Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 35272 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Pratama S Putra; Pembuimbing: Hendra; Penguji: Dadan Erwandi, Chandra Prijanahadi, Istiati Suraningsih
Abstrak: Penelitian ini membahas mengenai analisis pada komitmen manajemen dalam penerapan Contractor Safety Manageament System (CSMS) di PT. X tahun 2013. Pelaksanaan tahapan CSMS di PT.X pada tahun 2013 dari seluruh divisi yang adahanya 44.7%. Hal ini mengindikasikan belum optimalnya perwujudan komitmen manajemen dalam penerapan CSMS. Hasil penelitian para ahli terdahulumenunjukkan bahwa kuatnya komitmen dari manajemen merupakan komponen yang sangat penting dalam menerapkan CSMS di dalam perusahaan. Penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan melakukan peninjauan pada komitmen manajemen yang meliputi komponen identifikasi, keterlibatan dan loyalitas. Hasilpenelitian menyarankan untuk meningkatkan penerapan Contractor SafetyManagement System (CSMS) yang terintegrasi diseluruh divisi disertai sosialisasi CSMS ke End-user, membuat training matrix dan training need Analysismengenai pelatihan CSMS, mempercepat proses karyawan yang vacant, mengadakan pelatihan CSMS, membuat job description, meninjau ulang kebijakan dan Program K3LL, membuat kesepakatan persetujuan komitmen yang ditanda-tangani General Manager beserta jajaran manajemenm membuat komite CSMS, melakukan rapat regular membahas CSMS, menunjau ulang dan memaksimalkan penggunaan anggaran serta memberikan apresiasi kepada pekerja yang melaksanakan CSMS. Kata Kunci : sistem manajemen keselamatan kontraktor, csms, komitmenmanajemen
This study aims analysis of commitment management in implementing itsContractor Safety Management System (CSMS) at PT.X in 2013. CSMSImplementation at PT.X in 2013 of all divisions that exist only 44.7 %.It indicatesineffective embodiment commitment management in implementing CSMS. Theresearch from previous experts showed that strong commitment from managementis very important components in applying CSMS in a company. This study isqualitative by doing research on reviewing of management commitmentcomponents including identification, involvement and loyalty. The results suggestto increase implementation of CSMS that integrated to all division withsocialization about CSMS to end-user, establish a Training Matrix and a TrainingNeed Analysis (TNA) for training CSMS, speed up the process of recruitment forvacant employee, establish a job description, review SHE policy and program,make a deal approval commitment that signed by general manager and itsmanagement, establish a committee CSMS, conduct regularly meeting to discussCSMS, review and maximize the budget and give appreciation to workers whoimplemented CSMS.Keywords : contractor safety management system , csms, commitmentmanagement
Read More
T-4130
Depok : FKM-UI, 2014
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Dwi Handaya; Pembimbing: Chandra Satrya; Penguji: Ridwan Z. Sjaaf, Wito Sugiono
Abstrak:
Pendahuluan: Kecelakaan di industri sebagian besar terjadi pada pegawai kontraktor. Perusahaan X berusaha rnenangani kecelakaan kerja kontraktor dengan cara mengeluarkan program CSMS (Contractor Saftty Managemem System). Empat tahun program berjalan masih memberik:an prosentase kecelakaan terbesar pada kontraktor, sehingga menimbulkan pertanyaan sejauh mana komitmen kontraktor dalam menjalankan program ini. Metode: Penelitian deskriptif analitik untuk mcrtgetahui tingkat komitmen kontraktor dengan variable identitikasi, keterllbatan dan loyalitas. Alat yang di gunakan dengan quisioner dan wawancara, Hasil: 20C.4 kontraktor bemda pada komitmen tinggi, 40% komitmen moderat dan 40% komitmen rendah. Kontraktor yang mempunyai jenis kontrak jangka panjang mempunyai tingkat komitmen yang lebih tinggi, Standar K3 di perusahaan kontraktor belum terbentuk, laporan klnerja K3 jarang di buat, belum ada sistem audit pada program K3 kontraktor, sedikit kontraktor yang terlibat dalam even K3 di perusahaan X. Keterbatasan SDM di kontraktor harus di bantu oleh manajemen perusahaan X. Kontraktor jangka pendek harus di perlakukan dan di drive dengan lebih ketar oleh mannjemen X.
Read More
T-2625
Depok : FKM UI, 2007
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Tomi Wahyu Hadi; Pembimbing: Dadan Erwandi; Penguji: Sjahrul M. Nasri, Farida Tusafariah, Susanto Kusnadi
Abstrak:

Sekarang ini, di industri geothermal serta minyak dan gas, tren penggunaan tenaga kontraktor semakin meningkat. Hal ini tentu saja diikuti oleh  meningkatnya resiko keselamatan kerja yang dihadapi oleh pekerja kontraktor, dengan demikian peran dari sistem manajemen keselamatan & kesehatan kerja kontraktor – Contractor SHE management system (CSMS) menjadi semakin penting untuk diperhatikan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang menyebabkan rendahnya tingkat implementasi CSMS di PT. X unit bisnis geothermal pada tahun 2011. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan desain deskriptif komparatif, menggunakan elemen-elemen dalam panduan sistem manajemen OHSAS sebagai referensi untuk mendapatkan faktor-faktor yang akan diidentifikasi. Jenis data yang digunakan adalah data primer dan sekunder, sedangkan pengumpulan data dilakukan dengan observasi lapangan, wawancara dan studi literatur. Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa faktor-faktor yang menyebabkan rendahnya tingkat implementasi CSMS di PT. X unit bisnis geothermal pada tahun 2011 adalah faktor dokumentasi yaitu kurang informatifnya form yang disediakan pada tahap pre job dan faktor sumber daya dimana belum ditetapkan sumber daya yang disediakan untuk menjadi representasi SHE. Saran yang diberikan adalah dengan merevisi form pada tahap pre job, kemudian dengan membuat penugasan tertulis mengenai sumber daya yang ditunjuk untuk malakukan peran dan tanggung jawab dari representasi SHE. Kata kunci, Sistem manajemen Kesehatan & Keselamatan Kerja Kontraktor.


 

Right now, in geothermal, oil & gas industry, the tren of using contractor workforce is increasing. Of course this condition followed by the increase of health and safety risk faced by the contractor’s workers. Therefore the role of Contractor SHE Management System (CSMS) become more and more important to be noted. The objective of this research was to identify the cause factors of CSMS low implementation rate in geothermal unit business of PT. X in 2011. This research using Qualtative methode with Comparative Descriptive design. This research using elements of OHSAS management system guideline as a reference to get theidentify factors which will be analyzed, the data used was primary and secondary. The research found that the factor which causing low implementation rate of CSMS in geothermal unit business of PT. X in 2011 was the factor of document, that the form of pre job phase which was not informative and the factor of human resource, that the resource for the SHE representative was not yet decided. It is sugested to revise the form in pre job phase to be more informative and to make a writen assignment of personnel who will take the role & responsibility of SHE representative. Keyword Contractor Safety Management System, CSMS

Read More
T-3651
Depok : FKM UI, 2012
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Zul Amri; Pembimbing: Baiduri Widanarko; Penguji: Indri Hapsari Susilowati, Mufti Wirawan, Andri Cahyadi, Santi Hairunissa
Abstrak:
Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi hubungan antara iklim keselamatan, kepemimpinan keselamatan, Contractor Safety Management System (CSMS), dan kinerja keselamatan pada perusahaan penyedia layanan teknologi informasi dan komunikasi (ICT provider) PT X yang beroperasi di sektor migas pada tahun 2025. Latar belakang penelitian ini didorong oleh meningkatnya keterlibatan kontraktor dalam kegiatan operasional migas, yang menuntut penerapan sistem manajemen keselamatan yang efektif serta kepemimpinan yang berfokus pada penguatan budaya keselamatan kerja. Pendekatan penelitian yang diterapkan bersifat kuantitatif, dengan analisis Partial Least Squares Structural Equation Modeling (PLS-SEM) untuk menilai hubungan kausal antar variabel laten. Data dikumpulkan melalui survei menggunakan kuesioner yang disebarkan kepada personel internal dan eksternal (kontraktor) yang terlibat dalam proyek di PT X. Hasil analisis menunjukkan bahwa iklim keselamatan memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap kepemimpinan keselamatan (β = 0,850) dan CSMS (β = 0,407), namun pengaruh langsungnya terhadap kinerja keselamatan tidak signifikan (β = -0,022). Sementara itu, kepemimpinan keselamatan juga memberikan pengaruh positif terhadap CSMS (β = 0,212), tetapi tidak signifikan terhadap kinerja keselamatan secara langsung (β = 0,012). Di sisi lain, CSMS terbukti memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja keselamatan (β = 0,890), menunjukkan perannya sebagai variabel mediasi utama yang menghubungkan iklim dan kepemimpinan keselamatan dengan kinerja keselamatan. Nilai R² kinerja keselamatan sebesar 0,879 mengindikasikan bahwa model penelitian ini mampu menjelaskan sekitar 87,9% variasi kinerja keselamatan melalui kontribusi ketiga variabel tersebut. Temuan ini menegaskan bahwa peningkatan kinerja keselamatan pada perusahaan ICT provider di sektor migas sangat tergantung pada implementasi CSMS yang efektif, serta dukungan iklim dan kepemimpinan keselamatan yang kuat di seluruh tingkatan organisasi.

This study aims to explore the relationship between safety climate, safety leadership, Contractor Safety Management System (CSMS), and safety performance at PT X, an information and communication technology (ICT) provider operating in the oil and gas sector, in 2025. The background of this study is driven by the increasing involvement of contractors in oil and gas operational activities, which requires the implementation of an effective safety management system and leadership that focuses on strengthening a work safety culture. The research approach applied is quantitative, with Partial Least Squares Structural Equation Modeling (PLS-SEM) analysis to assess the causal relationship between latent variables. Data were collected through a survey using questionnaires distributed to internal and external personnel (contractors) involved in projects at PT X. The results of the analysis show that safety climate has a positive and significant influence on safety leadership (β = 0.850) and CSMS (β = 0.407), but its direct influence on safety performance is not significant (β = -0.022). Meanwhile, safety leadership also had a positive effect on CSMS (β = 0.212), but was not directly significant on safety performance (β = 0.012). Conversely, CSMS was shown to have a positive and significant effect on safety performance (β = 0.890), indicating its role as a key mediating variable linking safety climate and leadership to safety performance. The R² value for safety performance of 0.879 indicates that this research model is able to explain approximately 87.9% of the variation in safety performance through the contribution of these three variables. This finding confirms that improving safety performance in ICT providers in the oil and gas sector is highly dependent on the implementation of an effective CSMS, as well as the support of a strong safety climate and leadership at all levels of the organization.
Read More
T-7458
Depok : FKM-UI, 2025
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Citra Tri Rizkia; Pembimbing: Sjahrul M. Nasri; Penguji: Hendra, Oka Adhitya Kusumawardhana
Abstrak: Skripsi ini membahas tentang penerapan Contractor Safety ManagementSystem (CSMS) di lingkungan PT ABC serta pemenuhan tahap Work In Progresspada satu pekerjaan yaitu Fabrikasi dan Penggantian Sulfur Stack unit 25-SK-101yang Melibatkan PT XYZ dalam pengerjaannya pada November 2012. Tujuannyauntuk mengetahui elemen yang dinilai dalam proses pemenuhan pada tahap Work InProgress serta faktor-faktor penyebab tidak terpenuhinya penilaian dalam tahap ini.Penelitian ini merupakan penelitian yang bersifat deskriptif dengan menggunakanmetode observasi serta penilaian dengan bantuan lampiran Checklist Penilaian padaTahap Work In Progress, antara lain Checklist HSE Work Practice, Checklist HSEPrograms, Checklist Penilaian HSE Performance Indicator, serta hasil penilaian padatahap sebelumnya yaitu Pre Job Activity. Penilaian pada Tahap Pre Job Activity PTXYZ adalah sebesar 94.7%, lalu Penilaian HSE Work Practice PT XYZ adalahsebesar 89.35%, pada Penilaian HSE Programs PT XYZ mendapat nilai sebesar81.08%, sedangkan Penilaian HSE Performance Indicator PT XYZ mendapat nilaisebesar 83%.
Kata Kunci: Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SMK3), Contractor Safety Management System (CSMS), Tahap Work In Progress, Nilai Pemenuhan.
Read More
S-7708
Depok : FKM UI, 2013
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Maulana Mas Mohammad; Pembimbing: Dadan Erwandi; Penguji: Abdul Kadir, Ni'mat Hikmatillah
Abstrak:
Penelitian ini dilakukan untuk menganalisis gap antara aktualitas implementasi pelaksanaan CSMS di kontraktor kontrak kerja sama bidang hulu migas proyek PGN Tie-In Saka Indonesia Pangkah Limited dengan pedoman perusahaan yang ada. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif dan desain studi cross-sectional. Data pada penelitian ini didapatkan melalui observasi, wawancara dengan pihak perusahaan dan Kontraktor, dan data pendukung berupa laporan CSMS. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa proyek PGN Tie-In melakukan siklus CSMS mulai dari penilaian risiko, pra kualifikasi, seleksi, penilaian sebelum bekerja, penilaian berjalan, dan penilaian akhir sesuai dengan pedoman perusahaan. Secara garis besar, seluruh kegiatan pada setiap tahapan CSMS dilakukan sesuai dengan pedoman perusahaan, namun kegiatan yang belum sesuai dengan pedoman perusahaan adalah tahap verifikasi HSE Plan yang dilakukan setelah penghargaan diberikan. Dengan diimplementasikannya CSMS ini, Kontraktor berhasil mencapai target nol fatality dan nol lost time injury (LTI) hingga proyek selesai dikerjakan.

This research was conducted to analyze the gap between the actual implementation of the CSMS implementation for contractor partnership contract in the upstream oil and gas sector of the PGN Tie-In Saka Indonesia Pangkah Limited project and the existing company guidelines. This research is a descriptive study with a qualitative approach and a cross-sectional study design. The data in this study were obtained through observation, interviews with the company and contractors, and supporting data in the form of CSMS reports. The results of this study indicate that the PGN Tie-In project carries out the CSMS cycle starting from risk assessment, pre-qualification, selection, pre-employment assessment, on-going assessment, and final assessment according to company guidelines. Broadly speaking, all activities at each CSMS stage are carried out in accordance with company guidelines, but activities that are not yet in accordance with company guidelines are the HSE Plan verification stage which is carried out after the award is given. With the implementation of this CSMS, the Contractor has succeeded in achieving the target of zero fatality and zero lost time injury (LTI) until the project is completed.
Read More
S-11228
Depok : FKM-UI, 2023
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Elince Ferawati Siringo-Ringo; Pembimbing: Sjahrul M. Nasri; Penguji: Robiana Modjo, Septriandy Alim
S-8264
Depok : FKM UI, 2014
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Nizhenifa Falenshina; Pembimbing: Robiana Modjo; Penguji: Ridwan Z. Syaaf, Mayarni
S-6993
Depok : FKM UI, 2012
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Rysha Dwi Septerini; Pembimbing: Dadan Erwandi; Penguji: Zulkifli Djunaidi, Auliah Rahmi
Abstrak:
Program 'Behavior Based Safety' dirancang untuk melindungi pekerja dari risiko bahaya dan mencegah kecelakaan kerja. Meskipun tujuannya positif, implementasi program ini sering dihadapkan pada tantangan, termasuk kurangnya partisipasi dan penolakan oleh beberapa pekerja. Kajian ini bertujuan untuk mengkaji berbagai aspek yang berkaitan dengan program 'Behavior Based Safety' dari Penerapan program, analisis tren kecelakaan, pengaruh sikap dan perilaku pada penerapan program 'Behavior Based Safety' terhadap Kejadian Kecelakaan Kerja. Penelitian ini dilakukan di PT. X dengan lokasi di beberapa wilayah di Indonesia, antara April hingga Juli 2023. Studi melibatkan 299 karyawan dari berbagai jenis layanan di 35 lokasi PT. X. program dinilai dengan menganalisis data kecelakaan selama periode FY15-FY16 dan FY18-FY20. Studi ini menggunakan pendekatan analisis deskriptif dengan melibatkan data primer yang diperoleh melalui kuesioner, mengukur sikap dan perilaku terkait program ini. Data sekunder juga digunakan untuk mendukung penelitian ini. Data dianalisis menggunakan berbagai metode statistik, termasuk analisis univariat dan analisis bivariat dengan uji chi-square. Dalam penerapan program ‘Behavior Based Safety’, responden memiliki beberapa sikap dan perilaku baik/kurang baik yang tidak berbeda secara signifikan maupun yang berbeda secara signifikan. Sebagian besar responden memiliki sikap yang baik terhadap safety walk, safety observation dan nearmissed report serta sebagian besar responden memiliki perilaku yang baik terhadap risk assessment, safe system of work serta training & supervision. Hasil dari penelitian ini membuktikan bahwa program Behavior Based Safety secara statistik berpengaruh terhadap angka kecelakaan kerja, namun sikap dan perilaku pekerja penerapan program tidak ada pengaruh secara signifikan terhadap kejadian kecelakaan kerja. Maka perlu meningkatkan program Behavior Based Safety dan memastikan pekerja konsisten dalam penerapan program Behavior Based Safety

The 'Behavior Based Safety' program is designed to protect workers from hazards and prevent work accidents. Despite the positive goals, implementation of these programs has often been met with challenges, including lack of participation and resistance by some workers. This study aims to examine various aspects related to the 'Behavior Based Safety' program from program implementation, analysis of accident trends, the influence of attitudes and behavior on the implementation of the 'Behavior Based Safety' program for Occupational Accidents. This research was conducted at PT. X with locations in several regions in Indonesia, between April and July 2023. The study involved 299 employees from various types of services in 35 locations of PT. X. program was assessed by analyzing accident data during the period FY15-FY16 and FY18-FY20. This study uses a descriptive analysis approach involving primary data obtained through questionnaires, measuring attitudes and behavior related to this program. Secondary data is also used to support this research. Data were analyzed using various statistical methods, including univariate analysis and bivariate analysis with the chi-square test. In implementing the 'Behavior Based Safety' program, respondents had several good/bad attitudes and behaviors that were not significantly different or significantly different. Most of the respondents had a good attitude towards safety walk, safety observation and near-missed report and most of the respondents had good attitude towards risk assessment, safe system of work and training & supervision. The results of this study prove that the Behavior Based Safety program statistically has an effect on the number of work accidents, but the attitude and behavior of workers implementing the program has no significant effect on the occurrence of work accidents. Therefore, it is necessary to enchance the Behavior Based Safety program and ensure that employees are consistent in implementing the Behavior Based Safety program
Read More
T-6813
Depok : FKM-UI, 2023
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Rudiana Sukmara; Pembimbing: Zulkifli Djunaidi; Penguji: Fatma Leastari, Chandra Satrya, Devie fitri Octaviani
Abstrak:

ABSTRAK

Tesis ini membahasas iklim keselamatan pada pekerja PT X yang diukur dengan menggunakan alat penilaian iklim keselamatan yang dikeluarkan oleh Health and Safety Executive United Kingdom. Penelitian ini adalah penelitian semi kuantitatif dengan desain desktiftif analitik.. Hasil penelitian didapatkan gambaran iklim keselamatan PT X dengan hasil baik tetapi masih ada faktor-faktor yang dapat ditingkatkan yaitu faktor komunikasi, lingkungan kerja, prosedur dan aturan, keterlibatan pekerja terkait keselamatan dan penilaian pekerja terhadap resiko. Variabel tingkat jabatan dan masa kerja serta dimensi job mempunyai pengaruh yang paling dominan terhadap iklim keselamatan.


ABSTRACT

The focus of this study is PT X workers safety climate which measured by safety climate assessment tool that published by Health and Safety Executive. This research is semi quantitative descriptive interpretive and analytic. The results of this research is PT X workers has good safety climate performance, but there are some factors that must be improved such as communication, work environment, rule and procedure, involvement and appraisal of risk. Level of position, worker job duration and job dimension influence to safety climate performance.

Read More
T-3920
Depok : FKM-UI, 2013
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive