Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 36018 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Lutfiah; Pembimbing: Wiku Adisasmito; Penguji: Peter A.W. Pattinama, Hendrik Manarang Taurany, Wirdah
Abstrak: Salah satu kegiatan di Rumah Sakit, bagian logistik merupakan bagian yang strategis setelah SDM dimana salah satu kegiatan penunjang medis yang paling strategis bagi pihak manajemen rumah sakit adalah kegiatan pelayanan di instalasi farmasi. Obat-obatan adalah investasi yang besar dalam suatu rumah sakit dan merupakan pendapatan terbesar juga untuk pihak rumah sakit. Dengan nilai investasi yang demikian besar dan jumlah item barang yang banyak sangat diperlukan suatu pengelolaan yang optimal, diantaranya sistem perencanaan dan pengendalian yang baik. Stock obat di gudang farmasi RS Ananda rata-rata bulanan tahun 2004 Rp. 383.538.740,00 dari total persediaan rata-rata bulanan (stok awal ditambah pembelian) yaitu 1.033.562.530,00 atau sekitar 37,1%. Sisa stok per 25 Desember 2003 adalah Rp. 537.805.000,00 meningkat 35,5% menjadi Rp. 729.111.577,00 per 25 Desember 2004. Hal ini membuktikan bahwa peningkatan stock obat tersebut tidak diimbangi dengan pemakaian obat sehingga dapat merugikan rumah sakit baik dari segi pelayanan maupun keuangan Rumah Sakit Ananda. Tujuan umum penelitian ini adalah mengidentifikasi tingkat persediaan obat yang ada di gudang famasi RS Ananda Bekasi, merencanakan dan mengendalikan jumlah pemesanan obat yang ekonomis agar tersedia obat dalam jumlah yang optimal.
Tujuan khusus penelitian ini adalah (1) mendapatkan gambaran mengenai logistic farmasi RS Ananda dalam hal kebijakan, organisasi, sarana, dan SDM; (2) menentukan kelompok nilai pemakaian, nilai investasi, dan nilai kritis yang mempunyai nilai tinggi, sedang, dan rendah; (3) menyusun perencanaan penyediaan obat dengan menentukan jumlah pemesanan yang ekonomis. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dan diperkuat dengan analisa deskriptif dimana data diperoleh dari data primer yaitu observasi, wawancara dengan coordinator gudang, manager penunjang medis, dan direktur, dan kuesioner. Sedangkan data sekunder didapat dari laporan pemakaian obat-obatan tahun 2004 dan harga dari obat-obatan selama periode tahun 2004. Hasil penelitian dengan menggunakan analisa ABC Indeks Kritis didapatkan 21 item obat yang termasuk kategori sangat kritis. Dari ke-21 item ini kemudian dicari nilai EOQ dan ROP sehingga didapatkan jumlah pemesanan yang ekonomis dan kapan kita harus memesan kembali obat-obatan tersebut.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada beberapa faktor yang mempengaruhi proses perencanaan dan pengendalian obat-obatan Rumah Sakit Ananda yaitu kebijakan yang berhubungan dengan kegiatan logistik farmasi khususnya belum dibuatnya daftar formularium, ketidakjelasan organisasi logistik farmasi ,keterbatasan tenaga baik dari kualitas maupun kuantitas, dan sarana yang tersedia di gudang farmasi belum memadai. Upaya yang dilakukan untuk memperbaiki perncanaan dan pengendalian obat-obatan di gudang farmasi RS Ananda yaitu dengan menggunakan metode analisis ABC Indeks Kritis dan pengendalian persediaan dengan EOQ dan ROP, meningkatkan kualitas maupun kuantitas Sumber Daya Manusia, meningkatkan sarana yang terdapat di gudang farmasi, membuat daftar formularium, membuat SOP yang berhubungan dengan kegiatan logistik farmasi. Tujuannya adalah agar perencanaan dan pengendalian obat-obatan Rumah Sakit Ananda dapat berjalan dengan efektif dan efisien.

One of the activities in the hospital, in the logistic department is a strategic one after Human Resources in which one of the most strategic medical supporting activities for the hospital management is a service activity at the pharmaceutical installation. Drugs are big investment in a hospital as well as the biggest revenue for the hospital. With such big investment and large number of items are essential for the optimum management, among other things are good planning and control system. Drugs stock at pharmaceutical warehouse of Ananda Hospital of monthly in 2004 is Rp. 383.538.740,00 of the total monthly average stock (initial stock plus purchase) that is 1.033.562.530,00 or about 37,1%. Remaining stock as for December 25, 2003 is Rp. 537.805.000,00 increasing 35,5% to Rp. 729.111.577,00 as for December 25, 2004. This suggests that the increase in the drug stock is not counterbalanced with drug intake thus representing a good hospital in terms of both service and finance of Ananda Hospital.
General objective of this research is to identify the drug stock available at the pharmaceutical warehouse of Ananda Hospital Bekasi, planning and control the number of economical drug orders in order that the drugs in the large number are available that are optimum. Specific objective of this research is to obtain the representation of the pharmaceutical logistics of Ananda Hospital in terms of desirability, organization, means, and Human Resources; (2) to determine the group of application, investment, and critical values that have high, median and low values (3) to organize the drugs stock planning by determining economical amount of orders. This research is a quantitative research and is enforced with descriptive analysis where the data is obtained from the primary data that is observation, interview with the warehouse coordinator, medical supporting manager, and director, and questionnaire. Meanwhile the secondary data is obtained from the drugs administration report of year 2004 and the drugs price during the 2004 period. The results of this research using the analysis of ABC Critical Index are that 21 drug items are obtained including very critical category. Of these 21 items, then the EOQ and ROP values are requested so the economical amount of orders are obtained and when we should place order the drugs again.
Research results suggest that there are several factors that influence the drug planning and control process of Ananda Hospital that is the desirability concerning the activity of pharmaceutical logistic in particular the formularium list has not been developed, ambiguity in the pharmaceutical logistic organization, lack of personnel in terms of both quality and quantity, and the available means at the pharmaceutical warehouse is insufficient. The attempts that are made to correct the drugs planning and control at the pharmaceutical warehouse of Ananda Hospital is by using a ABC Critical Index ABC and stock control by EOQ and ROP methods, improving both quality and quantity of Human Resources, improving the means available at the pharmaceutical warehouse, developing formularium list, making SOP regarding the pharmaceutical logistic activities. Its aims are that the drug planning and control of Ananda Hospital may work effectively and efficiently.
Read More
B-886
Depok : FKM UI, 2005
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Achmad Chairi; Pembimbing: Heru Kusumanto
B-444
Depok : FKM UI, 2000
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Azhar Jaya; Pembimbing: Sandi Iljanto; Penguji: Anwar Hasan, Agusdini Banun, Julfrida
B-445
Depok : FKM-UI, 2000
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Rahmad Ramadhan; Pembimbing: Sandi Iljanto
B-711
Depok : FKM-UI, 2003
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Agustin Simatupang; Pembimbing: Adang Bachtiar; Penguji: Anhari Achadi, Puput Oktamianti, Putri Yoen Aulina, Endang Adriyani
Abstrak: Abstrak

Instalasi Farmasi berperan penting dalam menentukan pelayanan di rumah sakit. Untuk menunjang pelayanan di RSIA Hermina Bekasi menggunakan Daftar Obat Standar (DOS) yang berisi 297 jenis obat dengan jumlah investasi sebesar Rp. 11.619.812.975. Besarnya investasi yang dikeluarkan untuk obat dan jumlah obat yang cukup banyak sehingga memerlukan suatu pengendalian obat yang akurat agar kebutuhan pasien dapat terpenuhi. Metode min-max yang digunakan oleh RSIA Hermina Bekasi belum dapat memenuhi kebutuhan akan obat sesuai dengan kebutuhannya. Pengendalian obat akan lebih mudah dilakukan apabila dibuat pengelompokan obat menurut tingkat pemakaian, tingkat investasi dan tingkat kekritisannya, kemudian menentukan jumlah pemesanan yang ekonomis (EOQ) dan frekuensi pemesanannya serta melakukan peramalan untuk menentukan kebutuhan obat dimasa yang akan datang dan menghitung sub total inventory cost (TIC) untuk mengetahui besarnya pengeluaran bila metode pengendalian menggunakan metode EOQ.

Dengan analisis ABC obat dikelompokkan berdasarkan pemakaian dan besarnya investasi yang kemudian dilakukan analisis ABC indeks kritis. Dari hasil pengelompokan didapat kelompok A 59 item (19,87 %) dengan nilai investasi sebesar RP. 8.209.446.631 (70,65 %), kelompok B 76 item (25,59 %) dengan nilai investasi Rp. 2.358.977.896 (20,30 %) dan kelompok C 162 item (54,55 %) dengan nilai investasi sebesar Rp. 1.051.388.448 (9,05 %). Kemudian dilakukan peramalan terhadap obat kelompok A Analisis ABC Indeks Kritis dengan menggunakan metode Brown's Linear. Kemudian dibandingkan dengan perencanaan yang dilakukan oleh rumah sakit dengan membandingkan nilai MAD kemudian dilakukan perhitungan jumlah pemesanan optimal (EOQ) dan perhitungan frekuensi pemesanan optimal (ROP) untuk tahun 2010. Dari hasil perhitungan dan perbandingan Sub Total Inventory Cost (TIC) EOQ dan Rumah Sakit diperoleh TIC Rumah Sakit lebih besar dari TIC EOQ.


Installation pharmacy played an important role in determining either advisability the service of a hospital. To support services on RSIA Hermina Bekasi using a list of medicine standard (DOS) containing 297 drugs by the number of investment amounting to Rp. 11.619.812.975, investment by the magnitude of its issued for medicinal and the quantity of medicine enough so as to require a drug control accurate to the needs of patients could be met. A method of min max used by RSIA Hermina Bekasi not yet able to meet the need for medicine according to needs. Control of drug will more easily performed when made a grouping of medicine according to the level of discharging, that level of investment and level extent of critical, then determining the amount of reserving which was economical (EOQ) and frequency order and do forecasting to determine the needs of a drug dimasa that will come and do the count sub total inventory cost (ROP) to know the magnitude of spending if a method of control of using methods eoq.

With the ABC analysis of drug consumption and grouped by size of investments which are then carried out a critical analysis of the ABC index. Grouping of results obtained from A group of 59 items (19,87%) with an investment value of RP. 8.209.446.631 (70,65%), Group B 76 items (25,59%) with the value of an investment of Rp. 2.358.977.896 (20.30%) and Group C 162 item (54,55%) with an investment value of Rp. 1.051.388.448 (9.056%). Then conducted against drug Group A forecasting analysis of the ABC index Critical by using Brown?s Linear Methode. Then compared with the planning that is performed by the hospital by comparing the value of the MAD then conducted the calculation of the optimum amount of reservation (EOQ) calculation of them optimal ordering and frequency (ROP) for the year 2010. From the results of a calculation and comparison of The Total Inventory Cost (TIC) EOQ and Hospital acquired TIC Hospitals greater than TIC EOQ.

Read More
B-1364
Depok : FKM-UI, 2012
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Sulastri; Pembimbing: Mardiati Nadjib; Penguji: Vetty Yulianty Permanasari, Nurlayli
S-6987
Depok : FKM UI, 2012
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Nora Tristyana; Pembimbimg: Amal C. Sjaaf; Penguji: Dumilah Ayuningtyas, Purnawan Junadi, Endang Adriyani
Abstrak:

Manajemen logistik memiliki beberapa fungsi yaitu perencanaan, penganggaran, pengadaan, penyimpanan, pemeliharaan, pendisrtibusian, penghapusan dan pengendalian. Penelitian ini merupakan penelitian studi kasus yaitu suatu penelitian yang dilakukan terhadap suatu obyek, yang disebut sebagai kasus, dalam hal ini manajemen logistik, yang penelitiannya dilakukan secara seutuhnya, menyeluruh dan mendalam dengan menggunakan berbagai macam sumber data. Sedangkan pendekatan penelitiannya adalah kualitatif yaitu desain studi yang menggunakan pendekatan pengamatan yang cermat dan mendalam ( in-depth ) yang menjawab terutama ?mengapa? fenomena tertentu terjadi dalam ruang lingkup kontekstual yang spesifik. Proses perencanaan dalam pengelolaan logistik kesehatan di Gudang Obat Dep. Gilut belum sesuai dengan ketentuan. Proses penganggaran sudah sesuai dengan prosedur. Proses penyimpanan logistik kesehatan di Gudang Obat Dep. Gilut belum sesuai dengan persyaratan pergudangan. Perencanaan yang tidak terkoordinir dengan baik menyebabkan penyimpanan barang menumpuk tidak tersusun dengan kriteria FIFO ( First In First Out ) atau FEFO ( First Expire First Out ). Sistem pendistribusian dalam pengelolaan logistik di Gudang Obat Dep. Gilut yaitu berjenjang dari tingkat tertinggi kepada unit pelaksana terendah. Tidak ada sistem penghapusan yang langsung dikelola Gudang Obat Departemen Gilut, tetapi dikoordinir dan dilaksanakan di tingkat Rumah Sakit. Analisa permasalahan yang ada dalam pengelolaan logistik kesehatan di Dep. Gilut yaitu : Program pengendalian perencanaan tidak terkoordinir dengan baik kapasitas Gudang Obat kurang memadai, birokrasi terlalu panjang dan rumit serta jumlah SDM pengelola gudang terbatas Pengenalan VEN System sebagai upaya penyelesaian pengendalian perencanaan yang ada dalam pengelolaan logistik kesehatan di Gudang Obat Dep. Gilut dinilai cukup efektif dan efisien. Pengenalan VEN System sebagai upaya penyelesaian pengendalian perencanaan yang ada dalam pengelolaan logistik kesehatan di Gudang Obat Dep. Gilut dinilai cukup efektif dan efisien.


 Logistics management has several functions including planning, budgeting, procurement, storage, maintenance, distribution, elimination and control. This research is a case study, which is a research done on an object (called the case), which in this paper is the logistics management. The research is done in full, thorough and in-depth using variety of data sources. The research approach is a qualitative study that uses close and in-depth observation and tries to find the answer of "why" certain phenomena occur in a specific contextual scope. Planning process in the management of health logistics in Drug Warehouse, Dentistry Department is not yet following the procedures. Budgeting process is already following the procedure. Health logistics storage processes in the Drugs Warehouse, Dentistry Department is not in accordance with the requirements of warehousing. Planning that is not well coordinated causing accumulation in the storage of goods, not composed based on FIFO criteria (First In First Out) or FEFO (First Expire First Out). Distribution system in the logistics management of Drugs Warehouse, Dentistry Department is tiered from the highest level to the lowest implementation unit. There is no removal system that is directly managed by Drugs Warehouse Dentistry Department, but coordinated and implemented at the Hospital level. Analysis of problems existing in logistics management in the Dentistry Department namely: control planning programs were not coordinated well, Drug Warehouse?s capacity is inadequate, long and complicated bureaucracy, and limited numbers of human resources managing the warehouse. The introduction of Ven system in an effort to settle existing problem in the planning and controlling of the health logistics management in the Drugs Warehouse, Dentistry Department is considered quite effective and efficient.

Read More
B-1428
Depok : FKM UI, 2012
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Badriah; Pembimbing: Jaslis Ilyas; Penguji: Purnawan Junadi, Sandi Iljanto, Maman Hilman, Lely Setiawan
Abstrak: ABSTRAK Dalam menjalankan fungsi manajerial, farmasi harus mampu melakukan pengelolaan dan pengendalian logistik secara efektif dan efisien. Perencanaan yang dimulai dari pemilihan obat melalui standar formularium rumah sakit yang dibentuk oleh panitia farmasi terapi menjadi unsur penting dalam operasional rumah sakit. Pemilihan jenis obat mengacu pada formularium nasional berbasis generik menjadi hal mutlak. Dalam proses perencanaan, analisis ABC merupakan cara untuk memilah jenis obat dari sisi jumlah dan nilai investasi sehingga dapat memenuhi kebutuhan rumah sakit. Penelitian ini bertujuan untuk Memperoleh gambaran tentang proses perencanaan obat di RS HGA dan membuat analisis kebutuhan obat berdasarkan analisis ABC dengan membandingkan performance 2017 terhadap rencana standar formularium 2018 sehingga menghasilkan Formularium yang tepat Kendali Mutu dan Kendali Biaya . Penelitian cross sectional dengan pendekatan kuantitatif melalui analisis ABC investasi dan pendekatan kualitatif dengan wawancara mendalam. Hasil penelitian menggambarkan sepanjang 2017 terdapat 1.136 merek obat yang terpakai di RS HGA dengan komposisi generic 209 merek (18,6 %). Melalui analisis ABC pemakaian, didapat kelompok A (70 % ) terdiri dari 92 merek obat, kelompok B (20 %) terdiri dari 156 merek obat dan kelompok C ( 10 % ) terdiri dari 1193 merek obat. Melalui analisis ABC investasi, didapatkan hasil kelompok A (70 %) menghabiskan Rp 12.566.822.138,- terdiri dari 170 merek obat, kelompok B ( 20 % ) menghabiskan Rp 3.578.135.799,- terdiri dari 262 merek obat dan kelompok C ( 10 % ) menghabiskan Rp 1.786.798.527,- terdiri dari 1009 merek obat. Jika dibandingkan ke dua kriteria tersebut terdapat 26 merek obat saja ( 2 %) yang paling sering dipakai dan paling mahal. Evaluasi efisiensi jika pemakaian obat BPJS berbasis generik akan menghemat Rp 7.217.642.703,- atau setara dengan 40,25 % dari anggaran belanja rumah sakit. Perombakan formularium yang mengacu pada fornas berbasis generik perlu dilakukan pada formularium 2018. Kata kunci: Formularium obat, formularium nasional, ABC analisis To perform the management function, pharmacy must be able to manage and control logistics effectively and efficiently. It is started from planning the selection of drugs through standard hospital formulary established by the pharmaceutical therapeutic committee becomes an important element in hospital operations. Selection of drug type refers to generic national based formulary to be absolute. In the planning process, ABC analysis is a way of sorting out drugs in terms of quantity and value of investment so as to meet the needs of the hospital. This study aimed to obtain an overview of the process of drug planning in HGA Hospital and made the analysis of drug requirements based on ABC analysis by comparing the performance of 2017 to the 2018 formulary standard plan so as to produce the appropriate Formularium Quality Control and Cost Control. Cross sectional study with quantitative approach through ABC investment analysis and qualitative approach with in-depth interviews. The results of the study illustrated throughout 2017 there were 1313 brands of drugs used in HGA Hospital with generic composition of 209 brands (18.6%). Using ABC analysis, group A (70%) consisted of 92 drug brands, group B (20%) consisted of 156 brands of drug and group C (10%) consisted of 1193 drug brands. Through the analysis of ABC investments, the result of group A (70%) spent Rp 12,566,822,138, - consisting of 170 drug brands, group B (20%) spent Rp 3,578,135,799, consisting of 262 drug brands and group C (10% ) spent Rp 1,786,798,527, - consisting of 1009 drug brands. When compared to the two criteria there were only 26 brands of drugs (2%) the most frequently used and most expensive. Evaluation of efficiency if we used to generic BPJS-based drugs will the hospital would save Rp 7,217,642,703, - or equivalent to 40.25% of the hospital budget. Formulary reforms that refer to generic based fornas should be done on the 2018 formulary. Keywords: Formulary medicine, national formulary, ABC analysis
Read More
B-1970
Depok : FKM-UI, 2018
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Yuniwati; Pembimbing: HM. Hafizurrachman; Penguji: Peter AW. Pattinama, Budi Hidayat, Luhut P. Sirait
Abstrak: Latar Belakang Dari pengeluaran Rumah Sakit Jiwa “Soeharto Heerdjan” tahun 2004, untuk pembelanjaan khusus obat sebesar 48,5% total pembelanjaan barang farmasi. Belum adanya perencanaan dan pengendalian yang sistematis dan efektif. Tujuan Menyusun perencanaan dan pengendalian obat-obat yang lebih terarah dan sistematis di Instalasi Farmasi dengan menentukan jumlah pemesanan yang optimum dan ekonomis. Metode Merupakan penelitian operasional riset, dengan analisis kuantitatif menggunakan Analisa ABC, Analisa ABC Indeks Kritis, metode peramalan Time Series Forecasting dan perhitungan EOQ dan ROP. Hasil Terdapat 11 item obat yang termasuk kelompok A Hasil Analisa ABC Indeks Kritis. Jadi dengan mengawasi 11 item ini sudah mengontrol hampir 70% dari total investasi. Untuk Prakiraan kebutuhan dengan 2 metode peramalan yaitu Exponential Smoothing With Linear Trend dan Double Exponential Smoothing With Linear Trend. Hasil perhitungan EOQ, Rumah Sakit Jiwa “Soeharto Heerdajn” dapat menghemat sebesar Rp. 6.108.717,- dari total biaya yang harus dikeluarkan. Kesimpulan Untuk perencanaan obat menggunakan EOQ dan ROP dengan prakiraan kebutuhan menggunakan metode peramalan dan untuk pengendalian menggunakan Analisa ABC dan Analisa ABC Indeks Kritis. Kata Kunci: Analisis Persediaan Obat
Background In “Soeharto Heerdjan” Mental Hospital the total of hospital expenses is 35% is for pharmaceutical goods purchase, and of the total, 47,8% is for drug expense. This Hospital also does not have a good planning in budgeting. Objectives Results of this research is making the drug planning and control that is more oriented and systematic at its Pharmaceutical Installation with determining the number of optimum and economical drug order Methods This is a Riset Operational Research, with Kuantitative Analysis and used ABC Analysis and ABC Critical Index, methods of estimating test of Time Series Forecasting, with the EOQ and ROP calculation. Results To control the drug stock, ABC Analysis and ABC Critical Index is conducted so results of Group A is obtained of ABC Critical Index consisting of 11 drug items. With controlling 11 drug items in the Group A have included 70% of the all investment values. Two methods of estimating test of Time Series Forecasting is conducted to estimate the needs for the quarterly period . Total value of total expenses / Cost of EOQ calculation result gives much better “Soeharto Heerdjan” Mental Hospital result saving Rp. 6.108.717,- Conclusions To have a good drugs planning, we can use EOQ and ROP with methods of estimating test of Time Series Forecasting is conducted to estimate the needs and for a good drugs controling, we can use ABC Analysis and ABC Critical Index. Keywords. Analysis of Drugs Planning
Read More
B-908
Depok : FKM-UI, 2005
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Sauzan Pratiwi; Pembimbing: Anhari Achadi; Penguji: Atik Nurwahyuni, Wiwiet Nurwidya Hening
S-7654
Depok : FKM UI, 2013
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive