Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 37621 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Archive of community health (ACH), Vol.1, No, 2, Desember, 2012 : hal. 84-89
[s.l.] : [s.n.] : s.a.]
Indeks Artikel Jurnal-Majalah   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
N.P. Diwyami, A.A. Sagung Sawitri, D.N. Wirawan
PHPMA-Vol.4/No.1
Denpasar : Universitas Udayana, 2016
Indeks Artikel Jurnal-Majalah   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
[s.l.] : [s.n.] : s.a.]
Indeks Koran   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Nitami Yunita Dewi; Pembimbing: Pandu Riono; Penguji: Dadan Erwandi, Rahadhini Ayu Setyaningrum
Abstrak: abstrak Infeksi menular seksual (IMS) merupakan salah satu masalah kesehatan yang perlu diperhatikan. Pada tahun 2017 jumlah kunjungan di Poli IMS di Puskesmas Kecamatan Matraman adalah 4450 kunjungan pasien perempuan yang diobati adalah hanya 607 kasus. Diperlukan tindakan bersama untuk mencegah dan menanggulangi kejadian IMS tersebut dengan mengetahui latar belakang riwayat pencarian pengobatan IMS. Penelitian ini dilakukan untuk memperoleh gambaran riwayat pencarian pengobatan IMS pada pengunjung Poli IMS di Puskesmas Kecamatan Matraman. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan menggunakan desain penelitian deskriptif kualitatif. Informan penelitian ini adalah pengunjung perempuan, termasuk wanita pekerja seks (WPS) dan pengunjung laki-laki yang berobat di Puskesmas Kecamatan Matraman. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara mendalam terhadap informan dan informan kunci yaitu Pemegang program IMS (petugas kesehatan), Anggota dan Ketua LSM, dan Keluarga Informan. Selain melakukan wawancara mendalam juga dilakukan telaah dokumen dengan melihat hasil laboratorium dan register. Hasil penelitian menunjukkan bahwa masih banyaknya pengunjung yang melakukan pengobatan sendiri sebelum datang ke tempat pelayanan kesehatan di Poli IMS Puskesmas Kecamatan Matraman seperti membeli obat antibiotik di apotek, menggunakan sabun sirih, jamu, odol dan sebagainya. Kurangnya informasi, biaya pelayanan kesehatan sudah digratiskan tetapi pengguaan kondom sebagai salah satu metode pencegahan tetap berada di tangan pasangan. Saran bagi informan bahwa pelayanan kesehatan medis adalah tempat yang tepat untuk mendapatkan informasi dan pengobatan IMS. Kata Kunci : IMS, Pengunjung Klinik IMS, Riwayat Pencarian Pengobatan. Sexually transmitted infections (STIs) is one of the health issues that need attention. By 2017 the number of visits in Poly IMS at the Matraman District Health Center is 4450 visits of female patients treated is only 607 cases. Collective action is required to prevent and cope with such STI events by knowing the background of STI treatment seeking history. This study was conducted to obtain a description of STI treatment search history on IMI Polis visitors at Puskesmas Sub-district of Matraman. This research is a qualitative research using qualitative descriptive research design. Informants of this study were female visitors, including female sex workers (WPS) and male visitors who were treated at Puskesmas Kecamatan Matraman. The data were collected through in-depth interviews with key informants and informants: IMS program holders (Health workers), Members and NGO Leaders, and Family Informants. Besides conducting in-depth interviews, document review is also done by looking at laboratory results and registers. The results showed that there are still many visitors who do their own treatment before coming to health care in Poly IMS Puskesmas Matraman District like buying antibiotic drugs in pharmacies, using betel soap, herbs, toothpaste and so on. Lack of information, the cost of health services has been free but the use of condoms as one method of prevention remains in the hands of the couple. Advice for informants that medical care is the right place to get information and treatment of STIs. Keywords: STIs, IMS Clinic Visitor, Medical Search History.
Read More
S-9864
Depok : FKM-UI, 2018
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Tjokorda Rai Sudharta; Haryati Soebadio, co-promotor; Masinambow, Eduard Karel Markus, co-promotor
Abstrak: ABSTRAK
 
 
Memang benar peryataan J.A. Scheterman dalam tulisannya berjudul "An Introduction to old Javanese Sanskrit Dictionaries and Grammars"(BKI 137/IV,1981,hlm.439) bahwa lontar-lontar Krtabhasa masih banyak dan terus diperbanyak yang berupa Lexicography. Krtabhasa yang diperbanyak itu untuk dipakai membantu mereka yang senang kebebasan, yaitu membaca Kekawin berbahasa Jawa Kuno. Setelah dibaca atau dilagukan Kekawin itu diterjemahkan ke bahasa daerah oleh salah seorang yang mengelilingi pembaca itu, disaksikan oleh banyak orang. Tetapi lantar yang berisi pelajaran bahasa Sanskerta masih sangat sedikit dan terus menurun jumlahnya dari hari ke hari.
 
Demikian antara lain pernyataan J.A. Schoterman setelah diberitahu oleh Ida Bagus Gde Griya dari Sidewan (Karangasem, Bali). Pernyataan ini memang benar, karena di Gedung Kirtya, Singaraja yang merupakan tempat penyimpanan ribuan lontar, dari empat lontar Krtabhasa, hanya satu lontar yang berisi pelajaran kahasi Sanskerta. Di samping itu dari tigapuluh tuju judul Krtabhasa yang dicantumkan oleh Juynbell, hanya ada sepuluh Krtabhasa yang berisi pelajaran Tata bahasa dan bacaan prosa dan puisi Sanskerta. Walau pun demikian sebenarnya Gedung Kirtya memiliki juga lontar-lontar yang berisi soal Tata bahasa Sanskerta tanpa memakai judul Krtabhasa. Lontar-lontar itu berjudul antara lain berjudul Aji Krakah, Krakah Aji, Krakah Sangraha, Catur Sandhi, Jnana Sandhi dan Krakah Puja, Lontar-lontar ini membantu Krtabhasa dalam bidang Tata Bahasa dan bacaan prosa dan puisi Sanskerta. Rontal Krakah Puja ini isinya bukan tuntunan tata cara pemujaan tetapi berisikan hal Vibhekti. (Deklinasi Sanskerta). Mungkin karena pada permulaan isi lontar itu mencantumkan kata Dewa, maka lontar itu dinamai Krakah Puja.
 
Demikian pula ada lontar dengan judul Svarasambita jangan mengira bahwa rontal itu adalah Kamus sesuai dengan judulnya yang berarti 'kumpulan kata-kata terutama vokal: Karena sebenarnya isi lontar Svarasamhita adalah puisi Sanskerta terkenal, yaitu JanakTharuna yang dikarang oleh Pangeran Kumaradasa dari Sri Langka yang pernah mendapat suwaka politik di Sriwijaya.
 
Juga sama halnya dengan lontar berjudul Svaravyanjana (Codex.1159) yang tidak berisi hal-hal yang ada sangkut pautnya dengan Vokal dan Konsonan sebagai mana tertera sebagai judulnya. Lontar Svaravyanana tersebut ini berisikan fragmen puisi Sanskerta juga yaitu, puisi Trayaatakam dikarang oleh raja Bhartrhari.
 
Memang benar Krtabhasa yang berisikan pelajaran Bahasa Sanskerta sedikit sekali jumlahnya. Tetapi karena ada bantuan oleh lontar-lantar lain yang tidak berjudul Krtabhasa, pelajaran tata Bahasa dan pembacaan prosa dan puisi Sanskerta di dalam lontar masih cukup, Walau tidak ada pelajaran Tasrifan Kata Kerja dalam lantar-lontar yang dibahas dalam tesis ini.
 
Cara mengajarkan Bahasa Sanskerta kira-kira baik jika urutan penyajiannya sesuai dengan urutan yang ada dalam buku Sarasvatavyakarana yang ada di halaman 30-32 pada tesis.
Read More
D-153
Jakarta : FS UI, 1986
S3 - Disertasi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Ahmad Sofian
LP 362.76 KEK
Yogyakarta : Ford Foundation & PPK UGM, 1999
Laporan Penelitian   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Lucia Juningsih
LP 301.4154 JUN d
Jakarta : PPK UGM dengan Ford Foundation, 1999
Laporan Penelitian   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Evi Fachlaeli; Pembimbing: Asri C. Adisasmita; Penguji: Soedarto Ronoatmodjo, Tri Yunis Miko Wahyono, Suherman, Eli Winardi
Abstrak:

ABSTRAK Prevalensi IMS tinggi pada WPSL. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara konsistensi penggunaan kondom pada satu bulan terakhir dengan kejadian Infeksi Menular seksual pada wanita penjaja seks langsung (WPSL). Penelitian ini menggunakan desain studi cross sectional. Sumber data hasil Survey Terpadu Biologis dan Perilaku Tahun 2011. Populasi adalah wanita penjaja seks langsung (WPSL) di Provinsi Jawa Barat. Jumlah sampel adalah 500 responden. Hasil penelitian prevalensi IMS pada WPSL 21%, sebagian besar WPSL tidak konsisten menggunakan kondom 76 %. Hasil analisis bivariat menunjukkan bahwa terdapat hubungan tidak bermakna antara konsistensi penggunaan kondom dengan kejadian IMS OR 1.14 (95%CI 0.66;2.3). Peningkatan konsistensi penggunaan kondom dan peningkatan peluang menggunakan kondom.


ABSTRACT STDs prevalence is high in the WPSL. This study aims to determine the relationship the consistency of condom use in the last month with the incidence of sexually transmitted infections in female sex workers directly (WPSL). This study uses crosssectional study design. Data is collected secondary data results of Integrated Biological and Behavioral Survey in 2011. Population is female direct sex workers (WPSL) in West Java province. Number of sample is 500 respondents. The study found that the prevalence of sexually transmitted infections in female sex workers directly (WPSL) by 21% most of the WPSL is inconsistent use of condoms 76%. The results of bivariate analysis showed that there was no significant relationship between the consistency of condom use with the incidence of STI OR 1:14 (95% CI 0.66; 2.3). Increase particularly the consistent use of condoms and increased opportunities to use condoms.

Read More
T-3583
Depok : FKM UI, 2012
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Naning Nugrahini; Pembimbing: Ratna Djuwita; Penguji: Tri Yunis Miko, Yovsyah, Dyah Erti Mustikawati
T-3125
Depok : FKM UI, 2009
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
editor, Marwali Harahap
616.951 PEN
Jakarta : Gramedia, 1984
Buku (pinjaman 1 minggu)   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive