Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 32717 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Maria Immaculata Tri Hadiah Herawati; Pembimbing: Kusharisupeni Djokosujono
T-701
Depok : FKM UI, 1999
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Ekowati Retnaningsih; Pembimbing: Endang L. Achadi
S-838
Depok : FKM UI, 1995
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Dian Pratiwi; Pembimbing: Fatmah; Penguji: Diah M. Utari, Yani Haryani
S-6566
Depok : FKM-UI, 2011
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Zuraidah Nasution; Pembimbing: Kusharisupeni Djokosujono
T-499
Depok : FKM UI, 1997
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Muhammad Fauzan Antyanta; Pembimbing: Nurul Dina Rahmawati; Penguji: Ahmad Syafiq, Alfanissa Ilmaladuni
Abstrak:
Permasalahan gizi balita, yaitu gizi kurang, berat badan kurang dan berat badan tidak naik, merupakan masalah gizi yang masih tinggi prevalensinya secara nasional. Untuk mengatasi masalah tersebut, pemerintah menerapkan program Pemberian Makanan Tambahan (PMT) berbahan pangan lokal sebagai salah satu upaya untuk mengatasi masalah tersebut, termasukoleh Puskesmas Tanjung Priok di Jakarta Utara. Tujuan penelitian ini untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang berhubungan dengan peningkatan status gizi pada balita bermasalah gizi usia 0-59 bulan dalam program pemberian makanan tambahan berbahan pangan lokal di wilayah kerja Puskesmas Tanjung Priok tahun 2025. Penelitian ini menggunakan desain studi cross sectional dengan sampel balita gizi kurang usia 0-59 bulan berjumlah 134 balita yang telah mengikuti program pemberian makanan tambahan berbahan pangan lokal pada tahun 2025. Variabel independe meliputi faktor balita (usia balita, jenis kelamin balita, ASI eksklusif, PMT yang dihabiskan, penyakit infeksi dan imunisasi) dan faktor orang tua (pendidikan ayah dan ibzu, status pekerjaan ayah dan ibu dan jumlah anak dalam keluarga). Uji statistik chi square digunakan untuk melihat hubungan antara variabel yang diteliti. Hasil menunjukkan bahwa sebanyak 52,2% balita mengalami kenaikan status gizidan terdapat hubungan yang signifikan antara usia balita dengan peningkatan status gizi mereka (p-value = 0,001).

Nutritional problems of toddlers, namely malnutrition, underweight and weight faltering, are nutritional problems that still have a high prevalence nationally. To address this problem, the government implemented a local food supplementary feeding program as one of the efforts to overcome this problem. The local food supplementary feeding program is implemented by the Tanjung Priok Community Health Center in North Jakarta. The purpose of this study was to identify factors related to improving the nutritional status of toddlers with nutritional problems aged 0-59 months in the local food supplementary feeding program in the Tanjung Priok Community Health Center working area in 2025. This study used a cross-sectional study design with a sample of 134 malnourished toddlers aged 0-59 months who had participated in the local food supplementary feeding program in 2025. Independent variables included toddler factors (toddler age, toddler gender, exclusive breastfeeding, PMT consumed, infectious diseases and immunizations) and parental factors (father's and mother's education, father's and mother's employment status and number of children in the family). The chi-square statistical test was used to see the relationship between the studied variables. The results showed that 52.2% of toddlers had improved nutritional status and there was a significant relationship between the age of the toddlers and the improvement in nutritional status of toddlers (p-value = 0.001).
Read More
S-12151
Depok : FKM-UI, 2025
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Hardjanti Harimurti; Pembimbing: Asih Setiarini
S-1923
Depok : FKM UI, 2000
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Mischa Ezelli; Pembimbing: Nurul Dina Rahmawati; Penguji: Fathimah S. Sigit, Fajrinayanti
Abstrak:
Malnutrisi masih menjadi masalah kesehatan masyarakat utama pada balita di Indonesia meskipun berbagai intervensi gizi, termasuk Program Pemberian Makanan Tambahan Lokal (PMT Lokal), telah dilaksanakan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang berhubungan dengan perbaikan status gizi balita usia 6–59 bulan penerima PMT Lokal pada puskesmas terpilih di Kota Depok tahun 2026. Penelitian kuantitatif dengan desain potong lintang (cross-sectional) dilakukan pada 104 balita yang dipilih menggunakan metode total sampling. Data dikumpulkan melalui pengukuran antropometri, wawancara menggunakan kuesioner terstruktur, recall konsumsi pangan 24 jam, penilaian keberagaman pangan, kuesioner ketahanan pangan rumah tangga, dan lembar observasi. Analisis data dilakukan secara univariat, bivariat, dan uji perbandingan berpasangan. Hasil penelitian menunjukkan adanya perbaikan yang signifikan pada indikator status gizi setelah pelaksanaan PMT Lokal. Rata-rata berat badan meningkat dari 12,3 ± 2,471 kg menjadi 12,7 ± 2,549 kg (p<0,001), rata-rata tinggi badan meningkat dari 89,8 ± 9,999 cm menjadi 90,8 ± 10,279 cm (p<0,001), rata-rata z-score BB/U meningkat dari -0,92 ± 0,630 menjadi -0,74 ± 0,706 (p<0,001), rata-rata z-score PB/U atau TB/U meningkat dari -1,14 ± 0,881 menjadi -0,98 ± 1,038 (p=0,003), serta rata-rata z-score BB/PB atau BB/TB meningkat dari -0,45 ± 0,663 menjadi -0,30 ± 0,836 (p=0,001). Secara keseluruhan, sebanyak 76,0% balita mencapai perbaikan status gizi. Terdapat hubungan yang signifikan antara riwayat kunjungan posyandu dengan perbaikan status gizi (p=0,042; OR=3,095; 95% CI: 1,154–8,303), serta antara riwayat pneumonia dan/atau tuberkulosis dengan perbaikan status gizi (p=0,029; OR=0,136; 95% CI: 0,023–0,796). Tidak ditemukan hubungan yang signifikan antara perbaikan status gizi dengan karakteristik pelaksanaan PMT, daya terima PMT, asupan makan, keberagaman pangan, karakteristik dan pengetahuan pengasuh, status imunisasi, diare, ISPA, ketahanan pangan rumah tangga, maupun perilaku hidup bersih dan sehat. Penguatan partisipasi posyandu serta pencegahan penyakit infeksi berpotensi meningkatkan efektivitas PMT Lokal dalam memperbaiki status gizi balita.

Malnutrition remains a major public health problem among children under five in Indonesia, despite the implementation of various nutrition interventions, including the Local Supplementary Feeding Program (Pemberian Makanan Tambahan Lokal/PMT Lokal). This study aimed to analyze factors associated with nutritional status improvement among children aged 6–59 months receiving PMT Lokal at selected public health centers in Depok City in 2026. A quantitative study with a cross-sectional design was conducted among 104 children selected through total sampling. Data were collected through anthropometric measurements, interviews using structured questionnaires, 24-hour food recall, food diversity assessment, household food security questionnaires, and observation sheets. Data were analyzed using univariate, bivariate, and paired comparison analyses. The results showed significant improvements in nutritional indicators following the PMT Lokal program. Mean body weight increased from 12.3 ± 2.471 kg to 12.7 ± 2.549 kg (p<0.001), mean height increased from 89.8 ± 9.999 cm to 90.8 ± 10.279 cm (p<0.001), mean weight-for-age z-score improved from -0.92 ± 0.630 to -0.74 ± 0.706 (p<0.001), mean height-for-age z-score improved from -1.14 ± 0.881 to -0.98 ± 1.038 (p=0.003), and mean weight-for-height z-score improved from -0.45 ± 0.663 to -0.30 ± 0.836 (p=0.001). Overall, 76.0% of children achieved nutritional status improvement. Significant associations were found between routine attendance at integrated health posts (posyandu) and nutritional status improvement (p=0.042; OR=3.095; 95% CI: 1.154–8.303), as well as between a history of pneumonia and/or tuberculosis and nutritional status improvement (p=0.029; OR=0.136; 95% CI: 0.023–0.796). No significant associations were observed between nutritional status improvement and PMT implementation characteristics, acceptability, dietary intake, food diversity, caregiver characteristics and knowledge, immunization status, diarrhea, acute respiratory infections, household food security, or clean and healthy living behaviors. Strengthening posyandu participation and preventing infectious diseases may enhance the effectiveness of PMT Lokal in improving child nutritional status.
Read More
S-12399
Depok : FKM-UI, 2026
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Sari Himawati; Pembimbing: Fatmah; Penguji: Asi Setiarini, Dewi Damayanti
Abstrak: Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pemberian biskuit tepung singkong terhadap status gizi balita gizi kurang. Penelitian ini menggunakan desain studi kuasi eksperimental. Kelompok perlakuan (n=23) diberikan biskuit tepung singkong sebanyak 50 gram setiap hari selama 4 minggu, sedangkan kelompok plasebo (n=29) diberikan biskuit plasebo sebanyak 50 gram setiap hari selama 4 minggu.
 
Hasil penelitian menunjukkan adanya perubahan berat badan yang signifikan (p<0,05) antara sebelum dan setelah intervensi pada kedua kelompok, tetapi tidak pada status gizi akhir. Tidak ada perbedaan perubahan berat badan dan status gizi balita antara kelompok perlakuan dan plasebo (p>0,05).
 

The purpose of this study was to know effect of giving cassava flour biscuit to nutritional status of under five children with undernourished. This research use quasi-experimental design. Treatment groups (n=23) were given 50 grams cassava flour biscuit every day for 4 weeks, whereas the control group (n=29) were given 50 grams placebo biscuit every day for 4 weeks.
 
The result showed significant changes in body weight before and after intervention in both groups (p<0,05), but not in the last nutritional status. There was no difference in weight and nutritional status change of children between the treatment and control group (p>0,05).
Read More
S-7901
Depok : FKM-UI, 2013
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Sutti Rainy Kharlinaningsih; Pembimbing: Sandra Fikawati; Penguji: Ahmad Syafiq, Endang Laksminigaih Achadi, Tiska Yumeida, Fajrinayanti
Abstrak: Pemberian makanan tambahan dan edukasi PMBA merupakan salah satu upaya untukmencegah dan menanggulangi stunting serta meningkatkan status gizi balita meskipuntidak selalu berhasil karena berbagai faktor. Tujuan penelitian ini adalah untukmengetahui pengaruh berbagai intervensi terhadap perubahan status gzi PB/U padabaduta kurus usia 6-23 bulan. Penelitian ini menggunakan data sekunder dengan designkuasi eksperimen di 5 Kecamatan terpilih di Kota Depok. Hasil penelitian didapatkanbahwa intervensi susu dan edukasi PMBA dan PGS-PL efektif meningkatkan nilai zscore PB/U. Disarankan untuk meningkatkan edukasi PMBA dan PGS-PL serta untukmeningkatkan konsumsi protein dan tidak membatasi konsumsi susu.Kata kunci:Baduta 6-23 bulan, PMT, Stunting.
Read More
T-5311
Depok : FKM-UI, 2018
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive