Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 31079 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Syafrani Ibrahim; Pembimbing: Evi Martha, Mieke Savitri
T-2027
Depok : FKM UI, 2004
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Saroha Pinem; Pembimbing: Sabarinah B. Prasetyo; Penguji: Luknis Sabri, Mieke Savitri, Asih Widowati
Abstrak:
Pada waktu memberikan pertolongan persalinan, bidan selalu mempunyai risiko terinfeksi oleh penyakit yang ditularkan melalui darah dan cairan tubuh lain seperti HIV/AIDS, Hepatitis B (HBV) dan penyakit- penyakit lain. HIV/AIDS adalah penyakit menular seksual yang paling berbahaya, belum ditemukan cara pengobatannya dan berakhir dengan kematian bagi penderitanya (Depkes RI, 2001). Di pusat-pusat pelayanan kesehatan, penularan HIV /AIDS dan HBV dapat terjadi secara silang dari pasien pengidap HIV dan pengidap HBV ke pasien bukan pengidap HIV atau pengidap HBV dari pasien ke petugas dan sebaliknya. Untuk mencegah penularan HIV/AIDS, HBV dan penyakit-penyakit lain yang ditularkan melalui darah dan cairan tubuh lainnya kepada bidan maupun pasien , maka setiap bidan yang menolong persalinan perlu memegang perinsip-prinsip pencegahan infeksi, yaitu prinsip kewaspadaan universal (Depkes RI,1999, Saifuddin dkk,2002). Tujuan penelitian ini adalah untuk mendapatkan gambaran penerapan kewaspadan universal oleh bidan di 9 kamar bersalin Puskesmas Kecamatan Jakarta Timur pada waktu melakukan pertolongan persalinan, juga ingin dilihat hubungannya dengan faktor predisposisi, faktor pemungkin dan faktor penguat. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan rancangan potong lintang yang dilaksanakan pada bulan September 2003. Data diperoleh melalui observasi langsung di kamar bersalin dan pengisian kuesioner oleh responden. Hasil penelitian menunjukkan baru 16,7% responden yang menerapkan kewaspadaan universal dengan benar yaitu menerapkan seluruh komponen kewaspadaan universal sebagaimana mestinya. Dari hasil penelitian juga diperoleh gambaran factor-faktor yang berhubungan dengan penerapan kewaspadaan universal yaitu faktor predisposisi adalah pengetahuan responden tentang kewaspadaan universal (p = 0,002), dan faktor pemungkin yaitu pernah tidaknya responden mengikuti pelatihan kewaspadaan universal atau yang berkaitan dengan kewaspadaan universal (p = 0.020) dan ketersediaan fasilitas yang dibutuhkan untuk penerapan kewaspadaan universal ( p = 0,000). Berdasarkan hasil penelitian tersebut diajukan saran agar Kepala Suku Dinas Kesehatan Jakarta Timur bersama dengan staf yang terkait menetapkan kebijakan tentang kewaspadaan universal, mengadakan pelatihan kewaspadaan universal atau yang berkaitan dengan kewaspadaan universal secara berkala dan berkesinambungan, menyebarkan poster-poster tentang kewaspadaan universal, memajang SOP tentang penerapan kewaspadaan universal di tempat yang gampang terlihat dan mudah dibaca dengan jelas oleh semua petugas di kamar bersalin dan menyediakan fasilitas yang dibutuhkan untuk penerapan kewaspadaan universal khususnya alat pelindung diri dalam jumlah yang cukup untuk dipakai oleh bidan pada waktu menolong persalinan. Daftar bacaan: 41 (1980 - 2003)

When a midwife assisting a delivery, she will always have a risk to contract with a disease, such as HIV/AIDS, Hepatitis B (HBV), or other diseases transmitted by blood or other body fluid. Special attention is given to HIVVAIDS, as the most dangerous sexually transmitted disease, which has not yet found the appropriate medication and will always end with the loss of life of the person who suffer from AIDS (MOH, 2001). The transmission of the HIV/AIDS or HBV at many of the centers of health services usually due to a cross-transmission from patient to patient, and not from patient to the health providers or vice versa. Therefore, to prevent the occurrence of the transmission to the patient or health provider, in this case the midwife, every midwife who assists the delivery has to follow the rule for the infection prevention, i.e. the universal precaution (MOH, 1999; Saifuddin el. al, 2002). The objective of the study is try to find out the description of the implementation of the universal precaution by the midwife at 9 delivery room at Sub-district Puskesmas in the area of East Jakarta. The study will look at the relation of the implementation by it predisposing, enabling, and reinforcing factors. The study is a descriptive study using a cross-sectional design and has been carried out in September 2003. Data were collected from a direct observation at the delivery room and a questionnaire filled by respondent. The result of the study show that only 16.7% of respondent who implement the universal precaution in appropriate way. It means that she apply the whole component of the universal precaution as it should be. The study also found that factors related to the implementation of the universal precaution are: respondent's knowledge on the universal precaution (with p: 0.002) as the predisposing factor; and ever have follow any training on or related to the universal precaution (with p: 0.020) and the availability of facility needed to implement the universal precaution (with p: 0.000) as the enabling factors. Regarding to the result of the study some suggestions are offered: to the Head of the East Jakarta Health Authority, together with his/her staff, to decide the policy on the matter of the universal precaution; to accomplish a training on the universal precaution or other training related to the universal precaution in a certain period and with continuity; to distribute the information of the universal precaution by posters or flyers, or posted the SOP of the universal precaution at the place that easy to read by every health personnel at the delivery room. Adjacent to all suggestions above, facility needed to implement the universal precaution, especially the self-protection instruments (glasses, protection gown, or gloves) should be always enough in number and available when it needed to protect the midwife at the time she has to do assisting the delivery.
Read More
T-1833
Depok : FKM-UI, 2004
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Soetimah; Pembimbing: Kemal N. Siregar, Mieke Savitri
T-1918
Depok : FKM UI, 2004
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Ria Rizki Palupi; Pembimbing: Ahmad Syafiq; Penguji: Sandra Fikawati, Tiska Yumeida, Endang Sri Wahyuningsih
Abstrak: Bayi yang diberi kesempatan untuk melakukan Inisiasi Menyusu Dini (IMD) denganmenyusu pada 1 jam pertama setelah kelahiran dan dilakukan kontak kulit ibu dengan bayiselama minimal 1 jam dapat menekan angka kematian bayi. Sedangkan, peran dan komitmendari instansi kesehatan dan pemberi pelayanan sangat diperlukan untuk mendukungpelaksanaan IMD. Untuk tercapainya hal tersebut perlu dilakukannya inovasi yang bisameningkatkan pengetahuan dan ketrampilan bidan.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adanya pengaruh penggunaan mediaKomunikasi, Informasi Edukasi (KIE) dalam pelaksanaan IMD oleh bidan di PuskesmasJakarta Timur Tahun 2018. Jenis penelitian quasy eksperimen dengan jumlah sampel 42bidan yang terbagi menjadi 21 bidan kelompok intervensi dan 21 bidan kelompok kontrol.Peneliti membuat suatu media KIE berupa poster dan booklet mengenai alur tahapanpelaksanaan IMD dalam asuhan bayi baru lahir yang menarik, mudah diingat dansebelumnya belum pernah ada, kemudian media tersebut diberikan pada kelompokintervensi. Penelitian dilakukan pada bulan April sampai Mei 2018. Data yang terkumpuldianalisis secara univariat dan bivariat menggunakan uji-t independen.Hasil penelitian didapatkan bahwa, pada analisis univariat jumlah nilai rata-rata skorpelaksanaan IMD pada kelompok intervensi lebih tinggi sebesar 97.41 dibandingkan nilairata-rata pada kelompok kontrol sebesar 78.28. Sedangkan hasil analisis bivariat dengan uji-tindependen didapatkan nilai p = 0.001 yang artinya nilai p < 0.05 dan secara statistikterdapat perbedaan yang signifikan rata-rata skor pelaksanaan IMD antara kelompokintervensi dan kelompok kontrol.Nilai skor pelaksanaan IMD oleh bidan pada kelompok intervensi yang mendapatkanKIE dengan media poster dan booklet lebih tinggi secara bermakna dibandingkan bidan padakelompok kontrol. Sehingga terdapat pengaruh media KIE terhadap pelaksanaan IMD.Kata Kunci : Media KIE, Bidan, Inisiasi Menyusu Dini
Infants given the opportunity to early initiation of breastfeeding by suckling in thefirst hour after birth and making skin contact with a baby for at least 1 hour can reduceinfant mortality. Meanwhile, the role and commitment of health agencies and providers ofservices is needed to support the implementation of early initiation of breastfeeding. Toachieve this it is necessary to do innovations that can increase knowledge and skills ofmidwives.This study aims to determine the influence of the use of communication, information,education media in the implementation of early initiation of breastfeeding by midwife incommunity health centers East Jakarta 2018. Type of quasy experimental research with asample of 42 midwives divided into 21 midwives of the intervention group and 21midwives of the control group. The researcher made a communication, information,education media in the form of posters and booklets about the flow of IMD implementationstage in newborn care that is interesting, easy to remember and never before, then themedia is given to the intervention group. The study was conducted from April to May 2018.Collected data were analyzed univariat and bivariate using independent t-test.The results showed that, in univariate analysis, the mean value of early initiation ofbreastfeeding implementation score in intervention group was higher by 97.41 than themean score in the control group was 78.28. While the results of bivariate analysis withindependent t-test obtained p value = 0.001 which means the value of p <0.05 andstatistically there is a significant difference in the average score of early initiation ofbreastfeeding implementation between the intervention group and the control group.The scores of early initiation of breastfeeding implementation scores by the midwivesin the intervention group that received of communication, information, education mediawith poster and booklet media were significantly higher than the midwives in the controlgroup. So that there is influence of communication, information, education media media onearly initiation of breastfeeding implementation.Keywords: communication, information, education media, Midwife, early initiation ofbreastfeeding.
Read More
T-5425
Depok : FKM-UI, 2018
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Cucu Fajarwati; Pembimbing: Tri Krianto; Penguji: Dadan Erwandi, Muhtar Lintang
S-5998
Depok : FKM-UI, 2010
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Suryati; Pembimbing: Hadi Pratomo; Penguji: Agustin Kusumayati, Anthony Tan, Tri Krianto
Abstrak:

Data mengenai pelayanan kontrasepsi, khususnya tentang pelaksanaan konseling kontrasepsi oleh PPKBD (Pembantu Pembina Keluarga Berencana Desa) di Kota Padang masih belum mencerminkan informasi yang lengkap dan berkualitas, walaupun data rutin dari laporan-laporan atau studi-studi tentang pelaksanaan konseling kontrasepsi sudah cukup banyak.

Oleh sebab itu dirasa penting untuk mengadakan penelitian tentang pelaksanaan konseling kontrasepsi oleh PPKBD di Kota Padang.

Penelitian telah selesai dilaksanakan pada bulan Juli tahun 2002 di Kecamatan Nanggalo, Kota Padang, Sumatera Barat. Adapun jenis penelitian yang dilaksanakan adalah penelitian kualitatif dengan menggunakan metode observasi, wawancara mendalam, kuasioner, dan dokumentasi.

Sebagai informan dalam penelitian ini adalah 6 PPKBD, 1 PPLKB dan 36 Ibu PUS yang berada di Kecamatan Nanggalo, Kota Padang, Sumatera Barat. Untuk mendapatkan informasi tentang pelaksanaan konseling kontrasepsi oleh PPKBD digunakan metode observasi langsung oleh penulis terhadap PPKBD. Sementara itu dilakukan juga wawancara mendalam dengan ke 6 PPKBD dan l PPLKB guna mengetahui tentang karakteristik masing-masing PPKBD. Pengisian kuesioner juga dilakukan oleh 6 PPKBD dan 36 Ibu PUS.

Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa ada 5 dari 6 PPKBD yang telah mengikuti pelatihan khusus tentang KK pada tahun 1999 yang dilaksanakan oleh BKKBN Tk.II Padang. Mereka ini juga mengikuti pelatihan pada waktu Rakor Kecamatan selama 1 hari (3-4 jam) setiap 3 bulan. Selama diadakan Rakor, PPLKB juga melakukan kembali pelatihan KK guna mengingatkan kembali kepada PPKBD tentang tekhnik KK SATU TUJU tetapi di dalam kenyataannya di lapangan, pelaksanaan KK itu masih kurang memuaskan.

Selama pelaksanaan KK SATU TUJU di Posyandu, peneliti menemukan hanya 2 dari 6 PPKBD yang hampir betul melakukan semua langkah-langkah KK SATU TUJU dengan benar, sesuai dengan langkah-langkah KK SATU TUJU yang sudah ditetapkan oleh BKKBN.

Berdasarkan hal-hal tersebut di atas, disarankan kepada BKKBN Tk.II Padang untuk

1. melakukan supervisi, evaluasi, koreksi, dan mengingatkan kembali PPKBD, tentang prosedur pelaksanaan KK SATU TUJU

2. melakukan evaluasi terhadap kurikulum pelatihan (baik terhadap materi pelajaran maupun terhadap pelatihnya), dan diharapkan dapat ditambah dengan beberapa teori komunikasi dan psikologi wanita dewasa, khususnya psikologi ibu hamil, dan psikologi ibu nifas.

3. melatih PPKBD agar bisa aktif dan kreatif dalam melaksanakan konseling kontrasepsi SATU TUJU dimana saja, tetapi harus selalu di dalam situasi baik, dan mengikuti prosedur yang benar.


Implementing Contraceptive Counseling by Village Family Planning Assistant (PPKBD) At Nanggalo Sub-district, in the City of Padang, West Sumatera, 2002Data collected to add the existing information on the quality of contraceptive services, especially on the implementation of contraceptive counseling by (PPKBD) Village Family Planning Assistant in the City of Padang. Despite the fact that there have been a lot of data generated from routine reports or studies on the implementation of contraceptive counseling there is no good data. Therefore, it is important to conduct a research on the implementation of contraceptive counseling by PPKBD in the City of Padang.

This evaluation research was completed in July, 2002 at Nanggalo Sub-district. in the City of Padang, West Sumatera. The design of the study was qualitative study using observation, in-depth interview, short questionnaire, and documentation.

The sources of information for this research were 6 PPKBD, l PPLKB (Family Planning Field Supervisor) and 36 WUS Women of Reproductive Age (WRA) at Nanggalo Sub-district, the City of Padang, West Sumatera.

The method of direct observation was used to collect information on the implementation of contraceptive counseling by PPKBD. Meanwhile, in-depth interviews with 6 PPKBD and 1 PPLKB were used to collect information on the characteristics of the informant. The questionnaires were filled in by 6 PPKBD and 36 WRA.

From this research, it can be concluded that 5 from 6 PPKBD have participated in the contraceptive counseling training held by the City of Padang's BKKBN in 1999. They also attended a one day (3-4 hours) Sub-district Coordinating Meeting (Rakor) held every 3 months. During the Rakor, the PPLKB also provided training to PPKBD to remind of the counseling contraceptive techniques, but the implementation of contraceptive counseling in the fields was still unsatisfactory.

During the contraceptive counseling at Posyandu, the researcher was found the almost correct implemented the "GATHER" procedure for counseling SATU TUJU only 2 from 6 PPKBDs.

Based on the above results the following recommendations were made to the City of Padang's BKKBN to perform the following:

1. To evaluate and correct the implementation of the existing the "GATHER" procedure.

2. To evaluate the training curriculum (e.g. subject and trainer qualification) and its supervision mechanism, add communication theories and adult woman psychology, in the Antenatal and Postnatal Psychology courses.

3. To provide training to the PPKBD to be more active and creative in implementing the "GATHER" approach regardless of the physical environment complying with the correct "GATHER" procedure.

Read More
T-1364
Depok : FKM-UI, 2002
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Cindy Meilinda Sari; Pembimbing: Yovsyah; Penguji: Dian Ayubi, Mieke Savitri, Ade Jubaedah, Rinta Irnati
Abstrak: Angka kematian ibu tahun 2013 Kabupaten Sambas Provinsi Kalbar masih tinggisebanyak 17 kasus. Tujuan penelitian mengetahui implementasi manajemen aktifkala III (MAKT) oleh bidan puskesmas wilayah kerja Dinas Kesesehatan Kab.Sambas. Desain penelitian cross sectionaldengan mixed method, sampel 58menggunakan Total Sampling Hasil penelitian bidan menerapkan manajemenaktif kala III 63,8% dan yang tidak menerapkan manajemen aktif kala III 36,2%.Terdapat hubungan variabel Pengetahuan dan sikap dengan ImplementasiManajemen Aktif Kala III. Variabel sikap terhadap manajemen aktif kala IIImerupakan faktor paling dominan dengan (nilai p= <0,007)Kata kunci : Implementasi manajemen aktif kala III, Bidan.
Read More
T-4550
Depok : FKM-UI, 2016
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Novita; Pembimbing: Agustin Kusumayati
S-4045
Depok : FKM-UI, 2005
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Masagus Safei; Pembimbing: Agustin Kusumayati; Penguji: Sandra Fikawati, Anita Nuzulia
S-4411
Depok : FKM-UI, 2005
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive