Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 30833 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Arif Jauhari; Pembimbing: Zulkifli Djunaidi
Abstrak:
Keselamatan operasional pesawat sinar-x merupakan faktor penting untuk menjamin bahwa pemeriksaan rontgen yang dilakukan tidak mengakibatkan bahaya pada pasien, petugas maupun orang di sekitarnya. Untuk maksud tersebut maka pesawat sinar-x yang terdapat pada Jurusan Teknik Radiografi Politeknik Kesehatan Jakarta II dilakukan tes uji kepatuhan (compliance test). Disain penelitian ini menggunakan metode studi evaluasi dengan melakukan observasi dan eksperimen, kemudian dilakukan indepth analysis untuk mengetahui faktor yang berpengaruh terhadap keselamatan pesawat sinar-x. Didapatkan hasil penelitian untuk faktor eksposi terjadi koreksi rerata sebesar 7. 4 kV eff dan 7.1 kV peak pada pengukuran 100 mA, 100 ms. Koreksi rerata sebesar 10.8 kV eff dan 12.9 kV peak pada 150 mA, 200 ms. Rerata koreksi 10.3 kV eff dan 7.9 kV peak pada 200 mA, 300 ms. Untuk koreksi rerata arus tabung sebesar 22.5 mA, sedangkan koreksi rerata waktu penyinaran sebesar 5.3 detik. Untuk tabung kolimasi; materialnya masih mampu untuk menahan radiasi hambur dan radiasi boor. Tetapi reproduktivitas pesawatnya rendah bila dilakukan penyinaran dengan interval waktu yang cepat. Hasil tersebut menimbulkan permasalahan pada aspek keselamatan pemeriksaan pasien karena timbulnya unsafe act dan unsafe condition. Juga peril dan hazard yang terkandung akan dapat mengakibatkan incident dan accident pada peralatan, pasien maupun radiografer yang bakerja. Faktor keselamatan operasi pesawat sinar-x berperan penting dalam membentuk prosedur pemeriksaan yang aman dan optimal terhadap pasien, radiografer dan masyarakat umum. Sehingga kelebihan paparan pada pemeriksaan medik sinar-x tidak akan terjadi. Daftar bacaan: 22 (1988 - 2003)

Radiation Safety Analysis of X-Ray Machine on Laboratory of Radiography Departement, Jakarta 2nd Health PolytechnicsThe operational safety of x-ray machine is the most important factor, which insured that the radiation examination carried out, is not occurring hazard to the patient, radiographers, and the environment. Therefore, it is very important to make a compliances test of the x-ray machine, which is installed on a radiological department. The design of this paper is the evaluation study with in-depth analysis, which is useful to find the significant factor, influenced the safety radiation of x-ray machine. It is found that there are: mean correction of 7.4 kV eff and 7.1 kV peak at 100 mA, 100 ms; mean correction of 10.8 kV eff and 12.9 kV peak at 150 mA, 200 ms; mean correction of 10.3 kV eff and 7.9 kV peak at 200 mA, 300 ms, all for the voltage. Mean correction of 22.5 mA for the tube current and mean correction of 5.3 second for the exposure time. While for the collimator box, the material and the design of the box is still be able to hold out and observe the scattered radiation, but the reproducibility of the x-ray machine fail to perform the rapid serial exposure. The result makes a problem in the safety aspect of the patient examination because of the unsafe act and the unsafe conditions. It is also because of the peril and hazard contended tend to make some incident and accident on the x-ray machine, patient and the radiographers. Safety factor play the main rule to perform the safe and optimal examination procedure of the patient. radiographers and the environment. So un-useful radiation exposure on the medical radiation examination can be avoided. Reference: 22 (1988 - 2003)
Read More
T-1683
Depok : FKM-UI, 2003
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Silvia Sari; Pembimbing: Fatma Lestari; Penguji: Zulkifli Djunaidi, Yuni Kusminanti
S-7549
Depok : FKMUI, 2012
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
May Adi Putra; Pembimbing: Ridwan Z. Sjaaf; Penguji: Doni Hikmat Ramdhan, Guntur Winarno
S-7517
Depok : FKM UI, 2012
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Irrna Melina; Pembimbing: Widjaya, Melly
M-753
[s.l.] : [s.n.] : s.a.]
D3 - Laporan Magang   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Kiki Yunianti; Pembimbing: Dadan Erwandi; Penguji: Zulkifli Djunaidi, Almahdi
S-7362
Depok : FKM UI, 2012
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Dewi Afriyanti; Pembimbing: Fatma Lestari; Penguji: Dadan Erwandi, Anondho Wijanarko
S-7360
Depok : FKM UI, 2012
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Budi Riadi Adi Ikmal; Pembimbing: Meily Kurniawidjaja; Penguji: Dadan Erwandi, Adenan
Abstrak: Laboratorium klinik merupakan sarana penunjang medis dalam menegakkan diagnosis berdasarkan pemeriksaan spesimen biologis. Fokus penelitian ini adalah analisis deskriptif semi-kuantitatif dengan pendekatan survey dalam identifikasi risiko dan analisis risiko Kesehatan dan Keselamatan Kerja di Instalasi Laboratorium Patologi Klinik IGD-RSUD Tarakan. Dalam melakukan teknik identifikasi risiko digunakan metode Job Hazard Analysis, kemudian dilakukan analisis risiko berdasarkan kriteria Fine untuk menetapkan tingkat risiko yang mengacu pada konsep AS/NZS 4360:2004. Nilai risiko tertinggi mencapai 540 (very high) berasal dari bahaya ergonomi, disusul bahaya biologi mencapai 450. Perlu ditingkatkan program K3 untuk mengelola bahaya dan risiko serta menjaga produktivitas pekerja. Kata kunci: AS/NZS 4360:2004, Analisis Risiko, Instalasi Laboratorium Patologi Klinik IGD RSUD Tarakan Jakarta
Read More
S-9241
Depok : FKM-UI, 2016
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Neni Yuniyati; Pembimbing: Chandra Satrya; Penguji: Hendra, Yulianto S. Nugroho
S-6158
Depok : FKM-UI, 2010
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Sumedi; Pembimbing: Sjahrul M. Nasri; Penguji: Hendra, Farida Tusafariah, Sri Budi Utami
Abstrak:

ABSTRAK Salah satu pemanfaatan sumber radiasi pengion bidang Industri di Indonesia adalah untuk pengujian suatu materi / obyek dengan cara uji tak rusak (Non Destructive Test / NDT). Pengujian tersebut dengan cara radiografi, hasil bayangan tergambar dalam sebuah film radiografi yang dapat dianalisis untuk mengetahui mutu/kualitas dari obyek. Pada umumnya sumber radiasi pengion yang dapat dimanfaatkan untuk radiografi adalah sinar-X dan gamma yang dipancarkan dari isotop Selenium 75 (Se75), Iridium 192  (Ir-192),  dan Cobalt 60 (Co-60) tergantung dari tebal dan obyek yang akan diuji. Dari data perizinan Badan Pengawas Tenaga Nuklir (Bapeten) yang paling banyak dimanfaatkan untuk keperluan radiografi adalah sumber radiasi Ir-192 yang tersebar di wilayah Indonesia. Pemanfaatan sumber radiasi pengion tidak terlepas dari risiko bahaya radiasi baik secara eksterna ataupun interna bagi pekerja radiasi, masyarakat dan lingkungan hidup apabila terjadi keadaan darurat atau kecelakaan radiasi. Besar kecilnya dampak yang ditimbulkan dari kondisi keadaan darurat radiasi tergantung pada persiapan dan perencanaan perusahaan yang memanfaatkan sumber radiasi untuk menghadapi keadaan darurat tersebut. Badan Pengawas Tenaga Nuklir sebagai instansi yang berwenang dalam hal pengawasan pemanfaatan sumber radiasi di Indonesia melaksanakan pengawasan melalui peraturan, perizinan dan inspeksi telah menerbitkan Peraturan Pemerintah No. 33 tahun 2007 tentang Keselamatan Radiasi Pengion Dan Keamanan Sumber Radioaktif. Tujuan dari PP ini adalah untuk menjamin keselamatan dan kesehatan kerja, anggota masyarakat serta perlindungan terhadap lingkungan hidup. Perusahaan / instansi dalam hal ini perusahaan radiografi yang telah lama memanfaatkan sumber radiasi nuklir untuk kegiatan pekerjaannya jika tidak mengikuti prosedur, baik pemeliharaan maupun pelaksanaan kerja berpotensi menimbulkan paparan potensial yang mengarah pada paparan darurat. Untuk itu perlu adanya prosedur Perencanaan Penanggulangan Keadaan Darurat Radiasi untuk menanggulangi keadaan tersebut agar paparan radiasi yang diterima pekerja, masyakarat dan lingkungan tidak melebihi Nilai Batas Dosis yang diizinkan dan mengurangi efek bahaya radiasi bagi kesehatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan prosedur penanggulangan keadaan darurat radiografi yang sesuai dengan ketentuan yang berlaku dalam penanggulangan keadaan darurat bahaya radiasi. Penelitian dilakukan secara analisis kualititatif terhadap data yang dikumpulkan melalui observasi dokumen pada lembaga pengawas (Bapeten) dan perusahaan radiografi. Hasil penelitian diperoleh perlunya dibuat Perencanaan Penanggulangan Keadaan Darurat Radiasi pada perusahaan radiografi dengan mengacu pada pedoman yang dikeluarkan oleh Badan Pengawas Tenaga Nuklir  dan disesuaikan dengan sumber radiasi yang dimanfaatkan. Bapeten sebagai lembaga pengawas perlu meningkatkan sistem pelayanan perizinan dan inspeksi yang secara tidak langsung dapat mengurangi potensi bahaya radiasi jika terjadi keadaan darurat radiasi. Daftar bacaan : 21 ( 1990 – 2008)


ABSTRACT One of ionizing radiation source usage at industrial filed in Indonesia is to testing of a material or object with Non Destructive Test (NDT). The testing is by radiography, the material image result is printed in a radiography film which analyzable to known the quality of the object. Generally ionizing radiation source which able to used for radiography are X-ray and gamma which come from Selenium isotope (Se-75), Iridium 192  (Ir-192), and Cobalt 60 (Co-60) depend on the thickness and object that tested. Based on data from Nuclear Energy Regulatory Agency (BAPETEN) which mostly used for radiography needs is Ir-192 radiation source that spread at Indonesian territory. The usage of ionizing radiation source unavoidable from risk of radiation hazards either external or internal to the radiation worker, society and living environment when emergency or radiation accident happen. The magnitude of effect that emerge from the radiation emergency condition are depend on the company planning and preparedness which using radiation source to meet the emergency condition. The Nuclear Energy Regulatory Agency as party which have authority in supervision and utilizing of radiation source in Indonesia, conduct the supervision through regulation, licensing and inspection by publish Government Regulatory No.33 year 2007 about Ionizing Safety Radiation and Radioactive Source Security. Objective of the regulation is to guarantee the occupational health and safety, member of society and protection towards living environment. The radiography company which has been used nuclear radiation resource for its activity, if they do not comply with the procedure either the maintenance or work implementation, it has potential to appear some potential exposure which directed to emergency exposure. Therefore, the planning of radiation emergency response procedure is needed to cope with the condition, in order that radiation exposure which accepted by the worker, society and living environment are not exceeded the permissible threshold limit and decreasing radiation hazard effect on health. This research objective is to develop radiography emergency response procedure that appropriate with the regulation in emergency response hazards radiation handling. In this research qualitative analysis is conduct towards collected data. The data collected trough document observation at supervision institution (BAPETEN) and radiography companies. The research result concludes that Radiation Emergency Response Preparedness Planning at radiography company, needs to create refer to the guidelines that published by Nuclear Energy Regulatory Agency and to be appropriate with used radiation source.  Nuclear Energy Regulatory Agency as supervisory institution needs to increase the inspection and licensing services system which indirectly decrease the radiation hazards potential if any radiation emergency happen. Reference : 21 ( 1990 – 2008)

Read More
T-2993
Depok : FKM-UI, 2008
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Nur Najmi Laila; Pembimbing: Sjahrul Meizar Nasri; Penguji: Mila Tejamaya, Baiduri, Uswatun Hasanah, Trisnajaya
Abstrak: Laboratorium X adalah salah satu fasilitas di Fakultas Kedokteran dan IlmuKesehatan (FKIK) UIN Jakarta yang menunjang fasilitas belajar dalam pendidikan.Berdasarkan hasil pendataan awal, terdapat 120 bahan kimia yang terdapat dalamlaboratorium X ini. Hasil studi pendahuluan belum memadainya upaya pengendalianyang dijalankan seperti belum tersedianya MSDS (Material Safety Data Sheet) secaralengkap di Laboratorium X, pelabelan yang belum tepat, penggunaan APD (AlatPelindung Diri) yang belum sesuai dan lain-lain diperkirakan dapat meningkatkanrisiko keselamatan dan kesehatan kerja (K3) di Laboratorium X ini.Penelitian ini dilakukan untuk mengidentifikasi, analisa dan evaluasimanajemen laboratorium pada aspek keselamatan dan kesehatan kerja diLaboratorium X FKIK UIN Syarif Hidayatullah Jakarta tahun 2016 denganmenggunapan beberapa standar acuan. Penelitian ini bersifat kualitatif denganmelakukan observasi, wawancara serta telaah dokumen. Penelitian ini dilakukan daribulan April-Juni 2016.Hasil penelitian menunjukkan beberapa elemen masih belum sesuai denganstandar manajemen laboratorium yaitu belum tersedianya draft sistem manajemen dansystem manajemen mutu laboratorium, belum adanya sistem transportasi danpenerimaan bahan kimia, lemari penyimpanan bahan kimia yang belum sesuai, sistemtanggap darurat yang belum lengkap, belum dilakukannya penilaian manajemenresiko dan biomonitoring pada pekerja.Saran yang dapat diberikan yaitu Penting harus segera dilakukan adalahmenyusun kembali system manajemen lab, Menyusun system manajemen mutu,Menyusun Sistem Tanggap Darurat dan Pelatihan keadaan darurat di Lab, MelakukanPenilaian Risiko yang ada di lab secara menyeluruh dan Melakukan pemeriksaankesehatan pada pegawai secara berkala.Kata Kunci : system manajemen laboratorium, system manajemen mutulaboratorium, keselamatan dan kesehatan kerja, bahan kimia
Laboratory X is one of the facilities in Faculty of Medicine and Health Sciences(FKIK) UIN Jakarta that support learning in educational. Based on the initial data,there are 120 chemicals contained in this X lab. Results of a preliminary study ofinadequate control measures undertaken such as the placement of chemicalsubstances that have not been right, not completely of MSDS (Material Safety DataSheet), labeling is not proper, use of PPE (Personal Protective Equipment) is notappropriate and others are expected to increase the risk of occupational safety andhealth in this laboratory.This study was done to identify, analyze and evaluate laboratory management aspectsof Health and Safety in the Laboratory X FKIK UIN Syarif Hidayatullah Jakarta in2016 with some reference standards. This is a qualitative study by observation,interviews and review of documents. This research was conducted from April to June2016.The results showed some elements are still not in accordance with the standards ofthe laboratory management, such as the unavailability of draft management systemsand quality management system of the laboratory, no transport system and acceptanceof chemicals, chemicals storage are not appropriate, emergency response system thatis not yet complete, never done risk management assessment and biomonitoring ofworkers.Faculty is advised that is important has to be done is rearrange the systemmanagement lab, Develop quality management systems, Develop EmergencyResponse System and Training of emergency in the Lab, Conducting RiskAssessment in the lab thoroughly and Perform health checks on employees on aregular basis.Keywords: laboratory management system, laboratory quality management systems,occupational health and safety, chemicals.
Read More
T-4614
Depok : FKM-UI, 2016
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive