Ditemukan 39289 dokumen yang sesuai dengan query :: Simpan CSV
Silty Muharromi; Pembimbing: Vetty Yulianty Permanasari; Penguji: Wahyu Sulistiadi, Nurmaini Hasibuan
S-8685
Depok : FKM UI, 2015
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Umu Atiyah Dyah Utami; Pembimbing: Adang Bachiar; Penguji: Amila Megraini, Mieke Savitri, Warsito
T-3256
Depok : FKM UI, 2010
S2 - Tesis Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Qurotul Aini; Pembimbing: Suprijanto Rijadi; Penguji: Masyitoh, Ahmad Intikhan
Abstrak:
Pelayanan pendaftaran rawat inap pasien yang paling terlihat adalah pada saat menunggu proses pelayanannya yang memakan waktu lama. Berdasarkan hasil observasi yang telah dilakukan sebelumnya pada saat magang pada 15 orang pasien adalah didapatkan bahwa waktu penyelesaian pendaftaran pasien masuk ruang perawatan cukup lama yaitu 20-25 menit dari mulai datangnya pasien ke bagian pendaftaran rawat inap sampai pasien menempati ruangan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor apa saja yang mempengaruhi lamanya proses pendaftaran rawat inap di Rumah Sakit Islam Jakarta Cempaka Putih Tahun 2014. Metode penelitian ini bersifat deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Pendekatan kualitatif dilakukan dengan wawancara mendalam kepada informan yang berkaitan dengan penelitian ini. Hasil penelitian menunjukkan bahwa variabel pelayanan pendaftaran rawat inap dengan SOP pegawai yang banyak dengan komponen petugas mencari berkas rekam medis pasien lama yang dianggap lama dan pada kategori pasien baru tetap menunggu ruang perawatan yang masih penuh. Serta kemampuan petugas dalam membaca diagnosa pasien yang agak sulit sehingga proses pendaftaran rawat inap menjadi lama yaitu lebih dari 15 menit. Kesimpulan dari penelitian ini adalah SOP pelayanan pendaftaran rawat inap dilaksanakan oleh semua petugas. Pasien lama berhubungan dengan lamanya proses pendaftaran rawat inap dalam hal pencarian berkas rekam medis. Metode pembayaran dan fasilitas pendaftaran rawat inap tidak berhubungan dengan lamanya proses pendaftaran rawat inap. Kata kunci: pelayanan pendaftaran rawat inap, lama proses pendaftaran rawat inap
Read More
S-8603
Depok : FKM-UI, 2015
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Pintordo Haluaon Hutagalung; Pembimbing: Amal C. Sjaaf
B-665
Depok : FKM UI, 2003
S2 - Tesis Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Hany Dwi Putri Handayani; Pembimbing: Adik Wibowo; Penguji: Masyitoh, Muslim Nurdin
Abstrak:
Penelitian ini membahas tentang kegiatan rekrutmen dan seleksi pegawai di Rumah Sakit Islam Jakarta Pondok Kopi yang bertujuan untuk memenuhi kebutuhan tenaga di Rumah Sakit tersebut. Desain penelitian dimulai dengan kuantitatif berupa kuesioner kepada pegawai SDI dan dilanjutkan dengan wawancara mendalam kepada pimpinan. Temuannya adalah: pelaksanaan rekrutmen dan seleksi sudah sesuai dengan kebijakan RS Nomor: 037/KEP/1.6.AU/D/2014 mengenai penerimaan dan pengangkatan pegawai. Sumber rekrutmen adalah internal dan eksternal. Pengumuman rekrutmen dilakukan secara terbuka dengan menginformasikan lowongan pekerjaan melalui web, koran dan memasang di papan pengumuman Rumah Sakit. Proses seleksi yang dilakukan yaitu seleksi administrasi, tes Al Islam, tes profesi, psikotes dan tes kesehatan. Sumber Daya Insani RS Jakarta Pondok Kopi sejauh ini belum dapat mencukupi semua kebutuhan tenaga melalui rekrutmen dan seleksi disebabkan karena kendala data pelamar yang tidak lengkap, sedikitnya pelamar, tidak adanya tempat yang cukup besar dan waktu yang terlalu pendek dari pengumuman tes ke tes berikutnya. Sarannya adalah pelamar mempelajari persyaratan, memberikan pengumuman lowongan melalui media social dan memperpanjang waktu pengumuman Kata Kunci: Rekrutmen dan Seleksi
Read More
S-8746
Depok : FKM UI, 2015
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Ummu Mar`atul Udzma; Pembimbing: Anhari Achadi; Penguji: Wahyu Sulistiadi, Vetty Yulianty Permanasari, Dina Nurdjannah, Dicky Alsadik
Abstrak:
Read More
Penyebab bayi dengan HIV sebagian besar terjadi karena penularan dari ibunya. Ibu hamil dengan HIV dapat menularkan virus kepada bayinya selama proses kehamilan, persalinan atau saat menyusui. Pencegahan penularan HIV dari ibu ke anak (PPIA) merupakan intervensi yang sangat efektif untuk mencegah penularan tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk memahami implementasi program pencegahan penularan penyakit HIV dari ibu ke anak (PPIA) di Puskesmas Kecamatan Cempaka Putih dan Puskesmas Kecamatan Johar Baru Jakarta Pusat tahun 2020. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan cara wawancara dan telaahan dokumen. Hasil dari penelitian ini yaitu perlu adanya komitmen dalam menanggulangi masalah HIV dalam pelaksanaan program pencegahan penularan penyakit HIV dari ibu ke anak dengan meningkatkan sosialisasi kepada sasaran program yakni ibu hamil, pelatihan untuk SDM pelaksana program, peningkatan kualitas kegiatan konseling pra-tes dan pasca tes tentang HIV/AIDS, pengintegrasian pencatatan dan pelaporan serta penjadwalan monitoring dan evalusi yang lebih jelas. Kesimpulan pada penelitian ini yaitu komunikasi, dana, standar operasional prosedur, sumber daya manusia, dan fasilitas mempengaruhi pelaksanaan proses pelayanan PPIA yang meliputi kegiatan konseling pra-tes dan pasca tes tentang HIV/AIDS, skrining HIV pada Ibu hamil, mekanisme rujukan, pencatatan dan pelaporan, serta kegiatan monitoring dan evaluasi. Seluruh proses tersebut memberikan pengaruh terhadap ketercapaian cakupan tes HIV kepada semua Ibu hamil
The cause of babies with HIV is mostly due to transmission from their mother. Pregnant women with HIV can pass the virus to their babies during pregnancy, childbirth or while breastfeeding. Prevention of mother-to-child transmission of HIV (PMTCT) is a very effective intervention to prevent such transmission. This study aims to understand the implementation of the prevention program of mother-to-child transmission (PMTCT) of HIV in Puskesmas Cempaka Putih and Puskesmas Johar Baru Central Jakarta 2020. This study uses a qualitative approach by interviewing and reviewing documents. The results of this study are that there needs to be a commitment to tackling the problem of HIV in the implementation of prevention programs for HIV transmission from mother to child by increasing socialization to program targets, namely pregnant women, training for program implementing human resources, improving the quality of pre-test and post-test counseling activities about HIV/AIDS, the integration of recording and reporting as well as a clearer scheduling of monitoring and evaluation. The conclusion of this study is that communication, funds, standard operating procedures, human resources, and facilities affect the implementation of the PMTCT service process which includes pre-test and post-test counseling activities about HIV/AIDS, HIV screening for pregnant women, referral mechanisms, recording and reporting, as well as monitoring and evaluation activities. The entire process has an impact on the achievement of HIV testing coverage for all pregnant women
T-6053
Depok : FKM-UI, 2021
S2 - Tesis Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Pristy Septia; Pembimbing: Amal Chalik Sjaaf; Penguji: Wahyu Sulistiadi, Budi Hartono
S-6226
Depok : FKM UI, 2010
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Ilyas Rian Permana; Pembimbing : Anhari Achadi; Penguji: Vetty Yulianty; Aisyah
S-9591
Depok : FKM UI, 2017
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Erie Gusnellyanti; Pembimbing: Ede Surya Darmawan; Penguji: Mardiati Nadjib, Vetty Yulianty Permanasari, riza Sultoni, Sutrya Fitri
T-4075
Depok : FKM-UI, 2014
S2 - Tesis Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Mathilda Marpaung; Pembimbing: Adang Bachtiar, PAW Pattinama; Penguji: Wibowo B. Sukijat, Sontang Simamora, Yayuk Hartriyanti
Abstrak:
Latar Belakang: Balai Kesehatan masyarakat, sebagai salah satu penyelenggara kesehatan milik swasta yang dikelola oleh yayasan yang berbadan hukum. Tugas dan fungsinya seperti puskesmas, hanya wilayah kerjanya lebih kecil yaitu hanya satu kelurahan. Balkesmas TB saat ini dituntut lebih mandiri oleh Yayasan Kesehatan PGI Cikini sehingga perlu dilakukan evaluasi diri, yang dimulai dengan analisis situasi Balkesmas TB, melakukan segmentasi terhadap pengguna jasa dan pasar potensial Balkesmas TB. Tujuan : Survey segmentasi dilakukan untuk melihat aspek-aspek geografi, demografi dan psikografi terhadap pengguna jasa Balkesmas TB dan pasar potensial untuk menganalisis karateristiknya sebagai bahan untuk penetapan target atau pasar sasaran setelah digabung dengan analisis stakeholders dan kompetitor. Metode : Disain penelitian ini adalah kualitatif dan didukung kuantitatif. Tahap pertama analisis situasi Balkesmas TB melalui wawancara dengan tim manajemen Balkesmas TB dan analisis segmentasi terhadap pengguna jasa Balkesmas TB dan masyarakat sekitar, kedua, dilakukan wawancara mendalam kepada para stakeholders dan kompetitor serta ketiga, dilakukan rangkuman hasil analisis situasi, segmentasi, stakeholders dan kompetitor untuk penentuan target pasar Balkesmas TB. Hasil : Hasil segmentasi geografi dan demografi menunjukkan bahwa segmen pasar terbesar bagi Balkesmas TB adalah mereka yang tinggal di RW 5 Kelurahan TB dan Kelurahan Pejaten Timur dengan kelompok umur 20 –49 tahun, jenis kelamin perempuan, tingkat pendidikan SLTA/MA, pekerjaan adalah ibu rumah tangga dengan pendapatan per bulan diatas Rp.700.000 dan mengalokasikan biaya kesehatan antara Rp.50.000 – 100.000. Segmentasi psikografi diperoleh hasil bahwa persepsi pasien terhadap pelayanan di Balkesmas TB adalah baik, terhadap tarif mengatakan sedang dan citra yang dimiliki Balkesmas TB adalah baik. Alasan mereka memilih Balkesmas TB adalah faktor kedekatan, memanfaatkan pelayanan di Balkesmas TB sudah lebih dari 5 tahun dan memilih RS sebagai sarana kesehatan selain Balkesmas TB. Hasil ini tidak begitu jauh dengan hasil segmentasi yang dilakukan pada pasar potensial.Analisis pada stakeholders diperoleh bahwa Balkesmas TB masih dibutuhkan keberadaannya sekarang terutama karena belum adanya Puskesmas di Kelurahan TB dan masih mampu menjawab kebutuhan masyarakat akan pelayanan kesehatan. Pada analisis kompetitor dilakukan pada Puskesmas Pejaten Timur dan Klinik Restu Ibu, dimana posisi Balkesmas TB sebagai pengikut pasar (market follower). Kesimpulan : Segmen pasar Balkesmas TB adalah masyarakat Kelurahan Tanjung Barat, kelompok umur 20 – 49 tahun, pendidikan minimal menengah, pekerjaan ibu rumah tangga dengan penghasilan diatas Rp.700.000 dan kelas ekonomi menengah ke atas. Sedangkan target pasar Balkesmas TB adalah pola spesialisasi yang selektif (Selective Specialization). Penetapan target ini dilakukan melalui CGM dengan pihak manajemen Balkesmas TB. Kata kunci : Segmentasi, Stakeholders, Target Pasar
Background : Public Health Center, as one of the private health organizer runs by law corporation institution. Task and function like Puskesmas, but smaller working area, i.e. one district. At this moment, Balkesmas TB claimed to be more autonomous by PGI Cikini Health Institution so that conducted self-evaluation, started with Balkesmas TB situation analysis, conducting segmentation to service user and Balkesmas TB potential market. Objective : Segmentation survey conducted to observe geography, demography, and psychographic aspects toward Balkesmas TB service user and potential market to analyze the characteristic as a material for target determination or market target after joined with stakeholders and competitor analysis. Methods: This research design is qualitative and supported by quantitative, that consisted of three steps. First Balkesmas TB situation analysis through interview with Balkesmas TB management team and local community, face two, conducted an interview to stakeholders and competitor, and face three, conducted a summary from situation analysis result, segmentation, stakeholders and competitor to determine Balkesmas TB market target through Consensus Group Meeting (CGM). Results : Geography and demography segmentation result shows the biggest market segment for Balkesmas TB is they whom live in RW 5 TB district and East Pejaten district with 20-49 years old age group, female, SLTA/MA education, job as a housewife with monthly earnings up to Rp. 700.000 and allocating health cost between Rp. 50.000 – 100.000. From psychographic segmentation got a result that patient perception to service in Balkesmas TB is well, for the tariff, they said average and Balkesmas TB image is good. Their reason in choosing Balkesmas TB is contiguity factor, exploiting Balkesmas TB service over than 5 years, and need for specialist doctor service in Balkesmas TB and choose RS as health medium beside Balkesmas TB. This result is much the same to segmentation result done to potential market.In stakeholders analysis got that Balkesmas TB still needed right now especially because there is no Puskesmas in TB district and it still answer the peoples needs of health service. Competitor analysis is do to East Pejaten Puskesmas and Restu Ibu Clinic, where Balkesmas TB as market follower. Conclusions : Balkesmas TB market segment is West Tanjung district community, 20-49 years old age group, intermediate minimal education, job as a housewife with earning up to Rp. 700.000 and middle up economy status. This determination is fulfilling the responsive criteria, sale potential, adequate development and media scope and also measurability, substantial-ability, accessibility, and action-ability. While Balkesmas TB market target is Selective Specialization pattern. This targets determination done through CGM with Balkesmas TB management side. Keywords : Segmentation, Stakeholders, market of target
Read More
Background : Public Health Center, as one of the private health organizer runs by law corporation institution. Task and function like Puskesmas, but smaller working area, i.e. one district. At this moment, Balkesmas TB claimed to be more autonomous by PGI Cikini Health Institution so that conducted self-evaluation, started with Balkesmas TB situation analysis, conducting segmentation to service user and Balkesmas TB potential market. Objective : Segmentation survey conducted to observe geography, demography, and psychographic aspects toward Balkesmas TB service user and potential market to analyze the characteristic as a material for target determination or market target after joined with stakeholders and competitor analysis. Methods: This research design is qualitative and supported by quantitative, that consisted of three steps. First Balkesmas TB situation analysis through interview with Balkesmas TB management team and local community, face two, conducted an interview to stakeholders and competitor, and face three, conducted a summary from situation analysis result, segmentation, stakeholders and competitor to determine Balkesmas TB market target through Consensus Group Meeting (CGM). Results : Geography and demography segmentation result shows the biggest market segment for Balkesmas TB is they whom live in RW 5 TB district and East Pejaten district with 20-49 years old age group, female, SLTA/MA education, job as a housewife with monthly earnings up to Rp. 700.000 and allocating health cost between Rp. 50.000 – 100.000. From psychographic segmentation got a result that patient perception to service in Balkesmas TB is well, for the tariff, they said average and Balkesmas TB image is good. Their reason in choosing Balkesmas TB is contiguity factor, exploiting Balkesmas TB service over than 5 years, and need for specialist doctor service in Balkesmas TB and choose RS as health medium beside Balkesmas TB. This result is much the same to segmentation result done to potential market.In stakeholders analysis got that Balkesmas TB still needed right now especially because there is no Puskesmas in TB district and it still answer the peoples needs of health service. Competitor analysis is do to East Pejaten Puskesmas and Restu Ibu Clinic, where Balkesmas TB as market follower. Conclusions : Balkesmas TB market segment is West Tanjung district community, 20-49 years old age group, intermediate minimal education, job as a housewife with earning up to Rp. 700.000 and middle up economy status. This determination is fulfilling the responsive criteria, sale potential, adequate development and media scope and also measurability, substantial-ability, accessibility, and action-ability. While Balkesmas TB market target is Selective Specialization pattern. This targets determination done through CGM with Balkesmas TB management side. Keywords : Segmentation, Stakeholders, market of target
T-2135
Depok : FKM-UI, 2005
S2 - Tesis Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
