Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 32303 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Sibroh Malisi; Pembimbing: Purnawan Junadi; Penguji: Hafizurrachman, Ahmad Husni, Ede Surya Darmawan, Ana Karunia
Abstrak:

Dalam proses pendidikan tenaga medis melalui fakultas kedokteran diperlukan suatu wadah sebagai rumah sakit lahan pendidikan. RS Islam Jakarta di pilih sebagai salah satu lahan pendidikan tenaga kedokteran oleh Fakultas Kedokteran Universitas YARSI sejak tahun 1996 melalui suatu kerjasama dengan menggunakan Piagam Kesepakatan.Penelitian ini menggunakan desain penelitian kualitatif melalui pendekatan studi kasus Piagam Kesepakatan dengan melakukan telaah dokumen, pengisian kuesioner wawancara mendalam, dan obervasi pada 4 (empat) SMF, yakni SMF Anak, Bedah, Interna dan Kebidanan dan Kandungan, Pimpinan Rumah Sakit dan Pimpinan Fakultas Kedokteran. Fokus analisis penelitian ini adalah pada Piagam Kesepakatan Peserta PSPD, Dosen, Organisasi, buku Panduan, Pelaksanaan dan Evaluasi.Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Piagam Kesepakatan pada dasarnya sudah memadai dari aspek isi. Analisis peserta menunjukkan bahwa jumlah peserta sudah memadai untuk tiap bagian, hanya terlihat kecenderungan peserta yang makin lama makin menurun. Sedangkan analisis dosen menunjukkan bahwa ratio peserta dosen sudah sangat memadai. Analisis organisasi menunjukkan kurangnya kooordinasi dan tumpang tindihnya uraian Analisis organisasi menunjukkan kurangnya koordinasi dan tunpang tindihnya uraian tugas. Perlunya sosialisasi buku panduan, perlunya dilakukan evaluasi secara berkala selama tiap 6 bulan dalam menilai kerjasama yang telah berlangsung selama ini.Di sarankan agar Piagam Kesepakatan ini dapat segera di perbaharui, melengkapi SMF untuk pendidikan kedokteran sambil meningkatkan koordinasi dan evaluasi proses PSPD di RS Islam Jakarta.Hasil penelitian ini diharapkan dapat dipakai sebagai masukan untuk RS Islam Jakarta dan FK Universitas YARSI, dalam mengembangkan fungsi serta peranannya untuk pendidikan dan pelayanan kepada masyarakat.


 

A teaching hospital is needed by a Medical Faculty to provide education for medical students in a clerkship stage. Jakarta Islamic Hospital is among one of the teaching hospital of Medical Faculty YARSI University, since 1996 through a cooperation agreements using a Memorandtun of Understanding (MoU).The design of the research is a qualitative with systematic approach through a case study of the MoU, document reviews, using in-depth interview, andobservation on 4 (four) SMF i.e.: Pediatrics, Surgery, Intern, Obstetrics & Gynecology, Hospital director and Dean of the Medical Faculty.. The focus of this analysis is on the MoU, the students, the lecturer, Organization, Medical Guidance Book, Implementation and Evaluation.The result of this study showed that the analysis of the MoU and the students basically are suitable, although there were a decreasing trend toward less number. The radio between students and the lecturers were appropriate. And the organizational analysis showed that it needs more, the socialization ofthe Medical guidance book, and periodic evaluation.The author suggested that the Memorandum of Understanding should be revised soon, to complete the mimber of the SMFs for clerkship, while increasing the coordination and evaluation of the clerkship process in Jakarta Islamic Hospital.The result of this study hopefully could be used as an input to the Jakarta Islamic hospital and the Medical Faculty of YARSI University in improving its function and role for education and services towards the people.

Read More
B-606
Depok : FKM-UI, 2002
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Ken Ariata Tengadi; Pembimbing: Anhari Achadi
B-414
Depok : FKM UI, 2000
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Jusbandi; Pembimbing: Amal C.Sjaaf; Penguji: Rokiah Kusumapradja, Mieke Savitri, Ratna Mahyudin, Christophora
Abstrak:
Peningkatan mutu manajemen sumberdaya manusia di rumah sakit antara lain dititikberatkan pada peningkatan kinerja karyawan rumah sakit. Dalam hal ini menjadi penting untuk meningkatkan kinerja perawat, karena jumlah perawat mencapai 50 - 60% dari seluruh sumber daya manusia di Rumah sakit, dan berhubungan langsung dengan pasien secara terus-menerus sepanjang hari. Oleh karena itu pelayanan keperawatan sebagai bagian integral dari pelayanan kesehatan jelas mempunyai kontribusi yang sangat menentukan mutu pelayanan rumah sakit. Penelitian ini dilaksanakan untuk mengkaji hubungan antara iklim organisasi dan kinerja perawat di rumah sakit Islam Jakarta Timur. Penelitian dirancang dengan memakai metode survei dengan pendekatan korelasional dan data yang diperoleh dianalisis dengan statistik deskriptif dan statistik inferensial. Penelitian dilakukan di Rumah Sakit Islam Jakarta Timur dengan memakai sampel sebanyak 60 orang perawat. Data penelitian dikumpulkan dengan menggunakan kuesioner berskala (Skala Likert) yang dikalibrasi dengan memakai uji validitas butir dan perhitungan koefisien reliabilitas. Validitas butir dihitung dengan memakai koefisien korelasi butir dari Pearson dan reliabilitas dihitung dengan memakai rumus dari Alpha Cronbach. Sedangkan persyaratan analisis data diuji dengan normalitas populasi (uji Kolmogorov-srnirnov) dan pengujian homogenitas varians populasi (statistik Levene). Adapun hasil penelitian adalah sebagai berikut: Pertama, penelitian ini menemukan bahwa terdapat hubungan positif antara iklim Organisasi dan Kinerja Perawat yang bermakna bahwa makin baik iklim organisasi di rumah sakit, makin baik kinerja perawatnya. Hubungan ini dinyatakan dalam bentuk persamaan regresi Y = 39,88 + 0,485 X. Artinya setiap kenaikan 1 skor iklim organisasi akan dapat meningkatkan kinerja perawat sebesar 0,485. Kedua, koefisien korelasi sederhana antara kedua variabel tersebut ry = 0,67 dan koefisien determinasi r2 = 0,45, arlinyn variasi kinerja perawat yang dapat dijelaskan oleh iklim organisasi sebesar 45 %. Implikasi hasil penelitian tersebut adalah kinerja perawat dapat ditingkatkan melalui upaya memanfaatkan iklim organisasi.

The increasing of quality of the hospital human resources management emphasize to the increasing of hospital staff performance. In this case, its important increasing the nurse performance, as well as the large number of nurse, about 50-60 % of the entirely of human resources of the hospital, and they have a direct contact with the patient whole day. Nursing service as the part of the integral health service has a certain contribution to the hospital quality service. The purpose of this study is to investigate the relationship of organizational climate and job performance among nurses in Jakarta Timur Islamic Hospital (JTIH). The study is designed to be conducted using survey method with co relational approach and the obtained data are analyzed by means of descriptive and inferential statistics. It is based at Jakarta Timur Islamic Hospital, including a sample of 60 nurses. The study data to be collected are obtained by scaled questionnaire (using the Likert scale), which has been calibrated in product moment correlation by Pearson and reliability is assessed by Alpha Cronbach. The conditions for analysis are assessed by population normality test (Kolmogorov-Smirnov test) and homogeneity of population variance test (Levene statistics). The results are as follow: First, a positive relationships is found between organizational climate (X) and job performance (Y), to be expressed in regression equation of Y = 39,88 + 0,485 X. Second, simple coefficient correlation of ry = 0,67. and coefficient determination of r2 = 0,45 all of them are statistically significant. These result give a suggestion that nurse's job performance can be increased by utilizing organizational climate.
Read More
B-571
Depok : FKM-UI, 2001
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Pitoyo; Pembimbing: Wachyu Sulistiadi; Penguji: Purnawan Junadi, Ronnie Rivany, Inna Karunia
Abstrak:

Rumah sakit sebagai suatu lcmbaga usaha harus memberikan pelayanan kesehatan yang berorientasi customer satisfaction dan merupakan perpaduan unsur Keramah tamahan., Kecapatan., Ketelitian dan K.enyamanan dalam pelayanannya.Untuk itu Rumah sakit perlu wadah dalam memberikan pelayanan itu yaitu suatu hangunan phisik yang memenuhi persaratan teknis dan kesehatan. Bangunan rumah sakit ini secara prinsip ada dua type sistem desain yaitu Sistem Desain Horisontal dan sistem desaio VertikaL Pada sislem desain horisontal senlua bangunannya disebar secara blok hangunan ke arab laban yang tersedia. Pada sistem desain Vertikal semua hangunan yarg menjalankan fungsi medis disehar kearah Vertikal keatas. Tujuan dari penelitiaan ini adalah un!uk mengkaji besar biaya pemhangunan dari dua sistem diatas serta untuk mengetahui efek.tifitasnya dari masing-masing sitem. Metode yang dipakai adalah menggunakan obyek Rumah Sakit Islam Jakarta yang menggunakan konsep desain sec.ara borisontal, Kemudian dibuatkan simniasi desain secara horiosntal dibandingkan der gan Simulasi desain seeam vertikal dari rumah sakit obyek tersebut. Kemudian dilakukan Analisa perhitungan biaya dan Analisa Efektifitas Biaya.


Hospital as business institution must give good services in health care which is oriented to the Customer satisfaction and include of some attitude such as Kindly., Speed accurate and convenience services. Hospital must have good building for supporting medical services that follow technical and healthy requirement. Principally hospital building is using two design system consist of design system horizontal and vertika) system. The Horizontal design system commonly conctructs buildings in horizontal direction on wide ground. The Vertical design system commonly constructs buildings in vertical direction or above manner on certainty ground. The aim of study is to observe and calculate two design prototype horizontal and vertical system of building in Cost Effectiveness. Methods used in this study is observe and calculate base on the exiting Jakarta Islam hospital as horizontal design object. Then design sumulation for Horizontal system should be made and compare with vertical simulation design hollding in 4 th stories. The two prototype design will be calculated in cost for construction. ThenAnalysis of Cost effectiveness will be calculated.

Read More
B-1126
Depok : FKM-UI, 2008
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Siva Hamdani; Pembimbing: Purnawan Junadi; Penguji: Mieke Savitri, Dumilah Ayuningtyas, Henny Hana
B-1022
Depok : FKM-UI, 2007
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Rosa Selvia; Pembimbing: Wahyu Sulistiadi; Penguji: Adang Bachtiar, Septiara Putri, Eko Budi Prasetyo, Edwin Mukri Bandjar
Abstrak: Latar belakang: Perkembangan teknologi informasi di bidang kesehatan, salah satunya adalah rekam medik elektronik. Penelitian sebelumnya mengatakan bahwa rekam medik fisik lebih lengkap di bandingkan dengan rekam medik elektronik (92,4 % vs 72,6 % dengan p < 0,001) dan pengisian cepat (2-6 menit) di bandingkan rekam medik elektronik (5-9 menit). Hal tersebut perlu di analisa terutama di critical unit, seperti Intensive Care Unit (ICU) yang monitoring, evaluasi dan pencatatan di lakukan secara berkala dan berkesinambungan. Subyek dan metode: Metode penelitian deskriptif dan kualitatif dengan pendekatan cross sectional. Analisis deskriptif di lakukan terhadap 40 rekam medik pasien rawat inap di ICU RS Yarsi tahun 2019. Analisis kualitatif dilakukan dengan wawancara mendalam. Hasil: di dapatkan hasil kelengkapan pengisian monitoring 71.87 %, keakuratan 62.5 %, ketepatan waktu 87.5 % dan sesuai hukum 85 %. Kesimpulan: Efektivitas rekam medik elektronik di ICU belum sesuai dengan indikator mutu 100 %
Backgrounds: The development of information technology in the health care, one of which is electronic medical record. Previous research said that the physical record is more complete compared to electronic medical records (92.4% vs 72.6% with < 0.001). It needs to be analyzed especially in critical units, such as Intensive Care Unit (ICU) which monitoring, evaluation and recording is done periodically and continuously every hour. Subject and Methods: This research used descriptive and quantitative methods with a cross sectional approach. Descriptive data gotten from medical records with total 40 inpatients in Intensive Care Yarsi Hospital used. While qualitative data was gotten from in depth interviews. Results: result of filling monitoring in EMR 71.87%, accuracy 62.5%, timeliness 87.5% and according to the law 85%. Conclusions: The effectiveness of electronic medical record in ICU has not been in accordance with 100% quality indicator
Read More
B-2175
Depok : FKM-UI, 2020
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Jihan Wafda Ramadhan; Pembimbing: Dumilah Ayuningtyas; Penguji: Ede Surya Darmawan, Wiku Bakti Bawono Adisasmito, Lia G. Partakusuma, Mulyadi Muchtiar
Abstrak:
Latar belakang: BPJS sejak berdiri tahun 2014 sampai saat ini berusaha menerapkan pelayanan yang setara. Kesenjangan pelayanan dalam segi fasilitas kesehatan di seluruh Rumah Sakit di Indonesa menjadi permasalahan yang tak kunjung usai sehingga terbitlah peraturan pemerintah No 47 tahun 2021 tentang KRIS-JKN. Hadir dengan 12 kriterianya untuk menjawab tantangan ketidaksetaraan pada fasilitas salah satunya RS Yarsi. Dilakukan uji coba penerapan tahun 2022 oleh DJSN didapati bahwa 79% RS membutuhkan perbaikan infrastruktur dalam skala kecil, 18% RS perlu perbaikan skala besar, dan 3% RS dinyatakan sudah siap. Peraturan Presiden No 59 tahun 2024 mewajibkan seluruh rumah sakit siap menerapkan KRIS-JKN paling lambat 30 Juni 2025. Tujuan penelitian: Mengetahui kesiapan penerapan dan mengusulkan strategi penyiapan KRIS-JKN di RS Yarsi. Metodologi penelitian: Menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain action research menggunakan data primer temuan di lapangan dan data sekunder (file-file di rumah sakit) dan hasil wawancara. Penelitian ini dilaksanakan dari bulan April hingga Mei 2024. Hasil penelitian: Didapatkan hasil bahwa RS Yarsi sudah 80 % siap untuk menerapkan KRIS-JKN. Beberapa hal yang menjadi faktor internal dan faktor eksternal setelah melewati diskusi dengan tim CDMG kemudian dimasukan ke matrix IE, penerapan KRIS-JKN di RS Yarsi berada di posisi sel 1, build and grow. Di matrix TOWS strategi yang diusulkan, yaitu Product Development dan Market Development. Pada tahapan penyusunan strategi pada matrix TOWS didapati prioritas pertama adalah pengembangan sarana dan prasarana, yaitu Pengganggaran revitalisasi sarana dan prasarana, optimalisasi SIMRS, penyesuaian kebutuhan sarana sesuai kriteria KRIS-JKN. Prioritas kedua pengembangan kompetensi SDM, yaitu dengan recruitement SDM yang kompeten dan kepala instalansi rawat inap, melakukan refreshement dan bounding antar pegawai. Prioritas ketiga pengembangan segmen pasar, yaitu melalui promosi layanan unggulan dan penguatan kerjasama lintas sektor, perbaikan manajemen tempat tidur RS, Customer Relationship Management (CRM), dan peningkatan enggangement dengan pelanggan dan mitra. Kesimpulan: RS Yarsi 80 % siap dalam menerapkan KRIS-JKN dengan strategi penyiapan yang diusulkan adalah Product Development dan Market Development dengan prioritas strategi pertama yaiitu pengembangan saran dan prasarana, kedua pengembangan kompetensi SDM, dan ketiga pengembangan segmen pasar.

Background: BPJS since its establishment in 2014 until now has tried to implement equal services. The gap in services in terms of health facilities in all hospitals in Indonesia has become a never-ending problem so that government regulation No. 47 of 2021 concerning KRIS-JKN was issued. It comes with 12 criteria to answer the challenge of inequality in facilities, one of which is Yarsi Hospital. A trial implementation in 2022 by DJSN found that 79% of hospitals needed small-scale infrastructure improvements, 18% of hospitals needed large-scale repairs, and 3% of hospitals were declared ready. Presidential Regulation No. 59 of 2024 requires all hospitals to be ready to implement KRIS-JKN no later than June 30, 2025 Objective: Knowing the readiness of implementation and proposing a strategy for the preparation of KRIS-JKN at Yarsi Hospital. Methode: Using a qualitative approach with an action research design using primary data from findings in the field and secondary data (files in hospitals) and interview results. This research was carried out from April to May 2024. Results: The results were obtained that Yarsi Hospital is 80% ready to implement KRIS-JKN. Several things that became internal factors and external factors after going through discussions with the CDMG team were then included in the IE matrix, the implementation of KRIS-JKN at Yarsi Hospital was in the position of cell 1, build and grow. In the TOWS matrix, the proposed strategies are Product and Market Development. At the stage of strategy preparation in the TOWS matrix, it was found that the first priority was the development of facilities and infrastructure, namely the revitalization of facilities and infrastructure, optimization of SIMRS, adjustment of facility needs according to KRIS-JKN criteria. The second priority is the development of human resource competencies, namely by recruiting competent human resources and heads of inpatient installations, conducting refreshements and bounding between employees. The third priority for market segment development is through the promotion of superior services and strengthening cross-sector cooperation, improving hospital bed management, Customer Relationship Management (CRM), and improving engagement with customers and partners Conclusion: RS Yarsi is 80% ready to implement KRIS-JKN with the proposed preparation strategy of Product Development and Market Development with the first strategic priority, namely the development of advice and infrastructure, the second is the development of human resource competencies, and the third is the development of market segments.
Read More
B-2491
Depok : FKM UI, 2024
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Ade Barsya; Pembimbing: Hafizurrachman; Penguji: Amila Megraini, Yuli Prapancha Satar
Abstrak:

Rumah Sakit Islam AI-lhsan sebagai sebuah rumah sakit Swasta dituntut untuk mampu memenuhi tuntutan masyarakat akan sebuah peiayanan kesehatan yang bermutu, sehingga mampu meningkatkan daya saing dengan rumah sakil swasta lain baik rumah sakit swasta nasional maupun rumah sakit swasta Asing. Rumah Sakit Islam Ai ihsan Hingga buian Seplernber Tahun 2005 kapasitas tempat tidur meniadi 139, untuk melihat trend cakupar: pelayanan rawat Rumah Sakit. Tujuan penelitian ini adaiah untuk mengetahui anaiisis keterkaitan faktor- faklor karakteristik pasien di intnslaasi rawai inap Rumah Sakil islam Ai ihsan padan tahun 2003 dengan kepuasannya melaui pengukuran harapan dan persepsi pasien tersebut. Data primer melalui pengisian kueeioner oieh pasien yang seda ng dan reiah dirawat di instaiasi Rawat Inap Rumah Sakit islam Al Ihsan Bandung pada buian Oktober tahun 2005.jumiah sample scbanyak 100 responfien. ‘fariabei independent yang dianaiisis adaiah karatcteristik pasien yaitui Umur pasien, jenis keiamin, tingkat pendidikan, status keiompoic pasien dan pendapatan sedangkan variabel dependennya adalah kepuasan pasien melalui pengukuran persepsi dan harapan pasien berdasarkan 5 (lima) di mensi service qur1/ily. Data yang clikumpuikan dioiah secara kuantitatii Analisa statistic yang digunakan aciaiah anaiisis univariat, bivariat, serta anailisis Rat-tesius. Hasil penelitian menunjukan bahwa proporsi pasien yang puas yaitu 37% seciangkan yang tidak puas scbcsar 63%, karakteristik pasien yang iebih banyak afiaiah umur 3 36 tanun ( 53% }, iaki-iaizi 53%, 5 SMA (66%), keiompok pasien umum (63%), dan pendapatan 2 Rp i.OUO.UOU,- (59%), Uji bivariai dengan Chi Square secara garis besar didapat karaktcristik pasien yang berhubungan dcngan harapan adalah pendapatan pasien seciangkan karakteristik pasien yang berhubungan dengan pcrsepsi adalah: umur, pendiciikan dan status keiompok pasien sedangkan pada karakteristiit pasicn yang bcrhubungan cicngan kepuasan adalah semua kelompok pasten yang ciihagi menurut umur, jems kelamin, pendidikan,status keiompok pasien dan pendapalan memiiiki tingkai itepuasan yang sama untuk sumua dimcnsi pelayanan. Hasil amalisis kartesius didapatkan factor ruang perawatan yang nyaman, bersih, keiengkapan pcraiatan kesehatan dan prosedur pasien puiang merupakan komponen yang harus menjadi prioritas mama, factor pemeriksaan rutin pasien, cepat tanggap dolder dan perawat, kemampuan dokter mendiagnosa penyakit, sopannsantun doktcr da perawat scrta peiayanan yang tidak memandang status socialmerupakan prestasi yang harus dipertahankan, factor ruangan yang sejuk, ketepatan waktu visits, cepat tanggap petugas kebersihan, keamanan lingkungan, pemberian keterangan pcnyakil lanpa diminta, komunikasi dan pemberian kesempatan bertanya dan perhatian perawat dan petugas kepada pasien merupakan prioritas rendah ( Hi ) dan factor ruang perawatan yang Iuas, kecepat langgapan petugas adrnnnintrasi, keterampilan perawat, komunikasi dan pe-mberian kesempatan bertanya dart perawat merupakan kinerja yang bcriebihan ( IV ). Berdasarkan hasii peneiitian, disarankan kepatia scmua pihak yang terkait untuk memperhatikan pasien yang mempunyai harapan tinggi tetapi berpersepsi rendah, dimana hal tersebtu mcnggambarkan tingginya tingkat kctidakpuasan dari paslen.


 

Al Ihsan Islamic Hospital as a private hospital has already trusted for fultill the society demand which concerning to high quality health care, that makes Al Ihsan able to increasing its competitiveness compare with other national private hospital, even other foreign-private hospital. Until September 2005, the bed capacity of Al Ihsan Islamic Hospital has reached 139 number of beds. The aim of this research is to analyze the connection among the patient characteristic factors in the hospitalization installation of Al Ihsan Islamic Hospital on 2005 and sc the patient satisfaction by measuring the patient expectations and perceptions. This research is using a cross sectional design. The primary data is from the questionnaire which has been answered by the patient on the hospitalization by October 2005 as much as 100 respondent. The independent variables are the patient characteristic, that is, patient age, gender, education level, patient grouping status, and patient income. While the dependent variables are the patient satisfaction by measuring their expectations and perceptions based on S (five) dimensions of service quality. The data has been processed quantitatively and the statistic analysis that is used are univariat analysis, bivariat analysis, and cartesius analysis. This research result indicating that 37% are satisfied patient and 63% are unsatistied~ patient. Large number of patients are having demcgraphy characteristic as follow, by this as many as 53% patients are equal or more than 36 years old, 58% are men, 66% has a senior high school background, 63% are grouping patients, and 59% are the patient who has producing income Rp. l.OO0.00O,- / month. Bivariat test with chi square, by and large, had obtained that patient characteristic which related to an expectation is patients income, where as characteristic that related to perceptions are age, education level, patient grouping status, while characteristics that related to satisfactions are all ofthe patient group which divided according by age, gender, education level, patient grouping status, and income has equal satisfaction level with all of service dimensions. Based on cartesius analysis, we know that a comfortable and neat treatment room, a comprehensiveness of medical equipment and after-hospitalize procedure are the first priority component (I). The patient routine examination, doctor and nurse responsiveness, doctor capability in diagnosing disease, the behavior of a doctor and nurse, and not discriminate a social status is an achievement that we should appreciate (II). A chilly room, exactness of visiting time, responsiveness of cleaning service officer, area safety, giving disease information initiatively, communicative, giving a chance to ask, and a nurse attention are a lowers priority (III). A vast treatment room, responsiveness of administration officer, a nurse skill, communicative, and giving a chance to ask fiom a nurse are an excessive performance (IV). Based on this research, I suggesting to all interrelated party to pay attention to the patient which has a higher expectations but has a lower perceptions which is depict the highness of an unsatisfied patient.

Read More
B-921
Depok : FKM UI, 2006
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Mega Dewanty; Pembimbing: Kurnia Sari; Penguji: Anhari Achadi, Surya Fitri
S-7273
Depok : FKM UI, 2012
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Nopiana; Pembimbing: Atik Nurwahyuni; Penguji: Vetty Yulianty Permanasari, Helen Andriani, Rochimiah, Siti Aisyah
Abstrak:
Siklus logistik obat yang baik diperlukan oleh manajemen rumah sakit dalam memenuhi ketersediaan obat di Rumah Sakit. Siklus logistik obat tersebut dimulai dari tahap perencanaan sampai dengan pengawasan dan pengendalian, yang melibatkan semua unsur organisasi dari pimpinan tingkat atas sampai dengan tingkat pemakai (user). Penelitian ini dilatarbelakangi dengan tingginya jumlah kunjungan pasien kardiovaskular sehingga ketersediaan obat kardiovaskular menjadi hal penting di RSIJCP. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor input yaitu SDM, anggaran, kebijakan, fasilitas, dan sistem informasi terhadap siklus logistik obat dalam upaya pemenuhan ketersediaan obat kardiovaskular di RSIJCP. Desain penelitian ini berupa penelitian observasional studi kasus di RSIJCP dengan pendekatan teori IPO (Input Process Output). Penelitian ini bersifat kualitatif disertai dengan data perhitungan analisis ABC Indeks Kritis, Economic Order Quantity (EOQ) maupun Reorder Point (ROP) sebagai metode pengendalian persediaan obat kardiovaskular. Kesimpulan penelitian menunjukkan bahwa setiap faktor berpengaruh pada ketersediaan obat kardiovaskular, namun faktor yang dinilai masih kurang dan perlu diperbaiki oleh manajemen adalah pada faktor sistem informasi, fasilitas gudang, dan kelancaran arus kas sebagai faktor input, serta faktor perencanaan dan penyimpanan sebagai faktor proses. Ketersediaan obat kardiovaskular di RSIJCP sudah cukup baik, namun dari total 257 item obat kardiovaskular, terdapat 22 item obat (8,56%) yang harganya lebih besar dari harga E-Katalog untuk pelayanan BPJS Kesehatan. Diperlukan adanya kolaborasi antar bagian dan dukungan manajemen dalam melakukan pengelolaan obat, terutama obat kardiovaskular

A good drug logistics cycle is needed by hospital management in meeting the availability of drugs in the hospital. The drug logistic cycle starts from the planning stage to supervision and control, which involves all elements of the organization from the top management to the user level. This study was motivated by the high number of visits by cardiovascular patients so that the availability of cardiovascular drugs is important at RSIJCP. The purpose of this study was to determine the input factors, namely human resources, budget, policies, facilities, and information systems on the drug logistics cycle in an effort to meet the availability of cardiovascular drugs at RSIJCP. The research design was an observational case study at RSIJCP with the IPO (Input Process Output) theory approach. This research is qualitative studies accompanied by the calculation data of the ABC Critical Index analysis, Economic Order Quantity (EOQ) and Reorder Point (ROP) as a method of controlling cardiovascular drug supplies. The conclusion of the study shows that each factor affects the availability of cardiovascular drugs, but the factors that are considered to be lacking and need to be improved by management are information systems, warehouse facilities, and smooth cash flow as input factors, as well as planning and storage factors as process factors. The availability of cardiovascular drugs at RSIJCP is quite good, but from a total of 257 items of cardiovascular drugs, there are 22 drug items (8.56%) whose prices are higher than the E-Catalog price for BPJS Kesehatan services. Collaboration between divisions and management support is needed in managing drugs, especially cardiovascular drugs
Read More
B-2198
Depok : FKM-UI, 2021
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive