Ditemukan 35884 dokumen yang sesuai dengan query :: Simpan CSV
Noarly Ayu Laksita; Pembimbing: Sabarinah Prasetyo; Penguji: Poppy Yuniar, Fahrozi Arief
S-8474
Depok : FKM UI, 2014
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Gebi Denisa; Pembimbing: Meiwita Budiharsana; Penguji: Artha Prabawa, Titi Soenarni
Abstrak:
Banyak tantangan yang dihadapi Sistem Informasi Kesehatan, khususnya padasarana pelayanan kesehatan di negara-negara berkembang. Indonesia salahsatunya, yang berada dalam upaya pergerakan dari sistem manual menuju sistemelektronik. Bersamaan dengan diterapkannya Jaminan Kesehatan Nasional (JKN)yang membutuhkan sistem berbasis komputer sebagai cara untuk klaim biayaperawatan pasien. Rumah sakit mulai beralih dari sistem manual ke sistemelektronik. Tujuan penelitian adalah mengambarkan Kesiapan Rumah Sakit untukImplementasi Rekam Medis Elektronik dalam Menyambut Jaminan KesehatanNasional. Penelitian di Rumah Sakit X, dengan 3 variabel utama; kesiapan sumberdaya manusia, kesiapan organisasi dan pertimbangan untuk penerapan JKN. Datadikumpulkan melalui review restrospektif dokumen rekam medis dan wawancaramendalam pada SDM level operasional dan manajemen. Hasil yang didapatkan organisasi dan infrastruktur IT mulai mengembangkan RKE, pergerakan level manajemen sudah menuju RKE. SDM level masih membutuhkan sosialisasi dantraining.
Kata Kunci :Rekam Medis Manual, Rekam Medis Elektronik (RKE), Rumah Sakit,Organisasi, Manajemen
There are many challenges facing health information systems, particularly inhealth care facilities of developing countries; Indonesia being one of them. Alongwith the implementation of National Health Insurance (which requires computerbased systems to track cost of care for patients), Indonesia is moving from amanual system to a electronic system. Many hospitals in Indonesia have already begun this process. The purpose of the study is to describe hospital readiness inanticipating the application of electronic medical record system for the nationalhealth insurance. There are two main variables: readiness of human resources ,and organizational readiness for implementation of national health insurance(JKN). Data was collected through a retrospective review of medical records,documents, and in-depth interviews of human resources at the operational andmanagement level. Once research was completed, the organization began todevelop an Electronic Medical Record IT infrastructure. Progress has so far takenplace mostly at the RKE management level. Operational levels still needsocialization and training.
Key Words :Medical Record, Manual, Electronic Medical Record, Jaminan KesehatanNasional
Read More
Kata Kunci :Rekam Medis Manual, Rekam Medis Elektronik (RKE), Rumah Sakit,Organisasi, Manajemen
There are many challenges facing health information systems, particularly inhealth care facilities of developing countries; Indonesia being one of them. Alongwith the implementation of National Health Insurance (which requires computerbased systems to track cost of care for patients), Indonesia is moving from amanual system to a electronic system. Many hospitals in Indonesia have already begun this process. The purpose of the study is to describe hospital readiness inanticipating the application of electronic medical record system for the nationalhealth insurance. There are two main variables: readiness of human resources ,and organizational readiness for implementation of national health insurance(JKN). Data was collected through a retrospective review of medical records,documents, and in-depth interviews of human resources at the operational andmanagement level. Once research was completed, the organization began todevelop an Electronic Medical Record IT infrastructure. Progress has so far takenplace mostly at the RKE management level. Operational levels still needsocialization and training.
Key Words :Medical Record, Manual, Electronic Medical Record, Jaminan KesehatanNasional
S-8063
Depok : FKM UI, 2014
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Imam Ahmadi; Pembimbing: Toha Muhaimin; Penguji: Artha Prabawa, Teguh Setiawan
S-8059
Depok : FKM UI, 2014
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Sulung Purwoko; Pembimbing: Meiwita Budiharsana; Penguji: Besral, Wan Aisyiah Baros
S-8982
Depok : FKM UI, 2016
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Rismala Dewi; Pembimbing: Milla Herdayati; Penguji: Artha Prabawa, Sri Harmini
Abstrak:
ABSTRAK Skripsi ini membahas mengenai rancangan Rekam Kesehatan Elektronik (RKE) di RSIA Restu Kasih yang bertujuan untuk menunjang pelayanan kesehatan ibu dan anak yang berkelanjutan. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan pendekatan kualitatif melalui observasi atau pengamatan langsung, wawancara mendalam dan telaah dokumen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat berbagai permasalahan perekaman medis pada sistem RSIA Restu Kasih saat ini yang seharusnya dapat diminimalisasi dengan penggunaan RKE. Penelitian ini juga menyajikan desain logis dan rancangan prototipe antarmuka aplikasi RKE yang diperoleh berdasarkan hasil analisis input, proses, dan output dari sistem digunakan saat ini. Adapun beberapa hal yang harus dipersiapkan oleh penyedia pelayanan kesehatan dalam implementasi sistem RKE meliputi pelatihan penggunaan RKE bagi seluruh pengguna yang terlibat, penyiapan dokumen panduan teknis penyelenggaraan RKE dan persiapan sumber daya manusia serta sarana dan prasarana. Selain itu, diperlukan penguatan regulasi yang mengatur tentang pengembangan dan standar implementasi RKE di masa mendatang. Kata kunci: rekam kesehatan elektronik, kesehatan ibu dan anak This study discusses the design of electronic health record (EHR) in Restu Kasih Hospital which aims to support the sustainability of maternal and child health services. This research uses qualitative approach through observation, in-depth interview and document review. The results of this study indicate that there are various medical recording problems in Restu Kasih Hospital that should be minimized by using EHR. This research also presents the logical design and prototype design of the EHR application interface based on the analysis of input, process, and output of the current system. There are several things that health care providers need to prepare in order to implement the EHR system such as training for all involved users, preparing RKE technical guidance documents, and preparation of human resources and facilities and infrastructure. In addition, it is necessary to strengthen the regulations of development and implementation standards of EHR in the future. Key words: electronic health record, maternal and child health
Read More
S-9683
Depok : FKM-UI, 2018
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Fatma Rizkia; Pembimbing: Kemal Nazarudin Siregar; Penguji: Artha Prabawa, Retnowati
Abstrak:
Tujuan penelitian ini adalah untuk merancang suatu prototipe dashboard penyelidikan epidemiologi COVID-19 yang dapat menganalisis dan menyajikan data hasil penyelidikan epidemiologi pada pasien rawat jalan COVID-19 di RSUI. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif, menggunakan metode Rapid Application Development yang terdiri atas kegiatan analisis kebutuhan dan perancangan prototipe. Pengumpulan data dilakukan dengan melakukan wawancara mendalam, observasi, dan studi dokumen. Penelitian ini berhasil menghasilkan prototipe dashboard penyelidikan epidemiologi COVID-19 yang dapat menganalisis data dan menyajikan informasi jumlah pasien yang melakukan swab test, jumlah pasien berdasarkan kriteria kasus, jumlah pasien berdasarkan tujuan swab test, jumlah pasien berdasarkan jenis kelamin, jumlah pasien berdasarkan usia, gejala yang dimiliki pasien, kondisi penyerta pasien, factor risiko pasien, dan hubungan daftar kontak erat.
Read More
S-10625
Depok : FKM-UI, 2021
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Soetji Lestari Yoelihartini; Pembimbing: Indang Trihandini, Tris Eryando
T-1804
Depok : FKM UI, 2003
S2 - Tesis Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Astina Atikah Sultan; Pembimbing: Indang Trihandini; Penguji: Tris Eryando, Marisa Aristiawati
S-7373
Depok : FKM UI, 2012
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Inez Sakhi Wisista; Pembimbing: Iwan Ariawan; Penguji: Popy Yuniar, Uswatun Hasanah
Abstrak:
Read More
Latar belakang: Kanker payudara merupakan penyebab utama kematian akibat kanker pada perempuan di Indonesia, dengan data Global Cancer Observatory 2022 mencatatkan 68.271 kasus baru, 209.748 kasus dalam lima tahun terakhir, dan 22.598 kematian. Angka kesintasan 5 tahun pasien kanker payudara di Indonesia relatif rendah dibandingkan dengan negara lain. Berbagai faktor, termasuk faktor individu dan layanan kesehatan, dapat memengaruhi kesintasan pasien. Oleh karena itu, penelitian ini dilakukan untuk mengetahui kesintasan pasien kanker payudara peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) beserta faktor-faktor yang memengaruhinya. Metode: Penelitian ini menggunakan Data Sampel BPJS Kesehatan tahun 2018-2023 dengan desain studi kohort retrospektif. Analisis dilakukan dengan metode Kaplan-Meier dan uji Cox Proportional Hazard. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan tingkat kesintasan 5 tahun sebesar 52,2% (95% CI: 46,4-58,7%), yang menunjukkan tingkat kesintasan yang masih rendah. Faktor individu yang berpengaruh terhadap kesintasan adalah status kawin/cerai (aHR = 1,632; 95% CI: 1,102 – 2,416), wilayah tinggal di Regional 4 (aHR = 2,230; 95% CI: 1,497 – 3,321), dan adanya penyakit penyerta ≥1 (aHR = 1,498; 95% CI: 1,182 – 1,899). Sementara itu, faktor penyedia layanan kesehatan yang memengaruhi kesintasan adalah tingkat keparahan II (aHR = 5,566; 95% CI: 3,396 – 9,12) dan tingkat keparahan III (aHR = 11,118; 95% CI: 6,706 – 18,432). Kesimpulan: Kesintasan 5 tahun pasien kanker payudara di Indonesia masih tergolong rendah. Oleh karena itu, diperlukan peningkatan upaya penanggulangan kanker payudara secara komprehensif, mulai dari masyarakat, BPJS Kesehatan, hingga pemangku kebijakan.
Background: Breast cancer is the leading cause of cancer-related deaths among women in Indonesia, with data from the Global Cancer Observatory 2022 recording 68,271 new cases, 209,748 cases in the last five years, and 22,598 deaths. The 5-year survival rate of breast cancer patients in Indonesia remains relatively low compared to other countries. Various factors, including individual factors and healthcare services, may affect patient survival. Therefore, this study was conducted to determine the 5-year survival rate of breast cancer patients under the National Health Insurance (JKN) program and the factors influencing it. Methods: This study uses data from the BPJS Kesehatan sample from 2018 to 2023 with a retrospective cohort study design. The analysis was conducted using the Kaplan-Meier method and Cox Proportional Hazard test. Results: The study found a 5-year survival rate of 52.2% (95% CI: 46.4-58.7%), indicating a still-low survival rate. Individual factors that influenced survival were marital status (aHR = 1.632; 95% CI: 1.102 – 2.416), residence in Regional 4 (aHR = 2.230; 95% CI: 1.497 – 3.321), and the presence of one or more comorbidities (aHR = 1.498; 95% CI: 1.182 – 1.899). Meanwhile, healthcare provider-related factors influencing survival were severity level II (aHR = 5.566; 95% CI: 3.396 – 9.12) and severity level III (aHR = 11.118; 95% CI: 6.706 – 18.432). Conclusion: The 5-year survival rate of breast cancer patients in Indonesia remains low. Therefore, comprehensive efforts are needed to address breast cancer, involving the community, BPJS Kesehatan, and policymakers.
Background: Breast cancer is the leading cause of cancer-related deaths among women in Indonesia, with data from the Global Cancer Observatory 2022 recording 68,271 new cases, 209,748 cases in the last five years, and 22,598 deaths. The 5-year survival rate of breast cancer patients in Indonesia remains relatively low compared to other countries. Various factors, including individual factors and healthcare services, may affect patient survival. Therefore, this study was conducted to determine the 5-year survival rate of breast cancer patients under the National Health Insurance (JKN) program and the factors influencing it. Methods: This study uses data from the BPJS Kesehatan sample from 2018 to 2023 with a retrospective cohort study design. The analysis was conducted using the Kaplan-Meier method and Cox Proportional Hazard test. Results: The study found a 5-year survival rate of 52.2% (95% CI: 46.4-58.7%), indicating a still-low survival rate. Individual factors that influenced survival were marital status (aHR = 1.632; 95% CI: 1.102 – 2.416), residence in Regional 4 (aHR = 2.230; 95% CI: 1.497 – 3.321), and the presence of one or more comorbidities (aHR = 1.498; 95% CI: 1.182 – 1.899). Meanwhile, healthcare provider-related factors influencing survival were severity level II (aHR = 5.566; 95% CI: 3.396 – 9.12) and severity level III (aHR = 11.118; 95% CI: 6.706 – 18.432). Conclusion: The 5-year survival rate of breast cancer patients in Indonesia remains low. Therefore, comprehensive efforts are needed to address breast cancer, involving the community, BPJS Kesehatan, and policymakers.
S-12037
Depok : FKM UI, 2025
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Indah Andarini; Pemmbimbing: Sutanto Priyo Hastono; Penguji: Besral, Flourisa Julian, Kazarni
Abstrak:
Nama : Indah AndariniProgram Studi : Ilmu Kesehatan MasyarakatJudul Tesis : Determinan Pengeluaran Biaya (Out Of Pocket)Pelayanan Kontrasepsi Modern oleh Peserta JaminanKesehatan Nasional di Indonesia Tahun 2015.xv+79 halaman, 19 tabel, 7 gambar, 3 lampiranPelayanan KB merupakan salah satu manfaat Jaminan Kesehatan Nasional (JKN),sehingga akseptor tidak perlu mengeluarkan biaya untuk memperoleh pelayanantersebut. Penelitian ini bertujuan menganalisis determinan pengeluaran biaya (outof pocket) pelayanan KB oleh peserta JKN. Desain studi penelitian ini adalahcross sectional, menggunakan data sekunder PMA2020 tahun 2015. Akseptoryang mendapatkan pelayanan di fasilitas kesehatan swasta 1,71(95%CI:0,97-3,03)kali lebih cenderung membayar pelayanan KB dibandingkan yang mendapatkanpelayanan di fasilitas pemerintah. Akseptor yang memakai kontrasepsi suntik7,83(95%CI:4,54-13,53) kali lebih cenderung membayar pelayanan KBdibandingkan akseptor yang memakai kontrasepsi IUD dan Implan. Akseptoryang memakai kontrasepsi pil dan kondom 7,04(95%CI:3,70-13,39) kali lebihcenderung membayar pelayanan KB dibandingkan akseptor yang memakaikontrasepsi IUD dan Implan. Penelitian ini menyimpulkan masih banyak akseptormemiliki jaminan kesehatan membayar pelayanan KB.Kata kunci: Pembayaran Out Of Pocket, Pelayanan KB, JKN.
Read More
T-4633
Depok : FKM-UI, 2016
S2 - Tesis Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
