Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 35664 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Melinda Agnes Praditya; Pembimbing: Tris Eryando; Penguji: Besral, Rahmadewi
S-8497
Depok : FKM UI, 2014
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Nurul Aida Fitria; Pembimbing: Sudijanto Kamso; Penguji: Popy Yuniar, Popy Irawati
Abstrak:
Latar belakang: Sumatera Utara merupakan provinsi dengan persentase penggunaan IUD hanya sebesar 2,6%, angka tersebut masih sangat jauh dari target yang ditetapkan dan terjadi penurunan penggunaan kontrasepsi IUD sejak 2019 hingga 2021 di Sumatera Utara. Kondisi tersebut sangat mengkhawatirkan, terlebih Sumatera Utara termasuk provinsi penyangga program KB di Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor yang mempengaruhi penggunaan kontrasepsi IUD pada wanita kawin dan tinggal bersama pasangan (15-49 tahun) di Sumatera Utara. Metode: Penelitian menggunakan data sekunder SDKI tahun 2017. Kemudian dilakukan analisis data uji chi-square dan regresi logistik dengan interval kepercayaan 95% untuk menjelaskan kekuatan hubungan antar variabel. Hasil: Cakupan penggunaan kontrasepsi IUD pada wanita kawin dan tinggal bersama pasangan (15-49 tahun) di Sumatera Utara dalam penelitian ini diestimasikan sebesar 4,3%. Hanya paparan internet tentang KB yang memiliki hubungan signifikan secara statistik dengan penggunaan kontrasepsi IUD pada wanita kawin dan tinggal bersama pasangan (15-49 tahun) di Sumatera Utara (AOR=2,46; 95% CI=1,11–5,49). Kesimpulan: Wanita kawin dan tinggal bersama pasangan yang terpapar informasi KB melalui internet memiliki peluang 2 kali lebih besar menggunakan kontrasepsi IUD dibandingkan yang tidak terpapar. Hal tersebut dapat terjadi karena saat ini internet menjadi salah satu kebutuhan dasar yang dimiliki setiap orang dan dapat menyampaikan informasi secara efektif dan efisien. Oleh karena itu, dengan meningkatkan kampanye kontrasepsi IUD melalui berbagai media di internet diharapkan dapat meningkatkan informasi mengenai kontrasepsi IUD dan penggunaan kontrasepsi IUD.

Background: North Sumatra is the province with a percentage of IUD use of only 2.6%, this figure is still very far from the target and there has been a decrease in IUD use from 2019 to 2021 in North Sumatra. This condition is very worrying, considering North Sumatra is a buffer province for family planning programs in Indonesia. This study aims to determine the factors that influence the use of IUD in married and cohabiting women (15-49 years) in North Sumatra. Method: This study used secondary data from the 2017 IDHS. Then a data analysis of the chi-square test and logistic regression with 95% confidence intervals was carried out to explain the strength of the relationship between variables. Result: The coverage of IUD use among married and cohabiting women (15-49 years) in North Sumatra in this study was estimated at 4.3%. Only internet exposure to family planning had a statistically significant association with the use of IUD in married and cohabiting women (15-49 years) in North Sumatra (AOR=2.46; 95% CI=1.11–5.49). Conclusion: Married and cohabiting women who are exposed to family planning information by internet have a 2 times greater chance of using IUD than those who are not exposed. This can happen because nowdays the internet is one of the basic needs that everyone has and can convey information effectively and efficiently. Therefore, increasing IUD campaigns through various media on the internet is expected to increase information about IUD and the use of IUD.
Read More
S-11343
Depok : FKM-UI, 2023
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Lely Indrawati; Pembimbing: Sabarinah Prasetyo; Penguji: Iwan Ariawan, R. Sutiawan, Flourisa Juliaan, Rahmadewi
Abstrak:

ABSTRAK Latar Belakang Masalah: Angka penggunaan kontrasepsi berbagai cara/metode cenderung meningkat dalam beberapa tahun belakangan. Namun peningkatan tersebut juga diikuti dengan stagnansi angka berhenti pakai (drop out) nya. Tujuan: Mendapatkan faktor-faktor yang paling mempengaruhi kejadian berhenti pakai kontrasepsi pada PUS 10-49 tahun pada tahun 2010. Metode: Penelitian belah lintang menggunakan data Riskesdas 2010. Populasi dalam penelitian ini adalah Pasangan Usia Subur (PUS) dengan status kawin yang berusia 10-49 tahun. Sampel yakni semua pasangan usia subur usia 10-49 tahun dengan status kawin yang pernah menggunakan dan masih menggunakan kontrasepsi di Indonesia. Analisa menggunakan Regresi Logistik Ganda dengan mempertimbangkan disain penarikan sampel (menggunakan primary sampling unit/PSU dan weight/pembobotan). Analisa menggunakan program STATA versi 10 untuk survey dan SPSS versi 15. Hasil: Proporsi berhenti pakai pada PUS 10-49 tahun yang berstatus kawin sebesar 32%. Jika dibandingkan antar kawasan di Indonesia, proporsi berhenti pakai tertinggi berada di Luar Jawa Bali II yakni sebesar 33,6%, yang diikuti kawasan Luar Jawa Bali I (32,9%) dan Jawa Bali (30,5%). Alasan terbanyak berhenti pakai penggunaan kontrasepsi adalah sudah tidak memerlukan lagi (31%), ingin punya anak (26%), takut efek samping (14%) dan tidak menginginkan lagi (10%). Berdasarkan analisa multivariate umur istri > 35 tahun memiliki odds ratio 2 kali lebih besar terjadi kejadian berhenti pakai kontrasepsi dibandingkan umur istri 21-35 tahun (OR adj 2,150; 95%CI= 2,041 – 2,265). Selain umur istri, PUS yang memiliki jumlah anak 0-1 anak memiliki odds ratio hampir 1,5 kali lebih besar terjadi kejadian berhenti pakai kontrasepsi dibandingkan dengan PUS dengan jumlah anak 3 orang atau lebih. Selain itu, PUS yang memiliki komposisi jenis kelamin anak tidak lengkap (perempuan atau laki-laki saja) memiliki odds 1,5 kali lebih besar terjadi kejadian berhenti pakai kontrasepsi  dibandingkan PUS yang memiliki komposisi anak lengkap (OR adj 1,517; 95%CI= 1,447 – 1,591). Kesimpulan: Faktor yang paling menentukan kejadian berhenti pakai kontrasepsi adalah umur istri, jumlah anak dan komposisi anak yang telah dimiliki PUS setelah dikontrol dengan faktor pendidikan suami & istri, wilayah tinggal, pengeluaran RT perkapita, riwayat menstruasi istri dan pengetahuan kesehatan suami & istri. Kata Kunci: Berhenti pakai, Kontrasepsi, PUS


 ABSTRACT Background : Trends of prevalence contraceptive rates is increasing in the last few years. However,the discontinuation of contraceptives prevalence  is still stagnant. Goals : To obtain factors influencing discontinuation of  contraceptives  in couples of childbearing age 10-49 years. Methode : Population this research are women of childbearing age 10-49 years who are married. Sample in this research are all couples of childbearing age of 10-49 years who had ever used contraception and  using contraception. The data was analysed using statistic test of  logistic regression multivariate use SPSS version 15. And STATA version 10. The analysed used primary sampling unit and weight to adjust based on survey design. Result : Proportion of discontinuation of  contraceptives in women of childbearing age 10-49 years is 32%. In comparison between regions, the highest prevalence of discontinuation of contraceptives is on outer Jawa Bali II (33,6%) than outer Jawa Bali I (32,9%) and Jawa Bali (30,5%). The most frequent reason of discontinuation of contraceptives  are : do not need contraceptives (31%), want to have child (26%), fear of side effects (14%) and do not want anymore (10%). Based on the multivariate analysis show odds ratio of discontinuation of contraceptives is twice as higher among married women age above 35 years compare to the younger group (OR adjusted 2,150;95% CI=2,041-2,265). The odds ratio of discontinuation of contraceptives is also higher among couples who have less children (0-1 child) compare to those who has 3 or more children (OR adjusted 1,486;95% CI=1,373-1,568). Couples who have children in the same sex have higher discontinuation of contraceptives than couples who have both male and female children (OR adjusted 1,398;95% CI=1,333-,466). Conclution : The main contributing factors of discontinuation of contraceptives are age of wife, number of children and sex composition  of children with the control variables  education of husband and wife, living area, household expenditure per capita, wife’s menstrual history, and wife and husband’s health knowledge. Keywords : discontinuity, contraception, couples of childbearing age

Read More
T-3335
Depok : FKM-UI, 2011
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Cindy Yulia Eka Putri; Pembimbing: Besral; Penguji: Iwan Ariawan, Rahmadewi
Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan penggunaan metode kontrasepsi jangka panjang (MKJP) pada wanita usia subur di Indonesia tahun 2017. Desain penelitian yang digunakan adalah cross sectional. Sumber data penelitian berasal dari Survei Demografi Kesehatan Indonesia tahun 2017. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor- faktor yang berhubungan dengan MKJP adalah Pendidikan, umur, jumlah anak hidup, pengabilan keputusan ber-Kb, pengeahuan terhadap kontrasepsi, dan jumlah anak ideal.
Read More
S-10701
Depok : FKM UI, 2021
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Ayu Sya`bani Wulandari MD; Pembimbing: Sutanto Priyo Hastono; Penguji: Milla Herayati, Rahmadewi
S-8156
Depok : FKM UI, 2014
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Ratri Aprianda; Pembimbing: Artha Prabawa; Penguji: Besral, Sri Muljati, Fajrinayanti
Abstrak: Pemberian ASI eksklusif memiliki peran penting untuk menjaga kesehatan dan mempertahankan kelangsungan hidup bayi. Namun pemberian ASI eksklusif diIndonesia khususnya di wilayah perkotaan masih cukup rendah. Sementara itu,kejadian kehamilan tidak diinginkan di Indonesia cukup tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran kehamilan tidak di inginkan dan hubungannya dengan pemberian ASI eksklusif. Penelitian menggunakan desain potong lintang menggunakan data sekunder Riset Kesehatan Dasar 2010.

Hasil analisis menemukan bahwa sebagian besar ibu di wilayah perkotaan tidak memberikan ASI eksklusif kepada bayinya dan ibu yang mengalami kehamilan tidak diinginkan cukup tinggi. Setelah dikontrol oleh variabel umur ibu, statuspekerjaan ibu, jumlah anak, pelayanan antenatal dan pemberian ASI segera, ibuyang mengalami kehamilan tidak diinginkan cenderung tidak memberikan ASIeksklusif pada kelompok umur 20-35 tahun, tidak bekerja, dan pelayanan antenatal sesuai K4, sedangkan cenderung memberikan ASI eksklusif pada kelompok umur kurang dari 20 dan lebih dari 35 tahun, bekerja, dan pelayanan antenatal tidak sesuai K4.

Kata kunci : Kehamilan tidak di inginkan, ASI eksklusif, perkotaan
Exclusively breastfeeding have an important role to maintain health and thesurvival of the infant. However, the prevalence of exclusively breastfeeding inIndonesia particularly in the urban areas is quite low. Meanwhile, the incidence ofunintended pregnancy in Indonesia is quite high. This research aims to know thedescription of unintended pregnancy and its association to exclusively breastfeeding. Research is using cross sectional design study which use thesecondary data analysis of National Basic Health Research 2010.

Results of theanalysis found that most of the mothers in urban areas were not exclusively breastfeed their baby and the incidence of unintended pregnancy is quite high.After controlled by maternal age, maternal employment status, parity, antenatalcare, and immediate breastfeeding, mothers with unintended pregnancy were lesslikely to breastfeed their baby if their age were under 20 and above 35 years old,unemployed, and did not access adequate antenatal care, whereas mothers weremore likely to breastfeed if their age were 20-35 years old, employed, and did notaccess antenatal care.

Keywords : Unintended pregnancy, exclusively breastfeeding, urban areas
Read More
T-4089
Depok : FKM UI, 2014
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Ayu Tikasari; Pembimbing: R. Sutiawan; Penguji: Dian Ayubi, Maria Gayatri
Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan pelayanan keluarga berencana dengan kejadian unmet need. Desain studi yang digunakan yaitu cross-sectional dilakukan dengan menganalisis data SDKI tahun 2017. Pengujian yang dilakukan dalam penelitian ini yaitu uji chi-square dan regresi logistik. Penelitian ini menemukan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara pelayanan keluarga berencana dengan kejadian unmet need setelah dikontrol oleh variabel usia, tingkat pendidikan, status ekonomi, dan diskusi ber-KB dengan pasangan. Wanita yang mendapatkan pelayanan keluarga berencana yang buruk memiliki peluang 5,71 kali untuk mengalami kejadian unmet need dibandingkan wanita yang mendapatkan pelayanan KB yang baik. Oleh karena itu, diperlukan peningkatan kualitas pelayanan keluarga berencana pada seluruh fasilitas kesehatan untuk meningkatkan penggunaan kontrasepsi.
Read More
S-10810
Depok : FKM UI, 2021
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Nur Ekawati; Pembimbing: Milla Herdayati; Penguji: Besral, Rahmadewi
Abstrak: Kelompok milenial merupakan komposisi terbesar di Indonesia saat ini. Peran KIE sangat strategis dengan pilihan media lebih beragam dalam mengkampanyekan program KB. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan komunikasi, informasi dan edukasi dengan penggunaan kontrasepsi modern pada wanita generasi milenial di Indonesia. Penelitian ini menggunakan data Survei Demografi dan Kesehatan Indonesia (SDKI) tahun 2002/2003 dan 2017. Adapun sampel dalam penelitian ini yaitu wanita usia 22-37 tahun berstatus kawin pada SDKI 2002/2003 sebagai kelompok generasi non milenial dan wanita usia 22-37 tahun berstatus kawin pada SDKI 2017 sebagai kelompok generasi milenial. Penelitian ini menggunakan analisis regresi logistik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa wanita milenial yang memperoleh informasi KB melalui petugas kesehatan memiliki peluang 1,8 kali lebih besar (95% CI: 1,69-2,04) untuk menggunakan kontrasepsi modern dibandingkan wanita yang tidak mendapat informasi KB melalui petugas kesehatan. Dan wanita milenial yang pernah terpapar pesan KB dari televisi memiliki peluang 1,1 kali lebih besar (95% CI: 1,07-1,24) untuk menggunakan kontrasepsi modern dibandingkan dengan wanita yang tidak pernah terpapar pesan KB dari televisi.
Kata kunci: Komunikasi, Informasi dan Edukasi, Penggunaan Kontrasepsi Modern, Milenial

Millennial are the largest composition in Indonesia. The role of IEC is very strategic with more diverse media choices in campaigning for family planning programs. This study aims to analyze the relationship of communication, information and education with the use of modern contraception in millennial generation women in Indonesia. This study uses data from the Indonesian Demographic and Health Survey (IDHS) in 2002/2003 and 2017. The sample in this study is that women aged 22-37 years are married in the 2002/2003 IDHS as a nonmillennial generation group and women aged 22-37 years are married at the 2017 IDHS as a millennial generation group. This study uses logistic regression analysis. The results showed that millennial women who received family planning information through health workers had a 1.8 times greater chance (95% CI: 1.69-2.04) to use modern contraception than women who did not receive family planning information through health workers. And millennial women who have been exposed to family planning messages from television have a 1.1 times greater chance (95% CI: 1.07-1.24) to use modern contraception than women who have never been exposed to family planning messages from television.
Key words: Information , Education, Communication, Contraceptive use, Millennials
Read More
S-10339
Depok : FKM UI, 2020
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Gracia Ivanna Caroline; Pembimbing: Meiwita Budiharsana; Penguji: Martya Rahmaniati Makful, Anindita Dyah Sekarpuri
Abstrak: Secara umum, unmet need KB didefinisikan sebagai persentase wanita subur dan aktifsecara seksual, belum/tidak ingin hamil, namun tidak menggunakan kontrasepsi apapun.Berdasarkan Survei Demografi dan Kesehatan Indonesia (SDKI), persentase unmet needKB di Indonesia stagnan di angka 11% sejak tahun 2012 lalu. Sementara itu, persentaseunmet need KB di Jawa Tengah pada tahun 2017 tidak berada jauh dari rata-rata nasional,yakni pada angka 10,8%. Angka tersebut masih perlu diturunkan terlebih lagi JawaTengah memiliki kontribusi yang besar sebagai salah satu provinsi penyangga utama KBnasional. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungandengan kejadian unmet need KB di Jawa Tengah berdasarkan analisis data SDKI Tahun2017. Desain studi yang digunakan dalam penelitian ini adalah potong lintang sementarasampel penelitian ini meliputi seluruh respomden wanita usia subur yang sudah berstatuskawin/sedang tinggal bersama pasangannya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktoryang berhubungan dengan kejadian unmet need KB adalah usia, tingkat ekonomi,dukungan suami, serta paparan informasi KB oleh petugas kesehatan. Disarankan bagipetugas kesehatan untuk melakukan sosialisasi program KB yang sensitif gender kepadapasangan usia subur, khususnya pria/suami, untuk meningkatkan pemahaman dandukungan suami terhadap program KB.
Kata kunci:Unmet Need, Keluarga Berencana (KB), Kontrasepsi, Jawa Tengah.
Read More
S-10443
Depok : FKM UI, 2020
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Triska Alya Muthiah; Pembimbing: Indang Trihandini; Penguji: Martya Rahmaniati Makful, Dian Kristiani Irawaty
Abstrak: Latar Belakang: Indonesia menghadapi permasalahan penduduk berupa jumlah dan laju pertumbuhan penduduk yang tinggi dengan total fertility rate (TFR) yang lebih besar dari rata-rata ASEAN dan TFR ideal suatu negara. Penggunaan kontrasepsi, khususnya MKJP, merupakan salah satu bentuk terlaksananya program Keluarga Berencana. Namun berdasarkan hasil SDKI 2017, hanya terdapat 13,4% penggunaan MKJP. Terlihat pula bahwa dari tahun ke tahun, penggunaan kontrasepsi di Indonesia masih didominasi oleh pengguna wanita dibandingkan pria, terutama pada MKJP yaitu 13,2% diantaranya merupakan pengguna wanita dan hanya 0,2% adalah pengguna pria. Sehingga penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pemberdayaan wanita dengan penggunaan metode kontrasepsi jangka panjang (MKJP) pada wanita usia subur (15-49 tahun) yang telah menikah di Indonesia berdasarkan analisis data SDKI 2017. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain cross-sectional dan menggunakan data sekunder (data SDKI 2017). Variabel dependen penelitian ini adalah penggunaan MKJP dengan variabel independen utama adalah pemberdayaan wanita. Analisis deskriptif, bivariat dan stratifikasi digunakan untuk melihat gambaran tiap variabel dan mengetahui hubungan antara variabel dependen dan independen dan mengetahui variabel perancu antara hubungan tersebut. Hasil: Wanita yang berdaya memiliki risiko 1.15 [95% CI=1,03-1,27] kali lebih tinggi untuk menggunakan MKJP daripada wanita yang tidak berdaya. Diketahui bahwa variabel pendidikan wanita dan indeks kekayaan rumah tangga merupakan variabel perancu pada hubungan antara pemberdayaan wanita dengan penggunaan MKJP. Kesimpulan: Penggunaan MKJP yang masih rendah merupakan salah satu tantangan kesehatan masyarakat di Indonesia. Adanya hubungan antara pemberdayaan wanita dengan penggunaan MKJP dapat menjadi salah satu pertimbangan bagi instansi pemerintahan untuk mengembangkan kesehatan dengan berfokus pada peran wanita.
Background: Indonesia faces population problems such as a high number and rate of population growth with a total fertility rate (TFR) which is bigger than ASEAN average and ideal standard of TFR. The utilization of contraception, especially LAPMs, is one of program to ensure the implementation of family planning program. However, based on the results of the 2017 IDHS, there was only 13.4% of women used LAPMs. And from year to year, the utilization of contraception in Indonesia is still dominated by female users compared to men, especially in MKJP, namely 13.2% of them are female users and only 0.2% are male users. This study aims to examine the association between women's empowerment and the utilization of long-acting and permanent contraceptive (LAPMs) among married women aged 15-49 years in Indonesia based on analysis of IDHS data 2017. Methods: This study was a quantitative study with a cross-sectional design and uses secondary data (2017 IDHS data). The dependent variables of this study is the utilization of LACPMs with the main independent variables were women's empowerment. Descriptive, bivariate and stratified analysis were used to see the description of each variable and to examine the association between the dependent and independent variables and to examine the confounding variables between them. Result: Empowered women had 1.15 [95% CI=1.03-1.27] times higher risk of using MKJP than powerless women. The result of this study also found that women's education and household wealth index are confounding variables in the association between women's empowerment and the utilization of LACPMs. Conclusion: The utilization of LACPMs which is low is one of the public health challenges in Indonesia. The association between women's empowerment and the utilication of LACPMs can be taken into considerations for government agencies to develop health by focusing on the role of women.
Read More
S-10940
Depok : FKMUI, 2022
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive