Ditemukan 37245 dokumen yang sesuai dengan query :: Simpan CSV
Abdul Chalik Masulili; Pembimbing: Soeharnyoto
T-115
Depok : FKM UI, 1986
S2 - Tesis Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Taqwa Logika Utama; Pembimbing: Hendra
M-2249
[s.l.] :
[s.n.] :
s.a.]
D3 - Laporan Magang Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Regina Fatikha Yonashita; Pembimbing: Al Asyary; Penguji: Budi Hartono, Dharma Ningsih Dwi Putri
Abstrak:
Read More
Diare dapat didefinisikan sebagai peningkatan frekuensi buang air besar dari suatu individu yang biasanya disertai dengan konsistensi feses yang cair. Diare tergolong dalam 10 penyakit terbanyak pada pasien rawat jalan di Puskesmas di Kota Depok. Pada tahun 2024, tercatat dua kasus kematian akibat diare di Kota Depok, dan satu di antaranya terjadi di Kecamatan Bojongsari. Tren penggunaan air minum isi ulang yang diproduksi oleh Depot Air Minum semakin meningkat. Dalam praktiknya, kualitas air minum isi ulang sangat bergantung pada aspek kelayakan dan higiene dan sanitasi dari penjamah/operator DAM, tempat, dan proses karena apabila tidak diterapkan dengan baik dapat menyebabkan air isi ulang tercemar sehingga menyebabkan penyakit, salah satunya adalah diare. Di sisi lain, risiko diare tidak hanya ditentukan oleh kondisi DAM sebagai sumber air minum, tetapi juga perilaku konsumen dalam menangani air yang sudah diperoleh, contohnya adalah perilaku mecuci tangan, cara penyimpanan air, pendistribusian, dan frekuensi konsumsi. Desain studi yang digunakan adalah studi potong lintang. Pengambilan data dilakukan dengan metode wawancara dan observasi kelayakan DAM. Analisis data dari 96 responden dengan menggunakan uji Chi-Square, Fisher's Exact Test, dan Mann-Whitney. Kejadian diare yang digambarkan melalui gejala yang dialami oleh konsumen menunjukkan 10,4% responden mengalami gejala diare. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak terdapat hubungan yang bermakna antara waktu tempuh ke Depot Air Minum, perilaku cuci tangan pakai sabun (CTPS), dan jumlah konsumsi air minum isi ulang per hari dengan kejadian diare pada konsumen (p > 0,05). Penelitian ini menyimpulkan bahwa perilaku konsumen yang diteliti belum terbukti secara statistik berhubungan dengan kejadian diare pada konsumen DAM di Kecamatan Bojongsari. Diperlukan penelitian lebih lanjut dengan cakupan variabel yang lebih luas, termasuk faktor kualitas air dan kondisi sanitasi lingkungan rumah tangga, untuk mengidentifikasi determinan kejadian diare pada populasi pengguna Depot Air Minum.
Diarrhea can be defined as an increase in the frequency of bowel movements in an individual, usually accompanied by loose stools. Diarrhea is among the 10 most common diseases among outpatients at community health centers in Depok City. In 2024, two deaths due to diarrhea were recorded in Depok City, one of which occurred in Bojongsari District. The trend of using refilled drinking water produced by drinking water depots is increasing. In practice, the quality of refilled drinking water is highly dependent on the suitability, hygiene, and sanitation aspects of the water depot handlers/operators, the location, and the process. If not implemented properly, it can lead to water contamination, which can cause diseases, one of which is diarrhea. On the other hand, the risk of diarrhea is not only determined by the condition of the water depot as a drinking water source, but also consumer behavior in handling the water that has been obtained, for example, handwashing behavior, water storage methods, distribution, and frequency of consumption. The study design used was a cross-sectional study. Data collection was carried out using interviews and observations of the feasibility of the water depot. Data analysis of 96 respondents using the Chi-Square, Fisher's Exact Test, and Mann-Whitney test. Diarrhea symptoms, as described by consumers, showed that 10.4% of respondents experienced diarrhea. The results showed no significant relationship between travel time to the Drinking Water Depot, handwashing with soap (CTPS) behavior, and the number of refilled drinking water consumed per day and diarrhea incidence among consumers (p > 0.05). This study concluded that the consumer behaviors studied were not statistically proven to be associated with diarrhea incidence among DAM consumers in Bojongsari District. Further research is needed with a broader range of variables, including water quality factors and household environmental sanitation conditions, to identify the determinants of diarrhea incidence among the Drinking Water Depot user population.
S-12260
Depok : FKM-UI, 2026
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Suci Maudy Aulia; Pembimbing: Evi Martha; Penguji: Tri Krianto, Zakianis, Adi Darmawan, Lusi Nurbaiti Badri
Abstrak:
Read More
Warung Tegal sebagai bagian dari sektor informal kuliner tradisional di Indonesia berpotensi menyumbang timbulan food waste yang bersumber dari perilaku operasional pengelola, karyawan, dan konsumen pada tahap pembelian, persiapan, penyimpanan, penyajian, hingga konsumsi. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi gambaran perilaku food waste di Warung Tegal X, Y, dan Z. Penelitian ini melalui pendekatan kualitatif dengan desain fenomenologi dan analisis tematik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa food waste didominasi saat tahap persiapan dan penyajian, terutama pada bahan sayuran yang mudah rusak dan tidak segar, sementara lauk pauk cenderung diolah kembali untuk dijual di hari berikutnya. Ketiga warung menunjukkan sikap positif terhadap dampak lingkungan dari food waste, namun belum konsisten dalam praktik pemilahan sampah. Norma subjektif terbentuk melalui adaptasi peran pengelola dan karyawan Warung Tegal dalam mengelola makanan agar tidak terbuang. Warung Tegal X memiliki kontrol perilaku yang lebih baik dalam pemilahan, sementara Y dan Z masih rendah. Pengetahuan dasar mengenai jenis sampah makanan telah dimiliki pada setiap Warung Tegal, namun pengelolaan sampah makanan masih terbatas karena minimnya fasilitas lingkungan, akses terhadap program 3R (Reduce, Reuse, Recycle), pengolahan sampah dengan maggot, sosialisasi dampak food waste, serta kurangnya dukungan dari pemerintah dan komunitas dalam mendorong perilaku ramah lingkungan.
Warung Tegal, an informal traditional culinary sector in Indonesia, has the potential to contribute to food waste caused by the operational behavior of managers, employees, and consumers during the stages of purchasing, preparation, storage, serving, and consumption. This study aimed to identify food waste behavior at Warung Tegal X, Y, and Z. A qualitative approach with a phenomenological design and thematic analysis was used in this study. The results of this study indicate that food waste most frequently occurs during the preparation and serving stages, particularly with vegetables that are prone to spoilage and are no longer fresh, while side dishes are often recycled for sale the following day. All three Warung Tegal restaurants demonstrated a positive attitude toward the environmental impact of food waste, but were inconsistent in their waste sorting practices. Subjective norms emerged through role adjustments between managers and employees of Warung Tegal restaurants in managing food waste. Warung Tegal X had better behavioral control in sorting, while Y and Z were still low. Basic knowledge about types of food waste exists in every Warung Tegal, but food waste management remains limited due to insufficient environmental facilities, lack of access to 3R programs (Reduce, Reuse, Recycle), waste management using maggots, awareness of food waste impacts, and insufficient support from the government and community in promoting sustainable behavior.
T-7249
Depok : FKM-UI, 2025
S2 - Tesis Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Erni Hermijanti Gunawan; Pembimbing: Soeratmi Poerbonegoro
T-329
Depok : FKM UI, 1993
S2 - Tesis Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Sri Handini; Pembimbing: Tri Krianto
T-697
Depok : FKM UI, 1999
S2 - Tesis Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Mila Camelia; Pembimbing: Bambang Wispriyono; Penguji: Ema Hermawati, Didik Supriyono
Abstrak:
Tujuan Penelitian ini adalah untuk Mengetahui hubungan antara perilaku mencuci tangan, akses terhadap air bersih, dan rumah sehat dengan prevalensi COVID-19 di Kabupaten Bogor pada tahun 2020. Metode: Desain studi ekologi dengan unit analisis kecamatan di Kabupaten Bogor yang berjumlah 40. Data didapatkan dari Dinas Kesehatan Kabupaten Bogor dan data terbuka BOGA PETA (Bogor Geodatabase untuk Satu Data Pemetaan). Data tersebut kemudian dianalisis secara univariat dan bivariat. Hasil: Uji korelasi menunjukkan nilai p=0,045 dan r=0,318 untuk cakupan rumah tangga yang mencuci tangan pakai sabun dengan prevalensi COVID-19, nilai p=0,091 dan r=0,271 untuk cakupan akses terhadap air bersih dengan prevalensi COVID-19, nilai p=0,137 dan r=0,239 untuk cakupan rumah sehat dengan prevalensi COVID-19. Kesimpulan: Variabel cakupan rumah tangga yang mencuci tangan pakai sabun memiliki hubungan signifikan yang berpola positif dengan prevalensi COVID-19, sedangkan variabel lain tidak menunjukkan hubungan signifikan.
Read More
S-10809
Depok : FKM UI, 2021
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Cermin Dunia Kedokteran (CDK), No.82, 1993, hal. 32-35, ( Cat. ada di bendel 93/94)
[s.l.] :
[s.n.] :
s.a.]
Indeks Artikel Jurnal-Majalah Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Cermin Dunia Kedokteran (CDK), No.82, 1993, hal. 32-35. (ket. ada di bendel maj. campuran No.22 )
[s.l.] :
[s.n.] :
s.a.]
Indeks Artikel Jurnal-Majalah Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Denny Lyus; Pembimbing: Sri Tjahjani Budi Utami; Penguji: Zakianis; Anna Rospita
S-4157
Depok : FKM UI, 2005
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
