Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 30370 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Tommy Indrawan R; Pembimbing: Wachyu Sulistiadi; Penguji: Wiku Bakti Bawono Adisasmita, Yuli Prapanca Satar, Amila Megraeni
Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara karakteristik pengguna rawat jalan Poliklinik Orthopaedi Rumah Sakit Siaga Raya dengan angka kunjungan ke poliklinik orhopaedi RS Siaga Raya. Disain penelitian ini deskriptif kuantitatif analitik yang menggunakan metode pengumpulan data primer dengan survei terhadap pengguna rawat jalan dan data sekunder diperoleh dari catatan medik. Berdasarkan hasil penelitian ini variabel segmentasi yang mempunyai hubungan yang bermakna dengan kunjungan pengguna ke Poliklinik Orthopaedi Rumah Sakit Siaga: Pengguna berdomisili di wilayah DKI Jakarta, jarak tempuh dengan rumah sakit lebih dari 10 kilometer, waktu tempuh kurang lebih 1-2 jam, perempuan, usia lebih dari 45 tahun, penghasilan berkisar 3-5 juta, pekerjaan karyawan swasta, pendidikan terakhir SMU/sederajat.Gambaran secara psikologis berperilaku sebagai Attention Seekers, merasa puas atas layanan yang diberikan oleh dokter Spesialis Bedah Orthopaedi dan akan melakukan kunjungan ulang/kontrol kembali ke dokter. Persepsi pengguna untuk berkunjungan ke Rumah Sakit Siaga Raya disebabkan karena mendengar akan kualitas layanan dokter Orthopaedi, rumah sakit memiliki fasilitas penunjang layanan Orthopaedi yang lengkap, dokter yang terkenal. Yang menjadi pertimbangan adalah lokasi dan hasil/kualitas dari pemeriksaan dokter Bedah Orthopaedi. Informasi tentang rumah sakit pengguna hanya mendengar dari kerabat/keluarga serta instansi tempat kerja. Kata Kunci: Pemasaran, Segmentasi
This research objective is to find out customers segmentation of Siaga Raya Orthopedic Polyclinic Hospital based on Geography, Demography, Psychographic and buying situation. This is a quantitative descriptive research that uses primary collective data derived from out-patient customers and secondary data derived from medical record. The research shows that variable segmentations which have useful correlation with customers visit to Siaga Raya Orthopedic Polyclinic Hospital are as follows: out-patient customer of Siaga Raya Orthopedic Polyclinic Hospital are mainly from DKI Jakarta residence and the vicinity, the distance of whom are more than 10 km – 1-2 hours drive; female; more than 45 of age; 3-5 million range of income; private employees; education at least SMU graduates or equal. Psychologically, the customers who visited Siaga Raya Orthopedic Polyclinic Hospital are combination of attention’s seekers. Customers’ perception is visiting Siaga Raya Orthopedic Polyclinic Hospital is due to the good news they get about the service given by the orthopedists. Siaga Raya Hospital has complete supporting orthopedics’ facilities and well-know orthopedists. The other customers’ considerations are easily accessible location and the quality of orthopedic surgeons. In terms of getting the information, the customers get it from families, relatives and their institutions. Key Word: Marketing, Segmentation
Read More
B-869
Depok : FKM-UI, 2005
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Uswatun Chasanah; Pembimbing: Amal Chalik Sjaaf; Penguji: Anhari Achadi, Yanti Lisa
S-7544
Depok : FKMUI, 2012
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Brenda Carolinsia; Pembimbing: Dumilah Ayuningtyas; Penguji: Wahyu Sulistiadi, Puput Oktamianti, Angga Pradian, Yessy Wirani
Abstrak:
Salah satu dampak dari pandemi COVID-19 adalah penurunan jumlah angka kunjungan pasien di rumah sakit. Hal ini akan menyebabkan terjadinya penurunan pendapatan bagi sakit. Di sisi lain, mutu pelayanan yang diselenggarakan oleh rumah sakit dapat memengaruhi persepsi pasien akan pelayanan rumah sakit, dan pada akhirnya dapat mempengaruhi minat pasien untuk melakukan kunjungan ulang ke rumah sakit tersebut. Populasi pada penelitian ini adalah rata-rata jumlah kunjungan ulang pasien rawat jalan di Poliklinik RS Santo Antonio Baturaja periode Januari-Juni 2021 yaitu sebanyak 724 orang dan sampel sebanyak 270 responden. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan menggunakan cross-sectional, uji statistik menggunakan uji Chi Square. Untuk analisis multivariat menggunakan analisis regresi logistik berganda. Hasil penelitian menunjukkan ada hubungan antara dimensi tangible (P Value = 0,000, IK95% = 11,467-469,81), reliability (P Value = 0,006, IK95% = 4,561-231,59), responsiveness (P Value = 0,000, IK95% = 7,155-258,41), emphaty (P Value = 0,014, IK95%=2,869-117,45) dan assurance (P Value = 0,000, IK95%=8,320-322,49) dengan minat kunjungan ulang pasien rawat jalan di poliklinik RS Santo Antonio Baturaja pada masa pandemi COVID-19. Dimensi yang paling dominan adalah tangible (P Value = 0,001). Mayoritas persepsi responden sudah baik tentang mutu pelayanan kesehatan di Poliklinik Spesialis RS Santo Antonio pada masa Pandemi COVID-19. Namun, ada respons negatif pada dimensi Tangible terkait sterilitas, kelengkapan alat medis serta kebersihan kamar mandi pasien. Respons negatif pada dimensi Reliability berupa keluhan terhadap alur proses pendaftaran, ketepatan waktu mulai praktik dokter dan waktu tunggu pelayanan. Sehingga, rumah sakit perlu meningkatkan promosi pendaftaran rawat jalan secara Online, penambahan loket pendaftaran, menambah nurse station, dan mengupayakan peningkatan kepatuhan waktu mulai pelayanan spesialis oleh dokter spesialis melalui pemberian Reward and Punishment sebagai strategi jangka pendek untuk meningkatkan minat kunjungan ulang. Adapun strategi jangka panjang berupa program kerjasama rujukan dengan FKTP dan penambahan Poliklinik Geriatri.

One of the impact of the COVID-19 pandemic is the decrease in hospital patient visit. This will in turn decrease the hospital?s income. On the other hand, the quality of the hospital services may affect the patient?s perception on the hospital?s quality of service, which will eventually affect the patient?s intent to revisit the hospital. This study aims to analyze the correlation between hospital service quality on outpatients? intent to revisit the specialist polyclinic of Santo Antonio Hospital Baturaja. The population was the average number of outpatients revisiting the specialist polyclinic of Santo Antonio Hospital Baturaja for the January-June 2021 period, namely 724 patients. The number of samples were 270 respondents. This is a quantitative study using a cross-sectional design, with statistical tests using the Chi Square test. For multivariate is using multiple logistic regression analysis. The results showed that there was a relationship between tangible (P Value = 0.000, CI95% = 11.467-469.814), reliability (P Value = 0.006, CI95% = 4.561-231.590), responsiveness (P Value = 0.000, CI95% = 7.155- 258,411), empathy (P Value = 0.014, CI95%=2,869-117,453) and assurance (P Value = 0,000, CI95%=8,320-322,492) with the intent to revisit outpatient in Specialist Polyclinic of Santo Antonio Hospital during the COVID-19 Pandemic. The most dominant dimension is tangible (P Value = 0.001). The majority of respondents had a good perception of the quality of hospital services. However, there was negative responses on the Tangible dimension related to the sterility and completeness of medical devices in the examination room and the patient's bathroom. Negative responses on the Reliability dimension related to registration process, the timeliness of starting doctor practice and the waiting time for services. Hospitals need to make improvements to improve quality of hospital services. Thus, hospital need to increase the promotion of online registration, add registration counters, add nurse stations, and give specialist doctors rewards/punishment as a short-term strategy to increase outpatients? intent to revisit. The long-term strategy is in the form of a referral collaboration program with general practitioners and the addition of a Geriatric Polyclinic.
Read More
B-2318
Depok : FKM-UI, 2023
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Desy Hiryani; Pembimbing: Supriyanto Riyadi, ; Penguji: Hendrik M. Taurany, Lisa Yanti
S-6159
Depok : FKM UI, 2010
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Nindyakusuma Koratiwida; Pembimbing: Dumilah Ayuningtyas
B-715
Depok : FKM-UI, 2003
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Fahnida Zeydra Thohari; Pembimbing: Ede Surya Darmawan; Penguji: Dumilah Ayuningtyas, M. Reza Hilmy
Abstrak:
RS Orthopedi Siaga Raya sedang berusaha untuk mengoptimalkan kinerja personel dalam upaya peningkatan kinerja rumah sakit secara keseluruhan. Pimpinan rumah sakit merasakan perlunya pengembangan budaya organisasi dalam rangka mengoptimalkan kinerja personel. Penelitian ini dilakukan untuk mengidentifikasi budaya organisasi yang ada serta hubungannya terhadap kinerja personel di RS Orthopedi Siaga Raya. Penelitian dilakukan dengan pendekatan kuantitatif serta didukung dengan wawancara mendalam. Penelitian ini dilakukan dengan menyebarkan kuesioner dimana sampel penelitian ini adalah seluruh personel yang bekerja di RS Orthopedi Siaga Raya yaitu sejumlah 187 orang. Dari seluruh kuesioner yang dibagikan didapatkan respon dari 100 personel. Hasil penilaian kinerja personel didapatkan aspek kuantitas kerja, ketepatan waktu, serta efektivitas kerja masih belum optimal. Hasil penilaian budaya organisasi didapatkan budaya organisasi di RS Orthopedi Siaga Raya mengarah ke budaya klan. Hasil penelitian mengenai hubungan budaya organisasi dengan kinerja personel diperoleh nilai Sig. (0,000) < 0,05 yaitu terdapat hubungan signifikan budaya organisasi terhadap kinerja personel dengan nilai koefesien korelasi yang diperoleh sebesar 0,569 dimana budaya organisasi memberikan hubungan positif terhadap kinerja personel di RS Orthopedi Siaga Raya. 

RS Orthopedi Siaga Raya is striving to optimize the performance of the hospital, particularly its personnel. The hospital management recognizes the need for developing an organizational culture to enhance the performance of its personnel. This study aims to identify the existing organizational culture and its relationship to employee performance in RS Orthopedi Siaga Raya. The research adopts a quantitative approach and is supported by in-depth interviews. A questionnaire was distributed to the entire of employees working in RS Orthopedi Siaga Raya, totaling 187 individuals. From all the questionnaires distributed, responses were obtained from 100 personnel. The assessment of personnel performance revealed that aspects of work quantity, timeliness, and work effectiveness are still suboptimal. The assessment results of organizational culture revealed that the organizational culture at RS Orthopedi Siaga Raya is oriented towards a clan culture. The research findings regarding the relationship between organizational culture and personnel performance obtained a significance value (Sig.) of (0.000) < 0.05, indicating a significant relationship between organizational culture and personnel performance with a correlation coefficient of 0.569. This indicates that organizational culture has a positive influence on personnel performance at RS Orthopedi Siaga Raya.
Read More
B-2369
Depok : FKM-UI, 2023
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Nauri Anggita Temesvari; Pembimbing: Amal Chalik Sjaaf; Penguji: Anhari Achadi, Yanti Lisa
S-6921
Depok : FKM UI, 2012
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Deviajana Delly; Pembimbing: Mieke Savitri; Penguji: Wahyu Sulistiadi, Pujiyanto, Mamu Muslichah
Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berrhubungan dengan kunjungan ulang di Poliklinik Ibu dan Poliklinik Anak di Rumah Sakit Ibu dan Anak Hermina Depok. Penelitian menggunakan rancangan cross sectional. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara yang sampelnya diambil secara purposive sampling. Chi square test digunakan untuk mengetahui ada tidaknya hubungan berbagai faktor terhadap kunjungan ulang. Sedangkan logistik regresi digunakan untuk melihat faktor yang dominan terhadap kunjungan ulang.

Hasil penelitian memperlihatkan faktor eksternal rumah sakit yang mempunyai hubungan yang bermakna terhadap kunjungan ulang adalah pendidikan, pengeluaran, penanggung jawab pembayaran, lama waktu tempuh, dan persepsi terhadap tarif dengan kunjungan ulang. Faktor internal rumah sakit yang mempunyai hubungan bermakna dengan kunjungan ulang adalah sarana fisik, pelayanan rumah sakit, dan pelayanan dokter. Terdapat 5 variabel yang paling berhubungan dengan kunjungan ulang di poliklinik ibu dan poliklinik anak RSIA Hermina Depok tahun 2005 yaitu pengeluaran, penanggung jawab pembayaran, lama waktu tempuh, persepsi tarif dan pelayanan dokter (p<0,05). Variabel pengeluaran yang dapat diartikan sebagai kemampuan membayar merupakan variabel yang mempunyai hubungan yang kuat dan dominan dengan kunjungan ulang (p= 0,001).

Penelitian ini menyimpulkan bahwa semakin besar pengeluaran sebagai gambaran kemampuan membayar, semakin banyaknya penangung jawab pembayaran menggunakan pihak ketiga, semakin dekat waktu tempuh, semakin membaiknya presepsi terhadap tarif dan pelayanan dokter maka responden cenderung akan berkunjung ulang di Poliklinik Ibu dan Poliklinik Anak di RSIA Hemina Depok

Untuk itu penelitian ini menyarankan pihak RSIA Hermina Depok dapat semakin meningkatkan pelayanan dokter dengan mempertahankan dan meningkatkan mutu pelayanan. RSIA Hermina Depok dapat menjaga agar harga sesuai dengan nilai pelanggan memandang rumah sakit yang dapat dipertimbangkan dari besarnya pengeluaran responden. Lebih lanjut, penelitian ini perlu lebih diperdalam dengan melakukan penelitian lanjutan mengenai kepuasan pasien rawat jalan untuk mengetahui perubahan tingkat kepuasan pasien rawat jalan.

Kata Kunci : Kunjungan Ulang Rawat Jalan

This study is a cross-sectional study was conducted in clinics of mother and clinics of children in Hermina Hospital Depok. The aim of study is to find out the main factors affected on visit repeat. Sampling method use purposive sampling. Data collection used interview by questionnaire with 145 respondents. Analysis of data used Chi-square test and logistic regression.

This analysis shows the external factors have significant correlation with visit repeat. Those factors are education, earning, payment responsibility, time duration to hospital, and perception of price (p<0,05). Internal factors of the hospital have significant correlation with visit repeat. Facilities of the hospital, services of hospital and services of medical doctors were the internal factors. Earning Variable is describing ability to pay have strong and dominant correlation with visit repeat in clinics of mothers and clinics of children in Hermina Hospital Depok (p= 0,001).

The conclusion of study is increasing of the respondent earning, the method of responsibility of payment, duration time to hospital, perception of price health services and services of medical doctors will increase visited repeat patients in mothers policlinic and children policlinic in Hermina hospital Depok.

Recommendation of the study is to increase medical doctors services with improvement of quality health services. Hermina hospital kept the price of health services in order to value of the consumer which considering from respondent earning. In the future, study in satisfaction of outpatients is needed.

Key Word : Out Patient Visit Repeat
Read More
B-844
Depok : FKM UI, 2005
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Tina Esadiarti; Pembimbing: M. Hafizurrachman; Penguji: Mieke Savitri, Wahyu Sulistiadi, Yuli Prapancha Satar
Abstrak:

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kondisi perekonomian yang sulit saat ini dimana laju infasi mencapai 8,7% yang mengakibatkan meningkatnya jumlah pengangguran dan menurunnya daya beli masyarakat. Disisi lain pertambahan jumlah penduduk dan pertumbuhan rumah sakit di Indonesia berdasarkan Profil Indonesia Sehat tahun 2003 semakin meningkat, berdasarkan hal ini dapat dikatakan bahwa peluang dan persaingan bisnis perumahsakitan juga akan semakin meningkat. Untuk mendapatkan pelayanan kesehatan dibutuhkan biaya yang tidak sedikit, terlebih pada layanan rawat inap. Sehingga pembiayaan kesehatan menjadi suatu pertimbangan bagi masyarakat dalam pemanfaatan suatu layanan kesehatan. Berdasarkan Gani,2005 sumber pembiayaan kesehatan masih didominasi oleh out of pocket, perusahaan dan asuransi. Maka startegi pemasaran yang dapat diupayakan pada kondisi ini yaitu ditujukan kepada segmen pasar dengan pembiayaan kesehatan yang ditanggung oleh perusahaan atau asuransi. Rumah Sakit Tebet adalah rumah sakit swasta, tipe C} yang terletak dibilangan Jakarta Selatan, jika ditinjau dari segi pemanfaatan layanan rawat inap oleh pengguna jasa rumah sakit yang ditanggung perusahaan pelanggannya berkisar antara 37%-46% dari total pendapatan rawat inap, pencapaian ini masih dibawah harapan pihak manajemen yang sebesar 50%. Sehingga diperlukan suatu telaahan yang lebih lanjut untuk memperoleh gambaran tentang persepsinya pemanfaatan layanan rawat inap yang dikaitkan dengan karakteristik pengguna jasa rumah sakit yang ditanggung oleh perusahaan pelanggannya. Hasil analisis ini diharapkan dapat menjadi masukkan bagi Rumah Sakit Tebet dalam upaya meningkatkan pemanfaatan layanan rawat inapnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keterkaitan dan analisis faktor yang memberikan probabilitas tertinggi antara karakteristik pengguna jasa rumah sakit yang ditanggung oleh perusahaan pelanggan meliputi faktor predisposisi, enabling, need terhadap persepsinya dalam pemanfaatan layanan rawat inap di Rumah Sakit Tebet pada tahun 2006. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Pada hasil penelitian didapatkan 4 variabel yang memiliki keterkaitan antara karakteristik pengguna jasa rumah sakit yang ditanggung oieh perusahaan pelanggan terhadap persepsinya dalam pemanfaatan layanan rawat inap yaitu variabel status pekerjaan, lama kerja (faktor predisposisi) dan variabel penjamin kesehatan, pemberi keputusan (faktor enabling). Variabel yang mempunyai probabilitas tertinggi terhadap persepsi pemanfaatan layanan rawat inap adalah penjamin kesehatan, setelah dikontrol oleh variabel pemberi keputusan, status pekerjaan dan adanya interaksi dengan variabel lama kerja. Dari penelitian tersebut dapat disimpulkan bahwa variabel status pekerjaan, lama kerja (faktor predisposisi) dan variabel penjamin kesehatan, pemberi keputusan (faktor enabling) adalah karakteristik pengguna jasa rumah sakit yang mempunyai hubungan terhadap tingginya persepsi pemanfaatan layanan rawat inap. Variabel Penjamin Kesehatan adalah karakteristik pengguna jasa rumah sakit yang ditanggung oieh perusahaan pelanggan yang mempunyai probabilitas tertinggi terhadap persepsi pemanfaatan layanan rawat inap, setelah mendapat pengaruh dart variabel Iainnya (pemberi keputusan, status pekerjaan dan lama kerja). Upaya peningkatan pemanfaatan layanan rawat inap yang dapat disarankan berdasarkan penelitian ini adalah memberikan layanan yang baik dan kenyamanan kepada para pengguna jasa rumah sakit beserta keluarganya, melakukan penetrasi pasar melalui pendekatan serta meningkatkan program promosi yang ditujukan kepada perusahaan-perusahaan yang bernaung dibawah asuransi, para pensiunan yang dijamin oleh perusahaan serta para pejabat perusahaan dan memperluas pasar dengan cara menambah jaringan kerjasama sebagai provider kesehatan asuransi. Dan saran bagi peneliti lain apabila akan melakukan penelitian yang sama, ada baiknya variabel pen beri keputusan, status pekerjaan dan lama kerja dipertimbangkan sebagai variable confounding.


 

This research is based on present difficult economic condition, signified by inflation growth of 8.7% that causing an increase of the unemployment level and a decline of people's purchasing power. On the contrary, the growth of population and also the number of hospital in Indonesia are increasing (based on "Profit Indonesia Se/tat Ia/mn 2003"). According to this fact, it could be said that the business opportunity and also the competition between hospitals are increasing. To obtain health services, people need to pay relatively high amount of money, especially for hospitalization services. Therefore health services costs become primary consideration for people in order to utilize such services. Based on Gani (2005), the payment sources for health service are still dominated by "out of pocket" from respective customer's companies and insurances. Thus, proper marketing strategy in this condition should be targeted to certain market segment, that is people in which cost are paid by their respective companies or insurances. Tebet hospital is a private hospital type "C" which is located in South Jakarta. Viewed from the utilization of hospitalization services, the ratios of hospital service user, in which costs are paid by their respective companies, reached between 37-46% from hospitalization total revenue. This accomplishment, however, is still below management expectation which hope that the number should have reached 50%. Therefore, it needs a comprehensive study to get the overall picture on the characteristic of hospital service user (in which costs are paid by the respective customer's companies). The result of this analysis is expected to provide valuable inputs for Tebet hospital in order to improve the hospitalization service utilization. This research aims to identify correlation and analysis on the factors that give highest probability between the characteristic of hospital service user (in which costs are paid by the respective customer's companies) and perception the utilization of hospitalization services in Tebet Hospital in 2006. These factors include predisposition, enabling, and needs. This research use quantitative method using cross sectional approach. From the result of the research, there are 4 variables that have correlation between the characteristic of hospital service user (in which costs are paid by the respective customer's companies) and perception the utilization of hospitalization services. These variables are: employment status, length of work (predisposition factor), and health insurer, decision maker (enabling factor). Variable with the highest probability to perception the utilization of hospitalization service is found in health insurer, after controlled by decision maker variable, length of work, as well as the interaction with length of work variable. From the research, it could be concluded that the factor of employment status, Iength of work (predisposition factor), and health insurer, decision maker (enabling factor) are characteristic of hospital service user influencing the level of perception the utilization of hospitalization services. While health insurer variable is hospital service user insured by customer's companies that have the highest probability to perception the utilization of hospitalization service, after influenced by other variables (decision maker, employment status, and length of work). Based on this research, we suggest to improve hospitalization service utilization by broadening the market by adding cooperation network as provider for insurance health, performing market penetration through approach and by intensifying promotional programs aim for companies under insurance program, retiree with health benefit paid by the companies, and companies' management, and also by providing decent services and comfort to hospital services user and their families. We also suggest that further research should also consider decision maker, length of work, and employment status variable as variable confounding.

Read More
B-923
Depok : FKM UI, 2006
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Usri Suharyono; Pembimbing: Ridwan Z. Sjaaf
B-459
Depok : FKM UI, 2000
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive