Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 18239 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
media indonesia; 2015
[s.l.] : [s.n.] : s.a.]
Indeks Koran   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
koran sindo
[s.l.] : [s.n.] : s.a.]
Indeks Koran   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Buku II, Media Indonesia. hal : 81
[s.l.] : [s.n.] : s.a.]
Indeks Koran   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Kliping koran kompas 2015
[s.l.] : [s.n.] : s.a.]
Indeks Koran   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Kliping koran Republika 2015
[s.l.] : [s.n.] : s.a.]
Indeks Koran   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
koran sindo
[s.l.] : [s.n.] : s.a.]
Indeks Koran   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Rahmiyati; Pembimbing: Sabarinah; Penguji: Helda, Sudijanto Kamso, Elsa Pongtuluran, Sumiatun
Abstrak:

Hipertensi yang tidak terkontrol merupakan masalah kesehatan masyarakat yang serius secara global dan berkontribusi besar terhadap beban penyakit kardiovaskular dan ginjal. Di Indonesia, tingkat kontrol hipertensi masih rendah, terutama di provinsi padat penduduk seperti Jawa Barat yang memiliki prevalensi hipertensi dan komplikasinya yang tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui prevalensi dan faktor determinan yang berhubungan dengan kejadian hipertensi tidak terkontrol pada individu yang telah terdiagnosis hipertensi di wilayah rural dan urban Provinsi Jawa Barat.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain cross-sectional berdasarkan data sekunder dari Survei Kesehatan Indonesia (SKI) tahun 2023. Sampel terdiri dari 4.321 responden berusia ≥15 tahun yang telah terdiagnosis hipertensi. Analisis dilakukan untuk mengetahui prevalensi hipertensi tidak terkontrol serta faktor-faktor yang memengaruhinya di wilayah rural dan urban jawa barat. Hasil: Dari total responden, 13,5% (n = 584) berasal dari wilayah rural dan 86,5% (n = 3.737) dari wilayah urban. Prevalensi hipertensi tidak terkontrol tercatat sebesar 89,4% di wilayah rural dan 80,8% di wilayah urban. Di wilayah rural, faktor paling signifikan adalah obesitas sentral (AOR = 1,785; 95% CI: 1,05–3,04; p = 0,033). Faktor lain yang berpengaruh meliputi minum obat tidak teratur, konsumsi garam berlebih, jenis kelamin perempuan, dan usia lanjut. Di wilayah urban, faktor paling dominan adalah akses layanan kesehatan dasar (AOR = 2,023; 95% CI: 1,62–2,54; p < 0,001), disusul oleh kontrol rutin dan minum obat, obesitas sentral, tingkat stres tinggi, konsumsi buah dan sayur yang kurang, usia lanjut, serta pendidikan rendah. Kesimpulan: Prevalensi hipertensi tidak terkontrol di wilayah rural dan urban Jawa Barat sangat tinggi. Obesitas sentral menjadi faktor utama di rural, sementara akses layanan kesehatan dasar menjadi faktor dominan di urban. Intervensi harus difokuskan pada peningkatan akses layanan kesehatan, edukasi dan motivasi tentang kepatuhan minum obat dan kontrol tekanan darah secara rutin, pencegahan pengolahan obesitas sentral perbaikan pola makan sehat dan aktivitas fisik cukup (misalnya melalui diet DASH), serta regulasi nasional pengurangan konsumsi garam untuk menurunkan angka hipertensi tidak terkontrol dan komplikasinya.

Kata kunci: Hipertensi tidak terkontrol, faktor determinan, obesitas sentral, akses layanan kesehatan rural, urban, SKI 2023 Jawa Barat


Uncontrolled hypertension remains a major public health issue globally, contributing significantly to the burden of cardiovascular and renal complications. In Indonesia, hypertension control rates remain low, particularly in populous provinces such as West Java, where the prevalence of hypertension and its complications is high. The objective of this study to determine the prevalence and determinant factors associated with uncontrolled hypertension among diagnosed hypertensive individuals in rural and urban areas of West Java. This is a quantitative analytic study with a cross-sectional design, using secondary data from the 2023 SKI (Health Indicators Survey). The study included 4,321 respondents aged ≥15 years who had been diagnosed with hypertension. Data analysis was performed to assess the prevalence of uncontrolled hypertension and identify associated risk factors. Among the total respondents, 13.5% (n = 584) were from rural areas and 86.5% (n = 3,737) from urban areas. The prevalence of uncontrolled hypertension was 89.4% in rural and 80.8% in urban settings. In rural areas, the most significant determinant factor was central obesity (AOR = 1.785; 95% CI: 1.05–3.04; p = 0.033). Other associated factors included irregular medication intake, high salt consumption, female gender, and older age. In urban areas, the strongest determinant was limited access to primary healthcare services (AOR = 2.023; 95% CI: 1.62–2.54; p < 0.001), followed by irregular monitoring and medication intake, central obesity, high stress levels, low consumption of fruits and vegetables, older age, and lower education levels. The prevalence of uncontrolled hypertension in both rural and urban areas of West Java is alarmingly high. Central obesity in rural areas and inadequate access to primary healthcare in urban areas were the most significant predictors. Interventions should focus on improving healthcare access, promoting medication adherence and monitoring blood tension, preventive action for central obecity with dietary modifications (e.g., DASH diet), and national policies to reduce salt intake to help control hypertension and reduce associated complications. Keywords: Uncontrolled hypertension, determinant factor, central obesity, healthcare access in rural, urban,  SKI 2023 West Java

Read More
T-7376
Depok : FKM UI, 2025
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Nabila; Pembimbing: Indang Trihandini; Penguji: Ella Nurlaella Hadi, Lia Gardenia Partakusuma, Nindya Savitri
Abstrak:
Peningkatan jumlah lansia di Indonesia menuntut layanan kesehatan yang mampu mendukung terwujudnya active ageing, yaitu penuaan yang mengoptimalkan aspek kesehatan, partisipasi, dan keamanan. Namun, penerapan konsep ini di fasilitas kesehatan primer masih belum dievaluasi secara komprehensif, terutama dalam konteks hubungan antara kesehatan fisik, kesejahteraan psikologis, serta peran layanan kesehatan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana lansia di Klinik Pertamina IHC menjalani proses penuaan, menghadapi perubahan fisik dan psikologis, serta mengidentifikasi faktor pendukung dan penghambat mereka dalam mencapai active ageing. Desain penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan wawancara mendalam terhadap informan kunci dan informan utama, serta observasi fasilitas. Analisis data dilakukan menggunakan analisis tematik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa upaya promotif-preventif di Kinik masih bersifat sporadis dan belum terstandardisasi, sementara pelayanan kuratif menjadi fokus utama karena tingginya beban penyakit kronis. Dari sisi psikologis, dukungan keluarga dan hubungan sosial berperan dalam menjaga motivasi, adaptasi, dan kesejahteraan emosional lansia. Faktor perilaku seperti aktivitas fisik, pola makan, dan kepatuhan pengobatan menunjukkan variasi antar kelompok usia, dipengaruhi oleh kondisi kesehatan, dukungan keluarga, dan pemahaman terhadap penyakit. Tantangan utama meliputi keterbatasan fasilitas ramah lansia, belum adanya SPO khusus geriatri, keterbatasan edukasi yang konsisten, serta hambatan fisik dan psikologis pada beberapa lansia. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pencapaian active ageing memerlukan integrasi pelayanan yang lebih sistematis, edukasi yang terstruktur, peningkatan kompetensi tenaga kesehatan, serta pelibatan keluarga dalam proses perawatan. Temuan ini diharapkan menjadi dasar penyusunan desain layanan kesehatan lansia yang lebih holistik dan berkelanjutan di Klinik Pertamina IHC.

The growing proportion of older adults in Indonesia necessitates health services that effectively support active ageing, defines as the process of optimising health, participation, and security in later life. However, the implementation of this concept within primary health care settings has not been comprehensively evaluated, particularly regarding the interaction between physical health, psychological well-being, and the role of health services in enabling older adults to age actively. This study aims to explore how older adults at Klinik Pertamina IHC experience ageing, interpret physical and psychological changes, and identify the factors that facilitate or hinder their ability to acheive active ageing. Using a qualitative phenomenological design, in-depth interviews were conducted with key informants and primary informants, complemented by observations of clinis facilities. Data were analysed using thematic analysis. The findings indicate that promotive and preventive activities within the clinic remain sporadic and lack standardization, while curative services dominate due to high burden of chronic diseases. Psychologically, family support and social relationships play a crucial role in sustaining motivation, emotional well-being, and adaptive coping among older adults. Behavioral determinants, such as physical activity, dietary patternts, and medication adherence vary across age groups and are influenced by health status, family involvement, and health literacy. Key challenges include limited age-friendly facilityes, the absence of standard operationg procedures for geriatric care, inconsistent health education delivery, and physical psychological constrants experienced by some older adults. This study concludes that achieving active ageing requires more systematic service integration, structured health education, enhanced competency among health professionals, and stronger family engangement. The findings provide an evidence base for developing more holistic and sustainable older adult health services at Klinik Pertamina IHC.
Read More
T-7474
Depok : FKM-UI, 2026
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Maj. Kedokt Indon. Vol.60, No.12, Des. 2010, hal. 576-584
[s.l.] : [s.n.] : s.a.]
Indeks Artikel Jurnal-Majalah   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
koran sindo
[s.l.] : [s.n.] : s.a.]
Indeks Koran   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive