Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 26618 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Ela Laelasari; Pembimbing: Haryoto Kusnoputranto
T-892
Depok : FKM UI, 2001
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Euis Yuliantini; Pembimbing: Ririrn Arminsih Wulandari, Budi Haryanto; Penguji: Laila Fitria, Asep Zaenal, Dadang Sulaeman
T-2741
Depok : FKM UI, 2007
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Dewi Septiawati; Pembimbing: Laila Fitria, Ririn Arminsih; Penguji: Zakianis, Sony :riajaya Warouw, Diah Wati Soetojo
T-4315
Depok : FKM-UI, 2015
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Rismala Kesuma; Pembimbing: Haryoto Kusnoputranto; Ririn Arminsih Wulandari
T-1886
Depok : FKM-UI, 2004
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Septia Pristi Rahmah; Pembimbing: Ema Hermawati, Laila Fitria; Penguji: Esrom Hamonangan, Trio Toufik Edwin T.
T-4314
Depok : FKM-UI, 2015
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Dwi Indah Fajarini; Pembimbing: Zakianis; Penguji: Laila Fitria, Yulia Fitria Ningrum
Abstrak:
Bayi berat lahir rendah (BBLR) merupakan bayi yang memiliki berat badan kurang dari 2500 gram saat lahir. Masalah ini terus menjadi perhatian utama dalam kesehatan masyarakat di seluruh dunia dan terkait dengan sejumlah konsekuensi yang berpengaruh dalam jangka pendek maupun jangka panjang. BBLR bukan hanya merupakan indikator utama kematian dan penyakit pada bayi baru lahir, tetapi juga meningkatkan risiko terkena penyakit tidak menular di masa depan. Menurut data SDKI, prevalensi BBLR di Indonesia pada tahun 2017 masih relatif tinggi yaitu sebesar 7,1%. Terdapat beberapa faktor risiko yang mempengaruhi BBLR ditinjau dari faktor ibu, janin dan lingkungan. Penelitian ini menggunakan studi cross-sectional yang bertujuan untuk melihat hubungan antara faktor ibu, faktor janin, dan faktor lingkungan dengan kejadian BBLR. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara variabel pendidikan ibu, jarak kehamilan, kehamilan kembar dan bahan bakar memasak. Variabel yang paling dominan berhubungan dengan kejadian BBLR adalah ibu dengan kehamilan kembar dengan OR = 17,552.

Low birth weight infants (LBW) are babies who weigh less than 2500 grams at birth. This issue continues to be a major public health concern worldwide and is associated with a number of short- and long-term consequences. LBW is not only a leading indicator of mortality and disease in newborns, but also increases the risk of developing non-communicable diseases in the future. According to IDHS data, the prevalence of LBW in Indonesia in 2017 was still relatively high at 7.1%. There are several risk factors that affect LBW in terms of maternal, fetal and environmental factors. This study uses a cross-sectional study that aims to see the relationship between maternal factors, fetal factors, and environmental factors with the incidence of LBW. The results of this study showed that there was an association between the variables of maternal education, gestational distance, multiple pregnancies and cooking fuel. The most dominant variable associated with LBW was mothers with multiple pregnancies with OR = 17.552.
Read More
S-11301
Depok : FKM-UI, 2023
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Oliviani Sitepu; Pembimbing: Agustin Kusumayati, Laila Fitria; Penguji: Ririn Arminsih, Didi Purnama, Inswiari Supriyanto
Abstrak: Latar Belakang: Penurunan bone mass density merupakan salah satu dampak negatif timbal. Timbal dapat ditemukan pada lindi hasil penguraian dari timbunan sampah secara open dumping. TPA Namo Bintang sudah tutup tahun 2013 tapi diperkirakan proses penguraian masih berlangsung sampai saat ini sehingga timbal dalam lindi menjadi faktor risiko untuk masyarakat yang tinggal disekitar tempat pembuangan akhir sampah tersebut. Tujuan: Untuk menganalis pengaruh timbal terhadap densitas tulang. Metode: Penelitian ini menggunakan desain cross sectional. Data yang dikumpulkan di Desa Namo Bintang Kecamatan Pancur Batu Kabupaten Deli Serdang Provinsi Sumatera Utara Indonesia berjumlah 96 orang responden yang umurnya >18. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara dan pengukuran. Umur, jenis kelamin, indeks massa tubuh, olahraga, kebiasaan merokok, konsumsi alkohol, frekuensi konsumsi makanan pencegah osteoporosis, konsumsi kopi dikumpulkan dengan interview sedangkan BMD diukur dengan Densitometer QUS (Quantitative Ultra Sound) dan kadar timbal diukur dengan Atomic Absorption Spectroscopy. Hasil: Sejumlah 24% responden memiliki kadar timbal tinggi, dan sebanyak 49% mengalami osteoporosis. Osteoporosis dipengaruhi oleh umur (p=0,008) dan konsumsi susu (p=0,002). Faktor yang mempengaruhi bone mass density adalah umur dan konsumsi susu, sedangkan timbal tidak berhubungan. Saran: Osteoporosis dapat cegah dengan melakukan pola hidup sehat seperti olah raga dan konsumsi makanan yang mengandung kalsium. Kata Kunci: Densitas Tulang, Timbal, Tempat Pembuangan Akhir
Background: The reduction of bone mass density is one of the negative impacts of lead. Lead can be found in decomposition of garbage piles at open dumping. TPA Namo Bintang had closed in 2013 but estimated that the decomposition process is still ongoing so that lead in leachate is a risk factor for people who lived around the landfill. Objective: To analyze the influence of lead against bone density. Method: This study used cross sectional design. Data collected in Desa Namo Bintang Kecamatan Pancur Batu Kabupaten Deli Serdang Provinsi Sumatera Utara Indonesia amounted to 96 respondents who age> 18. Data collection was done by interviewed and measurement. Age, sex, body mass index, exercise, smoking habit, alcohol consumption, frequency of osteoporotic prevention food consumption, and coffee consumption was collected by interviewed while BMD was measured by QUS Densitometer (Quantitative Ultra Sound) and Lead Blood Level measured by Atomic Absorption Spectroscopy. Results: 24% of respondents had high lead levels, and 49% had osteoporosis. Osteoporosis was affected by age (p = 0.008) and milk consumption as osteoporotic prevention food (p = 0.002). Factors affecting bone mass density were age and milk consumption, while lead was unrelated. Suggestions: Osteoporosis can be prevented by healthy lifestyle such as exercise and consumption of foods contains calcium. Keywords: bone mass density, lead, open dumping.
Read More
T-4861
Depok : FKM-UI, 2017
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Siti Rahayu Nadhiroh; Promotor: Kusharisupeni Djokosujono; Kopromotor: Diah Mulyawati Utari; Penguji: Ratna Djuwita, Hartono Gunardi, Besral, Anies Irawati, Irwan Julianto
Abstrak:
Pendahuluan Prevalensi perokok dalam keluarga dan anemia pada ibu hamil cukup tinggi di Indonesia. Perlu dikaji dampak terhadap pertumbuhan dan perkembangan anak bila kedua paparan tersebut, asap rokok dan anemia kehamilan, terjadi pada bayi di awal 6 bulan kehidupannya. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh paparan anemia kehamilan dan asap rokok terhadap pertumbuhan linier dan perkembangan bayi usia 6 bulan. Metode Penelitian menggunakan desain kohort prospektif, selama 2016-2019. Sebanyak163 ibu-bayi menjadi sampel penelitian untuk outcome pertumbuhan linier dan 63 ibu-bayi untuk outcome perkembangan. Ibu hamil yang terdaftar di 7 puskesmas di Jakarta, diikuti hingga bayi yang dilahirkan berusia 6 bulan. Pertumbuhan linier menggunakan dua indikator: perbandingan delta panjang badan (PB) subyek terhadap delta PB median z-score (0-6 bulan); dan PB menurut umur (PB/U) usia 6 bulan. Perkembangan bayi menggunakan skor komposit dari skala kognitif, bahasa dan motorik. Analisis menggunakan General Linier Model. Hasil Mean skor pertumbuhan linier (%) dan (PB/U) bayi 6 bulan adalah 105,7 dan -0,2. Sepertiga ibu hamil mengalami anemia, sepertiga bayi terpapar asap rokok dan kurang dari 10% bayi terpapar keduanya. Bayi dengan paparan kombinasi anemia kehamilan dan asap rokok memiliki skor pertumbuhan linier (%) lebih rendah 11,4 (p=0,008) dan PB/U 0,8 (p=0,014) dibandingkan bayi tanpa paparan. Mean skor komposit perkembangan kognitif adalah 105, bahasa 106,5 dan motorik 89,4. Seperempat bayi mengalami perkembangan motorik at risk. Bayi 6 bulan dengan paparan kombinasi memiliki skor kognitif lebih rendah 3,0 poin, skor bahasa lebih tinggi 12,8 poin, dan skor motorik lebih rendah 6,8 poin dibandingkan bayi tanpa paparan, namun tidak signifikan. Kesimpulan Paparan kombinasi anemia kehamilan dan asap rokok berpengaruh terhadap rendahnya skor pertumbuhan linier dan terdapat kecenderungan terhadap rendahnya skor perkembangan terutama skala motorik pada bayi usia 6 bulan. Integrasi program pengendalian rokok dengan program kesehatan ibu anak khususnya pada ibu hamil dan bayi bawah 2 tahun perlu dilakukan dalam upaya memenuhi target penurunan stunting di Indonesia.
Read More
D-422
Depok : FKM-UI, 2020
S3 - Disertasi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Achmad Naufal Azhari; Pembimbing: I Made Djaja; Penguji: Renti Mahkota, Siti Nur Ayu
S-6966
Depok : FKM UI, 2012
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Bunga Oktora; Pembimbing: Dewi Susanna; Penguji: Tris Eryando, Laila Fitria, Didik Supriyono, Edwan
Abstrak: Abstrak
Telah dilakukan analisis temporal-spasial untuk mengetahui asosiasi konsentrasi polutan di udara ambien dengan kelahiran. Analisis mencakup ANOVA, korelasi, regresi, dan regresi linier ganda dengan prevalensi kasus BBLR sebagai variabel dependen dan konsentrasi NO2 sebagai variabel independen. Hasil analisis menunjukkan konsentrasi NO2di udara ambien pada bulan pertama (R = 0.464, Sig = 0,000) dan kedua (R = 0,243, Sig = 0,013) kehamilan secara signifikan berkorelasi dengan BBLR. Analisis regresi linier ganda menunjukkan konsentrasi NO2 pada bulan pertama dan kedua kehamilan serta tempat tinggal memprediksi 25% kasus BBLR (R = 0,5, R square = 0,25; Sig. Model fix (uji Anova) = 0,000). Faktor yang paling berkaitan dengan BBLR adalah pajanan NO2 bulan pertama kehamilan (B = 259). 
A spatial-temporal analysis has been done to find out the linkage between the concentration of NO2 in the ambient air during pregnancyand the incidence of LBW in Jakarta. It included ANOVA analysis, correlation, regression, and multiple linear regression with the prevalence of LBW as the dependent variable and the concentration of NO2 as an independent variable. The results shows NO2 concentrations in the ambient air in the first (R = 0464, Sig = 0.000) and second (R = 0.243, Sig = 0.013) month of gestation were significantly correlated with the LBW. Multiple linear regression analysis showed the concentration of NO2 in the first and second month of pregnancy and where the mother lived predict 25% of cases of LBW (R = 0.5, R square = 0.25; Sig. Models fix (Anova test) = 0.000). The most influence on LBW is exposure to NO2 in the first month of gestation (B = 259).
Read More
T-3710
Depok : FKM-UI, 2013
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive