Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 34070 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Erna Mutiara; Pembimbing: Toha Muhaimin
Abstrak: Banyak faktor mempengaruhi berat lahir, termasuk jenis kelamin bayi, umur ibu, paritas, berat badan sebelum kehamilan, status sosial ekonomi, gizi, pemanfaatan layanan kesehatan, dan aktivitas fisik selama kehamilan. Penelitian yang menguji hubungan antara aktivitas fisik ibu hamil dan berat lahir sering memberikan hasil yang bertentangan, karena perbedaan metode pengukuran aktivitas fisik. Penelitian ini bertujuan untuk menilai pengaruh aktivitas fisik ibu hamil terhadap berat lahir dengan menggunakan kuesioner yang divalidasi dengan observasi waktu dan gerakan. Penelitian prospektif terhadap ibu hamil dilakukan sejak umur kehamilan 12 ? 16 minggu di Kecamatan Sliyeg Kabupaten Indramayu. Pajanan utama yang diteliti adalah tingkat aktivitas fisik (Physical Activity Level = PAL) yang diukur dalam satuan Basal Metabolic Rate (BMR). Analisis regresi ganda digunakan untuk menilai pengaruh aktivitas selama kehamilan terhadap berat lahir. Analisis jalur digunakan untuk menilai pengaruh langsung dan tidak langsung aktivitas fisik terhadap berat lahir. Penelitian ini menunjukkan bahwa kisaran BMR yang mempengaruhi berat lahir sebesar 1,71 ? 1,95 BMR (kategori aktivitas sedang). Hasil penilaian menunjukkan bahwa metode observasi cukup valid dan reliabel untuk mengukur aktivitas fisik. Penelitian ini juga membuktikan bahwa aktivitas fisik yang berat akan mengurangi berat lahir sebesar 153 gram. Sebagian besar mekanisme pengaruh aktivitas fisik selama kehamilan terhadap berat lahir melalui pertambahan berat badan, kemungkinan lain disebabkan oleh stress fisik dan posisi sewaktu beraktivitas. Temuan penelitian ini menyimpulkan bahwa aktivitas fisik yang terlalu berat/terlalu ringan selama kehamilan akan mengurangi berat lahir sehingga dianjurkan agar ibu hamil melakukan aktivitas sedang. Penelitian lanjutan hendaknya difokuskan pada pengaruh stress fisik dan posisi terhadap berat lahir. Kata kunci: aktivitas fisik, berat lahir, basal metabolic rate (BMR), physical activity level (PAL), pertambahan berat badan, kehamilan

There are many factors influenced birth weight, include infant sex, maternal age, parity, pre-pregnancy weight, socioeconomic status, nutrition, antenatal care, and physical activity during pregnancy. Studies that have examined the relations between maternal physical activity and birth weight have often yielded conflicting result due to different method of physical activity measurement. This study was aimed to assess the effect of maternal physical activity on birth weight by using questionnaire validated by time and motion observation. The prospective study was conducted among pregnant women at 12 ? 16 gestational weeks in Sliyeg, Indramayu Regency. The main exposure was physical Activity Level (PAL) measured in Basal Metabolic Rate (BMR). Multiple linear regression analysis was used to evaluate the effect of physical activity during pregnancy on birth weight. Path analysis was used to assess the direct and indirect effect of physical activity on birth weight. The result of the study showed that the BMR range value influenced birth weight was 1,71 ? 1,95 BMR (moderate activity category). The assessment showed that observation method was valid and reliable to measure physical activity. The study has also proved that heavy physical activity will reduce birth weight to 153 gram. Mostly the mechanism of physical activity effect on birth weight was through weight gain, the other possibility mechanism was through physical stress and posture. This findings conclude that working too heavy/too light through pregnancy significantly reduces birth weight so pregnant women should do moderate activity. Future research should focus on the effect of physical stress and posture on birth weight. Key words: physical activity, birth weight, basal metabolic rate (BMR), physical activity level (PAL), weight gain, pregnancy
Read More
T-647
Depok : FKM UI, 1998
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Ahmad; Pembimbing: Luknis Sabri, Tris Eryando; Penguji: Kusharisupeni, Muhammad Bawardadi, Ade Saprudin
T-2752
Depok : FKM-UI, 2007
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Gusti Ayu Sindy Prabayuni; Pembimbing: Krisnawati Bantas; Penguji: Sandra Fikawati, Farida Ekasari
S-8574
Depok : FKM UI, 2015
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Lisdarwati; Pembimbing; soekidjo Notoatmodjo ;Penguji: Sutanto Priyo Hastono, Anwar Hasan, Bob Susilo Kusumobroto, Rahmadewi
T-1067
Depok : FKM-UI, 2001
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Kezia Rosari; Sabarinah; Penguji: Popy Yuniar, Sudibyo Alimoeso
Abstrak:

Tingginya Angka Kematian Ibu (AKI) menjadi salah satu isu prioritas kesehatan di Indonesia. Penggunaan kontrasepsi modern pascasalin merupakan strategi efektif untuk menekan AKI dengan mengatur jarak kehamilan. Namun, cakupannya belum merata, dengan disparitas signifikan antarprovinsi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang berhubungan dengan penggunaan kontrasepsi modern pascasalin di Provinsi Jawa Timur dan Sumatera Utara.
Penelitian ini menggunakan desain potong lintang (cross-sectional) dengan analisis data sekunder dari Survei Kesehatan Indonesia (SKI) 2023. Sampel terdiri dari wanita usia subur (15-49 tahun) yang telah melahirkan. Analisis data dilakukan menggunakan regresi logistik multivariabel. Hasil penelitian menunjukkan proporsi penggunaan kontrasepsi modern pascasalin di Jawa Timur (79,2%) lebih tinggi secara signifikan dibandingkan Sumatera Utara (50,5%). Faktor determinan di Sumatera Utara adalah umur, status pekerjaan, dan konseling KB. Di Jawa Timur, faktor yang berhubungan adalah daerah tempat tinggal, status ekonomi, paritas, dan konseling KB. Konseling KB pascasalin menjadi satu-satunya faktor yang berhubungan signifikan di kedua provinsi. Kesimpulannya, terdapat perbedaan determinan dalam penggunaan kontrasepsi modern pascasalin antara kedua provinsi, yang menyoroti pentingnya intervensi spesifik sesuai konteks wilayah. Penguatan layanan konseling menjadi kunci strategis untuk meningkatkan cakupan secara nasional.


The high Maternal Mortality Rate (MMR) is a priority health issue in Indonesia. The use of modern postpartum contraception is an effective strategy to reduce MMR by managing pregnancy spacing. However, its coverage is uneven, with significant disparities between provinces. This study aims to analyze the factors associated with the use of modern postpartum contraception in East Java and North Sumatra provinces. This study employed a cross-sectional design using secondary data analysis from the 2023 Indonesian Health Survey (SKI). The sample consisted of women of childbearing age (15-49 years) who had previously given birth. Data were analyzed using multivariate logistic regression. The results showed that the proportion of modern postpartum contraceptive use in East Java (79.2%) was significantly higher than in North Sumatra (50.5%). The determining factors in North Sumatra were age, employment status, and family planning counseling. In East Java, the associated factors were area of residence, economic status, parity, and family planning counseling. Counseling was the only factor significantly associated in both provinces. In conclusion, there are different determinants for the use of modern postpartum contraception between the two provinces, highlighting the importance of region-specific interventions. Strengthening counseling services is a strategic key to increasing coverage nationally.

Read More
S-12039
Depok : FKM UI, 2025
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Fathia Dea Aulia; Pembimbing: Caroline Endah Wuryaningsih; Penguji: Dian Ayubi, Rahma Dewi
Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan penggunaan MKJP pada wanita usia 15-49 tahun di Indonesia dengan menggunakan data SDKI tahun 2017, yang menggunakan desain studi cross-sectional. Sampel yang digunakan sebanyak 10.813 dari 49.627 wanita usia subur yang memenuhi kriteria : wanita berusia 15-49 tahun, berstatus kawin, dan memakai kontrasepsi. Uji chi square digunakan untuk menganalisis hubungan antar variabel.
Read More
S-10546
Depok : FKM-UI, 2021
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Fitriah M. Noor; Pembimbing: Zulazmi Mamdy
S-2711
Depok : FKM UI, 2002
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Jeanie Pranita; Pembimbing: Indang Trihandini
S-2772
Depok : FKM UI, 2002
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Juita Ayu Bima Putri; Pembimbing: Tri Yunis Miko Wahyono; Penguji: Yovsyah, Lintje
Abstrak: Selama tahun 2015-2050, setengah dari pertumbuhan penduduk dunia diperkirakan akan terkonsentrasi di sembilan negara salah satunya adalah Indonesia. Pada tahun 2015 persentase penggunaan metode kontrasepsi modern sebesar 58,99%. Sebagian besar PUS peserta KB di Indonesia masih mengandalkan kontrasepsi suntikan (59,57%), sedangkan persentase pengguna MKJP adalah 17,01% (Susenas, 2015). Data Puskesmas Kecamatan Cipayung tahun 2016, proporsi peserta KB aktif yang menggunakan MKJP berjumlah 4.024 (9,3%) PUS. Tujuan penelitian ini diketahuinya gambaran faktor-faktor yang berhubungan dengan penggunaan metode kontrasepsi jangka panjang (MKJP) pada wanita usia 15-49 tahun di wilayah kerja Puskesmas Kecamatan Cipayung tahun 2017. Desain penelitian menggunakan kasus kontrol. Pengambilan sampel dilakukan secara simple random sampling. Jumlah sampel dalam penelitian ini sebanyak 60 sampel untuk kelompok kasus (pengguna MKJP) dan 60 sampel untuk kelompok kontrol (pengguna Non MKJP). Uji statistik menggunakan Chi Square test. Hasil penelitian didapatkan ada hubungan antara umur, status pekerjaan, jumlah anak hidup, pengetahuan tentang MKJP, sikap terhadap MKJP, biaya pelayanan KB, keterpaparan informasi mengenai MKJP, dukungan tenaga kesehatan terhadap penggunaan MKJP, dukungan suami terhadap penggunaan MKJP, dan pengambilan keputusan ber-KB dengan penggunaan MKJP.
Kata Kunci : Faktor Risiko, Metode Kontrasepsi Jangka Panjang (MKJP)

During 2015-2050, half of the world population growth is expected to be concentrated in nine countries, one of which is Indonesia. By 2015 the percentage of modern contraceptive method usage is 58.99%. Most of the couples of reproductive age participants in Indonesia still rely on injectable contraception (59.57%), while the percentage of LTCM users is 17.01% (Susenas, 2015). Data of Puskesmas Kecamatan Cipayung in 2016, the proportion of active family planning participants using LTCM amounted to 4,024 (9.3%). The purpose of this research is to know the overview of factors associated to the use of long-term contraception method (LTCM) in women aged 15-49 years in work area of Puskesmas Kecamatan Cipayung East Jakarta year 2017. The research design use case control. Sampling was done by simple random sampling. The number of samples in this study were 60 samples for case group (LTCM users) and 60 samples for control group (Non LTCM user). Statistical test using Chi Square test. The results of the study showed that there was a relationship between age, occupation status, number of live children, knowledge of LTCM, attitudes toward LTCM, cost of family planning services, exposure of information about LTCM, support of health workers on the use of LTCM, husband support for LTCM use, and family planning decision making with the use of LTCM.
Keywords: Risk Factor, Long Term Contraception Method (LTCM)
Read More
S-9443
Depok : FKM UI, 2017
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
R. Giri Wurjandaru; Pembimbing: Pandu Riono
S-774
Depok : FKM UI, 1994
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive