Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 34099 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Aulia Mutiara Rianingtyas; Pembimbing: Rachmadi Purwana; Penguji: Renti Mahkota, Elin Herliana
Abstrak: Di Indonesia, diare merupakan pembunuh nomor satu untuk kematian bayi. Kota Depok merupakan salah satu wilayah di Jawa Barat dengan kasus diare yang tinggi. Kecamatan Cipayung, Kota Depok merupakan lokasi pemukiman yang berdekatan dengan tempat pembuangan akhir (TPA) sampah Kota Depok. Keberadaan tempat pembuangan akhir sampah di sekitar area pemukiman merupakan sumber penyebaran vektor penyakit yang dapat berpengaruh terhadap kesehatan masyarakat.
 
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara kepadatan lalat rumah tinggal dengan kejadian diare pada balita yang berobat di UPT Puskesmas Cipayung Kota Depok tahun 2014. Penelitian ini menggunakan desain studi kasus kontrol dengan menggunakan data primer dan data sekunder register puskesmas yang mana jumlah sampel sebanyak 39 kasus dan 39 kontrol.
 
Hasil analisis bivariat diperoleh bahwa kepadatan lalat tidak memiliki hubungan bermakna dengan kejadian diare pada balita (OR 1,531; 95% CI : 0,617–3,795). Adapun karakteristik individu balita yang memiliki hubungan bermakna dengan kejadian diare berdasarkan hasil uji statistik dengan analisis bivariat adalah riwayat perilaku cuci tangan ibu / pengasuh balita (OR 2,912; 95 % CI : 1,150 – 7,372) dan perilaku pengelolaan sampah rumah tangga (OR 3,200; 95 % CI : 1,266 – 8,086). Hygiene individu ibu atau pengasuh balita dan sanitasi lingkungan yang baik diperlukan untuk menurunkan angka kejadian diare.
 

Depok district is one of region in West Java with high diarrhea case. Cipayung sub-district is a settlement location which is near from final garbage dump. The existence of final garbage dump around the settlement area is source of spreding disease vectors that can affect public health. In the working area of Health Center of Cipayung Sub District, diarrhea is include ten highest case on 2013.
 
This study aims to determine the relationship between fly density in house with the occurrence of diarrhea among children under five years at Health Center of Cipayung Sub-District, Depok District 2014. This study uses case control study design and both primary and secondary health center register data with samples of 39 case and 39 control.
 
Result bivariate analysis shows that fly density which not significantly associated with diarrhea among children under fiver years. The individual characteristic of toddler who has a significant association with the occurrence of diarrhea among children under five years based on the result of statistical test with bivariate analysis is hand-washing habits of mother or children-caretaker (OR 2,912; 95 % CI : 1,150 - 7,372), and solid waste disposal habits (OR 3,200; 95 % CI : 1,266 - 8,086). Personal hygiene of mother or children-caretaker and environment sanitation is necessary for decrease occurrence of diarrhea.
Read More
S-8350
Depok : FKM-UI, 2014
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Memet Ermawan; Pembimbing: Budi Haryanto; Penguji: Dewi Susanna, Bety Setyorini
S-5569
Depok : FKM UI, 2008
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Putri Dianing Wijayant; Pembimbing: Rachmadi Purwana; Penguji: Ririn Arminsih Wulandari, Arihni Supriati
S-5858
Depok : FKM-UI, 2009
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Erza Nur Afrilia; Pembimbing: Bambang Wispriyono; Penguji: Ririn Arminsih Wulandari, Rina Fithri Anni
S-9100
Depok : FKM UI, 2016
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Azkiya Zulfa; Pembimbning: I Made Djaja; Penguji: Renti Mahkota, Farida
Abstrak: Kejadian diare terbanyak di Kota Bogor terjadi di Kecamatan Tanah Sareal dimana kondisi sanitasi yang berkaitan dengan air minum berisiko tinggi terdapat di Kelurahan Sukadamai dan Mekarwangi yang termasuk ke dalamwilayah kerja puskesmas Mekarwangi Kota Bogor. Penelitian ini bertujuan untukmengetahui faktor-faktor yang berpengaruh terhadap kejadian diare pada balita diwilayah kerja puskesmas Mekarwangi Kota Bogor tahun 2014. Disain penelitian yang digunakan adalah case control dengan jumlah kasus 120 dan jumlah kontrol120. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi dan pemeriksaan laboratorium sampel air minum. Hasil dalam penelitian ini menunjukkan bahwa variabel yang berpengaruh terhadap kejadian diare pada balita adalah Escherichiacoli dalam air minum (OR=2,61; 95% CI= 1,32-6,76), perilaku cuci tangan ibuatau pengasuh (OR=2,05; 95% CI= 1,18-3,57), hygiene sanitasi makanan danminuman (OR=2,53; 95% CI= 1,46-4,39) dan pengetahuan ibu atau pengasuh(OR=1,83; 95% CI= 1,01-3,31). Perlu dilakukan upaya pencerdasan kepada masyarakat berupa penyuluhan baik secara langsung maupun tidak langsung melalui media cetak seperti poster, pamflet dan lain sebagainya.
Kata kunci: Diare, balita
The highest incidence of diarrhea in Bogor occurred at Tanah Sarealdistrict where the condition of basic sanitation associated with high risk drinkingwater in Kelurahan Sukadamai and Kelurahan Mekarwangi which belong toPuskesmas Mekarwangi region. This study aims to analyze risks that affectedunderfive years children diarrhea in region of Puskesmas Mekarwangi, Bogor2014. This study used case control design with 120 controls and 120 cases. Theinformation collected by interviews, observation and laboratorium analyze ofdrinking water sample. Result that risk factors that affected diarrhea areEscherichia coli in drinking water (OR=2,61; 95% CI= 1,32-6,76), handwashingbehavior (OR=2,05; 95% CI= 1,18-3,57), hygiene sanitation of food and drink(OR=2,53; 95% CI= 1,46-4,39) and also knowledge of mother about diarrhea(OR=1,83; 95% CI= 1,01-3,31). It should be held an interventions direct orindirectly toward the residents, by printed media,e.g. poster, pamphlet, bulletin,xbanner etc.
Keyword: Diarrhea, underfive years children
Read More
S-8168
Depok : FKM UI, 2014
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Nur Atika; Pembimbing: Zakianis; Penguji: Helda, Jeanne Uktolseja
Abstrak: Prevalence rate kusta di Kecamatan Talango tergolong tinggi (10,99 per 10000 penduduk tahun 2012). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara kepadatan hunian dengan kejadian kusta di Puskesmas Kecamatan Talango 2014. Desain penelitian yang digunakan adalah kasus kontrol. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada hubungan antara kepadatan hunian dengan kejadian penyakit kusta (p=0,000, OR=7,87). Variebel lain yang bermakna secara statistik adalah riwayat kontak serumah, lantai rumah, ventilasi. Sedangkan variabel pendidikan, pekerjaan, penghasilan, sarana air bersih, personal hygiene, dan dinding rumah tidak memiliki hubungan yang signifikan terhadap kejadian kusta. Setelah dianalisis lebih lanjut, ada hubungan kepadatan hunian dengan kejadian kusta setelah dikontrol konfounding (pendidikan, lantai rumah, dinding rumah, ventilasi) di Kecamatan Talango 2014.
 

Prevalence rate of leprosy in the Talango Subdistrict is high (10.99 per 10,000 population in 2012). This study aimed to analyze the relation between residential density and leprosy occurrence in Talango Subdistrict 2014. Study design used is case control. The results showed that there is a relationship between dwelling density and the occurrence of leprosy (p Value =0.000, OR=7.87). Another variebel that statistically significant is the history of household contact, the floor of house, and ventilation. While the variable of education, occupation, social economy, clean water resource, personal hygiene, and the walls of the house do not have a significant relationship to the occurrence of leprosy. Upon further analysis, there is relation of dwelling density with the occurence of leprosy after controlled by confounder factors (namely: education, floor of house, wall of house, and ventilation) in District Talango 2014.
Read More
S-8357
Depok : FKM-UI, 2014
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Anynda Putri Assyifa; Pembimbing: Budi Haryanto; Penguji: Zakianis, Neneng Sumiati
Abstrak: Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis hubungan antara kontaminasi Esherichia coli pada DAMIU (Depot Air Minum Isi Ulang) dengan kejadian diare pada balita di wilayah kerja Puskesmas Limo, Kota Depok tahun 2021. Metode: Penelitian kuantitatif dengan desain studi cross-sectional yang telah dilakukan pada balita yang tinggal di Kecamatan Limo, yaitu sebanyak 180 balita. Hasil penelitian menunjukan terdapat hubungan yang signifikan antara kontaminasi E. coli pada DAMIU (p = 0,000; OR = 4,204), pemberian ASI eksklusif (p = 0,006; OR = 2,760), kebiasaan membuang tinja balita (p = 0,001; OR = 3,222), perilaku cuci tangan (p = 0,003; OR = 2,899), kondisi jamban (p = 0,013; OR = 2,879), dan kondisi tempat sampah (p = 0,002; OR = 3,080) dengan kejadian diare pada balita.
Read More
S-10814
Depok : FKM UI, 2021
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Widya Purnama Sari; Pembimbing: Suyud W. Utomo; Penguji: Ririn Arminsih Wulandari, Didik Supriyono
Abstrak: Data Program Diare 5 tahun terakhir, angka kejadian diare di Kabupaten Bogor masuk dalam kategori tinggi yang dapat menyebabkan KLB. Kejadian KLB di tahun 2009 Kecamatan Cisarua masuk ke dalam 4 wilayah yang terkena KLB dengan jumlah kasus sebanyak 206 kasus. Penelitian ini dilakukan di Puskesmas Cisarua yang berada di wilayah Kabupaten Bogor, menggunakan desain penelitian cross sectional. Responden yang diwawancarai, observasi dan pengambilan sampel air bersih sebanyak 80 responden.
 
Hasil uji statistik diketahui bahwa dari delapan variabel yang diteliti terdapat dua variabel yang menunjukkan hubungan yang bermakna dengan kejadian diare yaitu higiene sanitasi makanan (nilai p=0,030) dengan Odds Ratio 0,274 pada 95% interval kepercayaan 0,086-0,874. Diikuti dengan kualitas bakteriologis air bersih (nilai p=0,008) dengan Odds Ratio 0,086 pada 95% interval kepercayaan 0,010-0,728.
 

Diarrhoea program 5 years latest, diarrhoea incident in Bogor county goes into high category which can cause outbreaks. Outbreaks that happened at 2009 in sub-district Cisarua comes to 4 district affected by the outbreaks with 206 cases. This research was held in Puskesmas Cisarua which to be in Bogor couty and use cross sectional study. 80 respondent was interviewed and withdrawal water removal.
 
The statistical result from the eight variable known that there are two variables studied variables showed a significant association with the incidence of diarrhoea is food sanitation hygiene (p = 0.030) with odds ratio 0.274 at 95% confidence interval 0.086 to 0.874. Followed by bacteriological quality of water (p = 0.008) odds ratio 0.086 at 95% confidence interval 0,010-0,728
Read More
S-7695
Depok : FKM-UI, 2013
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Laura Dwi Pratiwi; Pembimbing: Bambang Wispriyono; Penguji: Ririn Arminsih Wulandari, Ema Hermawati, Sukanda, Rr. Dian Novianti
Abstrak:
Di Kota Depok, diare merupakan 4 penyakit teratas diderita oleh balita. Salah satu faktor risiko penyakit diare adalah mengonsumsi air minum yang terkontaminasi tinja. Kontaminasi tinja dapat dilihat dari jumah kandungan bakteri E. coli dalam air minum rumah tangga. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara kandungan Escherichia coli (E. coli) dalam air minum rumah tangga dengan kejadian diare pada balita di Kota Depok Penelitian merupakan studi cross-sectional dengan 300 responden di Kecamatan Sawangan, Kecamatan Cipayung dan Kecamatan Bojong Sari. Pengambilan sampel adalah total sampling dari data engambilan sampel air minum rumah tangga menggunakan metode SNI 3554:2015. Kandungan E. coli pada air minum rumah tangga diuji dengan menggunakan metode TPC (Total Plate Count). Kejadian diare yang dirasakan dalam 6 bulan terakhir pada balita didapatkan dengan wawancara terhadap ibu. Wawancara dan observasi dilakukan untuk mengetahui sanitasi, higiene dan karakteristik ibu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kandungan E. coli dalam air minum rumah tangga yang tidak memenuhi syarat sejumlah 174 Sarana jamban keluarga, kondisi sumber air bersih, penyimpanan air minum, pengelolaan sampah rumah tangga, usia ibu dan pendidikan ibu tidak memiliki hubungan yang signifikan dengan kejadian diare balita. Kesimpulan dari penelitian ini adalah rumah tangga dengan kandungan bakteri E. coli dalam air minum tidak memenuhi syarat dan menerapkan CTPS berisiko 0,9 kali mengalami diare pada balita. Rumah tangga dengan kandungan bakteri E. coli dalam air minum tidak memenuhi syarat dan tidak menerapkan CTPS berisiko 3,7 kali mengalami diare pada balita

H2S is dangerous compound that colorless and has smell like rotten egg. One of this compound source is produced from decomposition process in landfill. The most sensitive body system when exposed to H2S is respiratory system. This study aims to analyze the effect of H2S intake to respiratory symptoms at people living around the Cipayung Landfill. This study design uses cross sectional. Data collection was carried out by interview by questionnaire and measure  H2S ambient at 9 poimts locate aroundd community settlements. The result were found intake of H2S associated with respiratory symptoms (p value=0,012; OR=10,5; CI 95%=1,25-88,02). The result of multivariat analysis were found H2S intake influence respiratory symptoms after controlled by duration living variable (p value=0,026; OR=6,78; CI 95%= 1,612-64,572). It needs to measure routine H2S ambient and ensure that concentration was safe as well as proper management efforts from City Government of Depok, Cipayung Landfill and related stakeholders in order to reduce the health risk problems to the people living around Cipayung landfill.

Read More
T-5909
Depok : FKM-UI, 2020
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Yan Bani Luza Prima Wangsa; Pembimbing: Budi Haryanto, Syahrizal Syarif; Penguji: Ririn Arminingsih Wulandari, Ratu Tri Yulia, Cecep Suherlan Alamsyah
Abstrak: Latar belakang : Kejadian penyakit diare yang dijumpai dalam suatu masyarakat masih cukup tinggi dan kematian karena diare merupakan bagian yang terbesar dari penyebab kematian di Indonesia.

Tujuan : Untuk mengetahui hubungan antara kualitas bakteriologis Escherichia coli dari peralatan makan (piring) balita dan hubungan antara faktor-faktor resiko lingkungan serta faktor-faktor resiko lainnya terhadap kejadian penyakit diare pada balita di wilayah kerja Puskesmas Sukaresmi Kecamatan Sukaresmi Kabupaten Cianjur Propinsi Jawa Barat tahun 2005.

Metode : Menggunakan desain penelitian Cross Sectional, dengan populasi adalah seluruh anak balita yang berumur kurang dari lima tahun dan berdomisili di wilayah kerja puskesmas Sukaresmi Kecamatan Sukaresmi Kabupaten Cianjur Propinsi Jawa Barat. Jumlah sampel yang diambil sebanyak 150 sampel, dan cara pengambilan sampel menggunakan sistematic cluster random sampling dengan terlebih dahulu membuat sampling frame sebelumnya. Sebagai responden adalah ibu yang memiliki anak yang berumur kurang dari 5 tahun. Kualitas bakteriologis peralatan makan dilihat dengan adanya Escherichia coli yang dinilai dengan metode total plate count, menggunakan media agar EMBA (Eosin Methylen Blue Agar) dan inkubator dengan suhu 25oc serta dihitung dengan colony counter. Analisis bivariat dengan uji beda proporsi chi square.

Hasil : Analisis bivariabel diperoleh tidak ada pengaruh kualitas bakteriologis peralatan makan dengan kejadian diare pada balita, namun kondisi pembuangan sampah dan kondisi air kulah yang tidak memenuhi syarat serta higen perorangan ibu yang tidak baik mempunyai pengaruh.

Kesimpulan : Perlu dilakukan peningkatan pengetahuan di masyarakat secara terus menerus dan berkesinambungan tentang higien perorangan yang baik melalui berbagai media yang ada dan memberikan suatu bentuk stimulan percontohan sarana pembuangan sampah yang memenuhi syarat kesehatan dan juga memberikan pedoman tentang cara-cara penggunaan air kulah yang baik dan menginformasikan dampaknya secara terus menerus dan berkesinambungan, pembinaan dan pengawasan dengan melakukan penyuluhan dan pemantauan penyakit diare dengan ikut serta melibatkan lintas program dan sektor terkait. Selanjutnya perlu dilakukan pula penelitian yang sejenis namun dengan disain penelitian yang lebih kuat seperti studi case control atau cohort, serta meningkatkan jumlah variabel yang secara substansi berpengaruh.

Kata kunci : Kualitas bakteriologis Escherichia coli , diare, faktor resiko lingkungan, faktor resiko lain dan analisis univariat, analisis bivariat serta uji chi square.
Background : The incident of diarrhea found in community still quite high and mortality due to diarrhea take bigger part on cause of death in Indonesia

Objective : To evaluate the relation between Escherichia coli bacteriological quality of infant utensil of eating, environment risk factor and other risk factor with incident of infant diarrhea disease within working area of Puskesmas Sukaresmi at Cianjur District, Province West Java Year 2005.

Methods : Cross Sectional design researches is used, with working population is all infant below five years old and domicile within working area of Puskesmas Sukaresmi in Cianjur district, Province West Java. Total samples were taken 150 samples and data were collected by sistematic cluster random sampling , with pre-prepared sampling frame. The respondents are mothers with infant below 5 years old.. Bacteriological quality of infant utensil of eating was determined by the presence of Escherichia coli which judged using total plate count method, method utilize gel media EMBA (Eosin Methylen Blue Agar) and 25oC incubator and counted using colony counter. Analysis bivariat with chi square proportional differential test.

Results : Analysis bivariat result show that bacteriological quality of infant utensils of eating has no effect with infant diarrhea incidents, however the below standard garbage dumpster and ?kulah? water condition altogether with poor mothers individual hygiene has effect.

Conclusions : Its deem necessary to continually improve community knowledge on good individual hygiene through various available media and giving a stimulant of the exile garbage and administer some form of stimulant such as model on hygienic qualified garbage dumpster facility, guidance on method of good "kulah" water usage along with its impacts by continuously and sustainability. Education and monitoring of diarrhea incidents which involve integrated cross program and inter sector participation is needed in order to promote and supervise this program.. Beside that it's also necessary to conduct similar research but with stronger design research approach such as case control or cohort study, also with increase on numbers of variable which has substantial effect.

Key word : Escherichia coli bacteriological quality, diarrhea, environment risk factor, other risk factor, and univariat analysis, bivariat analysis, also bivariat analysis with chi square test
Read More
T-2175
Depok : FKM UI, 2005
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive