Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 21 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Cermin Dunia Kedokteran (CDK), vol.42, no.6, Juni 2015, hal. 407-411
[s.l.] : [s.n.] : s.a.]
Indeks Artikel Jurnal-Majalah   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Rifki Muslim
MMI-Vol.40/No.2
Semarang : FK Undip & IDI Jateng, 2005
Indeks Artikel Jurnal-Majalah   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Rifa Aqilah Mahedinar; Pembimbing: Ratu Ayu Dewi Sartika; Penguji: Triyanti, Suparno
Abstrak:

Hipertensi dalam kehamilan (HDK) merupakan salah satu komplikasi yang umum terjadi pada ibu hamil dan menjadi penyebab utama morbiditas serta mortalitas ibu dan perinatal di tingkat global. Berdasarkan data WHO, prevalensi HDK di dunia bervariasi antara 0,51% hingga 38,4%, dengan angka kejadian di negara berkembang berkisar antara 5–6%. Di Indonesia, laporan Riskesdas mencatat bahwa HDK merupakan komplikasi kedua terbanyak setelah mual/muntah, dialami oleh sekitar 3,3% ibu hamil. Didukung oleh data lokal, pada Kabupaten Bogor, prevalensi HDK dilaporkan mencapai 28,1% pada tahun 2023, sedangkan di Kota Bogor hanya sebesar 5% pada tahun 2022. HDK sendiri memiliki dampak serius terhadap keselamatan ibu, baik dalam jangka pendek maupun panjang, sehingga keterkaitannya dengan kematian ibu tidak dapat diabaikan. Perbedaan prevalensi tersebut diperkuat oleh tren kontribusi HDK yang secara konsisten muncul sebagai salah satu penyebab utama kematian ibu di kedua wilayah selama periode 2019–2023. Tujuan dari adanya penelitian ini, yaitu mengetahui hubungan antara asupan natrium dan faktor lainnya dengan kejadian hipertensi dalam kehamilan (HDK) pada ibu hamil di wilayah kerja puskesmas terpilih di Kota dan Kabupaten Bogor tahun 2025. Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan menggunakan desain studi cross sectional yang bertujuan untuk mengetahui hubungan asupan natrium dan faktor lainnya dengan kejadian Hipertensi dalam Kehamilan (HDK) pada ibu hamil di Kota dan Kabupaten Bogor Tahun 2025. Data yang digunakan adalah data primer milik Prof. Dr. Dra. Ratu Ayu Dewi Sartika, Apt., M. Sc. dengan judul “Pengaruh Suplementasi Red Palm Oil pada Diet Ibu Hamil terhadap Kualitas ASI (Air Susu Ibu) dan Status Gizi Bayi” yang didapatkan dari hasil turun lapangan secara langsung di Kota dan Kabupaten Bogor pada bulan Februari–April Tahun 2025. Analisis data yang digunakan adalah analisis univariat dan bivariat untuk mengidentifikasi faktor yang berhubungan dengan kejadian hipertensi dalam kehamilan pada ibu hamil di Kota dan Kabupaten Bogor Tahun 2025. Hasil penelitian ini menemukan bahwa prevalensi HDK di Wilayah Kerja Puskesmas Terpilih di Kota Bogor Tahun 2025 sebesar 9,4% dan Kabupaten Bogor Tahun 2025 sebesar 18,3%. Analisis uji chi square menemukan bahwa tidak terdapat hubungan yang signifikan antara asupan natrium, asupan lemak, paritas, gravida, jarak kehamilan, usia ibu, tempat tinggal, pengetahuan, kunjungan ANC, dan aktivitas fisik (p-value > 0.05) dengan kejadian Hipertensi dalam Kehamilan (HDK). Namun, terdapat hubungan antara riwayat hipertensi pra-hamil (p-value 0.007 pada Kota dan 0.001 pada data gabungan) dan status gizi pra-hamil (p-value 0.03 pada Kota dan 0.017 pada data gabungan) dengan kejadian Hipertensi dalam Kehamilan (HDK). Walaupun secara umum tidak terdapat hubungan yang signifikan antara faktor-faktor risiko dengan HDK, terdapat kecenderungan responden dengan tempat tinggal di kabupaten, paritas berisiko, asupan natrium berlebih, kunjungan ANC tidak sesuai rekomendasi, pengetahuan rendah, dan jarak kehamilan berisiko mengalami kejadian HDK pada kehamilannya. Oleh karena itu, disarankan untuk memperkuat pemantauan selama kunjungan ANC, khususnya pada ibu hamil dengan risiko tinggi, disertai dengan peningkatan edukasi mengenai gizi seimbang dan pencegahan HDK, serta mendorong partisipasi aktif ibu hamil dalam menjaga kesehatan kehamilannya secara menyeluruh.


Hypertension in Pregnancy (HDK) is a common complication among pregnant women and a leading cause of maternal and perinatal morbidity and mortality globally. According to WHO data, the global prevalence of HDK ranges from 0.51% to 38.4%, with rates in developing countries estimated at around 5–6%. In Indonesia, the National Basic Health Research (Riskesdas) reported that HDK is the second most common pregnancy complication after nausea/vomiting, affecting approximately 3.3% of pregnant women. Local data show that the prevalence of HDK in Bogor Regency reached 28.1% in 2023, while in Bogor City it was only 5% in 2022. HDK poses serious short- and long- term risks to maternal health and has consistently contributed to maternal mortality in both regions from 2019 to 2023. This study aims to determine the relationship between sodium intake and other factors with the incidence of HDK among pregnant women in selected public health centers (puskesmas) in Bogor City and Regency in 2025. This quantitative research uses a cross-sectional study design and utilizes primary data from the study by Prof. Dr. Dra. Ratu Ayu Dewi Sartika, Apt., M.Sc., titled “The Effect of Red Palm Oil Supplementation in Pregnant Women’s Diets on Breast Milk Quality and Infant Nutritional Status,” collected from February to April 2025. Univariate and bivariate analyses were conducted. The results show that the prevalence of HDK in selected puskesmas was 9.4% in Bogor City and 18.3% in Bogor Regency. Chi-square analysis found no significant association between HDK and sodium intake, fat intake, parity, gravida, pregnancy spacing, maternal age, residence, knowledge, ANC visits, or physical activity (p > 0.05). However, a significant association was found between a history of pre-pregnancy hypertension (p = 0.007 in the city, p = 0.001 combined data) and pre-pregnancy nutritional status (p = 0.03 in the city, p = 0.017 combined data) with HDK. Despite the lack of statistically significant associations for most factors, there is a tendency for HDK to occur among respondents who lived in the regency, had at-risk parity, excessive sodium intake, inadequate ANC visits, low knowledge, and risky pregnancy spacing. Therefore, it is recommended to strengthen monitoring during ANC visits, especially for high-risk pregnant women, accompanied by enhanced education on balanced nutrition and HDK prevention, as well as encouraging active participation of pregnant women in maintaining their overall health throughout pregnancy.

Read More
S-11915
Depok : FKM UI, 2025
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Aisyah Noura Zumairitri Syam; Pembimbing: Diah Mulyawati Utari; Penguji: Trini Sudiarti, Fitria
Abstrak: Prehipertensi pada remaja didefinisikan sebagai TDS dan/atau TDD yang ?90 hingga <95 persentil, sedangkan hipertensi didefinisikan sebagai TDS dan/atau TDD 95th hingga 99th persentil + 5 mmHg berdasarkan jenis kelamin, usia, dan TB. Penelitian ini bertuj
Read More
S-11758
Depok : FKM UI, 2024
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Sarah Fahira Faza; Pembimbing: Caroline Endah Wuryaningsih; Penguji: Yoslien Sopamena, Ratna Tri Hari Safariningsih
Abstrak:
Penyakit Tidak Menular (PTM), terutama hipertensi dan penyakit kardiovaskular masih menjadi beban utama kesehatan masyarakat di Indonesia. Salah satu upaya yang dapat dilakukan sebagai langkah pencegahan adalah dengan membatasi asupan natrium harian dengan mengurangi konsumsi pangan tinggi natrium. Akan tetapi, kebiasaan konsumsi pangan tinggi natrium pada usia muda (15-24 tahun), termasuk mahasiswa masih tergolong tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan pengetahuan dan sikap, serta karakteristik sosiodemografis yang mencakup jenis kelamin, tempat tinggal, dan uang saku dengan praktik konsumsi pangan tinggi natrium pada mahsiswa FKM UI tahun 2026. Desain yang digunakan dalam penelitian ini adalah cross-sectional dengan pendekatan kuantitatif. Sampel penelitian berjumlah 108 mahasiswa dari 4 program studi yang ada di FKM UI (Kesehatan Masyarakat, Kesehatan Lingkungan, Keselamatan dan Kesehatan Kerja, Gizi) yang dipilih menggunakan teknik quota sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner yang telah diuji validitas dan realibilitasnya. Analisis data yang digunakan adalah analisis univariat dan bivariat menggunakan uji chi-square. Hasil penelitian menunjukkan tidak terdapat hubungan yang signifikan antara pengetahuan dan praktik (p=0,123). Namun, terdapat hubungan yang bermakna secara statistik antara sikap dengan praktik konsumsi pangan tinggi natrium (p=0,037). Karakteristik sosiodemografis berupa jenis kelamin tidak menunjukkan hubungan signifikan dengan praktik konsumsi pangan tinggi natrium (p=0,442). Sementara karakteristik sosiodemografis berupa tempat tinggal memiliki hubungan signifikan secara statistik dengan praktik konsumsi pangan tinggi natrium (p=0,013). Karakteristik sosiodemografis berupa uang saku tidak memiliki hubungan yang signifikan dengan praktik konsumsi pangan tinggi natrium (p=0,053). Berdasarkan hasil tersebut, diketahui bahwa sikap dan tempat tinggal berhubungan dengan praktik konsumsi pangan tinggi natrium pada mahasiswa FKM UI tahun 2026. Oleh karena itu, diperlukan upaya intervensi berbasis sikap, bukan sekedar edukasi pengetahuan, yang berfokus pada penguatan motivasi internal, persepsi risiko jangka pendek, dan pembentukan lingkungan yang supportif untuk mengurangi konsumsi pangan tinggi natrium.

Non-communicable diseases (NCDs), particularly hypertension and cardiovascular disease, remain a major public health burden in Indonesia. One preventive measure that can be undertaken is limiting daily sodium intake by reducing the consumption of highsodium foods. However, the habit of consuming high-sodium foods among young people aged 15–24 years, including university students, remains relatively high. This study aims to analyze the relationship between knowledge and attitudes, as well as sociodemographic characteristics including sex, place of residence, and allowance, with high-sodium food consumption practices among students of the Faculty of Public Health, Universitas Indonesia (FKM UI), in 2026. This study employed a cross-sectional design with a quantitative approach. The research sample consisted of 108 students from four study programs at FKM UI (Public Health, Environmental Health, Occupational Health and Safety, and Nutrition), selected using quota sampling. Data were collected through a questionnaire that had been tested for validity and reliability. Data analysis employed univariate and bivariate analyses using the chi-square test. The results indicated no significant relationship between knowledge and consumption practices (p=0.123). However, a statistically significant relationship was found between attitudes and highsodium food consumption practices (p=0.037). The sociodemographic characteristic of sex showed no significant relationship with high-sodium food consumption practices (p=0.442), whereas place of residence demonstrated a statistically significant relationship (p=0.013). Allowance showed no significant relationship with high-sodium food consumption practices (p=0.053). Based on these findings, it is evident that attitudes and place of residence are associated with high-sodium food consumption practices among FKM UI students in 2026. Therefore, attitude-based intervention strategies are required, rather than mere knowledge education, with a focus on strengthening internal motivation, short-term risk perception, and the creation of a supportive environment to reduce highsodium food consumption.
Read More
S-12303
Depok : FKM-UI, 2026
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Diffah Hanim ... [et al.]
JKY Vol.6, No.1
Jakarta : LP. Univ. Yarsi, 1998
Indeks Artikel Jurnal-Majalah   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Sari Pediatri, Vol.10, No.2, Agustus 2008, hal. 77-82
[s.l.] : [s.n.] : s.a.]
Indeks Artikel Jurnal-Majalah   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Listiyaningsih Atun, Atun Siswati, Weni Kurdanti
MGMI Vol.6, No.1
Magelang : Balitbang GAKI Kemenkes RI, 2014
Indeks Artikel Jurnal-Majalah   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Arni Widiarsih; Pembimbing: Dewi Susanna; Penguji: Ema Hermawati, Ririn Arminsih, Yoan Hotnida Naomi, Mulia Sugiarti
Abstrak: Penyakit kardiovaskular yang salah satu faktor penyebabnya adalah hipertensimerupakan penyebab kematian utama secara global (WHO, 2015). Di Indonesia,berdasarkan data Riset Kesehatan Dasar (2013) untuk pengukuran tekanan darahsecara langsung pada umur di atas 18 tahun diperoleh prevalensi tertinggi diBangka Belitung (30,9%). Prevalensi hipertensi untuk wilayah Sumatera tertinggikedua setelah Bangka Belitung yaitu Sumatera Selatan yakni sebesar 26,1%.Tujuan penelitian ini adalah untuk melihat hubungan antara konsumsi ikan asinyang mengandung NaCl tinggi dengan kejadian hipertensi. Penelitian inimenggunakan desain cross sectional. Jumlah sampel adalah sebanyak 90 orang.Analisis yang digunakan adalah univariat, bivariat, dan multivariate denganmetode regresi logistik. Setelah dilakukan pemeriksaan kadar NaCl pada ikan asindiperoleh kadar NaCl tertinggi terdapat pada ikan asin kepala batu dengan nilaipersentase 21,06% (< 20%). Hasil penelitian juga menunjukkan responden yangmengkonsumsi ikan asin dengan kadar natrium tinggi memiliki risiko 7,696 kali(95% CI 1,66-35,49) mengalami hipertensi setelah dikontrol oleh variabel lainyaitu merokok, riwayat hipertensi, aktifitas fisik, indeks massa tubuh (IMT), danumur. Dengan adanya temuan hasil pemeriksaan ikan asin yang mengandungkadar NaCl tinggi dengan persentase 21,06% (> 20%) pada jenis ikan asin kepalabatu dan tingginya tingkat konsumsi ikan asin, sebaiknya langkah yang dilakukanadalah adanya kolaborasi antara Dinas Kesehatan Kota Palembang bekerjasamadengan Badan Pengawasan Obat-obatan dan Makanan Kota Palembang (BPOM)untuk melakukan sosialisasi terhadap penjual ikan asin mengenai cara pengolahanikan asin yang sesuai standar SNI.Kata Kunci : Hipertensi, Ikan Asin, Natrium Chlorida (NaCl)
Hypertension is one contributing factor for cardiovascular disease, as the leadingcause of death globally; more people die of cardiovascular disease than for othercauses and an estimated 17.5 million deaths from cardiovascular disease in 2012(WHO, 2015). In Indonesia, according to data from Health Research (2013) forthe measurement of blood pressure directly at the age of 18 obtained the highestprevalence in Bangka Belitung ( 30.9 % ). The second highest prevalence ofhypertension for Sumatra is South Sumatra namely by 26.1 % .The purpose of thisstudy is to look at the relationship between the consumption of salted fishcontaining high NaCl with hypertension. This study used cross sectional design.The number of samples is 90 people. The analysis is univariate, bivariate, andmultivariate logistic regression method. After examination of the levels of NaCl insalted fish obtained the highest NaCl concentration in salted fish head stone with apercentage value of 21.06 % (< 20 %).The results also showed respondents whoconsume salted fish with higher natrium chloride levels had a risk of 7.696 (95%CI 1.66 to 35.49 ) had hypertension after being controlled by other variables,namely smoking, history of hypertension, physical activity, body mass index (BMI ), and age. Based on the findings of the examination results of salted fish thatcontain high levels of natrium chloride with a percentage of 21.06 % (> 20 %) onthe head stones salted fish and the higher level of salted fish consumption, theproperly step is perform collaboration between Public Health Official ofPalembang City with Medicines and the Food Control Agency Palembang(BPOM) to disseminate the information how to processing salted fish based onISO standard to the salted fish seller in this local area.Keyword : Salted fish, Hypertension, Natrium Chloride (NaCl)
Read More
T-4686
Depok : FKM-UI, 2016
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Yessy Nur Handayani; Pembimbing; Ratu Ayu Dewi Sartika; Penguji: Ida Ruslita
S-5503
Depok : FKM-UI, 2008
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive