Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 29246 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Akbar Rahmansyah; Pembimbing: Ridwan Zahdi Syaaf; Penguji: Doni Hikmat Ramdhan, Hendra, Adenan, Siddiq Amier,
Abstrak: Setiap kegiatan termasuk kegiatan transportasi mempunyai risiko terjadinya kecelakaan kerja. Transportasi sungai menggunakan Smallboat memiliki risiko terjadinya kecelakaan, khususnya yang berkaitan dengan bahaya perairan. Terdapat beberapa kecelakaan didalam transportasi sungai menggunakan Smallboat. Tujuan Penelitian iniuntuk mengetahui bahaya-bahaya dan tingkat risiko yang ada dalam transpotasi sungai menggunakan Smallboat. Penelitian ini menggunakan desain deskriptif observasional,JHA (Job Hazards Analysis) untuk identifikasi bahaya dan metode penilaian risiko semikuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan tingkat risiko diawal cukup tinggi untuk beberapa kategori bahaya, terutama untuk bahaya yang berhubungan dengan perairan(Marine Hazard) tabrakan, drifted (akibat gagal mesin), pengikatan tali mooring, sampaibahaya orang jatuh ke air (dengan nilai risiko All work activity include transportation have a risk of accident. Small boat Marine(river) transportation have a specific risk of accident, especially regarding marinehazards. There were many accidents happen regarding small boat transportation. Thepurpose of this study is to know what kind/type of hazards and level of risk from smalltransportation activity. This study uses design of observational descriptive, Job HazardAnalysis (JHA) for identify hazards tools and semi quantitative for risk assessmentapproach/technique. The result showed that there have high level of risk assessment fromseveral specific hazards (regarding marine hazards), specially related with collision,drifted (engine failure), mooring line, and until man overboard (with result is more than350 which is very high category risk level). With some existing and recommend actionfor mitigation from author to reduce risk level from the activity the result can be reduceuntil low category (priority 3, substantial and acceptable risk level). The author suggestedthat mitigation action (procedural, training and engineering control) should implementedand perform other risk assessment for the others work area location.Keywords: Risk, Marine Hazards, River Transportation, Smallboat
Read More
T-4182
Depok : FKM-UI, 2014
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Susatyo Aji Wibowo; Pembimbing: L. Meily Kurniawidjaja; Penguji: Fatma Lestari, Robiana Modjo, Audist Indirasasi Subekti, Puthut Tri Prasetyo
T-3044
Depok : FKM-UI, 2008
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Bahrain Munir; Pembimbing: Zulkifli Djunaidi; Penguji: Fatma Lestari, Mufti Wirawan, Doni Agus Sumitro, Maruli Halomoan Manik
Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis risiko pipa bawah laut milik PT. AZ yang terdampak proyek reklamasi kilang PT.XY berlokasi di perairan Jawa Barat. Menggunakan penilaian risiko proteksi pipa bawah laut DNVGL-RP-F107, penelitian memperhatikan Skenario Bahaya Besar yang teridentifikasi, yaitu: kejatuhan jangkar (dropped anchor) dan pengerukan tanah (soil excavation). Objek penelitian difokuskan pada pipa bawah laut berdiameter 12 dari GG A ke OPF (Onshore Processing Facilities) dalam kondisi terkubur dengan tingkat kedalaman 2 meter dari KP 24,6 ke KP 34,713 dekat area Reklamasi kilang seluas 280 Ha. Penelitian menggunakan data sekunder yang melingkupi karakteristik dan properti pipa bawah laut, karakteristik kapal serta jangkar yang melintas, dan aktivitas pengerukan Jawa Barat. Pendekatan yang digunakan adalah kuantitatif deskriptif analitik yang mengutamakan indepth-analysis. Hasil penelitian menunjukkan konsekuensi dropped anchor mendapat level kerusakan pipa D1, yang artinya tidak diperlukan tambahan safeguard untuk menurunkan residual risk. Untuk penilaian risiko soil excavation nilai initial risk yang dihasilkan adalah 9 (medium) dengan tingkat kerusakan D3 sehingga direkomendasikan safeguard tambahan untuk menurunkan residual risk menjadi Tolerable (ALARP). Beberapa saran ditambahkan untuk menjamin keselamatan operasi pasca proyek
This study aims to analyze the risk on subsea pipeline of PT. AZ affected by the PT. XY refinery reclamation project located on West Java Coastal. Using the DNVGL-RP-F107 subsea pipeline protection risk assessment, the study pays attention to the identified Major Accident Event, i.e., dropped anchor and soil excavation. The object of this research is focused on the 12 diameter subsea pipeline from GG A to OPF (Onshore Processing Facilities) with 2 meters burial depth from KP 24.6 to KP 34,713 near the 280 Ha refinery reclamation area. This study uses secondary data covering the characteristics and properties of the subsea pipeline, the passage ships/tugboat and deployed anchors, and the soil excavation activity. The approach used is quantitative descriptive analytic which prioritizes in-depth analysis. The results shows that the consequence of dropped anchor is with pipe damage level of D1 which means that no additional safeguard is needed to further reduce the residual risk. On soil excavation risk assessment, the initial risk value generated is 9 (medium) with pipe damage level of D3, therefore some additional safeguards recommended so that the residual risk becoming Tolerable (ALARP). Some additional advises are provide to ensure post-project operational safety
Read More
T-6438
Depok : FKM-UI, 2022
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Muhammad Rio; Pembimbing: Indri Hapsari Susilowati; Penguji: Fatma Lestari, Dadan Erwandi, Heru Swidatmiko, Akhmad Nurulhuda
Abstrak:
Tesis ini membahas mengenai kesesuaian implementasi sistem penanggulangan tumpahan minyak PT. Z, khususnya elemen prosedur penanggulangan tumpahan minyak (OSCP), terhadap peraturan pemerintah Indonesia yaitu Peraturan Menteri Perhubungan No.58 tahun 2013 tentang penanggulangan pencemaran di perairan dan pelabuhan, SKKMigas PTK-005 tahun 2018 tentang Pengelolaan Kesehatan, Keselamatan Kerja dan Lindungan Lingkungan di Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi dan standard internasional yaitu IPIECA-IOGP tahun 2019 mengenai Oil spill preparedness and response: An introduction, IPIECA-IOGP tahun 2015 mengenai Contingency planning for oil spills on water serta kesesuaian dengan menggunakan assessment tool berdasarkan National Fire Protection Association (NFPA) 1600. Penelitian ini dilakukan dengan metode deskripti kualitatif. Berdasarkan hasil penelitian, diketahui bahwa prosedur penanggulangan tumpahan minyak PT. Z telah memenuhi ketentuan peraturan pemerintah indonesia dan standar internasional yang berlaku dimana sebagai suatu prosedur penanggulangan tumpahan minyak (OSCP). Selain itu, dari hasil penelitian diketahui PT. Z juga telah memiliki organisasi tanggap darutay, personil penanggulangan tumpahan minyak, peralatan penanggulangan tumpahan minyak dan program pelatihan penanggulangan tumpahan minyak

This thesis was looking for compliance for the implementation of oil spill response in PT. Z, especially for the oil spill response procedure (OSCP) element, conformity with standard of the Indonesian government regulation, Ministry of Sea Transportation  No.58, 2013 related oil spill response at waters and port, SKKMigas PTK-005, 2018 related management of health, safety and environmental protection in upstream oil and gas activities and international standard, IPIECA-IOGP, 2019 related oil spill preparedness and response: an introduction, IPIECA-IOGP 2015 related contingency planning for oil spills on water and research used assessment tool from Naational Fire Protection Association ( NFPA) 1600 edition 2013. The research was qualitative descriptive method. Based on reseach, PT. Z oil spill response procude (OSCP) was comply with Indonesian government regulation and international standar. In addition, PT. Z has emergency response team, oil spill response personnel, oil spill response equipment, and oil spill response exercise program.

Read More
T-5883
Depok : FKM-UI, 2020
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
M. Cecep Suhendy; Pembimbing: Chandra Satrya; Penguji: Robiana Modjo, Juned Eryanto
S-8354
Depok : FKM UI, 2014
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Risang Vibatsu Adi; Pembimbing: Fatma Lestari; Penguji: Dadan Erwandi, Mila Tejamaya, I Gusti Suarnaya Sidamen, Teguh Cahyono
Abstrak: Tesis ini membahas mengenai analisa risiko ledakan yang berasal dari bahan kimia di PTZ, berfokus pada ledakan yang berjenis Vapour Cloud Explosion (VCE) akibat adanyakebocoran pipa yang terhubung dengan empat buah tangki penimbunan LPG berjenisspherical. Analisa ini menggunakan pendekatan Computational Fluid Dynamic tigadimensi yang diproses oleh perangkat lunak FLACS. Tesis ini adalah penelitian kualitatifdengan desain deskriptif dan menggunakan metode QRA (Qualitative Risk Assessment)dalam menganalisa risiko ledakan. Dapat diketahui dari hasil penelitian bahwa tekananyang dihasilkan dari ledakan VCE dapat berpotensi menghancurkan fasilitas yang beradadi PT Z seperti bangunan perkantoran, gudang, dan area sekitar diluar fasilitas PT Z akibattekanan tertinggi yang dihasilkan dari ledakan sebesar 0,33 bar. Dampak blast wave dapatdirasakan hingga radius . PT Z disarankan untuk selalu merawat fasilitas, teknologikeselamatan, dan peralatan keselamatan dengan melakukan audit rutin sebagai bentukupaya pencegahan bahaya ledakan.Kata kunci:FLACS, Ledakan, VCE, LPG, QRA
This thesis discuss about explosion risk analysis from chemical material at PT Z, the studyis focusing on Vapour Cloud Explosion (VCE) that caused from four spherical tank pipingrelease. The analysis using 3D Computational Fluid Dynamic approach with FLACSSoftware. The methods that used on this study is qualitative with descriptive design andusing QRA Method to analyzing explosion risk at PT Z. the result from this study is anexplosion incident, generated a blastwave that can be damage to structure building likeoffice building, warehouse, and other building outside PT Z Facilities. A blastwave alsocan damage human body. The power of blastwave affect by some factors like geometry,Combustible Material, Confinement, and Environment condition. The maximum pressurefrom several monitor point is about 4 Psi. The recommendation to PT Z is always tomaintaining their equipment, tools, and facilities like tank and pipe. Also they must doroutines audit for explosion preventive.Kata kunci:FLACS, EXPLOSION, VCE, LPG, QRA.
Read More
T-5218
Depok : FKM-UI, 2018
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Zuniawan; Pembimbing: Fatma Lestari; Penguji: Dadan Erwandi, Zulkifli Djunaidi, Deni Andrias, Wayne Satria
Abstrak: Kebakaran tangki pengumpul minyak merupakan sebuah kecelakaan yang berdampak besar dan menyebabkan kematian. Perusahaan Z mempunyai fasilitas tangki pengumpul minyak dengan karakteristik cairan hidrokarbon dan mudah terbakar dalam jumlah yang besar. Penelitian ini merupakan kajian kuantitatif risiko kebakaran pada tangki pengumpul minyak dimana risiko ditentukan dengan frekuensi dan konsekuensi. Frekuensi kejadian dihitung berdasarkan dari hasil event tree analysis dari kebakaran tangki. Kebakaran dan dampak kebakaran terhadap pekerja di ruang kontrol ditentukan dengan menggunakan perangkat lunak ALOHA. Minyak yang mudah terbakar disimpan dalam tangki berjenis fixed cone roof yang terletak 70 meter dari ruang kontrol. Kecelakaan besar yang mungkin terjadi di fasilitas antara lain pool fire dan vapor cloud explosion. Dari hasil pemodelan konsekuensi, kejadian kebakaran berupa pool fire di fasilitas memiliki potensi dampak yang signifikan terhadap pekerja di ruang kontrol. Kajian risiko yang dikaji adalah risiko individu dan risiko sosial untuk skenario kegagalan yang mungkin terjadi. Hasil analisis risiko individu dan risiko sosial atas dampak kebakaran terhadap personil di fasilitas memiliki risiko yang dapat ditoleransi. Penerapan program pengendalian risiko yang konsisten termasuk manajemen keselamatan proses tetap perlu dilakukan untuk memastikan risiko selalu berada dalam batas toleransi.

Fire accident of crude oil tank is one of major accident event resulting in fatality. A large scale of flammable crude oil tanks is operated by Company Z. This research is a quantitative risk assessment of fire accident on crude oil tank where the risk is defined by measurement of frequency and consequence. Event frequency is calculated based on event tree analysis result of fire accident on tank storage. The fire consequence and its impact to personnel working in control room is measured by using ALOHA software. A flammable crude oil is stored in a fixed cone roof tank located 70 meter from the control room. Major accident events which potentially occur in the facility are pool fire and vapor cloud explosion. Pool fire has significant impact to personnel working in control room based on consequence modelling. Both individual risk and societal risk are assessed based on possible failure scenarios. The risk assessment result of pool fire consequence to personnel within the facility is still within tolerable limit. A consistent implementation of risk control include process safety management should be maintained to ensure risk is always within tolerable risk
Read More
T-5868
Depok : FKM-UI, 2020
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Ratri Widyastuti; Pembimbing: Chandra Satrya; Penguji: Mila Tejamaya, Juned Eryanto
Abstrak: Angka kecelakaan kerja di bidang jasa konstruksi paling tinggi dibanding sektor industri lainnya. Alat berat crane menyumbang andil 38% dari kecelakaan fatal yang terdapat di industri. Oleh karena itu, penelitian ini membahas tentang penilaian risiko kesehatan dan keselamatan kerjapada proses pekerjaan angkat angkut material/ bahan menggunakan tower crane di proyek pembangunan Apartement XY oleh PT. X tahun 2014. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui prioritas risiko keselamatan dan kesehatan yang memerlukan pengendalian risiko padaproses pekerjaan angkat angkut material/ bahan menggunakan tower crane. Metode penelitian ini menggunakan desain penelitian observasional, sedangkan untuk analisis risiko menggunakan metode semi kuantitatif. Hasil penelitian ini yaitu pada basic risk terdapat 10 event yang termasuk kedalam kategori very high, terdapat 7 event yang termasuk kedalam kategori priority 1, terdapat 6 event yang termasuk kedalam kategori subtancial, dan terdapat 8 event yang termasuk kedalam kategori priority 3. Pada existing risk, pengendalian yang telah dilakukan oleh perusahaan dapat menurunkan risiko yang ada. Tidak terdapat jenis pekerjaan yang masuk kedalam kategori very high, terdapat 2 event yang masuk kedalam kategori priority 1, terdapat 6 event yang masuk kedalam kategori subtancial, terdapat 19 event yang termasuk kedalam kategori priority 3, danterdapat 4 event yang masuk kedalam kategori acceptable. Pada predictive risk, terdapat 27 event yang masuk kedalam kategori acceptable, dan 4 event yang masih masuk kedalam kategori priority 3 dan memerlukan perhatian lebih lanjut. Saran yang dapat diberikan untuk penelitian ini yaitu perlunya pengawasan yang lebih optimal dari pihak K3 dan perlunya penambahan APD dariperusahaan untuk semua pekerja. Kata kunci : Penilaian risiko, tower crane
Accidents in the construction field higher than other industrial sectors. Canes accounted for 38%share of fatal accident there in the industry. Therefore, this study discusses about risk assessmentof occupational health and safety risks in the work of lifting the transport of materials using towercranes in construction projects Apartment XY by PT. X 2014. The purpose of this study was todetermine the priority of safety and health risks that require risk control in the process of liftingjobs transport material use tower cranes. Methods This study uses an observational study design,and for risk analysis using semi-quantitative methods. The results of this study are at risk there are10 basic events were included to the category of very high, there are 7 events were included intothe category of priority 1, there are 6 events were included into the category of subtancial, andthere are 8 events were include into the category of priority 3. In the existing risk, control hasbeen done by companies can to reduce risk. There are nothing task were include into the categoryof very high, there are 2 events in the category of priority 1, there are 6 events were include intothe category of subtancial, there are 19 events were included into the category of priority 3, andthere are 4 events were include into the category of acceptable. In the predictive risk, there are 27events that enter into the acceptable category, and 4 events are still in the category of priority 3 andrequires further attention. Advice can be given to this research is needed for a more optimalcontrol of the K3 and needed for the addition of PPE for all workers in the company.Keywords: Risk assessment, tower crane
Read More
S-8395
Depok : FKM UI, 2014
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Muhamad Taufik Zulfiqor; Pembimbing: Baiduri Widanarko; Penguji: Dadan Erwandi, Mila Tejamaya, Rama Devarie Likumahwa, Amori Setia
Abstrak: Penelitian ini dilakukan di PT Z dengan objek penelitian yaitu seluruh pekerja PT Z. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui gambaran kelelahan dengan melihat faktor risiko bukan terkait pekerjaan dan risiko terkait pekerjaan pada pekerja manufaktur di PT Z. Penelitian dilakukan pada 270 orang pekerja dengan menggunakan desian penelitian cross-sectional dengan melakukan observasi, pengisian kuisioner, melakukan pengukuran pencahayaan dengan lux meter, pengukuran kebisingan dengan sound level meter, pengukuran indeks masa tubuh dengan timbangan badan & staturmeter. Faktor risiko tidak terkait pekerjaan (usia, indeks masa tubuh, jarak komuter, pendidikan, jenis kelamin, pendapatan, status kesehatan, kebiasaan merokok, status pernikahan, jumlah anggota keluarga, kebiasaan olahraga, kualitas tidur, sleep hygiene), dan faktor terkait pekerjaan (shift, masa kerja, posisi / jabatan, durasi kerja, kebisingan, pencahayaan, getaran, iklim kerja panas, postur kerja janggal, tuntutan pekerjaan, kontrol terhadap pekerjaan, dukungan rekan dan atasan di tempat kerja, kepuasan kerja, konflik pekerjaankeluarga, stres). Dua set kuesioner yang divalidasi digunakan untuk menilai kelelahan akut dan kronis. Tiga set kuesioner lainnya yang telah divalidasi digunakan untuk menilai kualitas tidur, psikososial, dan sleep hygiene. Sebuah model regresi logistik dikembangkan untuk setiap hasilnya. Pada penelitian ini ditemukan bahwa pekerja yang mengalami kualitas tidur buruk (2.84, 95% CI 1.249 - 6.481) memiliki hubungan signifikan terhadap terhadap munculnya kelelahan akut. Sedangkan kondisi pencahayaan (2.84, 95% CI 1.399 - 5.802) tempat kerja yang tidak standar dan adanya konflik pekerjaan-keluarga (3.86, 95% CI 1.086 - 13.769) berpengaruh signifikan terhadap kelalahan kronis yang dialami pekerja. Intervensi untuk mengurangi gejala kelelahan akut harus diterapkan pada faktor bukan pekerjaan (kualitas tidur), sedangkan intervensi pada kelelahan kronis harus dilalukan dengan berfokus pada faktor terkait pekerjaan (pencahayaan dan konflik pekerjaan-keluarga)
Read More
T-6423
Depok : FKM-UI, 2022
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Gama Widyaputra; Promotor: Fatma Lestari; Ko Promotor: Zulkifli Djunaidi, Mila Tejamaya; Penguji: Robiana Modjo, Mirza Mahendra, Kusnedi Soeharjo, Waluyo
Abstrak:
Truk tangki PT XYZ yang beroperasi di seluruh nusantara, merupakan angkutan Bahan Berbahaya dan Beracun atau Hazardous material yang memiliki risiko kecelakaan dan dampak terhadap lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan angka rasio dan permodelan kecelakaan truk tangki serta dampaknya terhadap lingkungan, dengan pendekatan kuantitatif dan kualitatif. Penelitian, menggunakan kuesioner untuk mendapatkan data sekunder kuantitatif dan kualitatif. Analisis data menggunakan metode Root Cause Analisys untuk mendapatkan faktor risiko penyebab kecelakaan truk tangki yang terdiri dari faktor manusia, teknis, kesisteman, prasarana, dan eksternal, analisis tindakan halangan (barrier) berupa intervensi dan mitigasi, analisis dampak dari kecelakaan berupa konsekuensi dan eskalasi, serta Road Accident Rate (RAR) untuk menghitung rasio dengan rumus jumlah kecelakaan dibagi dengan jarak tempuh. Hasil penelitian menunjukkan jumlah kejadian puncak (top event) PT XYZ dari tahun 2014 sampai tahun 2017 berjumlah 612 kejadian, terdiri dari tabrakan sebesar 70,10%, keluar jalur 20,59%, terguling 5,88% dan kebakaran 3,43%. Subfaktor risiko yang signifikan sebagai penyebab kecelakaan adalah kesalahan pihak lain (faktor eksternal) dan kesalahan manusia (faktor manusia). Kedua subfaktor penyebab kecelakaan tersebut independen dan tidak berinteraksi satu dengan lainnya. Terdapat pengaruh bermakna intervensi pada skor Sistim Manajemen Keselamatan Transportasi Darat (SMKTD), dan angka RAR. Mitigasi terhadap kejadian puncak dapat mengurangi dampak truk tangki tidak dapat beroperasi, api gagal dipadamkan, serta gangguan penyaluran bahan Bakar Minyak (BBM) ke konsumen. Kegagalan mitigasi menyebabkan eskalasi dampak terhadap truk tangki antara lain: rusak, terguling, kebakaran habis, terjadi tumpahan BBM, kerugian pihak ketiga, ledakan dan masuk jurang, korban luka berat dan korban meninggal dunia. Kejadian puncak yang direspon sebesar 97,70% dengan tingkat keberhasilan 29,15%. Penelitian menghasilkan dua permodelan yaitu permodelan risiko kecelakaan pada transportasi truk tanki pengankut BBM di PT XYZ yang menggambarkan kejadian sejak ada bahaya, intervensi, kejadian puncak, mitigasi dan konsekuensi serta eskalasi dan permodelan kejadian puncak RAR truk tangki tahun 2014- 2017 dengan menggunakan Analisis statistik multivariate. Diperoleh rumus konstanta sebesar -1,632 + (0,844 x subfaktor kesalahan pihak lain) + (0,495 x subfaktor kesalahan manusia). Secara keseluruhan permodelan kejadian puncak menunjukan penurunanan kecelakaan karena nilai konstanta yang negatif dan subfaktor pengali dibawah angka satu. Selanjutnya prediksi angka RAR 5 tahun ke depan (tahun 2018 s/d 2022), dihitung menggunakan regresi linier dengan tahun kejadian sebagai variabel independen, diperoleh akurasi prediksi sebesar 75,88% pada tahun 2018 dan 76,67% pada tahun 2019. Kesimpulan dari penelitian ini adalah RAR merupakan angka frekuensi yang dipengaruhi oleh beberapa risiko, yaitu faktor: manusia, teknis, kesisteman, prasarana, dan eksternal. Faktor risiko yang berpengaruh bermakna adalah faktor eksternal dan manusia. Hasil penelitian menyarankan untuk menurunkan angka kecelakaan, perusahaan PT XYZ dan pengelola fleet management perlu melakukan program komprehensif berupa intervensi dan mitigasi serta internalisasi, dan keterlibatan berbagai pihak diperlukan antara lain Badan otoritas dan aparat penegak hukum lalu lintas jalan raya dalam kegiatan terstruktur antara lain membuat peraturan khusus kendaraan dan jalur angkutan hazmat, membangun tim penanggulangan hazmat, melakukan kampanye berskala nasional mengenai keselamatan angkutan hazmat yang di kombinasikan ix Universitas Indonesia dengan pengawasan dan penegakan hukum yang tegas serta tidak pandang bulu dalam membangun budaya tertib berlalu lintas.
Read More
D-432
Depok : FKM-UI, 2021
S3 - Disertasi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive