Ditemukan 30478 dokumen yang sesuai dengan query :: Simpan CSV
Nelis Fitriah Handayani; Pembimbing: Vetty Yulianty Permanasari; Penguji: Puput Oktamianti, Suprijanto Rijadi, Takdir MOstavan, Dewi Basmala
Abstrak:
Appendisitis merupakan kasus terbanyak dalam SMF BedahSubspesialistik Bedah Digestif. LOS appendisitis ditemukan memanjang yaituberkisar 3 hingga 9 hari. Tujuan penelitian adalah menentukan determinan LOSpada pasien appendisitis. Penelitian dilakukan pada 75 pasien appendisitis diRSHS, yang menjalani appendektomi emergensi periode Juli sampai denganOktober 2014. Parameter yang dinilai adalah LOS, sedangkan determinan diambilberdasar karakteristik pasien dan karakteristik layanan kesehatan. Hasil ujistatistika menunjukkan tidak didapatkan hubungan pada seluruh determinanberdasar karakteristik pasien, yaitu usia, gender, diagnosa, orientasi dan posisiappendiks, ukuran panjang appendiks, riwayat kunjungan ke sarana kesehatan lainsebelumnya serta keterlambatan berobat dengan LOS yang memanjang lebih dari5 hari. Berdasar karakteristik layanan kesehatan, ditentukan bahwa determinanketerlambatantindakan, waktu pelaksanaan operasi, serta operator tidakberhubungan dengan pemanjangan LOS lebih dari 5 hari. Terdapat hubungandurasi operasi dan komplikasi paska operatif dengan LOS memanjang lebih dari5 hari.Analisa lebih detail memperlihatkan bahwa komplikasi paska operatifdipengaruhi oleh usia dan ukuran panjang appendiks, terdapat juga dugaankomplikasi paska operatif akibat memanjangnya durasi operasi.Sedangkanketerlambatan berobat berhubungan dengan kejadian appendisitis perforata.
Appendicitis were majority in digestive surgery division. We found LOSwere varies ranging from 3 to 9 day, longer than 5 days in most cases. Theobjective is to determine factors contributed to LOS. Ressearch was performed to75 samples whom underwent open emergency appendicectomy taken from july toOctober 2014 at Hasan Sadikin General Hospital Bandung . LOS was thedependent variables. LOS determination were emerged from patientcharacteristics and health care provider characteristics. Statistical test was doneto all data results. The results showed that patient age, gender, diagnose,appendiceal orientation and positioning, length of the appendix, previous visitand pre hospital delay were not contributed to LOS more than 5 days. Emergingfrom health care provider characteristic, in hospital delay, time operation wasperfomed and operator were irrelevant to LOS, otherwise operating theathrretimestamp and post operative complication were found relevant to LOS more than5 days.This study also reveals that patient age and length of the appendixcontributed to the rate of post operative complication, that in turn indirectlycontributing to LOS more than 5 days. Suspicioulys that duration operation maycontribute to post operative complications.Similar study concluded pre hospitaldelay was highly significant predisposing to appendiceal perforation.
Read More
Appendicitis were majority in digestive surgery division. We found LOSwere varies ranging from 3 to 9 day, longer than 5 days in most cases. Theobjective is to determine factors contributed to LOS. Ressearch was performed to75 samples whom underwent open emergency appendicectomy taken from july toOctober 2014 at Hasan Sadikin General Hospital Bandung . LOS was thedependent variables. LOS determination were emerged from patientcharacteristics and health care provider characteristics. Statistical test was doneto all data results. The results showed that patient age, gender, diagnose,appendiceal orientation and positioning, length of the appendix, previous visitand pre hospital delay were not contributed to LOS more than 5 days. Emergingfrom health care provider characteristic, in hospital delay, time operation wasperfomed and operator were irrelevant to LOS, otherwise operating theathrretimestamp and post operative complication were found relevant to LOS more than5 days.This study also reveals that patient age and length of the appendixcontributed to the rate of post operative complication, that in turn indirectlycontributing to LOS more than 5 days. Suspicioulys that duration operation maycontribute to post operative complications.Similar study concluded pre hospitaldelay was highly significant predisposing to appendiceal perforation.
B-1689
Depok : FKM-UI, 2015
S2 - Tesis Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
I Wayan Wartawan; Pembimbing: Mieke Savitri; Penguji: Purnawan Junadi, Ede Surya Darmawan, Budi Hartono, Erwin Hermawan
B-1441
Depok : FKM UI, 2012
S2 - Tesis Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Enok Siti Marhumah; Pembimbing: Suprijanto Rijadi; Penguji: Sutan Yenis, Adiani Ayudi Rahma, Nanan Sekarwana
Abstrak:
Read More
Pelayanan kesehatan di rumah sakit lebih ditekankan pada pelayanan yang bersifat kuratif dan rehabilitatif dimana obat-obatan merupakan salah satu faktor penting dalam penyembuhan penderita, sehingga perlu penanganan yang baik yang menjadi tugas instalasi farmasi. Untuk menjalankan tugas dan fungsinya dengan baik instalasi farmasi memerlukan sistem pendistribusian, dalam hal ini adalah prosedur distribusi obat yang cepat dan efisien. Depo farmasi ruang 11 merupakan bagian dari instalasi farmasi yang berfungsi mengendalikan distribusi obat sehingga penyediaan obat di ruangan senantiasa sesuai dengan perencanaan dan kebutuhan. Pasien ruang 11 terdiri dari pasien umum, pasien kontraktor dan pasien askes. Ruang 11 mempunyai kapasitas sebanyak 43 tempat tidur, terdiri dari VIP A, VIP B dan kelas 1. Sistem distribusi yang digunakan di ruang 11 adalah sistem distribusi persediaan di ruang dan sistem distribusi unit dosis parsial. Sistem distribusi obat tersebut dituangkan dalam bentuk depo farmasi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis situasi sistem dan prosedur yang dilaksanakan kaitannya dengan peningkatan pelayanan farmasi di RSHS; mengkaji masalah-masalah yang menghambat dalam pelaksanaan prosedur; serta mencari alternatif yang diharapkan untuk mengurangi masalah tersebut. Metodologi yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode telaah kasus dengan pendekatan deskriptif dengan cara penelusuran proses sejauhmana prosedur tetap yang ada dijalankan. Menggunakan data primer, yaitu melalui observasi dan wawancara. Sedangkan data sekunder diperoleh melalui catatan dan laporan farmasi bulan Juli 2000, protap, kebijakan, standar pelayanan farmasi, dan lain-lain. Dari hasil penelitian diperoleh prosedur tetap yang ada kurang mendukung terhadap pelayanan dan tidak memberikan kepuasan pasien, sehingga perlu dikembangkan. Dari hasil pembahasan dapat disimpulkan, apabila sistem distribusi obat didukung oleh prosedur yang baik dan mudah dilaksanakan, personal yang cukup, jumlah dan kemampuan kefarmasiannya meningkat, serta sarana bagi prosedur distribusi yang lengkap, diharapkan dapat mendukung terhadap pelayanan kesehatan secara efektif dan efisien.
Analysis of Medicine in In-Patient Care of Interne Unit, Hasan Sadikin Hospital, BandungThe health service served by hospital is more emphasized on curative and rehabilitation service, there for drugs is one of essentiale factors in the cure process of the patients. Consequently, management of drugs have to be organized effectively as the main job of pharmacy installation. In applying its job and its function effectively, pharmacy installation requires good distribution system. In this case, the procedure of drugs distribution must be fast and efficient. Pharmacy stand in Room 11 is a part of pharmacy installation which has function to contrail distribution of drugs, so that drugs supply in that room is suitable to the plan and requirement. There are three types of patient in Room 11, namely general patient, contractor patient and helath insurance patient. Room 11 has capacity; 43 beds contains VIP A, VIP B dan first class. Distribution system used in Room 11 is room supply distribution system and partial dose unit distribution system. The form of that distribution system is pharmacy stand. This research is aimed to analyze the application of permanent procedure in relation to the improvement of pharmacy service in RSHS (Hasan Sadikin Hospital); to recite problems obstruct in procedure application; and to observe expected alternative in reducing those problems. Methodology used in this research in case observation method with descriptive approach which try to measure how far the process of permanent procedure has been held by using primary data, that is through observation and interview. Mean while, secondary data is obtained through notes and pharmacy report in July 2000, permanent procedure, policy, pharmacy service standard etc. The best assumed from the investigation is; if the drug distribution system supported by good procedure and easy to be applied, adequat personnel, increasing in amount and capability of its pharmacy, and sufficient in facility of distribution procedure, so we can expect that all of above factor can develop the health service efficiency and effectively.
T-1036
Depok : FKM-UI, 2001
S2 - Tesis Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Sri Iwaningsih; Pembimbing: Purnawan Junadi
B-421
Depok : FKM UI, 2000
S2 - Tesis Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Risma Yulius; Pembimbing: Wahyu Sulistiadi
B-416
Depok : FKM UI, 2000
S2 - Tesis Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Tb. Rachmat Sentika; Pembimbing: Amal Chalik Sjaaf; Penguji: Suprijanto Rijadi, Ridwan Zahdi Sjaaf, Adi Muslihudin, Bagus Mulyadi
Abstrak:
Persepsi dan pengalaman Kepala SMF terhadap perubahan UPF menjadi SMF di RSHS, merupakan informasi yang relevan untuk digali sebagai masukan guna memperbaiki pelaksanaan kebijaksanaan. Informasi ini terasa penting, karena kebijakan perubahan UPF menjadi SMF berdasarkan S.K. Menkes 983/92, merupakan hal baru dalam rangka penyesuaian organisasi RSHS agar memiliki daya saing organisasi maupun individu dalam menghadapi perubahan lingkungan. strategis seperti globalisasi, liberalisasi jasa kesehatan, beralihnya rumah sakit dari orientasi sosial ke orientasi bisnis, berubahnya RSHS menjadi Rumah Sakit Swadana, dan dijadikannya RSHS sebagai Pusat Rujukan Kesehatan Jawa Barat, serta dijadikannya RSHS sebagai Rumah Sakit Umum Pendidikan Percontohan di Indonesia. Dalam masalah penelitian, pelaksanaan perubahan UPF menjadi SMF dirasakan sangat sentralistik dan kurang menggali masukan dari bawah. Informasi dari Kepala SMF tentang hal-hal tersebut belum digali secara baik. Untuk itu, perlu informasi sebagai umpan balik pengambil keputusan dalam memperkaya atau memperbaiki pedoman organisasi rumah sakit menurut S.K. Menkes 983/92 maupun petunjuk Dirjen Yanmed 811/93. Metode penelitian bersifat kualitatif dengan studi kasus perubahan UPF menjadi SMF di RSHS dengan subyek penelitian seluruh Kepala SMF di lingkungan RSHS, khususnya persepsi Kepala SMF terhadap perubahan UPF menjadi SMF dan berkaitan dengan beberapa topik utama, seperti Kejelasan Informasi ; Kejelasan Materi.; Komunikasi ; Dampak yang Terjadi dan Harapan-harapan Kepala SMF. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar mengetahui perubahan UPF menjadi SMF, tetapi kurang menguasai materi lengkap dari perubahan tersebut, sehingga secara formal perubahan UPF menjadi SMF telah berjalan, dan secara konseptual sangat baik. Hal ini dikarenakan ada pembagian fungsi yang jelas antara SMF dan Instalasi. Akan tetapi, secara operasional belum berjalan lancar, karena belum terkomunikasikan dengan baik, Instalasi belum berfungsi optimal, dan Kepala SMF masih berorientasi sebagai Kepala UPF. Selanjutnya, mayoritas responden menyatakan bahwa sosialisasi perlu ditingkatkan, Depkes dan Depdikbud segera membuat kaji ulang untuk menyusun organisasi RSU Pendidikan yang berorientasi pada peningkatan mutu, pemberian otonomi lebih Iuas di tingkat bawah, khususnya menterpadukan SMF, Bagian, dan Instalasi.
Read More
B-191
Depok : FKM UI, 1997
S2 - Tesis Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Febriana Kusuma Dian Mayasari; Pembimbing: Amal Chalik Sjaaf; Penguji: Ede Surya Darmawan, Jaslis Ilyas, Budiyono, Harfia Mudahar
Abstrak:
Read More
RSUD Cengkareng sebagai rumah sakit rujukan Covid-19 perlu melakukan efisiensi perawatan pasien Covid-19. Hal ini dapat dilakukan dengan pengendalian lama hari rawatnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi lama hari rawat pasien Covid-19 di RSUD Cengkareng tahun 2020. Penelitian ini menggunakan mixed method explanatory design. Data yang dikumpulkan adalah data sekunder yang diambil dari rekam medis, data primer dari wawancara mendalam serta telaah dokumen rumah sakit. Sampel penelitian diambil secara systematic random sampling dengan menggunakan rumus Slovin yaitu 302 responden. Informan ditentukan secara purposive sampling sehingga dipilih enam informan. Data kuantitatif dianalisis menggunakan analisis statistik perangkat Microsoft Office Excel. Data kualitatif ditranskripkan dalam bentuk narasi untuk dilakukan pengumpulan, pengklasifikasian dan membuat rangkuman. Hasil kedua data kemudian digabungkan dan dibandingkan untuk memperdalam data kuantitatif serta untuk mendapatkan persamaan maupun perbedaannya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata lama hari rawat pasien Covid-19 selama 13,57 hari. Variabel usia, jenis kelamin, tingkat keparahan, komorbid dan ruang rawatan mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap lama hari rawat pasien Covid-19 dengan nilai F hitung < F tabel. Dengan mengetahui lama hari rawat pasien, maka dapat digunakan untuk mengevaluasi layanan yang telah diberikan sehingga dapat menjadi masukan untuk meningkatkan kualitas dan efektifitas layanan rumah sakit
Cengkareng Hospital as a Covid-19 referral hospital needs to be efficient in treating Covid-19 patients. This can be done by controlling the length of stay (LoS). This study aims to determine the factors that influence the LoS of hospitalization for Covid-19 patients at Cengkareng Hospital in 2020. This study uses a mixed explanatory design method. The data collected is secondary data taken from medical records, primary data from in-depth interviews and hospital document review. The research sample was taken by systematic random sampling using the Slovin formula, namely 302 respondents. Informants were determined by purposive sampling so that six informants were selected. Quantitative data were analyzed using statistical analysis using Microsoft Office Excel. Qualitative data was transcribed in the form of a narrative for collecting, classifying and summarizing. The results of the two data are then combined and compared to deepen the quantitative data. The results showed that the average LoS for Covid-19 patients was 13.57 days. Variables, gender, severity, age of comorbidities and treatment room have a significant influence on the LoS, with F count < F table. By knowing the LoS of patient care, it can be used for applications that have been given so that it can be input to improve the quality and effectiveness of hospital services.
B-2227
Depok : FKM-UI, 2021
S2 - Tesis Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Titis Elvira Nizar; Pembimbing: Atik Nurwahyuni; Penguji: Helen Andriani, Masyitoh, Putri, Widya; Simatupang, Deriani
B-2193
Depok : FKM-UI, 2021
S2 - Tesis Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
R. Harry Ruseno; Pembimbing: Ronnie Rivany; Penguji: Dumilah Ayuningtyas, Prastuti Soewondo, Yus Usman, Sri Rahayu
B-852
Depok : FKM-UI, 2002
S2 - Tesis Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Msy Rita Dewi M S; Pembimbing: Mardiati Nadjib; Penguji: Sandi Iljnato, Dumilah Ayuningtyas, Welly Refnealdi, Indra Danindra
Abstrak:
Tesis ini membahas faktor-faktor yang berhubungan dengan lama hari rawattindakan ventriculo Peritoneal Shunt (vp-shunt) di rumah sakit Dr MohammadHoesin (RSMH) Palembang. Sampel penelitian dengan pendekatan cross-sectionalini adalah semua pasien yang dirawat di instalasi Bedah dan Saraf Anak RSMH yangmendapat tindakan VP-Shunt periode Januari sampai Desember 2013. Data ditelusuridari rekam medik, konfirmasi denganw wawancara mendalam. Ditemukan empatfaktor yang berhubungan dengan lama hari rawat, yaitu waktu tunggu operasi, waktutunggu pemeriksaan penunjang medik, discharge planning kemampuan mandiri,komplikasi. Dibutuhkan rencana strategi yang menckup pengaturan jadwal operasidan pemeriksaan penunjang medik, pelaksanaan discharge planning kemampuanmandiri dan pencegahan infeksi.Kata kunci: Lama Hari rawat, tindakan VP Shunt, rumah sakit
This study examines factors affecting length of stay hospitalized patient withVentriculo-Peritoneal shunt (VP shunt ) procedure at Mohammad Hoesin Hospital(RSMH) Palembang. This study was using cross-sectional design, sample were allpatients with VP-Shunt procedure at surgery and neuropediatric ward in January -December 2013. Data from medical records was collected and analyzed usingquantitative method, supported with indepth interviews. The study revealed thatlength of stay was associated with waiting list for operation schedule, waiting list formedical pre-operation exam, discharge planning and complication. The studysuggests to develop a plan covering operation schedule, medical pre-operation exam,discharge planning and infection prevention.Keywords: Length of Stay, Vp shunt, Hospital
Read More
This study examines factors affecting length of stay hospitalized patient withVentriculo-Peritoneal shunt (VP shunt ) procedure at Mohammad Hoesin Hospital(RSMH) Palembang. This study was using cross-sectional design, sample were allpatients with VP-Shunt procedure at surgery and neuropediatric ward in January -December 2013. Data from medical records was collected and analyzed usingquantitative method, supported with indepth interviews. The study revealed thatlength of stay was associated with waiting list for operation schedule, waiting list formedical pre-operation exam, discharge planning and complication. The studysuggests to develop a plan covering operation schedule, medical pre-operation exam,discharge planning and infection prevention.Keywords: Length of Stay, Vp shunt, Hospital
B-1706
Depok : FKM-UI, 2015
S2 - Tesis Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
