor kelengkapan resume medis, faktor ketepatan pengisian resume, faktor kelengkapan sistem informasi, faktor ketepatan sistem informasi pada berkas klaim BPJS pasien rawat inap di RSUD Dr. Ben Mboi Ruteng dengan pembayaran oleh pihak BPJS. Metode:Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan desain cross sectional. Sampel berjumlah 504 berkas klaim, yaitu berkas klaim dengan 5 kode INA-CBGs terbanyak. Pengumpulan data menggunakan pedoman checklist. Data terkumpul dianalisis dengan metode analisis univariat, bivariat, uji ChiSquare dan analisis multivariat uji regresi logistic. Hasil:Terdapat10,9% tidak lengkap resume medis, Terdapat 13,1% yang tidak tepat dalam pengisian resume medisnya. Terdapat 7 % berkas klaim tidak tepat sistem informasinya. Sedangkan kelengkapan sistem informasi tidak memiliki masalah karena semuanya lengkap sistem informasinya. Berdasarkan analisis bivariat, didapatkan hubungan bermakna pada kelengkapan dan ketepatan resume medis dan kelengkapan sistem informasi dengan pembayaran BPJS. Sedangkan kelengkapan sistem informasi tidak memiliki hubungan bermakna dengan pembayaran BPJS. Hasil analisis multivariat didapatkan ketepatan sistem informasi paling berhubungan dengan pembayaran BPJS. Kesimpulan: Terdapat hubungan yang bermakna antara kelengkapan [Type text] [Type text] [Type text] resume medis dengan pembayaran BPJS (hasil verifikasi), terdapat hubungan yang bermakna antara ketepatan resume medis dengan pembayaran BPJS (hasil verifikasi), tidak Terdapat hubungan yang bermakna antara kelengkapan sistem informasi dengan pembayaran BPJS (hasil verifikasi), terdapat hubungan yang bermakna antara ketepatan sistem informasi dengan pembayaran BPJS (hasil verifikasi). Kata Kunci : Berkas klaim BPJS Pasien Rawat Inap, Pembayaran BPJS Background: The magnitude of the difference in claims BPJS RSUD Dr. Ben Mboi Ruteng Year 2016 with Claim payment by BPJS Health, which is Rp. 5,038,707,422, disturbing hospital cashflow, where hospital admission 75% comes from BPJS payments Purpose: This study aims to describe the relationship between medical resume completeness factor, precision resume filling factor, information system completeness factor, accuracy factor of information system on claim file BPJS Of inpatients in RSUD Dr. Ben Mboi Ruteng with payment by BPJS. Method: This research is quantitative research with cross sectional design. The sample totals 504 claim files, which are claims files with the 5 most INACBGs codes. Data collection using checklist guidelines. The collected data were analyzed by univariate analysis, bivariate, ChiSquare test and multivariate analysis of logistic regression test. Result: There are 10,9% incomplete medical resume, There is 13.1% which is not proper in filling of medical resume. There is a 7% improper claim file for its information system. While the completeness of the information system does not have a problem because everything is complete information system. Based on bivariate analysis, there is a significant correlation on completeness and accuracy of medical resume and completeness of information system with payment of BPJS. While the completeness of the information system has no significant relationship with the payment BPJS. Multivariate analysis results obtained information system accuracy most related to the payment BPJS. Conclusion: There is a significant relationship between medical resume completeness and BPJS payment (verification result), there is a significant correlation between the accuracy of medical resume with payment BPJS (verification result), no significant relationship between the completeness of [Type text] [Type text] [Type text] information system with payment BPJS (verification result) , There is a significant relationship between the accuracy of information systems with payment BPJS
Read More
B-1905
Depok : FKM-UI, 2017
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Rosinta Magdalena; Pembimbing: Adang Bachtiar; Penguji: Dumilah Ayuningtyas, Amal Chalik Sjaaf, Amila Megraini, Rahma Indira Wardani
Abstrak: Tahun 2017 rata-rata waktu tunggu penyelesaian administrasi pasien pulang rawat inap di RS Eka Pekanbaru 246 menit (> 2 jam), yang meyebabkan ketidakpuasan pasien sehingga perlu dilakukan analisa terkait penyebab lamanya waktu tunggu tersebut dengan pendekatan Lean-Six Sigma untuk dapat melihat pemborosan yang terjadi. Penelitian ini adalah operational research, dengan desain penelitian kuantitatif dan kualitatif. Hasil penelitian memperlihatkan proses diawali dengan instruksi dokter bahwa pasien boleh pulang sampai pasien menerima bukti pembayaran administrasi. Hasil penelitian digambarkan dengan value stream mapping yang memperlihatkan lead time proses pengurusan administrasi pasien pulang selama 356,42 menit dengan value added 70,49 menit (22,58%), dan aktivitas yang tergolong non value added sebesar 285,93 menit (77,42%). Proses paling lama terjadi di keperawatan karena menunggu obat pasien, dan kasir (administrasi rawat inap) karena menunggu finalize dari farmasi dan jawaban asuransi / perusahaan penanggung biaya pasien. Waste paling besar yaitu waiting sebesar 193,33 menit (69,44%) dari total seluruh waste yang ada. Berdasarkan analisis fishbone diagram diketahui bahwa akar penyebab masalah paling banyak berasal dari kategori man. Usulan perbaikan berupa pembuatan standarisasi kerja, rapat koordinasi, meningkatkan pengawasan, dan menerapkan heijunka.
Kata Kunci: Pengurusan Administrasi pasien pulang, Lean Six Sigma, Rawat Inap

In 2017 the average waiting time for the process of Discharged Patients Administration at Eka Pekanbaru Hospital is 246 minutes (> 2 hours), it causes patient complaint so it is necessary to analyze the causes of the long waiting time with the Lean-Six Sigma approach to be able to see the waste that occurs. This is operational research that uses quantitative and qualitative design. The result of this research showed that the Discharged Patients Administration in hospital begins from the instruction of the doctor that the patient can go home until the patient receives an administrative payment receipt. The results of this research were also described with the value stream mapping that showed lead time of discharged patients administration process is 356,42 minutes, with value added 70,49 minutes (22,58%), and non value added 285,93 minutes (77,42%). The longest process occurs on nursing unit and inpatient administration unit. The longest waste is waiting waste of 193,33 minutes (69,44%) of the total waste that found. Based on fishbone diagram analysis it is known that most of the root cause of discharged patients administration process problem come from man category. Based on that analysis, improvements proposed are work standardization, coordination meeting, increase of supervision, and implementation of heijunka
Key words: Discharged Patients Administration, Lean Six Sigma, Inpatient.
Read More
B-2051
Depok : FKM-UI, 2019
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Saly Salim Saleh Alatas; Pembimbing: Jaslis Ilyas; Penguji: Budi Hartono, Pujiyanto, Vetty Yulianty Permanasari, Dwi Satrio
Abstrak:
Pemerintah Indonesia membentuk Jaminan Kesehatan Nasional yang diselenggarakan oleh Badan Penyelenggaran Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan untuk menjamin kesehatan warga negara Indonesia. Rumah Sakit Ummi Bogor adalah rumah sakit yang bekerjasama dengan BPJS kesehatan dan menerima dana pembayaran klaim dari tarif yang sudah ditetapkan BPJS Kesehatan berdasarkan berkas bukti pelayanan yang didapatkan pasien. Ketidaksesuaian hasil verifikasi klaim akan mengakibatkan klaim pending. RS Ummi Bogor merupakan RS tipe C yang sebagian besar pasiennya merupakan pasien BPJS, sehingga adanya klaim pending sangat berpengaruh terhadap cash flow rumah sakit terutama di unit rawat inap. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis penyebab klaim pending BPJS Kesehatan di unit rawat inap RS Ummi Bogor. Penelitian ini adalah penelitian kualitatif. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam dan telaah dokumen. Hasil penelitian menunjukan jumlah klaim pending di unit rawat inap pada bulan Maret sebesar 93 dari total 1412 berkas (6,58%) dengan biaya pending klaim sebesar Rp. 660.261.900. atau 11,37 % dari total biaya klaim layak. Klaim pending disebabkan oleh ketidaklengkapan berkas klaim, ketidaksesuaian resource (pemakaian obat dan indikasi rawat) dengan diagnosa, ketidaksesuaian tindakan medis dengan diagnosa, kesalahan koding, dan ketidaksesuaian pemeriksaan penunjang dengan diagnosa umum.

Indonesian Government established the National Health Insurance organized by Badan Penyelenggaran Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan to guarantee the health of Indonesian citizens. Badan Penyelenggaran Jaminan Sosial Kesehatan cooperates with hospitals to make it happen. Rumah Sakit Ummi Bogor is a hospital that cooperates with BPJS Kesehatan and receives claim payment funds from the rates set by BPJS Kesehatan based on the proof of service obtained by the patient. Inconsistencies in the results of claim verification will result in claims pending. Rumah Sakit Ummi Bogor is a type C hospital where most of the patients are BPJS patients, so that pending claims are very influential to the cash flow hospitals, especially in inpatient units. The purpose of this study is to analyze the causes of BPJS Kesehatan claims pending in the inpatient unit of . Rumah Sakit Ummi Bogor. This research is a qualitative study. Data collection was carried out through in-depth interviews and document review. The results of the study show that the number of claims pendingin the inpatient unit in March twere 93 files out of a total of 1412 (6.58%) with a claim pending fee of Rp. 660,261,900 or 11.37% of the total cost of claims received caused by incomplete claim files, resource discrepancies (use of drugs and indications for treatment) with diagnoses, discrepancies between medical procedures and diagnoses, errors in coding, and incompatibility of investigations with general diagnoses.
Read More
B-2359
Depok : FKM-UI, 2023
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Kukun Masykur Nikmat; Pembimbing: Adang Bachtiar; Penguji: Vetty Yulianty Permanasari, Indra karuna, Waluyo Jati
B-1307
Depok : FKM-UI, 2011
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Roselyne E.H.L. Tobing; Pemb. Prastuti Soewondo; Penguji: Dandi Ilyanto, Kurnia Sari, Ria Virgiandari, IBN Banjar
B-1517
Depok : FKM UI, 2013
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Erdiansyah Putra; Pembimbing: Puput Oktamianti; Penguji: Dumilah Ayuningtyas, Pujiyanto, Vanny Anggi Permata, Putri Nadia
Abstrak:
Klaim tertunda rawat inap BPJS Kesehatan masih menjadi permasalahan yang sering dihadapi rumah sakit karena berdampak pada keterlambatan pembayaran, gangguan arus kas, peningkatan beban kerja administrasi, dan potensi penurunan kualitas pelayanan. RSU X memiliki tingkat klaim tertunda yang relatif tinggi, yaitu sebanyak 697 klaim pada tahun 2025 atau rata-rata 58 klaim per bulan, sehingga diperlukan analisis mendalam terhadap faktor-faktor penyebabnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menganalisis faktor penyebab klaim tertunda rawat inap BPJS Kesehatan di RSU X berdasarkan perspektif unit casemix menggunakan Model Donabedian. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi, dan telaah dokumen. Informan penelitian terdiri atas manajer casemix, koder rawat inap, petugas administrasi klaim BPJS, dan kepala instalasi rekam medis. Analisis data dilakukan melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor struktur yang berkontribusi terhadap klaim tertunda meliputi keterbatasan jumlah tenaga casemix dibandingkan volume klaim, belum meratanya kompetensi petugas akibat pelatihan yang belum berkelanjutan, belum tersedianya SOP pengajuan klaim serta pedoman internal casemix yang terdokumentasi, dan belum optimalnya dukungan anggaran serta sistem monitoring dan evaluasi. Pada komponen proses, penyebab utama klaim tertunda meliputi ketidakkonsistenan pengisian resume medis, ketidaklengkapan tanda tangan DPJP, ketidaksesuaian coding diagnosis dan tindakan pada kasus kompleks, kebutuhan klarifikasi klinis, serta hambatan teknis saat pengajuan klaim. Rekomendasi yang diajukan meliputi penyusunan mekanisme kontrol khusus terhadap kasus-kasus yang sering mengalami pending klaim, mengembangkan daftar periksa (checklist) dokumen berdasarkan pola penyebab pending klaim, melakukan audit berkala terhadap kasus yang mengalami revisi coding, meningkatkan kualitas dokumentasi klinis pada diagnosis yang sering memerlukan klarifikasi, membangun sistem umpan balik (feedback) pending klaim kepada unit pelayanan, memanfaatkan data pending klaim sebagai indikator mutu pengelolaan klaim, dan membuat Standar Operasional Prosedur dan Pedoman/Panduan Unit Casemix. Kata kunci: klaim tertunda, BPJS Kesehatan, rawat inap, casemix, Model Donabedian.

Delayed BPJS Health inpatient claims remain a significant challenge for hospitals because they contribute to reimbursement delays, cash flow disruptions, increased administrative workload, and potential declines in service quality. RSU X experienced a relatively high number of delayed claims, totaling 697 cases in 2025, with an average of 58 cases per month, highlighting the need for an in-depth analysis of the underlying causes. This study aimed to identify and analyze the factors contributing to delayed BPJS Health inpatient claims at RSU X from the perspective of the casemix unit using the Donabedian Model. This study employed a qualitative approach with a case study design. Data were collected through in-depth interviews, observations, and document reviews. The informants consisted of the casemix manager, inpatient coders, BPJS claim administration officers, and the head of the medical records department. Data analysis was conducted through data reduction, data display, and conclusion drawing. The findings revealed that structural factors contributing to delayed claims included an insufficient number of casemix personnel relative to the volume of claims, uneven staff competencies due to the lack of continuous training, the absence of documented claim submission standard operating procedures and internal casemix guidelines, as well as inadequate budgetary support and monitoring and evaluation systems. Process-related factors included inconsistencies in completing medical discharge summaries, incomplete signatures of attending physicians (DPJP), inaccuracies in diagnosis and procedure coding in complex cases, the need for clinical clarification, and technical obstacles during claim submission. The study recommends establishing specific control mechanisms for cases that frequently result in delayed claims, developing document checklists based on common causes of claim delays, conducting periodic audits of cases requiring coding revisions, improving the quality of clinical documentation for diagnoses that frequently require clarification, implementing a feedback system on delayed claims for service units, utilizing delayed claim data as a quality indicator for claim management, and developing Standard Operating Procedures and Guidelines for the Casemix Unit. Keywords: delayed claims, BPJS Health, inpatient care, casemix, Donabedian Model.
Read More
B-2602
Depok : FKM-UI, 2026
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive