Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 36303 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Fransiska, Lilie ( et al )
JKR Vol.1, No.3
[s.l.] : [s.n.] : s.a.]
Indeks Artikel Jurnal-Majalah   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Sulfi Udi; Pembimbing: Tri Yunis Miko Wahyono; Penguji; Yovsyah, Rosita Alkatiri, Havid Syadri Banda
Abstrak: Penentuan daerah focus eliminasi malaria adalah sebagai upaya menghentikan penularan malaria di suatu wilayah geografi tertentu. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor risiko terjadinya penularan malaria di Kota Ternate, yang telah dideklarasikan sebagai wilayah focus eliminasi malaria. Desain penelitian menggunakan case-control, dengan mengambil semua temuan kasus malaria dari 2020-2022. Total sampel penelitian sebanyak 46 kasus yang didasarkan pada hasil pemeriksaan laboratorium dan 92 kontrol dari hasil survei kontak pasien dan terbukti negative malaria secara laboratoris. Hasil penelitian diperoleh 95.7% merupakan kasus impor, Sebagian besar kasus adalah laki-laki (93.5%), berusia <30 tahun (47.8%), pekerja (87%), dan berlatar pendidikan SMA (80.4%). Berdasarkan faktor risiko, kasus lebih banyak ditemukan pada responden dengan jarak breeding place ≤1.5 km (69.6%), memiliki kebiasaan di luar rumah (67.4%), Riwayat perjalanan daerah endemis malaria (95.7%), dan tidak menggunakan insektisida (56.5%). Hasil analisis multivariat menunjukkan faktor risiko malaria adalah laki-laki (40.11; 7.11 ? 62.40), Riwayat perjalanan ke daerah endemis (OR= 13.97; 2.24 ? 27.18), dan jarak ≤1.5 km dari breeding place (OR= 3.48; 1.29 ? 9.38). Kebiasaan di luar rumah berperan protektif terhadap terjadinya malaria (OR = 0.16; 0.04 ? 0.64). Diperlukan adanya evaluasi menyeluruh mengenai masih terjadinya penularan malaria secara local di lokasi studi. Peningkatan kualitas system surveilans malaria sangat penting agar dapat menyajikan data yang lengkap sesuai form standar dan menjadi pertimbangan pengambilan kebijakan.
Determining the focus area for malaria elimination is an effort to stop malaria transmission in a specific geographical area. This study aims to analyze the risk factors for malaria transmission in Ternate City, which has been declared a focus area for malaria elimination. The study was a case control, taking all findings of malaria cases from 2020-2022. The study's total sample was 46 cases based on the results of laboratory tests and 92 controls from a survey of patient contacts and laboratory-proven malaria negative. The results showed that most of the cases were import cases (95.7%), male (93.5%), aged <30 years (47.8%), workers (87%), and high school education background (80.4%). Based on risk factors, more cases were found in respondents with a breeding place distance of ≤1.5 km (69.6%), had a habit of being outside the home (67.4%), had a history of traveling to malaria-endemic areas (95.7%), and not use insecticides (56.5%). The risk factors for malaria were male (40.11; 7.11 ? 62.40), history of travel to endemic areas (OR= 13.97; 2.24 ? 27.18), and distance ≤1.5 km from breeding places (OR= 3.48; 1.29 ? 9.38 ). The behavior outside the home played a protective role against malaria (OR = 0.16; 0.04 ? 0.64). There is a need for a thorough evaluation regarding the persistence of malaria local transmission in the study location. Improving the quality of the malaria surveillance system is very important so that it can present complete data according to a standard form and become a consideration for policymaking.
Read More
T-6530
Depok : FKM-UI, 2023
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Wulandari, Ni Nyoman
PHPMA-Vol.2/No.2
Denpasar : Universitas Udayana, 2014
Indeks Artikel Jurnal-Majalah   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Refianto Setyawan; Pembimbing: Robiana Modjo; Penguji: Fatma Lestari, Hendra, Lana Saria, Selamat Riyadi
Abstrak:
Sindrom metabolik memiliki dampak yang besar terhadap kondisi kesehatan pekerja, hal ini dapat meningkatkan biaya yang dikeluarkan oleh perusahaan serta mengakibatkan hilangnya produktifitas maka perlu dilakukan penelitian faktor risiko sindrom metabolik pada pekerja kantor di PT X yang diharapkan dapat mencegah dan mengendalikan prevalensi sindrom metabolik demi menurunkan risiko sindrom metabolik dikemudian hari. Penelitian ini dilakukan pada pekerja kantor di PT X dengan responden penelitian sejumlah 106 orang selama bulan Februari - Agustus 2020 di Jakarta. PT X merupakan perusahaan enjineering penyedia produk dan jasa dibidang industri otomatis yang memiliki klien beberapa industri proses yang keseharian aktivitasnya lebih banyak di dalam ruangan. Desain studi penelitian ini menggunakan metode cross sectional (potong lintang). Adapun bertujuan untuk mengetahui hubungan antara variabel dependen (Faktor risiko individu dan faktor risiko pekerjaan) dengan variabel independen sindrom metabolik. Hasilnya menunjukkan bahwa sebesar proporsi sindrom metabolik sebesar 4,97% yang memiliki komponen kriteria sindrom metabolik tertinggi terdapat pada trigliserida tinggi 20,4%, yang memiliki kadar HDL rendah 14,9% dan memiliki obesitas perut sebesar 14,4%.. yang terdapat 1 gejala kriteria sindrom metabolik sebesar 25,4% dan yang terdapat 2 gejala kriteria sindrom metabolik sebesar 8,3%. Meskipun pada analisis didapat hasil yang tidak signifikan terhadap hubungan faktor individu dan pekerjaan terhadap sindrom metabolik akan tetapi pada beberapa faktor risiko individu seperti Merokok memiliki risiko 3,35 kali lebih besar dibanding tidak merokok, dan Tingkat pendidikan lebih tinggi beresiko 2,44 kali lebih tinggi dibandingkan dengan tingkat pendidikan lebih rendah

Metabolic syndrome has a large impact on the health condition of workers, this can increase costs incurred by the company and lead to loss of productivity it is necessary to research the risk factors for metabolic syndrome in office workers at PT X which is expected to prevent and control the prevalence of metabolic syndrome in order to reduce risk factor of metabolic syndrome in future. This research was conducted on office workers at PT X with 106 research respondents during February - August 2020 in Jakarta. PT X is an engineering service provider of the Indusrial Automation that has clients in several process industries whose daily activities are sedentary. The design of this research study uses cross sectional method. The aim is to determine the relationship between the dependent variable (individual risk factors and occupational risk factors) with the independent variable Metabolic Syndrome. The results showed that the proportion of metabolic syndrome is 4,97% which the highest metabolic syndrome component was found in high triglycerides 20,4%, low HDL levels is 14,9% and had abdominal obesity is 14,4%. Which had 1 symptom of metabolic syndrome criteria is 25,4% and which had 2 symptoms of metabolic syndrome criteria are 8,3%. Although the analysis found no significant results on the relationship of individual factors and occupation of the metabolic syndrome, but on some individual risk factors such as smoking have a risk of 3,35 times greater than not smoking, and higher education levels 2,44 times higher risk compared to lower education levels.

Read More
T-5971
Depok : FKM-UI, 2020
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Rita Zahara; Pembimbing: Tri Yunis Miko Wahyono
S-2239
Depok : FKM UI, 2001
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Eriena Nur Alam; Pembimbing: Indri Hapsari Susilowati; Penguji: Robiana Modjo, Vetra Ikhsan Fajri
Abstrak: Kompleksitas industri manufaktur mesin dan perlengkapan melibatkan beragam jenis proses produksi, salah satunya adalah pekerjaan pengelasan. Proses pekerjaan pengelasan merupakan salah satu proses industri terpenting dalam menggabungkan komponen logam atau baja. Beragam bahaya ditemukan pada proses pengelasan seperti percikan logam las, percikan api las, emisi asap las, dan manual handling selama pekerjaan berlangsung menimbulkan risiko keselamatan dan kesehatan kerja bagi pekerja. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menilai risiko keselamatan dan kesehatan kerja pada proses pekerjaan pengelasan di area fabrikasi PT XYZ. Tahap identifikasi bahaya dan risiko dilakukan secara kualitatif melalui observasi, kegiatan brainstorming, wawancara, dan telaah dokumen perusahaan menggunakan metode Hazard and Operability Study (Studi HAZOP). Setelah itu, dilakukan analisis penilaian risiko semi kuantitatif dengan menilai perkalian dari kriteria probability dan severity berdasarkan matriks penilaian risiko PT XYZ. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat 12 tahapan proses pekerjaan pengelasan. Teridentifikasi 52 bahaya dengan dengan 49 risiko dari proses pekerjaan pengelasan. Tingkat risiko yang didapatkan meliputi 23 risiko dengan kategori sangat tinggi, 9 risiko dengan kategori tinggi, dan 17 risiko dengan kategori sedang. Penilaian risiko melibatkan pengendalian risiko sehingga nilai tingkat risiko dapat diturunkan melalui pengendalian yang telah ada dan rekomendasi pengendalian yang diberikan peneliti.
The complexity of the machinery and equipment manufacturing industry involves various types of production processes, one of which is welding work. Welding is one of the most important industrial processes in joining metal or steel components. Various hazards found in the welding process such as welding metal sparks, welding sparks, welding fumes emissions, and manual handling during work pose risks to occupational safety and health for workers. This study aims to identify and assess occupational safety and health risks in the welding work process in the PT XYZ fabrication area. The hazard and risk identification stage is carried out qualitatively through observation, brainstorming activities, interviews, and reviewing company documents using the Hazard and Operability Study (HAZOP Study). After that, a semi-quantitative risk assessment analysis was carried out by assessing the multiplication of probability and severity criteria based on PT XYZ's risk assessment matrix. The results showed that there were 12 stages of the welding work process. Identified 52 hazards with 49 risks from the welding work process. The level of risk obtained includes 23 risks with very high categories, 9 risks with high categories, and 17 risks with moderate categories. Risk assessment involves risk control so that the value of the risk level can be reduced through existing controls and control recommendations provided by researchers.
Read More
S-10976
Depok : FKM UI, 2022
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Rusli; Pembimbing: Bambang Sutrisna
S-930
Depok : FKM UI, 1996
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Yustikawati; Pembimbing: Yovsyah
S-1497
Depok : FKM UI, 1999
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Chandra; Pembimbing: Chandra Satrya
S-2321
Depok : FKM UI, 2001
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Mas Fadhli Aria Ponta; Pembimbing: L. Meily Kurniawidjaja; Penguji: Ridwan Zahdi Syaaf, Hanny Harjulianti, IStiati Suraningsih
Abstrak: Pekerjaan rigger berisiko LBP, tujuan penelitian ini untuk mengetahuifaktor risiko ergonomi pekerjaan dan tingkat risiko LBP serta pengendaliannya.Desain penelitian adalah cros sectional terhadap pekerja rigger, denganmenggunakan metode Rapid Entire Body Assesment (REBA). Hasil penelitian inimenunjukkan tingkat risiko tertinggi adalah pada saat melepaskan hook craneskor (11), sedangkan yang terendah adalah saat melepaskan lilitan wire sling skor(6). Disarankan menambah alat bantu berupa grating basket bertingkat, basketpanjang, penyanggah casing, penyanggah hook crane dan meningkatkanperawatan pada alat bantu ini.Kata Kunci : Ergonomi, Rigger, LBP, REBA
LBP can caused by Rigger jobs, the purpose of this study to determineergonomic risk factor, level of risk and risk control of LBP. The study design wascross-sectional using REBA (Rapid entire body assessment) method. The result ofthis study shows that the highest risk rate was 'release the hook crane" with 11score.The lowest score was "release the wire sling" with 6 score.This studysuggest to added graded grating basket, long basket, casing buffer, hook cranebuffer, and do appropriate maintenance to this tools.Keywords : Ergonomics, Rigger, LBP, REBA
Read More
T-4064
Depok : FKM-UI, 2014
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive