Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 31990 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Teni Supriyani; Pepmbimbing: Umar Fahmi Achadi; Penguji: Dewi Susanna, Budi Hartono, Didik Supriyono, Rina Fitriani Bahar
T-4275
Depok : FKM-UI, 2015
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Prisilia Oktaviyani; Pembimbing: Budi Hartono, Dewi Susanna; Penguji: Ema Hermawati, Lukman Hakim; Vissia Didin Ardiyani
Abstrak: Malaria is a disease caused by the Plasmodium parasite and is transmitted by the Anopheles mosquito. Malaria is one of the health problems faced by Indonesia and the world. So that efforts to eradicate malaria are included in one of the goals of the Sustainable Development Goals (SDGs). This study aims to determine the relationship of environmental and population factors to the incidence of malaria in Kapuas District. This study used ecological methods carried out in 17 sub-districts in Kapuas District in 2013 - 2017. The data used in this study were secondary data obtained from relevant agencies, namely the Kapuas District Health Office, Kapuas Regency Central Bureau of Statistics and BMKG Palangkaraya. The independent variables in this study were topography, rainfall, water area, distribution of bed nets, and population density. For the dependent variable is the incidence of malaria. The results of the analysis show that environmental variables, namely topography, rainfall, water area, and population distribution and population variables, namely population density are significantly associated with malaria incidence in Kapuas District in 2013-2017 (p value <0.1). The results of the analysis also showed positive relationships between the topographic, water, and netting distributions with the incidence of malaria. While the rainfall and population density variables showed a negative relationship to the incidence of malaria. Preventive efforts need to be made to prevent the incidence of malaria in the Kapuas Regency, such as maximizing the distribution of mosquito nets to spray in transmigrant homes, providing larvacides and strengthening malaria baseline data by mapping.
Key words: Malaria, Environmental Factors, Demography Factor
Read More
T-5480
Depok : FKM UI, 2019
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Meila Safitri; Pembimbing: Rachmadhi Purwana; Penguji: Ririn Arminsih Wulandari, Wawan Kurniawan
S-7478
Depok : FKM-UI, 2012
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Ali Sukamto; Pembimbing: Budi Haryanto; Penguji: Dewi Susanna, Nunuk Agustina
Abstrak: Di Kabupaten Kulon Progo telah terjadi KLB malaria pada tahun 2012, sebagian besar kasus terjadi di wilayah Puskesmas Kokap 2 yaitu sebanyak 89 dan 20 kasuspada tahun 2012 dan 2013. Jarak terbang nyamuk anopheles merupakan salah satu faktor sangat berpengaruh terhadap kejadian penyakit malaria. Desain penelitian yang digunakan adalah case control. Subyek penelitian sebanyak 120 responden terdiri dari 60 kasus dan 60 kontrol. Hasil penelitian menunjukkanjarak terjauh yang mempunyai nilai kemaknaan secara statistik adalah kurang dari400 meter yang mempunyai nilai OR= 2,500 (95% CI 1,052 - 5,940) dan nilai p=0,035. Variabel lain yang berpotensi adalah kebiasaan keluar malam, pekerjaandan tindakan pencegahan yang dilakukan. Perlu upaya yang menyeluruh darisemua lapisan masyarakat dalam upaya mengurangi tempat perindukan nyamukanopheles di sekitar rumahnya dan mengurangi risiko tertular malaria.
Kata kunci : Puskesmas Kokap 2, Jarak terbang nyamuk anopheles, malaria
In Kulon Progo Regency has been an outbreak of malaria in 2012, most casesoccurred in the area of health center Kokap 2 is as much as 89 and 20 cases in2012 and 2013. Anopheles mosquito flight range is one of the influential factorson the incidence of malaria. The design study is a case control. The study subjectsconsisted of 120 respondents from 60 cases and 60 controls. The results showedthat the farthest distance has a value of statistical significance is less than 400meters which has a value of OR = 2.500 (95% CI 1.052 to 5.940) and the value ofp = 0.035. Other variables that are potentially habit out at night, work andpreventive measures undertaken. Need a complete effort from all levels of societyin an effort to reduce the mosquito Anopheles breeding places around the houseand reduce the risk of contracting malaria.
Keywords: PHC Kokap 2, distance to fly mosquito Anopheles, the malaria
Read More
S-8217
Depok : FKM UI, 2014
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Nurwirah Verliyanti; Pembimbing: Umar Fahmi Achmadi; Penguji: Dewi Susanna, John Marbun, Sri Anggraini
T-4252
Depok : FKM-UI, 2014
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Destriyanti Sugiarti; Pembimbing: Ririn Arminsih; Penguji: Laila Fitria, Ema Hermawati, Ddidik Supriyono, Dkah Wati
Abstrak: Malaria merupakan suatu penyakit yang tersebar luas di berbagai negara, baik yang beriklim tropis maupun sub-tropis. Kabupaten Tasikmalaya merupakan wilayah yang mengalami kenaikan kasus malaria selama 5 tahun terakhir dan tertinggi di tahun 2013, sebanyak 168 kasus positif malaria. Kondisi wilayah Tasikmalaya terdiri dari wilayah pesisir dan pegunungan yang memiliki tempat yang potensial bagi perindukan nyamuk Anopheles, yaitu rawa, lagoon, dan persawahan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan faktorrisiko lingkungan dengan kejadian malaria di Kabupaten Tasikmalaya. Desainpenelitian yang digunakan adalah kasus kontrol dengan jumlah sampel 140. Hasilmenunjukkan terdapat hubungan antara pekerjaan OR = 0,22 (95% CI; 0,10-0,47), mobilitas penduduk ke daerah endemis OR=37,46 (95% CI; 14,29-98,18),keberadaan jentik OR=5,26 (95% CI; 1,41-19,74), dan suhu ruang OR= 3,25(95% CI; 1,62-6,50). Hasil penelitian menyarankan dilakukan kegiatan migrasi survey dan promosi kesehatan untuk melakukan upaya preventif terhadap penyakit malaria di daerah endemis malaria, serta mendorong masyarakat berperilaku hidup sehat dengan membebaskan lingkungan dari jentik nyamuk dan melindungi diri dari gigitan nyamuk. Kata Kunci: Faktor risiko lingkungan, kejadian malaria, hubungan,Anopheles
Malaria disease was widespread in many countries, both tropical and sub-tropical. Tasikmalaya is a region that experienced an increase in malaria casesover the last 5 years and highest in 2013, a total of 168 positive cases of malaria.Tasikmalaya region consists of coastal and mountain areas, it has a potential placefor Anopheles mosquito breeding, ie swamp, lagoon, and rice fields. The purposeof this study was to determine the correlation of environmental risk factors withthe incidence of malaria in Tasikmalaya district. The design of the study is casecontrol study with 140 sampels. Results demonstrated an association betweenoccupation OR= 0.22 (95% CI; 0.10-0.47), the mobility of the population to theendemic areas OR=37.46 (95% CI; 14.29 -98.18) , the presence of larvaeOR=5.26 (95% CI; 1.41-19.74), andthe room temperature OR=3.25 (95% CI;1.62- 6.50). The results of the study suggest migration survey conducted activityand health promotion for preventive efforts against malaria in malaria-endemicareas, and to encourage people to behave healthy life by freeing environment ofmosquito larvae and protect themselves from mosquito bites.Key words:Environmental risk factors, malaria, correlation, Anopheles
Read More
T-4251
Depok : FKM-UI, 2014
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Edi Prasetiya; Pembimbing: Haryoto Kusnoputranto; Penguji: Ririn Arminsih Wulandari, Edwan
S-6438
Depok : FKM-UI, 2011
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Maisyah Ahmad; Pembimbing: Sri Tjahjani Budi Utami; Penguji: Zakianis, Dwiretno Yuliarti
S-5568
Depok : FKM UI, 2008
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Ika Widyaningrum; Pembimbing: I Made Djaja; Penguji: Renti Mahkota, Eulis Wulantari
S-6960
Depok : FKM UI, 2012
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Irwin Umi Latifah; Pembimbing: Laila Fitria; Penguji: Ririn Arminsih Wulandari, Sartono
Abstrak: Demam berdarah dengue merupakan penyakit yang bersumber dari virus arbovirus ditransmisikan oleh nyamuk Aedes sp yang menular keseluruh dunia termasuk Indonesia. Penyakit ini bersifat endemis di beberapa wilayah seperti Jawa Barat salah satu diantaranya adalah kabupaten Cirebon yang kasusnya selalu ada di wilayah tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis secara spasial kejadian penyakit demam berdarah dengue di kabupaten Cirebon pada tahun 2014-2018. Penelitian ini menggunakan desain penelitian studi ekologi yang dimana menganalisis secara populasi antara variabel iklim (suhu udara, kelembaban udara, curah hujan, dan kecepatan angin), kepadatan penduduk, dan angka bebas jentik dengan menggunakan data sekunder. Penelitian ini menggunakan analisis hubungan grafik, analisis statistik yaitu uji statistik uji korelasi, dan analisis spasial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa adanya hubungan signifikan secara statistik antara kepadatan penduduk dengan kejadian penyakit demam berdarah dengue. Untuk variabel lain dalam penelitian ini tidak menunjukkan adanya hubungan secara signifikan. Hasil analisis spasial menunjukkan tidak adanya hubungan antara variabel angka bebas jentik dengan kejadian penyakit demam berdarah dengue dan adanya hubungan yang lemah antara variabel kepadatan penduduk dengan kejadian penyakit demam berdarah dengue. pemerintah Kabupaten Cirebon secara keseluruhan adalah mengadakan kerjasama yang lebih baik antara Dinas Kesehatan, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika, Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil, badan pusat statistik untuk membuat regulasi terkait penanganan demam berdarah dengue dan mengajak masyarakat untuk melakukan program-program pencegahan penyakit demam berdarah dengue. Kata kunci : Analisis spasial, angka bebas jentik, demam berdarah dengue, iklim, kabupaten Cirebon, kepadatan penduduk, Dengue hemorrhagic fever is a arbovirus disease transmitted by Aedes sp. throughout the world including Indonesia. This disease is endemic in several regions such as West Java, one of regions is Cirebon regency whose cases are always in the region. This study aims to spatially analyze the incidence of dengue fever in Cirebon regency in 2014-2018. This study uses an ecological study design, which analyzes the population between climate variables (air temperature, relative humidity, rainfall and wind speed), population density, and larval free numbers using secondary data. This study uses graphical relationship analysis, statistical analysis that is statistical test correlation test, and spatial analysis. The results showed that there was a statistically significant relationship between population density and the incidence of dengue fever. For other variables in this study did not show a significant relationship. The results of spatial analysis showed that there was no relationship between larval free variables with the incidence of dengue fever and has weak relationship between population density variables and the incidence of dengue fever. Cirebon Regency government must establishing better cooperation between the Health Office, the Meteorology, Climatology and Geophysics Agency, the Population and Civil Registry Agency, the statistical center to make regulations regarding the handling of dengue fever and to encourage the public to doing prevention programs dengue hemorrhagic fever. Keywords : Cirebon regency, climate, dengue hemorrhagic fever, larval free rate, population density, spatial analysis
Read More
S-10487
Depok : FKM-UI, 2020
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive