Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 29862 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Farida Israny; Pembimbing: Mardiati Nadjib
B-437
Depok : FKM UI, 2000
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Susilawati Budiono; Pembimbing: Prastuti Chusnun Soewondo
B-454
Depok : FKM UI, 2000
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Virna Wita; Pembimbing: Hendrik M. Taurany; Penguji: Amal Chalik Sjaaf, Wahyu Sulistiadi, Budi Hartono
Abstrak:

Dalam era globalisasi tumbuhnya rumah sakit menyebabkan terjadinya kompetisi antar rumah sakit yang makin keras untuk dapat merebut pasar yang semakin terbuka lebar. Hal ini mendorong pihak rumah rumah sakit maupun stakeholder untuk menghitung secara riil berapa biaya pelayanan yang dibutuhkan sehingga dapat menjadi alat dalam pembiayaan pelayanan kesehatan tanpa mengurangi mutu pelayanan yang diberikan, yaitu dengan melakukan analisis perhitungan biaya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui besaran biaya satuan tindakan appendiktomi akut di kamar operasi rumah sakit X dengan menghitung biaya langsung dan tidak langsung yang terjadi. Penelitian ini merupakan penelitian operational research dan bersifat deskriptif analisis dengan menggunakan data sekunder rumah sakit tahun 2010 di RS X Jakarta. Metode perhitungan biaya menggunakan metode ABC (Activity Based Costing) dan distribusi sederhana. Metode ABC untuk mengalokasikan biaya langsung dengan menghitung biaya dari kegiatan yang terjadi menggunakan cost driver berdasarkan waktu kegiatan. Metode distribusi sederhana untuk mengalokasikan biaya tidak langsung yang secara tidak langsung terlibat dalam pelayanan appendiktomi dengan melakukan pendistribusian biaya dari unit penunjang ke unit produksi (kamar operasi). Biaya satuan aktual appendiktomi sebesar Rp. 5.344.551,48,- dan biaya satuan normatif sebesar Rp. 5.312.912,-. Biaya operasional jasa medis dan paramedis merupakan biaya yang terbesar.


 In an era of growing globalization of the hospital which led to competition among hospitals is increasingly more difficult to capture the wide open market. This prompted the hospital as well as the stakeholders to quantify how much the real cost of services is needed, and could be a reference tool in health care financing without reducing the quality of service provided by analyzing the cost calculation. The objective of this study is to determine the amount of unit cost in acute appendectomy surgery at operating room of hospital X by calculating the direct costs and indirect costs. This research type is operational research and descriptive analysis by using secondary data from hospital X Jakarta for the year 2010. Methods of cost calculation are ABC (Activity Based Costing) and simple distribution. ABC method is used for allocating direct costs by calculating the cost of activities that occur using time-based cost driver activity. Simple distribution method is used for allocating indirect costs that are not directly involved in appendectomy service by distribution of unit costs which supports the production unit (operating room). Actual unit cost of appendectomy surgery is Rp. 5.344.551,48, - and normative unit cost is Rp. 5.312.912, -. Operational costs of medical and paramedical consumable materials become the largest consumption.

Read More
B-1399
Depok : FKM UI, 2012
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Muhammad Chairuddin; Pembimbing: Dumilah Ayuningtyas; Penguji: Hafizurrachman, Mieke Savitri, Amarina Anggarino
Abstrak:

Bisnis perumahsakitan mengalamj perubahan mendasar berkaitan dengan peningkatan daya saing rumah sakit dalam meraih pangsa pasar pada saat ini dan masa mendatang. Salah satu produk rumah sakit yang sangat berkembang sejak tahu 80-an adalah rawat jalan. Bedah rawat jalan (BRJ) merupakan bagian dari layanan rawat jalan yang saat ini merupakan Iayanan yang terus meningkat karena banyak memberikan keuntungan seperti biaya yang lebih murah, rendahnya tingkat infeksi, berkurangnya kecemasan pasien dan pasien merasa lebih nyaman. Di Amerika BRJ mencapai 70-75 % dari seluruh pembedahan. Di Indonesia BRJ teiah dilakukan diberbagai rumah sakit tetapi umumnya belum menjadi Iayanan yang terencana baik, hanya merupakan pelayanan baru atau tarnbahan yang diadakan karena adanya kebutuhan dari masyarakat dan belum ada pelaporan tersendiri untuk pelayanan ini. Melihat potensi layanan ini di masa mendatang dan untuk mengetahui bagaimana sebaiknya pelayanan ini diberikan dilakukan penelitian di RS Haji Jakarla mengingat angka pelayanan BRJ masih rendah dan untuk mendapatkan gambaran kesiapan rumah sakit terutama kamar bedah dalam melaksanakan BRJ. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui dukungan manajemen, kesiapan SDM baik dokter maupun perawat, dan kesiapan fasilitas untuk mendukung pelayanan BRJ. Juga dinilai kesiapan kamar bedah melaksanakan pelayanan ini dibandingkan standar yang ada. Peneiitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Informasi yang didapat berupa data primer melalui wawancara mendaiam dan observasi dan data sekunder melalui telaah dokumen. Hasil penelitian menunjukkan kamar bedah secara umum telah siap melakukan pelayanan BRJ., tetapi dukungan manajemen masih belum maksimal. Dari segi SDM baik perawat dan dokter siap melakukan pelayanan BRJ. Dari fasilitas dan layanan pendukung layak melakukan BRJ. Saran kepada manajemen adalah selain BRJ dicantunkan dalam rencana strategis berikutnya, harus dibuat konsep dan disain BRJ yang biak dan dijabarkan dalam pelaksanaan strategi serta ada evaluasi untuk tindakan koreksi.


The hospital businesses are having a basic changes linked by the increased hospital competition abilities in reaching the market-section nowadays and future. One of the Hospitals products which is very popular since 80's is the ambulatory care. Ambulatory surgery is a part of the ambulatory care programs which is popular because it gives a lot of benefits to the hospital and the patients, such as cheaper , low-infection level, less of anxiety and the patients feels more comfortable. In United State ambulatory surgery achievement till 70-75 % from whole surgery. ln Indonesia ambulatory surgery have done by various hospital but generally the care not to be good planned, only the new care because the people need the service and not yet different report for the care. Observe the potential this care for future and how the good standar for this practice, had done study at Haji Hospital Jakarta keep in mind ambulatory surgery achievement still low and for observe readiness operathing theater bring about the ambulatory surgery. The aim of the study is to find out management support, human resources readiness whether nurse or doctor, and facility readiness to support the ambulatory surgery. Operating theater readiness also to be compare with available standard. The study using a qualitative approach, and the information obtained are a primary data from in-depth interview and observation, and secondary data from documents review. The study found that generally operating theater ready for servicing ambulatory surgery, but management support not yet maximum. From human resources whether nurse or doctor is ready to serve. From facility and service support good too. Suggestion for management is ambulatory surgery persisten included in the strategic planning furthermore and must be made ambulatory surgery concept and design and conversion to the realize strategi and evaluation have to made for corrective action.

Read More
B-1038
Depok : FKM-UI, 2007
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Yessy Susanti; Pembimbing Lapangan: Sufriana R, Ina
L-824
[s.l.] : [s.n.] : s.a.]
S1 - Laporan Magang   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Galuh Katrinnadara; Pembimbing: Ronnie Rivany; Penguji: Mieke Savitri, Wachyu Sulistiadi, Dini Siti Hudayani, Budi Hartono
Abstrak:

Rumah Sakit memiliki fungsi sosial dan fungsi ekonomi. Dalam menjalankan fungsi sosialnya rumah sakit berkewajiban memberikan pelayanan kepada semua lapisan masyarakat tanpa terkecuali. Dalam menjalankan fungsi ekonominya, rumah sakit membutuhkan cashflow yang sehat untuk dapat membiayai operasionalnya. Sehingga rumah sakit dituntut untuk meningkatkan pendapatan sekaligus melakukan efesiensi agar tercapai margin yang optimal dengan tarif yang terjangkau oleh masyarakat. Rumah Sakit Islam Bogor selama ini belum pernah melakukan analisa biaya, sehingga penetapan tarif belum berdasarkan pada biaya satuan. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui total biaya di Kelas I Mina , jumlah kegiatan di Kelas I Mina, biaya satuan aktual dan normatif di Kelas I Mina, CRR di Kelas IMina, ATP dan tarif rumah sakit pesaing. Penelitian ini merupakan studi kasus dengan pendekatan kuantitatif, menggunakan metode analisa biaya yang digunakan adalah metode Double Distribution untuk menghitung biaya satuan. Data yang diperlukan adalah data sekunder. Hasil penelitian memperlihatkan bahwa total biaya di Kelas I Mina adalah Rp.352.428.437 dengan jumlah kegiatan (LHR) 826, biaya satuan aktual sebesar Rp 426.689 dan biaya satuan normatif Rp.251.828.CRR aktual 68% dan CRR normatif 115%. Bila dibandingkan dengan tarif pesaing, terlihat tarif yang berlaku saat ini di Kelas I Mina cukup rendah, sehingga rumah sakit ini masih mempunyai kesempatan untuk menaikan tarif. Dengan tarif awal Rp.290.000, kemampuan membayar masyarakat di Kab.Bogor sebanyak 55% dan di Kotamadya Bogor 65%.  Bila dilihat dari tarif rumah sakit pesaing pada Kelas I, maka tarif yang digunakan sebagai pembanding dalam pembuatan simulasi tarif adalah Rp.400.000. Usulan tarif yang digunakan dalam penetapan tarif adalah Rp.390.000 dengan CRR yang sudah mengalami peningkatan dari tarif awal yaitu 91%. dan kemampuan membayar masyarakat di Kab. Bogor sebanyak 35% dan di Kotamadya Bogor 50%. Hasil penelitian ini diharapkan merupakan informasi awal dan dapat ditindaklanjuti oleh Rumah Sakit Islam Bogor dalam melakukan analisa biaya satuan dan penetapan tarif untuk unit produksi lainnya, sehingga efektivitas dan efesiensi dapat berjalan dengan baik. Daftar Pustaka :   45  (1986 – 2010)


 

Hospital has a functioning social and economic functions. In carrying out its social functions hospitals are obliged to provide services to all segments of society without exception. In carrying out its economic functions, the hospital requires a healthy cash flow to finance its operations. So that hospitals are required to increase income and efficiency in order to achieve optimal margins at rates affordable by the community. Bogor Islamic Hospital there has not yet been analyzing the cost, so that tariffs have not been based on unit costs. The research  was conducted to determine the total cost of the Class I Mina, the number of activities in Class I Mina, the actual unit costs and normative in Class I Mina, CRR in Class I Mina, ATP and rates hospital competitors. This study is a case study with a quantitative approach, using cost analysis method used is the Double Distribution method for calculating the unit cost. Necessary data is secondary data. The results showed that the total cost of the Class I Mina is Rp.352.428.437 by the number of activities (LHR) 826, the actual unit cost of Rp 426,689 and the normative Rp.251.828.CRR actual unit costs 68% and 115% CRR normative. When compared with competitors' rates, visible current rates in Class I Mina quite low, so that the hospital still has a chance to raise rates. With the initial tariff Rp.290.000, the ability to pay people in Kab.Bogor by 55% and 65% in Kotamadya Bogor. When viewed from the hospital fare competitors in Class I, then the tariff is used as a comparison in the manufacturing simulation rate is 400,000. The proposed tariffs are used in the determination of tariff is Rp.390.000 with CRR already increased from the initial rate of 91%. and ability to pay people in Kab. Bogor as much as 35% and 50% in Kotamadya Bogor. The results of this study is preliminary information and is expected to be acted upon by the Islamic Hospital in Bogor conduct unit cost analysis and tariff setting for another production unit, so the effectiveness and efficiency can be run properly. References    :  45  (1986 - 2010)

Read More
B-1327
Depok : FKM-UI, 2011
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Luyanti Tshia; Pembimbing: Jaslis Ilyas; Penguji: Mustikasari, Wahyu Sulistiadi, Lie A. Dharmawan
Abstrak:

Penelitian dilaksanakan di Instalasi Kamar Bedah RS Husada tanggal 11- 17 Desember 2012. Penelitian yang dilakukan merupakan penelitian deskriptif kuantitatif-kualitataif, analisa data kuantitatif dengan menggunakan metode Time and motion study, dimana aktifitas perawat bedah diteliti pada kegiatan perioperatif, serta kegiatan diluar operasi. Kemudian dengan menggunakan metode Formula Unit Ruang Bedah dihitung jumlah kebutuhan perawat bedah berdasarkan beban kerja. Penelititan kuatitatif dengan wawancara mendalam mengenai kompetensi yaitu pengetahuan, ketrampilan, dan sikap perawat bedah, kepada 3 responden yaitu Kepala Bagian Bedah, Kepala Perawat, dan perawat bedah di Instalasi Kamar Bedah untuk mengetahui jumlah kebutuhan berdasarkan kompetensi perawat bedah.


Research was conducted at the Hospital Surgery Room Installation Husada on 11 to 17 December 2012. Research conducted a quantitative-qualitative descriptive research, quantitative data analysis using the Time and motion study, which investigated the activities of a surgical nurse perioperative events and activities outside of surgery. Then using the Formula Unit Ruang Bedah calculated amount need based surgical nurse workload. Qualitative research in-depth interviews about the competence of the knowledge, skills, and attitudes of surgical nurses, to the third respondent, Head of Department of Surgery, Head Nurse Installation, and surgical nurse at Surgical Room Installation.

Read More
B-1467
Depok : FKM UI, 2013
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Muhammad Askar; Pembimbing: Purnawan Junadi; Penguji: Sandi Iljanto, Mieke Savitri, Sumijatun, Prapanca Yuli Satar
Abstrak:

Pelayanan kamar Operasi merupakan salah satu bentuk pelayanan yang sangat mempengaruhi tampilan dan merupakan salah satu indikator pelayanan Rumah Sakit.Instalasi Kamar Bedah Rumah Sakit Otorita Batam terdiri dari empat ( 4 ) buah kamar operasi yang melayani operasi cito, dan operasi bedah elektif. Komplain dari pasien dan dari survey awal pada saat residensi di bulan September 2010 dari data buku register instalasi kamar bedah didapatkan 95,79% (205 operasi terlambat dimulai dari 214 operasi elektif yang telah dijadwalkan sebelumnya). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa penyebab keterlambatan dimulainya operasi elektif di instalasi kamar bedah Rumah Sakit Otorita Batam,sehingga diharapkan menjadi masukan yang berarti bagi pihak manajemen Rumah sakit untuk mengelola Instalasi kamar bedah kedepannya. Penelitian ini adalah penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif dan tidak bersifat intervensi. Hasil penelitian membuktikan bahwa 68% penyebab keterlambatan dimulainya operasi disebabkan oleh terlambatnya kedatangan operator.


 Operating room service is one type of services that greatly affect the appearance and is one indicator Hospital appearance. Surgery Instalation Room Batam Authority Hospital consists of four (4) operating rooms that serve Cito surgery, and elective surgery. Complaints from patients and from the initial survey at the time of residency in September 2010 from the data register book installation of the operating room founded 95.79% (205 operations performed late in starting the operation of 214 elective operations previously scheduled). This study aims to analyze the causes of delay in the commencement of elective surgery in the operating room installation Batam Authority Hospital, which is expected to be input which means the part of hospital management to manage the Installation of the operating room in the future.The study was a descriptive research approach is qualitative and no intervention. The research proves that 68% of the causes of delay in the commencement of operations caused by the delay in the arrival of the operator.

Read More
B-1275
Depok : FKM-UI, 2011
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Subur Widodo; Pembimbing: Amal Chalik Sjaaf; Penguji: Wahyu Sulistiadi, Hendrastuti Pertiwi
S-6390
Depok : FKM UI, 2011
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Felicianus Novyanto S.; Pembimbing: Wiku Bakti Bawono Adisasmito
B-611
Depok : FKM UI, 2002
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive